Showing posts sorted by relevance for query p>Tempo<. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query p>Tempo<. Sort by date Show all posts

Monday, December 5, 2016

Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto | politik

Wiranto, Menteri koordinator Politik Hukum dan Keamanan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Kesibukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meningkat dalam mendekati aksi unjuk rasa 2 Desember lalu. Ia memimpin rapat-rapat khusus untuk memastikan keamanan negeri ini terjamin saat Aksi Bela Islam III itu berlangsung.

Ketika Tempo menemui Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, untuk sebuah wawancara khusus pada Selasa, 29 November 2016, mantan Panglima ABRI itu baru selesai menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius, serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. “Pemerintah ingin membuat masyarakat aman dan tenteram,” ucap pria 69 tahun ini.

Wiranto berujar, pemerintah sudah mengantisipasi ancaman, seperti terorisme dan makar, yang bisa muncul saat demonstrasi. Pemerintah, tutur dia, bertekad mengatasi bahaya itu tanpa menimbulkan kekacauan atau ketakutan di masyarakat. Terbukti dengan penangkapan sepuluh orang terduga makar pada Kamis malam-Jumat subuh, 1-2 Desember 2016.

Berikut ini petikan wawancara eksklusif dengan Wiranto yang selengkapnya bisa dibaca di majalah Tempo terbaru edisi 5-11 Desember 2016.

Pemerintah menduga ada kelompok yang akan makar saat unjuk rasa 2 Desember. Dari mana kesimpulan itu diperoleh?

Isu makar ini tak bisa saya perbincangkan dengan masyarakat karena itu masalah sensitif. Tentu ada indikator-indikator dan laporan intelijen yang masuk, sehingga Kepala Kepolisian RI mengatakan ada kemungkinan terjadi makar. Kapolri menyampaikan hal itu bukan untuk membuat masyarakat khawatir, resah, dan takut, tapi sebagai informasi. Pemerintah sudah mengetahui hal itu, dan kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

Selain makar, benarkah ada indikasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mendompleng aksi 2 Desember seperti pernyataan polisi?

Pemerintah sudah paham, sekitar 500 orang Indonesia berangkat ke wilayah-wilayah ISIS. Mereka masuk kamp pelatihan. Kami tahu persis ada 53 orang yang telah kembali ke Indonesia. Nah, itu yang sekarang sedang menjadi garapan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Ada saja kemungkinan mereka memanfaatkan demonstrasi.

Bagaimana pemerintah mengawasi ke-53 orang itu?

Mereka dihubungi dan disadarkan agar paham mereka yang tak sesuai dengan napas Pancasila dibuang lalu kembali menjadi warga negara yang baik. Tapi di antara mereka ada juga yang belum sadar sepenuhnya.

Apa ancaman paling serius dari mereka?

Kalau orang sudah bergerak ke sana, berlatih dan berjuang bersama kelompok ISIS, lalu kembali ke Indonesia, kita harus mengawasi dan menyadarkan. Pemerintah tentu melakukan langkah yang cukup tepat agar mereka tak melakukan aksi yang mengganggu keamanan nasional.

TIM TEMPO

�

�

�

�

"

| Asal-usul | Makar, | Penjelasan | Wiranto | politik | Menteri | koordinator | Politik | Hukum | Keamanan | TEMPO | Imam | Sukamto< | p> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kesibukan | Koordinator | meningkat | dalam | mendekati | aksi | unjuk | rasa | Desember | memimpin | rapat | khusus | untuk | memastikan | keamanan | negeri | terjamin | saat | Aksi | Bela | Islam | berlangsung | p>Ketika | Tempo< | menemui | kantornya | Jalan | Medan | Merdeka | Barat | Jakarta | Pusat | sebuah | wawancara | pada | Selasa | November | 2016 | mantan | Panglima | ABRI | baru | selesai | menggelar | koordinasi | dengan | Kepala | Badan | Intelijen | Negara | Jenderal | Budi | Gunawan | Jaksa | Agung | Muhammad | Prasetyo | Nasional | Penanggulangan | Terorisme | Komisaris | Suhardi | Alius | serta | Asasi | Manusia | Yasonna | Laoly | “Pemerintah | ingin | membuat | masyarakat | aman | tenteram | ucap | pria | tahun | p>Wiranto | berujar | pemerintah | mengantisipasi | ancaman | seperti | terorisme | makar | yang | muncul | demonstrasi | Pemerintah | tutur | bertekad | mengatasi | bahaya | tanpa | menimbulkan | kekacauan | atau | ketakutan | Terbukti | penangkapan | sepuluh | orang | terduga | Kamis | malam | Jumat | subuh | p>Berikut | petikan | eksklusif | selengkapnya | dibaca | majalah | terbaru | edisi | p> Pemerintah | menduga | kelompok | Dari | mana | kesimpulan | diperoleh | em>< | p>Isu | saya | perbincangkan | karena | masalah | sensitif | Tentu | indikator | laporan | intelijen | masuk | Kepolisian | mengat | kemungkinan | terjadi | Kapolri | menyampaikan | bukan | khawatir | resah | takut | sebagai | informasi | mengetahui | kami | menyiapkan | langkah | antisipasi | p>Selain | benarkah | indikasi | Irak | Suriah | (ISIS) | mendompleng | pernyataan | polisi | p>Pemerintah | paham | Indonesia | berangkat | wilayah | ISIS | Mereka | kamp | pelatihan | Kami | tahu | persis | telah | kembali | sekarang | menjadi | garapan | memanfaatkan | p>Bagaimana | mengawasi | p>Mereka | dihubungi | disadarkan | agar | sesuai | napas | Pancasila | dibuang | warga | negara | baik | Tapi | antara | juga | sadar | sepenuhnya | p>Apa | paling | serius | p>Kalau | bergerak | sana | berlatih | berjuang | bersama | harus | menyadarkan | tentu | melakukan | cukup | tepat | mengganggu | nasional | p>TIM | TEMPO< | strong>< | p> �< | p> �< | p> < | div> |

Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto | politik

Wiranto, Menteri koordinator Politik Hukum dan Keamanan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Kesibukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meningkat dalam mendekati aksi unjuk rasa 2 Desember lalu. Ia memimpin rapat-rapat khusus untuk memastikan keamanan negeri ini terjamin saat Aksi Bela Islam III itu berlangsung.

Ketika Tempo menemui Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, untuk sebuah wawancara khusus pada Selasa, 29 November 2016, mantan Panglima ABRI itu baru selesai menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius, serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. “Pemerintah ingin membuat masyarakat aman dan tenteram,” ucap pria 69 tahun ini.

Wiranto berujar, pemerintah sudah mengantisipasi ancaman, seperti terorisme dan makar, yang bisa muncul saat demonstrasi. Pemerintah, tutur dia, bertekad mengatasi bahaya itu tanpa menimbulkan kekacauan atau ketakutan di masyarakat. Terbukti dengan penangkapan sepuluh orang terduga makar pada Kamis malam-Jumat subuh, 1-2 Desember 2016.

Berikut ini petikan wawancara eksklusif dengan Wiranto yang selengkapnya bisa dibaca di majalah Tempo terbaru edisi 5-11 Desember 2016.

Pemerintah menduga ada kelompok yang akan makar saat unjuk rasa 2 Desember. Dari mana kesimpulan itu diperoleh?

Isu makar ini tak bisa saya perbincangkan dengan masyarakat karena itu masalah sensitif. Tentu ada indikator-indikator dan laporan intelijen yang masuk, sehingga Kepala Kepolisian RI mengatakan ada kemungkinan terjadi makar. Kapolri menyampaikan hal itu bukan untuk membuat masyarakat khawatir, resah, dan takut, tapi sebagai informasi. Pemerintah sudah mengetahui hal itu, dan kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

Selain makar, benarkah ada indikasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mendompleng aksi 2 Desember seperti pernyataan polisi?

Pemerintah sudah paham, sekitar 500 orang Indonesia berangkat ke wilayah-wilayah ISIS. Mereka masuk kamp pelatihan. Kami tahu persis ada 53 orang yang telah kembali ke Indonesia. Nah, itu yang sekarang sedang menjadi garapan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Ada saja kemungkinan mereka memanfaatkan demonstrasi.

Bagaimana pemerintah mengawasi ke-53 orang itu?

Mereka dihubungi dan disadarkan agar paham mereka yang tak sesuai dengan napas Pancasila dibuang lalu kembali menjadi warga negara yang baik. Tapi di antara mereka ada juga yang belum sadar sepenuhnya.

Apa ancaman paling serius dari mereka?

Kalau orang sudah bergerak ke sana, berlatih dan berjuang bersama kelompok ISIS, lalu kembali ke Indonesia, kita harus mengawasi dan menyadarkan. Pemerintah tentu melakukan langkah yang cukup tepat agar mereka tak melakukan aksi yang mengganggu keamanan nasional.

TIM TEMPO

  

"

