Showing posts sorted by date for query aktor. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query aktor. Sort by relevance Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Hatta Taliwang Ditangkal, Masinton Yakin Potensi Makar Kecil

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian menangkap aktivis Hatta Taliwang.

Hatta diamankan karena diduga terlibat perencanaan makar kepada pemerintah pada Jumat (2/12/2016).

Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu meyakini potensi orang yang dituduh polisi untuk melakukan makar kecil.

"Tapi sebagai pintu masuk untuk menelusuri pembiayaannya, aktor pendanaannya sah-sah saja dilakukan oleh polisi," kata Masinton di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Masinton mengungkapkan alasan keyakinannya tersebut.

Ia menuturkan jaringan aktivis kepada grass root tidak cukup kuat.

Pengorganisasian massa juga lemah.

"Kedua, beberapa orang ini memang dari dulu sifatnya adalah oposan sejati, mau pemerintahannya siapa, dia teriak saja," kata Masinton.

Alasan lainnya, kata Masinton, aktivis tersebut tidak punya basis pengorganisasian massa yang mengakar dan solid.

Mereka, kata Masinton, cuma memanfaatkan situasi serta kerumunan lalu diklaim untuk melakukan makar.

"Itu kan kepemimpinannya harus punya akar yang kuat, dan punya jaringan yang kuat juga, nah yang saya bisa baca dari ini adalah bahwa mereka ini digunakan oleh aktor-aktor yang punya uang untuk menciptakan instabilitas, mengganggu stabilitas Pemerintahan Jokowi JK," ujar Politikus PDIP itu.

Oleh karenanya, Masinton meminta aparat menelusuri aktor penyandang dana tersebut. Kemudian, mencari sumber usaha apakah ilegal atau tidak.

"Akan menjadi berbahaya jika sumber-sumber usaha selama ini yang berdasar usaha ilegal, seperti penyelundupan, korupsi, pembalakan hutan, apa segala macam, digunakan untuk mengganggu stabilitas negara, ini akan berbahaya dan harus aset-asetnya dibekukan," kata Masinton.

"

| Hatta | Taliwang | Ditangkal, | Masinton | Yakin | Potensi | Makar | Kecil | TRIBUNNEWS | JAKARTA | strong> | Kepolisian | menangkap | aktivis | Taliwang< | p> Hatta | diamankan | karena | diduga | terlibat | perencanaan | makar | kepada | pemerintah | pada | Jumat | 2016) | p> Anggota | Komisi | DPR< | Pasaribu< | meyakini | potensi | orang | yang | dituduh | polisi | untuk | melakukan | kecil | p> Tapi | sebagai | pintu | masuk | menelusuri | pembiayaannya | aktor | pendanaannya | dilakukan | oleh | kata | Gedung | Jakarta | Kamis | p> Masinton | mengungkapkan | alasan | keyakinannya | tersebut | p> Ia | menuturkan | jaringan | grass | root | cukup | kuat | p> Pengorganisasian | massa | juga | lemah | p> Kedua | beberapa | memang | dulu | sifatnya | adalah | oposan | sejati | pemerintahannya | siapa | teriak | p> Alasan | lainnya | punya | basis | pengorganisasian | mengakar | solid | p> Mereka | cuma | memanfaatkan | situasi | serta | kerumunan | diklaim | p> Itu | kepemimpinannya | harus | akar | saya | baca | bahwa | digun | uang | mencipt | instabilitas | mengganggu | stabilitas | Pemerintahan | Jokowi | ujar | Politikus | PDIP | p> Oleh | karenanya | meminta | aparat | penyandang | dana | Kemudian | mencari | sumber | usaha | apakah | ilegal | atau | p>Akan | menjadi | berbahaya | jika | selama | berdasar | seperti | penyelundupan | korupsi | pembal | hutan | segala | macam | negara | aset | asetnya | dibekukan | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Masinton: Aktor Penyandang Dana Upaya Makar Harus Ditelusuri

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu meminta aparat menelusuri aktor penyandang dana makar.

Hal itu terkait pernyataan kepolisian yang terus mengembangkan kasus tersebut.

