Showing posts sorted by date for query dikenakan. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query dikenakan. Sort by relevance Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Kapolda Metro Sebut Hatta Taliwang Berperan di Rapat Dugaan Makar

Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan membeberkan peran dan bukti Hatta Taliwang dalam kasus dugaan makar. Hatta Taliwang sebelumnya ditangkap polisi pada Kamis dini hari kemarin.

"Ada perannya dalam rapat, ada foto juga," kata Iriawan di sela acara sepedan santai di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (9/12/2016).

Iriawan menjelaskan, pihaknya juga mengamankan dokumen-dokumen di rumah Hatta Taliwang. Dokumen-dokumen itu akan diteliti untuk penyelidikan lebih jauh.

"Dokumen-dokumen juga kami amankan biar lebih jelas, akan kita teliti," ujarnya.

Mantan Kadiv Propam Polri itu menegaskan, Hatta Taliwang tidak hanya dikenai UU ITE karena dugaan penyebaran informasi bernuansa SARA. Namun juga dikenakan UU dugaan makar.

"Yang bersangkutan kena UU ITE dan makar. Percobaan makar ada pidananya. Hari ini masih diperiksa," tuturnya.

Sementara itu, Iriawan menuturkan masih mendalami aliran dana makar kasus ini. Dia berjanji akan membeberkan ke publik setelah penelusuran dana itu gamblang.

"Ada yang mendanai, nanti kita jelaskan. Sabar. Dananya ada yang dikucurkan secara bertahap, ada yang langsung, macam-macam," ujarnya.

(idh/imk)

"

| Kapolda | Metro | Sebut | Hatta | Taliwang | Berperan | Rapat | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Jaya | Irjen | Mochammad | Iriawan | membeberkan | peran | bukti | dalam | kasus | dugaan | makar | senya | ditangkap | polisi | pada | Kamis | dini | hari | kemarin | perannya | rapat | foto | juga | kata | sela | acara | sepedan | santai | Ancol | Jakarta | Utara | Jumat | 2016) | p>Iriawan | menjelaskan | pihaknya | mengamankan | dokumen | rumah | Dokumen | diteliti | untuk | penyelidikan | lebih | jauh | p>Dokumen | kami | amankan | biar | jelas | teliti | ujarnya | p>Mantan | Kadiv | Propam | Polri | menegaskan | hanya | dikenai | karena | penyebaran | informasi | bernuansa | SARA | Namun | diken | p>Yang | bersangkutan | kena | Percobaan | pidananya | Hari | masih | diperiksa | tuturnya | p>Sementara | menuturkan | mendalami | aliran | dana | berjanji | publik | setelah | penelusuran | gamblang | p>Ada | yang | mendanai | nanti | jelaskan | Sabar | Dananya | dikucurkan | secara | bertahap | langsung | macam | p>(idh | imk)< |

Polisi Tangkap Hatta Taliwang Terkait Dugaan Makar

Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap Direktur Institute Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang, di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hatta saat ini diperiksa polisi.

"Betul, yang bersangkutan sudah ditangkap di rumahnya di Bendungan Hilir sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tadi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dihubungi detikcom, Kamis (8/12/2016).

Argo mengatakan Hatta dikenakan Pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Menurut Argo, Hatta menyebarkan informasi bernuansa SARA di akun media sosial Facebooknya.

"Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti terkait pasal yang disangkakan seperti handphone, nota-nota ada beberapa catatan dan dokumen-dokumen," sambung Argo.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengatakan Hatta mengikuti pertemuan bersama Rachmawati Soekarnoputri dkk terkait dugaan upaya makar. Namun, polisi belum mempersangkakan dugaan makar terhadap Hatta.

"Iya dia ikut rapat-rapat itu, tetapi untuk dugaan makarnya masih kami dalami," tandasnya.
(mei/dhn)