| Asal-usul | Makar, | Penjelasan | Wiranto | politik | Menteri | koordinator | Politik | Hukum | Keamanan | TEMPO | Imam | Sukamto< | p> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kesibukan | Koordinator | meningkat | dalam | mendekati | aksi | unjuk | rasa | Desember | memimpin | rapat | khusus | untuk | memastikan | keamanan | negeri | terjamin | saat | Aksi | Bela | Islam | berlangsung | p>Ketika | Tempo< | menemui | kantornya | Jalan | Medan | Merdeka | Barat | Jakarta | Pusat | sebuah | wawancara | pada | Selasa | November | 2016 | mantan | Panglima | ABRI | baru | selesai | menggelar | koordinasi | dengan | Kepala | Badan | Intelijen | Negara | Jenderal | Budi | Gunawan | Jaksa | Agung | Muhammad | Prasetyo | Nasional | Penanggulangan | Terorisme | Komisaris | Suhardi | Alius | serta | Asasi | Manusia | Yasonna | Laoly | “Pemerintah | ingin | membuat | masyarakat | aman | tenteram | ucap | pria | tahun | p>Wiranto | berujar | pemerintah | mengantisipasi | ancaman | seperti | terorisme | makar | yang | muncul | demonstrasi | Pemerintah | tutur | bertekad | mengatasi | bahaya | tanpa | menimbulkan | kekacauan | atau | ketakutan | Terbukti | penangkapan | sepuluh | orang | terduga | Kamis | malam | Jumat | subuh | p>Berikut | petikan | eksklusif | selengkapnya | dibaca | majalah | terbaru | edisi | p> Pemerintah | menduga | kelompok | Dari | mana | kesimpulan | diperoleh | em>< | p>Isu | saya | perbincangkan | karena | masalah | sensitif | Tentu | indikator | laporan | intelijen | masuk | Kepolisian | mengat | kemungkinan | terjadi | Kapolri | menyampaikan | bukan | khawatir | resah | takut | sebagai | informasi | mengetahui | kami | menyiapkan | langkah | antisipasi | p>Selain | benarkah | indikasi | Irak | Suriah | (ISIS) | mendompleng | pernyataan | polisi | p>Pemerintah | paham | Indonesia | berangkat | wilayah | ISIS | Mereka | kamp | pelatihan | Kami | tahu | persis | telah | kembali | sekarang | menjadi | garapan | memanfaatkan | p>Bagaimana | mengawasi | p>Mereka | dihubungi | disadarkan | agar | sesuai | napas | Pancasila | dibuang | warga | negara | baik | Tapi | antara | juga | sadar | sepenuhnya | p>Apa | paling | serius | p>Kalau | bergerak | sana | berlatih | berjuang | bersama | harus | menyadarkan | tentu | melakukan | cukup | tepat | mengganggu | nasional | p>TIM | TEMPO< | strong>< | p>   < | p> < | div> |

Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto

Senin, 05 Desember 2016 | 13:08 WIB

Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto  

Wiranto, Menteri koordinator Politik Hukum dan Keamanan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Kesibukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meningkat dalam mendekati aksi unjuk rasa 2 Desember lalu. Ia memimpin rapat-rapat khusus untuk memastikan keamanan negeri ini terjamin saat Aksi Bela Islam III itu berlangsung.

Ketika Tempo menemui Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, untuk sebuah wawancara khusus pada Selasa, 29 November 2016, mantan Panglima ABRI itu baru selesai menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius, serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. “Pemerintah ingin membuat masyarakat aman dan tenteram,” ucap pria 69 tahun ini.

Wiranto berujar, pemerintah sudah mengantisipasi ancaman, seperti terorisme dan makar, yang bisa muncul saat demonstrasi. Pemerintah, tutur dia, bertekad mengatasi bahaya itu tanpa menimbulkan kekacauan atau ketakutan di masyarakat. Terbukti dengan penangkapan sepuluh orang terduga makar pada Kamis malam-Jumat subuh, 1-2 Desember 2016.

Berikut ini petikan wawancara eksklusif dengan Wiranto yang selengkapnya bisa dibaca di majalah Tempo terbaru edisi 5-11 Desember 2016.

Pemerintah menduga ada kelompok yang akan makar saat unjuk rasa 2 Desember. Dari mana kesimpulan itu diperoleh?

Isu makar ini tak bisa saya perbincangkan dengan masyarakat karena itu masalah sensitif. Tentu ada indikator-indikator dan laporan intelijen yang masuk, sehingga Kepala Kepolisian RI mengatakan ada kemungkinan terjadi makar. Kapolri menyampaikan hal itu bukan untuk membuat masyarakat khawatir, resah, dan takut, tapi sebagai informasi. Pemerintah sudah mengetahui hal itu, dan kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

Selain makar, benarkah ada indikasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mendompleng aksi 2 Desember seperti pernyataan polisi?

Pemerintah sudah paham, sekitar 500 orang Indonesia berangkat ke wilayah-wilayah ISIS. Mereka masuk kamp pelatihan. Kami tahu persis ada 53 orang yang telah kembali ke Indonesia. Nah, itu yang sekarang sedang menjadi garapan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Ada saja kemungkinan mereka memanfaatkan demonstrasi.

Bagaimana pemerintah mengawasi ke-53 orang itu?

Mereka dihubungi dan disadarkan agar paham mereka yang tak sesuai dengan napas Pancasila dibuang lalu kembali menjadi warga negara yang baik. Tapi di antara mereka ada juga yang belum sadar sepenuhnya.

Apa ancaman paling serius dari mereka?

Kalau orang sudah bergerak ke sana, berlatih dan berjuang bersama kelompok ISIS, lalu kembali ke Indonesia, kita harus mengawasi dan menyadarkan. Pemerintah tentu melakukan langkah yang cukup tepat agar mereka tak melakukan aksi yang mengganggu keamanan nasional.