"Aktor penyandang dana ini harus ditelusuri. Siapa?" kata Masinton di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Selain itu, polisi pun harus menelusuri rekam jejak usaha penyandang dananya.

"Bersumber dari usaha yang legal atau ilegal, misalnya penyelundupan atau korupsi,"  katanya.

Masinto mengatakan rekam jejak penyandang dana tersebut perlu diungkap jika polisi berhasil mengetahui pelaku tersebut.

Bila bersumber dari usaha ilegal, Masinton meminta aparat membekukan dana serta menyita aset pelaku penyandang dana makar.

"Rekam jejak usaha juga perlu ditelusuri, jangan-jangan bersumber dari duit korupsi," kata Politikus PDIP itu.

Mengenai jeratan pasal makar kepada sejumlah aktivis dan tokoh yang ditangkap polisi, Masinton melihat aparat melihat indikasi ke arah itu.

"

| Masinton: | Aktor | Penyandang | Dana | Upaya | Makar | Harus | Ditelusuri | Laporan | Wartawan | Tribunnews | Ferdinand | Was< | strong>< | p> TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Anggota | Komisi | Masinton | Pasaribu< | meminta | aparat | menelusuri | aktor | penyandang | dana | makar | p> Hal | terkait | pernyataan | kepolisian | yang | terus | mengembangkan | kasus | tersebut | p> Aktor | harus | ditelusuri | Siapa | kata | Gedung | Jakarta | Kamis | 2016) | p> Selain | polisi | rekam | jejak | usaha | dananya | p> Bersumber | legal | atau | ilegal | misalnya | penyelundupan | korupsi | katanya | p> Masinto | mengat | perlu | diungkap | jika | berhasil | mengetahui | pelaku | p> Bila | bersumber | membekukan | serta | menyita | aset | p> Rekam | juga | jangan | duit | Politikus | PDIP | p> Mengenai | jeratan | pasal | kepada | sejumlah | aktivis | tokoh | ditangkap | melihat | indikasi | arah | p> |

Razman Arif Minta Polri Lakukan Gelar Perkara Kasus Makar

WARTA KOTA, SEMANGGI - Aksi bela Islam jilid III atau dikenal aksi damai yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016) yang dinodai dugaan gerakan makar disebut Kapolri Jendral Tito Karnavian ada aktor intelektual.

Apalagi, ada aliran dana yang mengalir ke beberapa aktivis dan tokoh yang beberapanya ditangkap sebelum aksi 212.

Razman Arif Nasution, penasehat hukum aktivis Sri Bintang Pamungkas meminta agar Kapolri melakukan gelar perkara.

Baca: Ada Nama Tommy Soeharto di Bagan Donatur Makar, Eggi Sudjana Ajak Lapor ke Polisi

Agar masyarakat bisa secara gamblang mengetahui fakta yang sebenarnya.

Karena memang harus dibuktikan. Seperti aliran dana dari rekening siapa dan ke siapa.

"Pak kapolri kemarin di DPR mengatakan bahwa sudah ada aktor penyandang dana. Segeralah umumkan itu. Berarti itu aktor intelektualnya. Carilah umumkan. Jangan hanya dugaan. Informasi menyebar  kanan kiri," kata Razman di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Pembuktian fakta adanya dugaan makar harus segera dilaksanakan Polri.

Pasalnya, Polri tidak bisa menduga-duga dan asal menangkap seseorang. Sehingga, gelar perkara harus dilakukan Polri.

Apalagi dugaannya beberapa aktivis akan menggerakan massa untuk berbuat kericuhan.

"Makanya dibedah lah. Saya minta ada peraturan Kapolri. Boleh gelar perkara khusus sekarang ada diskresi dari Kapolri. Sekarang gini aja dah 11 orang itu digelar perkara khusus, gelar perkara terbuka terbatas. Iya seperti Ahok. Ayo kita datangkan pakar-pakar. Kalau memang bisa dibuktikan tersangka kita terima, tapi klo tidak dilepaskan," ucapnya.