"

| Polisi | Tangkap | Hatta | Taliwang | Terkait | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Polda | Metro | Jaya | menangkap | Direktur | Institute | Soekarno | kawasan | Bendungan | Hilir | Tanah | Abang | Jakarta | Pusat | saat | diperiksa | polisi | Betul | yang | bersangkutan | ditangkap | rumahnya | pukul | dini | hari | tadi | ujar | Kabid | Humas | Kombes | Argo | Yuwono | dihubungi | detikcom | Kamis | 2016) | p>Argo | mengat | diken | Pasal | Informasi | Transaksi | Elektronik | (ITE) | Menurut | menyebarkan | informasi | bernuansa | SARA | akun | media | sosial | Facebooknya | p>Penyidik | mengamankan | sejumlah | barang | bukti | terkait | pasal | disangk | seperti | handphone | nota | beberapa | catatan | dokumen | sambung | p>Senya | Kapolda | Irjen | Iriawan | mengikuti | pertemuan | bersama | Rachmawati | Soekarnoputri | dugaan | upaya | makar | Namun | mempersangk | terhadap | p>Iya | ikut | rapat | untuk | makarnya | masih | kami | dalami | tandasnya | (mei | dhn)< |

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Tangkap Hatta Taliwang Terkait Dugaan Makar

Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap Direktur Institute Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang, di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hatta saat ini diperiksa polisi.

"Betul, yang bersangkutan sudah ditangkap di rumahnya di Bendungan Hilir sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tadi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dihubungi detikcom, Kamis (8/12/2016).

Argo mengatakan Hatta dikenakan Pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Menurut Argo, Hatta menyebarkan informasi bernuansa SARA di akun media sosial Facebooknya.

"Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti terkait pasal yang disangkakan seperti handphone, nota-nota ada beberapa catatan dan dokumen-dokumen," sambung Argo.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengatakan Hatta mengikuti pertemuan bersama Rachmawati Soekarnoputri dkk terkait dugaan upaya makar. Namun, polisi belum mempersangkakan dugaan makar terhadap Hatta.

"Iya dia ikut rapat-rapat itu, tetapi untuk dugaan makarnya masih kami dalami," tandasnya.
(mei/dhn)

"

| Polisi | Tangkap | Hatta | Taliwang | Terkait | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Polda | Metro | Jaya | menangkap | Direktur | Institute | Soekarno | kawasan | Bendungan | Hilir | Tanah | Abang | Jakarta | Pusat | saat | diperiksa | polisi | Betul | yang | bersangkutan | ditangkap | rumahnya | pukul | dini | hari | tadi | ujar | Kabid | Humas | Kombes | Argo | Yuwono | dihubungi | detikcom | Kamis | 2016) | p>Argo | mengat | diken | Pasal | Informasi | Transaksi | Elektronik | (ITE) | Menurut | menyebarkan | informasi | bernuansa | SARA | akun | media | sosial | Facebooknya | p>Penyidik | mengamankan | sejumlah | barang | bukti | terkait | pasal | disangk | seperti | handphone | nota | beberapa | catatan | dokumen | sambung | p>Senya | Kapolda | Irjen | Iriawan | mengikuti | pertemuan | bersama | Rachmawati | Soekarnoputri | dugaan | upaya | makar | Namun | mempersangk | terhadap | p>Iya | ikut | rapat | untuk | makarnya | masih | kami | dalami | tandasnya | (mei | dhn)< |

Anggota Komisi III DPR: Upaya Kepolisian Menelusuri Dana Makar Langkah yang Tepat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi menangkap 11 orang yang diduga akan melakukan makar saat aksi Jumat (2/12/2016).

Anggota Komisi III Fraksi Partai NasDem, Taufiqulhadi menilai tindakan tersebut sudah tepat dalam rangka menjaga keamanan serta stabilitas nasional.

Taufiqulhadi mengungkapkan, kepolisian tentunya sudah memiliki bukti yang kuat. Sehingga upaya penahanan itu dilakukan agar tidak memanfaatkan massa yang hadir dalam aksi itu.

"Tentunya kepolisian telah memiliki bukti yang kuat terhadap kelompok pendompleng aksi itu," kata Taifiq dalam keterangannya kepada Tribunnews, Kamis (8/12/2016).

Pemilihan waktu penahanan terhadap pelaku makar sebelum pelaksanaan aksi 2 Desember, menurur Taufiq sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh Kapolri, agar tidak ada menimbulkan kegaduhan di media sosial terhadap penangkapan kesebelas orang tersebut.

"Saya kira ini langkah taktis kepolisian. Jika penangkapan ini dilakukan sebelum aksi itu maka dengan mudah media sosial akan mempelintir penahanan tersebut," katanya.

Politisi NasDem ini menyatakan dukungannya atas langkah pihak keamanan tersebut.