TIM TEMPO

  

"

| Asal-usul | Makar, | Penjelasan | Wiranto | Senin | Desember | 2016 | 13:08 | WIB< | p> < | div> Wiranto | Menteri | koordinator | Politik | Hukum | Keamanan | TEMPO | Imam | Sukamto< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kesibukan | Koordinator | meningkat | dalam | mendekati | aksi | unjuk | rasa | memimpin | rapat | khusus | untuk | memastikan | keamanan | negeri | terjamin | saat | Aksi | Bela | Islam | berlangsung | p>Ketika | Tempo< | menemui | kantornya | Jalan | Medan | Merdeka | Barat | Jakarta | Pusat | sebuah | wawancara | pada | Selasa | November | mantan | Panglima | ABRI | baru | selesai | menggelar | koordinasi | dengan | Kepala | Badan | Intelijen | Negara | Jenderal | Budi | Gunawan | Jaksa | Agung | Muhammad | Prasetyo | Nasional | Penanggulangan | Terorisme | Komisaris | Suhardi | Alius | serta | Asasi | Manusia | Yasonna | Laoly | “Pemerintah | ingin | membuat | masyarakat | aman | tenteram | ucap | pria | tahun | p>Wiranto | berujar | pemerintah | mengantisipasi | ancaman | seperti | terorisme | makar | yang | muncul | demonstrasi | Pemerintah | tutur | bertekad | mengatasi | bahaya | tanpa | menimbulkan | kekacauan | atau | ketakutan | Terbukti | penangkapan | sepuluh | orang | terduga | Kamis | malam | Jumat | subuh | p>Berikut | petikan | eksklusif | selengkapnya | dibaca | majalah | terbaru | edisi | p>Pemerintah | menduga | kelompok | Dari | mana | kesimpulan | diperoleh | em>< | p>Isu | saya | perbincangkan | karena | masalah | sensitif | Tentu | indikator | laporan | intelijen | masuk | Kepolisian | mengat | kemungkinan | terjadi | Kapolri | menyampaikan | bukan | khawatir | resah | takut | sebagai | informasi | mengetahui | kami | menyiapkan | langkah | antisipasi | p>Selain | benarkah | indikasi | Irak | Suriah | (ISIS) | mendompleng | pernyataan | polisi | paham | Indonesia | berangkat | wilayah | ISIS | Mereka | kamp | pelatihan | Kami | tahu | persis | telah | kembali | sekarang | menjadi | garapan | memanfaatkan | p>Bagaimana | mengawasi | p>Mereka | dihubungi | disadarkan | agar | sesuai | napas | Pancasila | dibuang | warga | negara | baik | Tapi | antara | juga | sadar | sepenuhnya | p>Apa | paling | serius | p>Kalau | bergerak | sana | berlatih | berjuang | bersama | harus | menyadarkan | tentu | melakukan | cukup | tepat | mengganggu | nasional | p>TIM | TEMPO< | strong>< | p>   < | p> |

Eksklusif: Ini Bukti Sri Bintang Pamungkas Cs Diduga Makar | politik

Aktivis Sri Bintang Pamungkas ditangkap di rumahnya di Cibubur, Depok, 2 Desember 2016. ISTIMEWA

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi membidik beberapa orang baru yang diduga terlibat dalam upaya menggulingkan Presiden Joko Widodo atau makar. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, enggan menyebutkan siapa saja yang dimaksudkan orang baru tersebut. “Masih dalam penyelidikan, tidak mungkin kami buka (nama-namanya),” kata dia, Senin, 5 Desember 2016.

Boy juga menolak menjelaskan apakah pihak-pihak yang dimaksudkan terlibat dalam sejumlah pertemuan yang membahas upaya makar. Salah satunya adalah pertemuan di Rumah Kedaulatan Rakyat di Jalan Guntur Nomor 49, Manggarai, Jakarta Selatan, pada Rabu lalu, 30 November 2016, sekitar pukul 13.00. Belasan orang diduga hadir dalam pertemuan itu.

Baca: Terungkap, Alasan Polisi Cokok Terduga Makar di Jumat Subuh

Tempo memperoleh bukti undangan pertemuan itu. Rapat itu bertajuk “Konsolidasi Pergerakan dan Konferensi Pers ‘Front Revolusi 2016’”. Dalam undangan, Front menyatakan, selain bergabung dengan aksi bela Islam III 212, menuntut Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama dipenjarakan. Mereka juga menuntut pemerintahan Jokowi-Kalla diturunkan lewat Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 asli.

Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas, tersangka kasus dugaan makar, juga hadir dalam acara itu. Berdasarkan video yang diperoleh Tempo, Sri Bintang menyatakan saat ini bukan saatnya lagi untuk penggalangan massa, melainkan melakukan revolusi.

Baca: >Wiranto Sebut Hal Ini Bisa Hentikan Demo Tolak Ahok

Saat ini polisi masih menahan Sri Bintang dan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara, Jamran, serta Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan pada Sabtu dini hari. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz, serta aktivis Ratna Sarumpaet. Musikus Ahmad Dhani Prasetyo, yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden, juga dibebaskan.

Baca: Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto

Razman Arief Nasution, kuasa hukum Sri Bintang, mengatakan video itu tak diambil di Guntur, melainkan ketika Sri Bintang sedang berpidato di kolong jembatan jalan tol Pluit, Kalijodo, Jakarta Utara. Menurut dia, hal tersebut tak bisa dianggap sebagai upaya makar. "Karena sifatnya imbauan kepada warga," kata dia.