"

| Razman | Arif | Minta | Polri | Lakukan | Gelar | Perkara | Kasus | Makar | WARTA | KOTA | SEMANGGI< | strong> | Aksi | bela | Islam | jilid | atau | dikenal | aksi | damai | yang | digelar | Monumen | Nasional | (Monas) | Gambir | Jakarta | Pusat | Jumat | 2016) | dinodai | dugaan | makar | disebut | Kapolri | Jendral | Tito | Karnavian | aktor | intelektual | p> Apalagi | aliran | dana | mengalir | beberapa | aktivis | tokoh | beberapanya | ditangkap | p> Razman | Nasution | penasehat | hukum | Bintang | Pamungkas | meminta | agar | melakukan | gelar | perkara | p> Baca: | Nama | Tommy | Soeharto | Bagan | Donatur | Eggi | Sudjana | Ajak | Lapor | Polisi< | strong>< | h4> Agar | masyarakat | secara | gamblang | mengetahui | fakta | sebenarnya | p> Karena | memang | harus | dibuktikan | Seperti | rekening | siapa | p> Pak | kapolri | kemarin | mengat | bahwa | penyandang | Segeralah | umumkan | Berarti | intelektualnya | Carilah | Jangan | hanya | Informasi | menyebar  | kanan | kiri | kata | Mapolda | Metro | Jaya | Semanggi | Selatan | Rabu | p> Pembuktian | adanya | segera | dilaksan | p> Pasalnya | menduga | duga | asal | menangkap | seseorang | dilakukan | dugaannya | mengger | massa | untuk | berbuat | kericuhan | p> Mya | dibedah | Saya | minta | peraturan | Boleh | khusus | sekarang | diskresi | Sekarang | gini | orang | terbuka | terbatas | seperti | Ahok | datangkan | pakar | Kalau | tersangka | terima | dilepaskan | ucapnya | p> |

Dituduh Rencanakan Makar, Ini Kronologi Versi Rachmawati

Rabu, 07 Desember 2016 | 17:50 WIB

Dituduh Rencanakan Makar, Ini Kronologi Versi Rachmawati

Rachmawati Soekarnoputri, saat mendatangi kediaman Markas Front Pembela Islam, untuk bertemu dengan Habib Rizieq Shihab, di Petamburan III, Jakarta, 31 Oktober 2016. TEMPO/GRANDY AJI

TEMPO.CO, Jakarta - Rahmawati Soekarno Putri menjelaskan kronologi kegiatannya yang selama ini oleh pihak Kepolisian RI disebut sebagai upaya makar. Menurut dia, kegitan yang dilakukannya adalah upaya membela kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya memang secara konsisten ingin menyampaikan petisi tentang kembalikan UUD 45 ke yang asli, karena UUD yang sudah empat kali di tanda tangani Megawati amandennya menjadikan Undang-Undang kita bersifat liberal dan kapitalistik," kata Rahmawati dalam jumpa pers di kediamannya di Jati Padang, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2016.

Rahmawati menjelaskan, kegiatannya berawal dari tanggal 15 Desember 2015. Saat itu, ia dan beberapa tokoh Gerakan Selamatkan NKRI, yakni Djoko Santoso, Lily Wahid, Syamsu Djalal dan Hatta Taliwang bertemu dengan ketua MPR Zulkifli Hasan.

"Saya menyampaikan keprihatinan terkait UUD 45, Zulkifli (Ketua MPR Zulkifli Hasan) pun mengaku punya kepedulian yang sama dan senang jika massa menduduki MPR untuk menyampaikan aspirasinya," katanya.

Kemudian, pada 30 Maret 2016, kata Rachma, Megawati Soekarnoputri berpidato dan menyatakan pemerintah perlu memberikan perhatian pada haluan negara dalam proses pembangunan. Menurut Rachma, pidato itu mengindikasikan ada rencana untuk mengamandemen UUD lagi.

Baca juga:
Rahmawati: Saya Tidak Berupaya Makar
Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Indikasi tersebut kemudian dibenarkan oleh Zulkifli Hasan pada pertemuan mereka 23 Mei 2016. "Zulkifli menyampaikan bahwa saat ini ada dua arus di parlemen. Pertama yang menginginkan amandemen kelima. Kedua, yang menginginkan UUD 45 kembali ke aslinya," jelasnya.