"Saya mendukung sepenuhnya. Apa yang dilakukan kepolisian sudah benar," ujar Taufiq.

Taufiq mengatakan upaya makar terhadap pemerintah yang dipilih secara demokrasi dan konstitusional tidak dibenarkan secara hukum.

"Tidak ada pembenaran bagi siapapun itu, jika perbuatannya melanggar hukum dan berpotensi kerusuhan sosial atau disabilitas nasional maka harus dikenakan hukum yang berlaku dan tidak boleh diabaikan. Jika pihak keamanan tidak bertindak sebaliknya malah dipertanyakan," tegas legislator Jawa Timur IV ini.

Tidak berhenti menetapkan status tersangka, saat ini pihak kepolisian juga sedang mengusut aliran dana perbuatan makar tersebut.

Menurut Taufiq, ini tentunya sebuah upaya yang wajar dilakukan oleh aparat kepolisian guna menambahkan bukti-bukti dalam penyelidikannya serta mengetahui siapa tokoh dibalik upaya makar tersebut.

"Upaya kepolisian menelusuri pendanaan dari kelompok tersebut merupakan langkah yang sudah tepat. Saya mendukung upaya tersebut seraya berharap agar kepolisian bisa menuntaskan dan menemukan titik terang apa yang melatarbelakangi gerakan kelompok tersebut dan siapa yang menggerakkan di belakang mereka," ujar dia.

"

| Anggota | Komisi | DPR: | Upaya | Kepolisian | Menelusuri | Dana | Makar | Langkah | yang | Tepat | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Polisi | menangkap | orang | diduga | melakukan | makar | saat | aksi | Jumat | 2016) | p> Anggota | Fraksi | Partai | NasDem< | Taufiqulhadi< | menilai | tind | tersebut | tepat | dalam | rangka | menjaga | keamanan | serta | stabilitas | nasional | p> Taufiqulhadi | mengungkapkan | kepolisian | tentunya | memiliki | bukti | kuat | upaya | penahanan | dilakukan | agar | memanfaatkan | massa | hadir | p> Tentunya | telah | terhadap | kelompok | pendompleng | kata | Taifiq | keterangannya | kepada | Tribunnews< | Kamis | p> Pemilihan | waktu | pelaku | pelaksanaan | Desember | menurur | Taufiq | sebagaimana | keterangan | disampaikan | oleh | Kapolri | menimbulkan | kegaduhan | media | sosial | penangkapan | kesebelas | p> Saya | kira | langkah | taktis | Jika | maka | dengan | mudah | mempelintir | katanya | p> Politisi | NasDem | menyat | dukungannya | atas | pihak | mendukung | sepenuhnya | benar | ujar | p> Taufiq | mengat | pemerintah | dipilih | secara | demokrasi | konstitusional | dibenarkan | hukum | p> Tidak | pembenaran | bagi | siapapun | jika | perbuatannya | melanggar | berpotensi | kerusuhan | atau | disabilitas | harus | diken | berlaku | boleh | diabaikan | bertindak | sebaliknya | malah | dipertany | tegas | legislator | Jawa | Timur | berhenti | menetapkan | status | tersangka | juga | mengusut | aliran | dana | perbuatan | p> Menurut | sebuah | wajar | aparat | guna | menambahkan | penyelidikannya | mengetahui | siapa | tokoh | dibalik | p> Upaya | menelusuri | pendanaan | merup | Saya | seraya | berharap | menuntaskan | menemukan | titik | terang | melatarbelgi | menggerakkan | belg | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Polda Metro Periksa 14 Saksi Terkait Tudingan Makar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya hingga saat ini masih terus menyelidiki kasus dugaan makar yang dilakukan sejumlah tokoh dan aktivis. Sejauh ini, sudah ada 14 orang saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut.

"Masih kita lanjutkan penyidikan. Sudah 14 saksi yang diperiksa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/12).

Menurut Argo, di antara belasan saksi tersebut terdapat saksi ahli yang diperiksa untuk mendalami sejumlah bukti yang sudah dimiliki pihak kepolisian. "Dari 14 itu ada saksi ahli. Dari saksi ahli IT, ahli pidana dan ahli bahasa," ucap dia.