Seorang penghuni Rumah Kedaulatan, Hadi Joban, mengatakan pertemuan pada Rabu lalu hanya membahas perkara penistaan agama. Hanya, kata dia, mengemuka pendapat, jika pemerintah tak bisa mengatasi kasus Ahok, lebih baik Jokowi turun. “Mungkin kalimat itu yang diduga makar,” ujar Hadi.

Baca: Sri Bintang Ajukan Penangguhan Penahanan Hari Ini

Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, mengatakan penyidik akan memeriksa kembali para tersangka yang ditangkap pada Jumat lalu dalam waktu dekat.

DEWI SUCI RAHAYU | NINIS CHAIRUNNISA | INGE KLARA | DANANG FIRMANTO | LARISSA HUDA | EKO ARI

Baca Pula
Presiden Jokowi Pakai Payung & Sendal Jepit Biru, Menyindir?
>
Sidang Pengadilan Ahok Kamis, 13 Jaksa Siapkan Dakwaan

[embedded content]

"

| Eksklusif: | Bukti | Bintang | Pamungkas | Diduga | Makar | politik | Aktivis | ditangkap | rumahnya | Cibubur | Depok | Desember | 2016 | ISTIMEWA< | p> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Polisi | membidik | beberapa | orang | baru | yang | diduga | terlibat | dalam | upaya | menggulingkan | Presiden | Joko | Widodo | atau | makar | Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | enggan | menyebutkan | siapa | dimaksudkan | tersebut | “Masih | penyelidikan | mungkin | kami | buka | (nama | namanya) | kata | Senin | p>Boy | juga | menolak | menjelaskan | apakah | pihak | sejumlah | pertemuan | membahas | Salah | satunya | adalah | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | Jalan | Guntur | Nomor | Manggarai | Jakarta | Selatan | pada | Rabu | November | pukul | Belasan | hadir | p>Baca: | Terungkap | Alasan | Cokok | Terduga | Jumat | Subuh< | p>Tempo< | memperoleh | bukti | undangan | Rapat | bertajuk | “Konsolidasi | Perger | Konferensi | Pers | ‘Front | Revolusi | 2016’” | Dalam | Front | menyat | selain | bergabung | dengan | aksi | bela | Islam | menuntut | Gubernur | nonaktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | dipenjar | Mereka | pemerintahan | Jokowi | Kalla | diturunkan | lewat | Sidang | Istimewa | Majelis | Permusyawaratan | kembali | Undang | Dasar | 1945 | asli | p> Koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | tersangka | kasus | dugaan | acara | Berdasarkan | video | diperoleh | Tempo | saat | bukan | saatnya | lagi | untuk | penggalangan | massa | melainkan | melakukan | revolusi | p>Baca:< | strong> | Wiranto | Sebut | Bisa | Hentikan | Demo | Tolak | Ahok< | p>Saat | polisi | masih | menahan | Ketua | Aliansi | Utara | Jamran | serta | Komando | Barisan | (Kobar) | Rizal | Izal | Sedangkan | tujuh | lain | dibebaskan | Sabtu | dini | hari | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz | Ratna | Sarumpaet | Musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | Asal | usul | Penjelasan | Wiranto< | p>Razman | Arief | Nasution | kuasa | hukum | mengat | diambil | ketika | berpidato | kolong | jembatan | jalan | Pluit | Kalijodo | Menurut | dianggap | sebagai | Karena | sifatnya | imbauan | kepada | warga | p>Seorang | penghuni | Hadi | Joban | hanya | perkara | penistaan | agama | Hanya | mengemuka | pendapat | jika | pemerintah | mengatasi | lebih | baik | turun | “Mungkin | kalimat | ujar | Ajukan | Penangguhan | Penahanan | Hari | Ini< | p>Kepala | Polda | Metro | Jaya | Mochamad | Iriawan | penyidik | memeriksa | para | waktu | dekat | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | NINIS | CHAIRUNNISA | INGE | KLARA | DANANG | FIRMANTO | LARISSA | HUDA | ARI< | p>Baca | PulaPresiden | Pakai | Payung | & | Sendal | Jepit | Biru | Menyindir | a>Sidang | Pengadilan | Kamis | Jaksa | Siapkan | Dakwaan< | p> [embedded | content]< | p> < | div> |

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar | politik

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul memberikan keterangan pers terkait persiapan kepolisian menjelang eksekusi mati jilid III, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, 28 Juli 2016. Tempo/Rezki Alvionitasari.

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum Markas Besar Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul membenarkan ada bukti transfer perbankan yang diduga untuk mendanai rencana makar dalam aksi damai pada Jumat pekan lalu, 2 Desember 2016. "Benar," kata Martinus saat dikonfirmasi Tempo, Selasa, 6 Desember 2016.

Martinus enggan menjelaskan lebih detail soal periode dan jumlah transfer kepada pihak-pihak yang diduga terlibat makar, juga sumber dana tersebut. Menurut dia, polisi saat ini masih mendalami aliran dana itu. "Substansi penyidikan," ujarnya.

Baca: Sri Bintang Cs Diduga Makar, Siapa Pemasok Dananya?