Pada 30 Oktober 2016, Rachmawati mengunjungi pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan tujuan bertukar pikiran soal isu kebangsaan, termasuk penegakan hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Diskusi tersebut membuahkan hasil, yakni Rizieq mendukung upaya bela negara dengan menuntut pengembalian UUD 45 dan Pancasila yang asli.

Rachmawati menyampaikan tuntutan pengembalian UUD 45 saat Aksi Bela Islam II, 4 November lalu. Dalam aksi yang berujung bentrok itu, Presiden Joko Widodo menuding adanya aktor yang menungganginya.

Pada 30 November 2016, Rachmawati kembali berkunjung ke kediaman Rizieq, sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam pertemuan itu, Rizieq menjelaskan konsesus antara GNPF MUI dan polisi terkait Aksi 212 yang akan dilaksanakan di lapangan Monas. "Saya mempersilakan, tapi aksi Bela Negara tetap akan dilakukan di gedung DPR/MPR," katanya.

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 15.30 WIB, Rachmawati bertemu dengan Sri Bintang Pamungkas di Pegangsaan, Jakarta. Dalam pertemuan itu Sri Bintang mengaku sudah membentuk Front People Power Indonesia dengan tiga tuntutan, yakni kembali ke UUD 45 sebelum amandemen, lengserkan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dan membentuk pemerintahan transisi.

"Saya tidak setuju dengan poin dua dan tiga dan menegaskan akan menggunakan soft landing," kata Rachmawati.

Setelah menegaskan tujuan aksinya bukanlah untuk makar, Gerakan Selamatkan NKRI kemudian mengirimkan surat pemberitahuan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait rencana aksi bela negara di depan DPR yang dimulai pukul 13.00 WIB dengan jumlah masa 20 ribu orang.

"Kami mengirimkan surat ke Polda Metro, dan menjelaskan bahwa aksi kami di luar gedung bukan di dalam. Sehari kemudian juga kami sudah jelaskan dalam konpers di Sari Pan Pasifik" katanya.

Pada Jumat, 2 Desember 2016, sebelum aksi super damat berlangsung di Lapangan Monas, polisi menangkap 11 orang yang diduga akan melakukan makar. Delapan orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dugaan perencanaan makar, Rahmawati termasuk di dalamnya. Terkait dengan tuduhan itu, Rahmawati pun telah membantahnya dengan keras.

Selain delapan orang tersebut ada pula dua orang yang terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik terkait ujaran kebencian, dan satu orang terkait penghinaan terhadap penguasa.

INGE KLARA

Baca juga:
Saham Sari Roti Turun, Dampak Bantahan Bagi Roti Gratis?
>
Penyebar Isu SARA di Medsos Ternyata Narapidana, Siapa Dia?

"