Selanjutnya, kata dia, setelah penyidikan selesai, pihaknya akan melakukan evaluasi, sehingga dapat menentukan langkah-langkah hukum selanjutnya. "Nanti. Setiap periksa kan kita anev (analisa evaluasi) baru tentukan langkah selanjutnya," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Polda telah menetapkan 11 orang tersangka dalam tiga pasal berbeda yang disinyalir memiliki tujuan yang sama. Tujuh orang dikenakan pasal 107 jo 110 jo 87 KUHP (makar), pelanggar UU ITE dua orang, dan pelanggar pasal 207 (penghinaan penguasa) satu orang.

Namun, tujuh orang dilepas kembali setelah menjalani pemeriksaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Ditambah dengan tersangka pelanggar pasal 207 (Ahmad Dhani) juga turut dibebaskan.

Dengan demikian, ada delapan orang yang sudah dilepaskan, yakni Kivlan Zein, Aditya Warman, Ratna Sarumpaet, Firzha Husaen, Rachmawati Soekarnoputri, Eko Santjojo, Alvin Indra Alvaris, dan Ahmad Dhani. Mereka dilepaskan atas dasar penilaian subjektif kepolisian.

Namun, dari tujuh orang tersebut, hanya Sri Bintang Pamungkas yang saat ini masih ditahan di Mapolda Metro. Dua tersangka lainnya yang juga masih ditahan, yaitu Rizal Kobar dan Jamran. Mereka dianggap melanggar UU ITE.

"

| Polda | Metro | Periksa | Saksi | Terkait | Tudingan | Makar | REPUBLIKA | JAKARTA | Jaya | saat | masih | terus | menyelidiki | kasus | dugaan | makar | yang | dilakukan | sejumlah | tokoh | aktivis | Sejauh | orang | saksi | diperiksa | dalam | tersebut | p>Masih | lanjutkan | penyidikan | Sudah | ujar | Kabid | Humas | Kombes | Raden | Argo | Yuwono | Mapolda | Selasa | p>Menurut | antara | belasan | terdapat | ahli | untuk | mendalami | bukti | dimiliki | pihak | kepolisian | Dari | pidana | bahasa | ucap | p>Selanjutnya | kata | setelah | selesai | pihaknya | melakukan | evaluasi | dapat | menentukan | langkah | hukum | selanjutnya | Nanti | Setiap | periksa | kan< | anev | (analisa | evaluasi) | baru | tentukan | p>Diberit | senya | telah | menetapkan | tersangka | tiga | pasal | berbeda | disinyalir | memiliki | tujuan | sama | Tujuh | diken | KUHP | (makar) | pelanggar | (penghinaan | penguasa) | satu | p>Namun | tujuh | dilepas | kembali | menjalani | pemeriksaan | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Jawa | Barat | Ditambah | dengan | (Ahmad | Dhani) | juga | turut | dibebaskan | p>Dengan | demikian | delapan | dilepaskan | yakni | Kivlan | Zein | Aditya | Warman | Ratna | Sarumpaet | Firzha | Husaen | Rachmawati | Soekarnoputri | Santjojo | Alvin | Indra | Alvaris | Ahmad | Dhani | Mereka | atas | dasar | penilaian | subjektif | hanya | Bintang | Pamungkas | ditahan | lainnya | yaitu | Rizal | Kobar | Jamran | dianggap | melanggar | p> |

Monday, December 5, 2016

Anggota DPR Sangsi Aki-Nini Makar, Kapolri: Justru yang Senior Berpengalaman

Jakarta - Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian angkat bicara tentang protes penangkapan para tersangka makar yang berusia lanjut yang dinilai tidak mungkin memobilisasi massa. Ini penjelasan Kapolri.

Pertanyaan penangkapan para tersangka makar yang telah berumur itu dilontarkan oleh anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat, Erma Maharani. Erma menyebutkan usia mereka sudah tua dan tidak memungkinkan untuk memobilisasi massa.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kapolri lalu memberikan penjelasan seputar penangkapan dan dugaan kegiatan para tersangka. "Kalau dari segi usia dan akses, justru kalau usia matang," jawab Tito saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, DPR, Senin (5/12/2016).

Menurut dia, para tersangka tersebut senior sehingga sudah berpengalaman. "Cara mainnya matang, enggak harus mendobrak pagar DPR, tapi melakukan setting desain kegiatan justru yang senior yang bisa, yang pengalaman. Yang muda itu muscle-nya, otot," kata dia.