Polisi sebelumnya menangkap sebelas orang yang diduga terlibat dalam pemufakatan terkait dengan makar. Delapan di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Sri Bintang Pamungkas; Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; serta aktivis Ratna Sarumpaet.

Baca: Jenderal Iriawan Blakblakan Soal Skenario Tersangka Makar

Penangkapan dilakukan sebelum aksi damai dilakukan. Mereka dibawa dan diperiksa di Markas Brimob Kelapa Dua, Depok. Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 107 juncto 110 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto 87 KUHP, dengan hukuman pidana penjara seumur hidup atau 20 tahun.

FRISKI RIANA

Baca juga:
KPK Sita Jeep Wrangler dan Motor BMW di Rumah Sekda Jombang  
>
Kasus Penistaan, Ini Nama 13 Jaksa yang Bakal Mencecar Ahok

 

"

| Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | Makar | politik | Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | memberikan | keterangan | pers | terkait | persiapan | kepolisian | menjelang | eksekusi | mati | jilid | Markas | Jakarta | Selatan | Juli | 2016 | Tempo | Rezki | Alvionitasari | p> TEMPO | strong> |  Jakarta< | strong>  | membenarkan | bukti | transfer | perbankan | yang | diduga | untuk | mendanai | rencana | makar | dalam | aksi | damai | pada | Jumat | pekan | Desember | Benar | kata | saat | dikonfirmasi Tempo< | Selasa | p>Martinus | enggan | menjelaskan | lebih | detail | soal | periode | jumlah | kepada | pihak | terlibat | juga | sumber | dana | tersebut | Menurut | polisi | masih | mendalami | aliran | Substansi | penyidikan | ujarnya | p>Baca: Sri | Bintang | Diduga | Siapa | Pemasok | Dananya | strong>< | p>Polisi | senya | menangkap | sebelas | orang | pemufakatan | dengan | Delapan | antaranya | telah | ditetapkan | sebagai | tersangka | yakni | Pamungkas; | Ketua | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Jenderal | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Komando | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz; | serta | Ratna | Sarumpaet | p> Baca: Jenderal | Iriawan | Blakbl | Soal | Skenario | Tersangka | Makar< | p>Penangkapan | dilakukan | Mereka | dibawa | diperiksa | Brimob | Kelapa | Depok | menjerat | para | Pasal | 107 juncto< | em> 110 | Kitab | Undang | Hukum | Pidana juncto< | em> 87 | KUHP | hukuman | pidana | penjara | seumur | hidup | atau | tahun | p>FRISKI | RIANA< | p>Baca | juga:KPK | Sita | Jeep | Wrangler | Motor | Rumah | Sekda | Jombang  < | Kasus | Penistaan | Nama | Jaksa | Bakal | Mencecar | Ahok< | p>  < | p> < | div> |

Thursday, December 8, 2016

Siapa Hatta Taliwang yang Jadi Tersangka Dugaan Makar? | politik

Hatta Taliwang. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago

TEMPO.CO, Jakarta - Nama Hatta Taliwang tiba-tiba jadi incaran polisi. Setelah 10 orang aktivis ditangkap karena dugaan makar, Hatta Taliwang diburu polisi karena diduga ikut dalam perencanaan penggulingan kekuasaan Presiden Joko Widodo. Hatta akhirnya ditangkap di salah satu flat di Rumah Susun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat pada Kamis, 8 Desember 2016.

Polisi langsung menetapkan Hatta sebagai tersangka dalam kasus pemufakatan jahat untuk menggulingkan pemerintah yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 107, 110, dan 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan penangkapan Hatta sesuai dengan pernyataan kepolisian bahwa kemungkinan ada tersangka lain selain 10 orang yang ditangkap pada Jumat, 2 Desember lalu.

Simak pula: Dugaan Makar, Hatta Taliwang Ditangkap

"Dinihari tadi sekitar pukul satu, di sebuah rumah susun di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, telah ditangkap satu orang berinisial MH alias HT," kata Martin di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Desember 2016.

Siapa sebenarnya Hatta Taliwang? Pria ini lahir di Desa Brang Rea, Sumbawa Barat pada 17 Februari 1954. Hatta menjadi anak angkat Jenderal Besar (TNI) Abdul Haris Nasution. Hatta menjadi aktivis sejak mahasiswa. Ia menjadi Ketua Dewan Mahasiswa Muhammadiyah pada 1977-1978.

Baca juga: Dijerat UU ITE, Polisi Dalami Keterlibatan Hatta Soal Makar

Perjalanannya sebagai aktivis menemukan puncaknya saat ia menjadi satu dari 50 tokoh yang turut menandatangani akte notaris pendirian Partai Amanat Nasional (PAN). Hatta pun menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi PAN periode 1999-2004.

Setelah tak menjadi anggota DPR dan keluar dari PAN, nama Hatta tak lagi beredar di pusaran politik nasional. Tapi ia sempat mengejutkan dengan tulisannya di sebuah media online yang berjudul Waspada Politik Cina Raya.