| Dituduh | Rencan | Makar, | Kronologi | Versi | Rachmawati | Rabu | Desember | 2016 | 17:50 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | saat | mendatangi | kediaman | Markas | Front | Pembela | Islam | untuk | bertemu | dengan | Habib | Rizieq | Shihab | Petamburan | Jakarta | Oktober | TEMPO | GRANDY | AJI< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Rahmawati | Soekarno | Putri | menjelaskan | kronologi | kegiatannya | yang | selama | oleh | pihak | Kepolisian | disebut | sebagai | upaya | makar | Menurut | kegitan | dilakukannya | adalah | membela | kesatuan | Negara | Kesatuan | Republik | Indonesia | (NKRI) | p>Saya | memang | secara | konsisten | ingin | menyampaikan | petisi | tentang | kembalikan | asli | karena | empat | kali | tanda | tangani | Megawati | amandennya | menjadikan | Undang | bersifat | liberal | kapitalistik | kata | dalam | jumpa | pers | kediamannya | Jati | Padang | Selatan | p>Rahmawati | berawal | tanggal | 2015 | Saat | beberapa | tokoh | Selamatkan | NKRI | yakni | Djoko | Santoso | Lily | Wahid | Syamsu | Djalal | Hatta | Taliwang | ketua | Zulkifli | Hasan | keprihatinan | terkait | (Ketua | Hasan) | mengaku | punya | kepedulian | sama | senang | jika | massa | menduduki | aspirasinya | katanya | p>Kemudian | pada | Maret | Rachma | berpidato | menyat | pemerintah | perlu | memberikan | perhatian | haluan | negara | proses | pembangunan | pidato | mengindikasikan | rencana | mengamandemen | lagi | p>Baca | juga:< | strong>Rahmawati: | Saya | Tidak | Berupaya | Makar< | strong>Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | p>Indikasi | tersebut | kemudian | dibenarkan | pertemuan | bahwa | arus | parlemen | Pertama | menginginkan | amandemen | kelima | Kedua | kembali | aslinya | jelasnya | p>Pada | mengunjungi | pimpinan | (FPI) | tujuan | bertukar | pikiran | soal | kebangsaan | termasuk | peneg | hukum | terhadap | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | Diskusi | membuahkan | hasil | mendukung | bela | menuntut | pengembalian | Pancasila | p>Rachmawati | tuntutan | Aksi | Bela | November | Dalam | aksi | berujung | bentrok | Presiden | Joko | Widodo | menuding | adanya | aktor | menungganginya | berkunjung | pukul | konsesus | antara | GNPF | polisi | dilaksan | lapangan | Monas | mempersil | tetap | dilakukan | gedung | p>Masih | hari | Bintang | Pamungkas | Pegangsaan | membentuk | People | Power | tiga | lengserkan | pemerintahan | Jokowi | Jusuf | Kalla | transisi | setuju | poin | menegaskan | menggun | soft | landing | p>Setelah | aksinya | bukanlah | mengirimkan | surat | pemberitahuan | Daerah | Metro | Jaya | depan | dimulai | jumlah | masa | ribu | orang | p>Kami | Polda | kami | luar | bukan | Sehari | juga | jelaskan | konpers | Sari | Pasifik | Jumat | super | damat | berlangsung | Lapangan | menangkap | diduga | melakukan | Delapan | antaranya | ditetapkan | tersangka | dugaan | perencanaan | dalamnya | Terkait | tuduhan | telah | membantahnya | keras | p>Selain | delapan | pula | terjerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ujaran | kebencian | satu | penghinaan | penguasa | p>INGE | KLARA< | juga:Saham | Roti | Turun | Dampak | Bantahan | Bagi | Gratis | a>Penyebar | SARA | Medsos | Ternyata | Narapidana | Siapa | p> |

Dituduh Rencanakan Makar, Ini Kronologi Versi Rachmawati

Rabu, 07 Desember 2016 | 17:50 WIB

Dituduh Rencanakan Makar, Ini Kronologi Versi Rachmawati

Rachmawati Soekarnoputri, saat mendatangi kediaman Markas Front Pembela Islam, untuk bertemu dengan Habib Rizieq Shihab, di Petamburan III, Jakarta, 31 Oktober 2016. TEMPO/GRANDY AJI

TEMPO.CO, Jakarta - Rahmawati Soekarno Putri menjelaskan kronologi kegiatannya yang selama ini oleh pihak Kepolisian RI disebut sebagai upaya makar. Menurut dia, kegitan yang dilakukannya adalah upaya membela kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya memang secara konsisten ingin menyampaikan petisi tentang kembalikan UUD 45 ke yang asli, karena UUD yang sudah empat kali di tanda tangani Megawati amandennya menjadikan Undang-Undang kita bersifat liberal dan kapitalistik," kata Rahmawati dalam jumpa pers di kediamannya di Jati Padang, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2016.

Rahmawati menjelaskan, kegiatannya berawal dari tanggal 15 Desember 2015. Saat itu, ia dan beberapa tokoh Gerakan Selamatkan NKRI, yakni Djoko Santoso, Lily Wahid, Syamsu Djalal dan Hatta Taliwang bertemu dengan ketua MPR Zulkifli Hasan.

"Saya menyampaikan keprihatinan terkait UUD 45, Zulkifli (Ketua MPR Zulkifli Hasan) pun mengaku punya kepedulian yang sama dan senang jika massa menduduki MPR untuk menyampaikan aspirasinya," katanya.