"Jadi tidak menjamin enggak harus dari segi usia. Makin berusia, makin matang taktik dan tekniknya," tegas dia.

Sebelumnya, hal yang sama diungkapkan oleh kuasa hukum tersangka makar, Habiburokhman. Dia mengatakan sulit dipercaya orang-orang yang sudah berumur akan melakukan makar. "Kita heran kenapa dikenakan pasal makar. Ini aki-aki, nini-nini dituduh makar, dengan umur Bu Ratna enam puluhan ujung, hampir tujuh puluh tahun. Mereka enggak punya senjata dan massa, kok dituduh makar. Kurang keren! Kecuali tuduhan itu ditujukan kepada saya," kata Habiburokhman dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12).

Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar, yakni Eko Suryo Santjojo, Adityawarman Thaha, Kivlan Zen, Firza Husein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Alvin Indra, dan Sri Bintang Pamungkas. Dari delapan tersangka, hanya Sri Bintang Pamungkas yang hingga kini ditahan polisi.
(aan/fdn)

"

| Anggota | Sangsi | Aki-Nini | Makar, | Kapolri: | Justru | yang | Senior | Berpengalaman | Jakarta< | strong> | Kapolri | Jenderal | (Pol) | Tito | Karnavian | angkat | bicara | tentang | protes | penangkapan | para | tersangka | makar | berusia | lanjut | dinilai | mungkin | memobilisasi | massa | penjelasan | Pertanyaan | telah | berumur | dilontarkan | oleh | anggota | Komisi | Fraksi | Demokrat | Erma | Maharani | menyebutkan | usia | memungkinkan | untuk | p>Menanggapi | pertanyaan | tersebut | memberikan | seputar | dugaan | kegiatan | Kalau | segi | akses | justru | kalau | matang | jawab | saat | mengikuti | rapat | kerja | dengan | Kompleks | Parlemen | Senayan | Senin | 2016) | p>Menurut | senior | berpengalaman | Cara | mainnya | enggak | harus | mendobrak | pagar | melakukan | setting< | desain | pengalaman | Yang | muda | muscle | em>nya | otot | kata | p>Jadi | menjamin | Makin | makin | taktik | tekniknya | tegas | p>Senya | sama | diungkapkan | kuasa | hukum | Habiburokhman | mengat | sulit | dipercaya | orang | Kita | heran | kenapa | diken | pasal | nini | nini< | dituduh | umur | Ratna | enam | puluhan | ujung | hampir | tujuh | puluh | tahun | Mereka | punya | senjata | Kurang | keren! | Kecuali | tuduhan | ditujukan | kepada | saya | dalam | diskusi | Polemik | Sindo | Trijaya | Warung | Daun | Cikini | Jakarta | Pusat | Sabtu | p>Delapan | ditetapkan | sebagai | kasus | yakni | Suryo | Santjojo | Adityawarman | Thaha | Kivlan | Firza | Husein | Rachmawati | Soekarnoputri | Sarumpaet | Alvin | Indra | Bintang | Pamungkas | Dari | delapan | hanya | kini | ditahan | polisi | (aan | fdn)< |

Sunday, December 4, 2016

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |

Kuasa Hukum Beranggapan, Tudingan Makar Diduga Salah Sasaran

WARTA KOTA, DEPOK -- Kuasa Hukum Sri Bintang Pamungkas, Razman Arif Nasution menilai pasal dugaan makar yang dikenakan pada kliennya adalah salah sasaran.

Sebab kata dia, Sri Bintang tidak memiliki kekuatan militer untuk melakukan makar atau penggulingan kekuasaan pemerintah.

"Pasal Makar itu tidak gampang. Dan itu tidak dilakukan," katanya kepada Warta Kota, Minggu (4/12/2016) malam.

Menurutnya yang dilakukan kliennya dengan mengirim surat agar digelar Sidang Istimewa MPR, sifatnya menyampaikan, mengimbau atau meminta untuk melakukan sidang istimewa. "Jadi tidak melakukan gerakan apa-apa," katanya.

Karenanya Razman mempertanyakan gerakan makar yang mana yang dimaksud polisi.

"Sebab, dia bukan kepala staf angkatan darat, serta tidak punya pasukan. Hanya imbauan seperti itu, ini kan akal-akalan saja. Kemudian ada Youtube, Bang Bintang juga tidak tahu dasarnya apa, kok bisa dari YouTube," kata Razman.