Dalam tulisan itu Hatta mengutip berbagai referensi tentang upaya Republik Rakyat Cina memperluas emporium kekuasannya hingga Indonesia. "Indonesia telah lama menjadi target untuk dijadikan tanah baru mereka. Karenanya Cina di Indonesia dan para Cina perantauannya sudah mulai masuk dalam pertarungan politik praktis dengan mendirikan partai politik dan bahkan menguasai partai politik lainnya dengan tujuan politik untuk Presiden Indonesia," kata Muhammad Hatta Taliwang.

Kritik pada penguasa bukan hanya di era ini saja dia sampaikan. Saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjadi Presiden RI, Hatta juga mengeluarkan tulisan dan pernyataan yang mengkritik kebijakan-kebijakan SBY.

Baca pula: Soal Dana Makar, Penyidik Polda Koordinasi dengan PPATK

Pada 2014, Hatta mengirimkan surat terbuka pada MPR-DPR untuk memanggil SBY atas dugaan tidak transparan tentang utang yang masih ditanggung negara. Ia bersama Komite Nasional Penyelamat Rakyat (KN-KPR) juga pernah mendorong adanya sidang istimewa untuk menurungkan Presiden SBY.

Ajakan itu tak pernah bersambut. Hatta Taliwang yang dalam pemikirannya ingin mengembalikan UUD 1945 ke naskah aslinya, kini pun menyuarakan hal yang sama. Bersama Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Sokarnoputri, dan beberapa aktivis lainnya, ia kini menunggu pengadilan terkait kasus makar yang dituduhkan kepadanya.

DWI HERLAMBANG ADE | JH

Baca juga:
Polri Akan Buka Data Penyandang Dana Makar, Asal...
>
Pengurus Masjid Salman ITB Jelaskan Kronologi Pembubaran KKR

"

| Siapa | Hatta | Taliwang | yang | Jadi | Tersangka | Dugaan | Makar? | politik | TEMPO | Bernard | Chaniago< | p> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Nama | tiba | jadi | incaran | polisi | Setelah | orang | aktivis | ditangkap | karena | dugaan | makar | diburu | diduga | ikut | dalam | perencanaan | penggulingan | kekuasaan | Presiden | Joko | Widodo | akhirnya | salah | satu | flat | Rumah | Susun | Bendungan | Hilir | Jakarta | Pusat | pada | Kamis | Desember | 2016 | p>Polisi | langsung | menetapkan | sebagai | tersangka | kasus | pemufakatan | jahat | untuk | menggulingkan | pemerintah | sebagaimana | diatur | Pasal | Kitab | Undang | Hukum | Pidana | p>Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | penangkapan | sesuai | dengan | pernyataan | kepolisian | bahwa | kemungkinan | lain | selain | Jumat | p>Simak | pula: | Makar | Ditangkap< | p> Dinihari | tadi | pukul | sebuah | rumah | susun | telah | berinisial | alias | kata | Martin | kantornya | Selatan | p>Siapa | sebenarnya | Pria | lahir | Desa | Brang | Sumbawa | Barat | Februari | 1954 | menjadi | anak | angkat | Jenderal | (TNI) | Abdul | Haris | Nasution | sejak | mahasiswa | Ketua | Dewan | Mahasiswa | Muhammadiyah | 1977 | 1978 | p>Baca | juga: | Dijerat | Polisi | Dalami | Keterlibatan | Soal | Makar< | p>Perjalanannya | menemukan | puncaknya | saat | tokoh | turut | menandatangani | akte | notaris | pendirian | Partai | Amanat | Nasional | (PAN) | anggota | Perwakilan | Rakyat | (DPR) | Fraksi | periode | 1999 | 2004 | p>Setelah | keluar | nama | lagi | beredar | pusaran | nasional | Tapi | sempat | mengejutkan | tulisannya | media | online | berjudul | Waspada | Politik | Cina | Raya< | p>Dalam | tulisan | mengutip | berbagai | referensi | tentang | upaya | Republik | memperluas | emporium | kekuasannya | Indonesia | lama | target | dijadikan | tanah | baru | Karenanya | para | perantauannya | mulai | masuk | pertarungan | praktis | mendirikan | partai | bahkan | menguasai | lainnya | tujuan | Muhammad | p>Kritik | penguasa | bukan | hanya | sampaikan | Saat | Susilo | Bambang | Yudhoyono | (SBY) | masih | juga | mengeluarkan | mengkritik | kebij | Dana | Penyidik | Polda | Koordinasi | PPATK< | p>Pada | 2014 | mengirimkan | surat | terbuka | memanggil | atas | transparan | utang | ditanggung | negara | bersama | Komite | Penyelamat | KPR) | pernah | mendorong | adanya | sidang | istimewa | menurungkan | p>Aj | bersambut | pemikirannya | ingin | mengembalikan | 1945 | naskah | aslinya | kini | menyuar | sama | Bersama | Bintang | Pamungkas | Rachmawati | Sokarnoputri | beberapa | menunggu | pengadilan | terkait | dituduhkan | kepadanya | p>DWI | HERLAMBANG | juga:Polri | Akan | Buka | Data | Penyandang | Asal | a>Pengurus | Masjid | Salman | Jelaskan | Kronologi | Pembubaran | KKR< | p> < | div> |

Friday, December 2, 2016

Benarkah Sri Bintang Cs Makar? Begini Analisis Pakar Hukum

Jum'at, 02 Desember 2016 | 11:12 WIB

Benarkah Sri Bintang Cs Makar? Begini Analisis Pakar Hukum

Suasana penangkapan aktivis Sri Bintang. Kredit: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum pidana Universitas Indonesia Chudry Sitompul berpendapat para aktivis yang ditangkap Polda Metro Jaya belum bisa dibilang makar. Menurut dia, perbuatan bisa disebut makar jika ada perbuatan persiapan.