Ia menyatakan sampai kini Sri Bintang Pamungkas tidak mau menandatangani surat penahanan ataupun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait kasusnya.

"Bahkan dalam pemeriksaan, Bang Bintang tidak menjawab apa-apa. Bang Bintang tidak mau ngomong, dan tidak menandatangani berita acara yang sifatnya sebagai tersangka, dan hanya pemeriksaan awal saja," katanya.

Bahkan tambah Razman, berdasarkan fakta proses penangkapan serta penahanan aktivis, tim kuasa hukum kini mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan pra peradilan.

"Kami pertimbangkan ajukan gugatan praperadilan, juga bersama tim kuasa hukum dari 10 orang lain yang juga ditangkap atas tuduhan makar dan melanggar UU ITE," kata Razman.

"

| Kuasa | Hukum | Beranggapan, | Tudingan | Makar | Diduga | Salah | Sasaran | WARTA | KOTA | DEPOK | strong> | Bintang | Pamungkas< | Razman | Arif | Nasution | menilai | pasal | dugaan | makar< | yang | diken | pada | kliennya | adalah | salah | sasaran< | p> Sebab | kata | memiliki | kekuatan | militer | untuk | melakukan | atau | penggulingan | kekuasaan | pemerintah | p> Pasal | gampang | dilakukan | katanya | kepada | Warta | Kota | Minggu | 2016) | malam | p> Menurutnya | dengan | mengirim | surat | agar | digelar | Sidang | Istimewa | sifatnya | menyampaikan | mengimbau | meminta | sidang | istimewa | Jadi | p> Karenanya | mempertany | mana | dimaksud | polisi | bukan | kepala | staf | angkatan | darat | serta | punya | pasukan | Hanya | imbauan | seperti | akal | akalan | Kemudian | Youtube | Bang | juga | tahu | dasarnya | YouTube | p> Ia | menyat | sampai | kini | menandatangani | penahanan | ataupun | Berita | Acara | Pemeriksaan | (BAP) | terkait | kasusnya | p> Bahkan | dalam | pemeriksaan | menjawab | ngomong | berita | acara | sebagai | tersangka< | hanya | awal | tambah | berdasarkan | fakta | proses | penangkapan | aktivis | kuasa | hukum | mempertimbangkan | mengajukan | gugatan | peradilan | p> Kami | pertimbangkan | ajukan | praperadilan | bersama | orang | lain | ditangkap | atas | tuduhan | melanggar | p> |

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |

Melihat Kasus Makar yang Dilakukan Anak Buah Panji Gumilang

Jakarta - Beberapa hari ini publik dikagetkan dengan istilah makar atau usaha penggulingan pemerintahan yang sah. Berikut kasus makar yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu anak buah Panji Gumilang yaitu Salamin dan Mujono.

Kasus bermula saat Negara Islam Indonesia (NII) melakukan perjuangan secara fisik tetapi berhasil diamankan oleh pemerintah pada 1962. NII kemudian menjadi gerakan bawah tanah dan muncul Panji Gumilang. Melihat situasi politik terkini, NII kemudian mengubah arah garis politik dengan membentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengelabui petugas, dibuatlah organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM).

Salah satu yang tertarik dengan gerakan itu yaitu Salamin yang dibaiat oleh Panji Gumilang untuk ikut bergabung mendirikan Negara Islam Indonesia pada 1990. Salamin yang lahir pada 12 Juli 1958 ditunjuk sebagai Koordinator Kepala Bagian Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Sejak saat itu, Salamin melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya menghimpun dana dan disetor ke Pondok Pesantren Al Zaytun.

Adapun Mujono bergabung dengan Pondok Pesantren Alzaytun pada 2007 dan setahun setelahnya dilantik Panji Gumilang untuk koordinator Karesidenan Pekalongan.

Organisasi ini mengundang kecurigaan aparat, termasuk kepada Salamin dan Mujono. Akhirnya keduanya digerebek anggota Polda Jawa engah pada 23 Mei 2011. Dari penangkapan itu didapati sejumlah dokumen yang berisi susunan organisasi kenegaraan, UUD dan peraturan hukuman pidana sendiri.

Mujiono dan Salamin lalu diadili karena diyakini melanggar Pasal 110 ayat 1 jo Pasal 107 ayat 1 KUHP tentang Makar. Ancaman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup. Jaksa akhirnya menuntut mereka dengan hukuman selama 12 tahun penjara.

Pada 12 Januari 2012, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman kepada Salamin dan Mujono selama 3 tahun penjara. Hukuman itu diturunkan menjadi 2 tahun penjara oleh majelis hakim banding pada 28 Maret 2012.

Atas tuntutan itu, jaksa mengajukan kasasi dan tetap meminta kedua terdakwa dihukum 12 tahun penjara. Tapi apa kata MA?

"Menyatakan Salamin dan Mujono Agus Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah," putus majelis kasasi sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (4/12/2016).

MA mengembalikan hukuman sesuai putusan PN Semarang karena hal-hal yang meirngankan pertimbangannya tidak berubah.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun," kata majelis yang terdiri dari Zaharuddin Utama, Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul.

Bila anak buahnya dikenakan makar, bagaimana dengan Panji Gumilang? Ternyata Panji hanya dikenakan pasal pemalsuan akta otentik sesuai pasal 255 KUHP. Pemalsuan itu terkait status yayasan Pondok Pesantren Alzaytun. Panji kemudian dijebloskan ke LP Indramayu untuk waktu 10 bulan, sesuai putusan.
(asp/erd)

"

| Melihat | Kasus | Makar | yang | Dilakukan | Anak | Buah | Panji | Gumilang | Jakarta< | strong> | Beberapa | hari | publik | dikagetkan | dengan | istilah | makar | atau | usaha | penggulingan | pemerintahan | Berikut | kasus | telah | berkekuatan | hukum | tetap | yaitu | anak | buah | Salamin | Mujono | bermula | saat | Negara | Islam | Indonesia | (NII) | melakukan | perjuangan | secara | fisik | berhasil | diamankan | oleh | pemerintah | pada | 1962 | kemudian | menjadi | bawah | tanah | muncul | situasi | politik | terkini | mengubah | arah | garis | membentuk | organisasi | kemasyarakatan | Untuk | mengelabui | petugas | dibuatlah | Masyarakat | Membangun | (MIM) | p>Salah | satu | tertarik | dibaiat | untuk | ikut | bergabung | mendirikan | 1990 | lahir | Juli | 1958 | ditunjuk | sebagai | Koordinator | Kepala | Bagian | Keuangan | Provinsi | Jawa | Tengah | p>Sejak | berbagai | upaya | mewujudkan | cita | tersebut | Salah | satunya | menghimpun | dana | disetor | Pondok | Pesantren | Zaytun | p>Adapun | Alzaytun | 2007 | setahun | setelahnya | dilantik | koordinator | Karesidenan | Pekalongan | p>Organisasi | mengundang | kecurigaan | aparat | termasuk | kepada | Akhirnya | keduanya | digerebek | anggota | Polda | engah | 2011 | Dari | penangkapan | didapati | sejumlah | dokumen | berisi | susunan | kenegaraan | peraturan | hukuman | pidana | sendiri | p>Mujiono | diadili | karena | diyakini | melanggar | Pasal | ayat | KUHP | tentang | Ancaman | pasal | penjara | seumur | hidup | Jaksa | akhirnya | menuntut | selama | tahun | p>Pada | Januari | 2012 | Pengadilan | Negeri | (PN) | Semarang | menjatuhkan | Hukuman | diturunkan | majelis | hakim | banding | Maret | p>Atas | tuntutan | jaksa | mengajukan | kasasi | meminta | kedua | terdakwa | dihukum | Tapi | kata | p>Menyat | Agus | Salim | terbukti | meyakinkan | bersalah | tindak | permufakatan | jahat | maksud | menggulingkan | putus | sebagaimana | dikutip | website | Mahkamah | Agung | (MA) | Minggu | 2016) | p>MA | mengembalikan | sesuai | putusan | meirngankan | pertimbangannya | berubah | p>Menjatuhkan | terdiri | Zaharuddin | Utama | Achmad | Yamanie | Sofyan | Sitompul | p>Bila | buahnya | diken | bagaimana | Ternyata | hanya | pemalsuan | akta | otentik | Pemalsuan | terkait | status | yayasan | dijebloskan | Indramayu | waktu | bulan | (asp | erd)< |