"Saya kira mereka belum memenuhi syarat itu karena belum ada perbuatan permulaan," kata dia ketika dihubungi Tempo, Jumat, 2 Desember 2016.

Makar menurut Chudry adalah tindakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Disebut makar jika dalam proses pemakzulan itu menggunakan kekerasan fisik atau senjata.

Chudry mencontohkan makar adalah seperti gerakan Aceh Merdeka dan organisasi papua merdeka. Pada dua kelompok itu sangat jelas bahwa mereka ingin lepas dari Indonesia dan menggunakan senjata.

Baca: Penangkapan Aktivis, Pengacara Dilarang Masuk Markas Brimob

Tindakan ingin lepas dari Indonesia atau ingin menurunkan Presiden tak bisa disebut makar jika melalui proses hukum yang sesuai mekanisme. "Demokrasi misalnya melalui mekanisme hukum, kalau sekarang dengar pendapat di DPR, MK. Kalau tidak melalui proses itu dianggap makar," ujar Chudry.

Hari ini Polda Metro Jaya menangkap sejumlah aktivis yang diduga melakukan makar. Di antaranya adalah Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Rachamawati Soekarno Putri, Kivlan Zein, dan Ahmad Dhani. Mereka kini sedang diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua.

Baca:Beredar 10 Nama Aktivis yang Ditangkap Karena Dugaan Makar

Chudry mengataka polisi harus membuktikan bahwa para aktivis itu sudah melakukan persiapan untuk makar. "Ribuan orang dengan tangan kosong meminta presiden turun apakah itu sudah kita katakan bisa menggulingkan? Itu kan bisa ditindak saja sama polisi," katanya.

Menurut Chudry, jika para aktivis itu terbukti makar, mereka terancam disangka melanggar Pasal 107 atau Pasal 108 KUH Pidana. Hukuman pidana yang mengancam adalah maksimal 20 tahun penjara.

MAYA AYU PUSPITASARI

Baca:
Aktivis Ditangkap, Jokowi: Tanya Kapolri
>
Buya Syafii Maarif: Penjarakan Ahok Selama 400 Tahun

"

| Benarkah | Bintang | Makar? | Begini | Analisis | Pakar | Hukum | Jumat | Desember | 2016 | 11:12 | WIB< | p> < | div> Suasana | penangkapan | aktivis | Kredit: | Istimewa< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | hukum | pidana | Universitas | Indonesia | Chudry | Sitompul | berpendapat | para | yang | ditangkap | Polda | Metro | Jaya | belum | bisa | dibilang | makar | Menurut | perbuatan | disebut | jika | persiapan | p>Saya | kira | mereka | memenuhi | syarat | karena | permulaan | kata | ketika | dihubungi | Tempo | p>Makar | menurut | adalah | tindakan | untuk | menggulingkan | pemerintahan | Disebut | dalam | proses | pemakzulan | menggunakan | kekerasan | fisik | atau | senjata | p>Chudry | mencontohkan | seperti | gerakan | Aceh | Merdeka | organisasi | papua | merdeka | Pada | kelompok | sangat | jelas | bahwa | ingin | lepas | dari | p>Baca: | Penangkapan | Aktivis | Pengacara | Dilarang | Masuk | Markas | Brimob< | p>Tindakan | menurunkan | Presiden | melalui | sesuai | mekanisme | Demokrasi | misalnya | kalau | sekarang | dengar | pendapat | Kalau | tidak | dianggap | ujar | p>Hari | menangkap | sejumlah | diduga | melakukan | antaranya | Pamungkas | Ratna | Sarumpaet | Rachamawati | Soekarno | Putri | Kivlan | Zein | Ahmad | Dhani | Mereka | kini | sedang | diperiksa | Mako | Brimob | Kelapa | p>Baca:Beredar | Nama | Ditangkap | Karena | Dugaan | Makar< | p> Chudry | mengataka | polisi | harus | membuktikan | sudah | Ribuan | orang | dengan | tangan | kosong | meminta | presiden | turun | apakah | kita | katakan | ditindak | saja | sama | katanya | p>Menurut | terbukti | terancam | disangka | melanggar | Pasal | Pidana | Hukuman | mengancam | maksimal | tahun | penjara | p>MAYA | PUSPITASARI< | p>Baca:Aktivis | Jokowi: | Tanya | Kapolri> | Buya | Syafii | Maarif: | Penjarakan | Ahok | Selama | Tahun< | p> |