Kemudian, pada 30 Maret 2016, kata Rachma, Megawati Soekarnoputri berpidato dan menyatakan pemerintah perlu memberikan perhatian pada haluan negara dalam proses pembangunan. Menurut Rachma, pidato itu mengindikasikan ada rencana untuk mengamandemen UUD lagi.

Baca juga:
Rahmawati: Saya Tidak Berupaya Makar
Polisi Temukan Bukti Transfer Pendanaan Rencana Makar

Indikasi tersebut kemudian dibenarkan oleh Zulkifli Hasan pada pertemuan mereka 23 Mei 2016. "Zulkifli menyampaikan bahwa saat ini ada dua arus di parlemen. Pertama yang menginginkan amandemen kelima. Kedua, yang menginginkan UUD 45 kembali ke aslinya," jelasnya.

Pada 30 Oktober 2016, Rachmawati mengunjungi pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan tujuan bertukar pikiran soal isu kebangsaan, termasuk penegakan hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Diskusi tersebut membuahkan hasil, yakni Rizieq mendukung upaya bela negara dengan menuntut pengembalian UUD 45 dan Pancasila yang asli.

Rachmawati menyampaikan tuntutan pengembalian UUD 45 saat Aksi Bela Islam II, 4 November lalu. Dalam aksi yang berujung bentrok itu, Presiden Joko Widodo menuding adanya aktor yang menungganginya.

Pada 30 November 2016, Rachmawati kembali berkunjung ke kediaman Rizieq, sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam pertemuan itu, Rizieq menjelaskan konsesus antara GNPF MUI dan polisi terkait Aksi 212 yang akan dilaksanakan di lapangan Monas. "Saya mempersilakan, tapi aksi Bela Negara tetap akan dilakukan di gedung DPR/MPR," katanya.

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 15.30 WIB, Rachmawati bertemu dengan Sri Bintang Pamungkas di Pegangsaan, Jakarta. Dalam pertemuan itu Sri Bintang mengaku sudah membentuk Front People Power Indonesia dengan tiga tuntutan, yakni kembali ke UUD 45 sebelum amandemen, lengserkan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dan membentuk pemerintahan transisi.

"Saya tidak setuju dengan poin dua dan tiga dan menegaskan akan menggunakan soft landing," kata Rachmawati.

Setelah menegaskan tujuan aksinya bukanlah untuk makar, Gerakan Selamatkan NKRI kemudian mengirimkan surat pemberitahuan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait rencana aksi bela negara di depan DPR yang dimulai pukul 13.00 WIB dengan jumlah masa 20 ribu orang.

"Kami mengirimkan surat ke Polda Metro, dan menjelaskan bahwa aksi kami di luar gedung bukan di dalam. Sehari kemudian juga kami sudah jelaskan dalam konpers di Sari Pan Pasifik" katanya.

Pada Jumat, 2 Desember 2016, sebelum aksi super damat berlangsung di Lapangan Monas, polisi menangkap 11 orang yang diduga akan melakukan makar. Delapan orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dugaan perencanaan makar, Rahmawati termasuk di dalamnya. Terkait dengan tuduhan itu, Rahmawati pun telah membantahnya dengan keras.

Selain delapan orang tersebut ada pula dua orang yang terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik terkait ujaran kebencian, dan satu orang terkait penghinaan terhadap penguasa.

INGE KLARA

Baca juga:
Saham Sari Roti Turun, Dampak Bantahan Bagi Roti Gratis?
>
Penyebar Isu SARA di Medsos Ternyata Narapidana, Siapa Dia?

"

| Dituduh | Rencan | Makar, | Kronologi | Versi | Rachmawati | Rabu | Desember | 2016 | 17:50 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | saat | mendatangi | kediaman | Markas | Front | Pembela | Islam | untuk | bertemu | dengan | Habib | Rizieq | Shihab | Petamburan | Jakarta | Oktober | TEMPO | GRANDY | AJI< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Rahmawati | Soekarno | Putri | menjelaskan | kronologi | kegiatannya | yang | selama | oleh | pihak | Kepolisian | disebut | sebagai | upaya | makar | Menurut | kegitan | dilakukannya | adalah | membela | kesatuan | Negara | Kesatuan | Republik | Indonesia | (NKRI) | p>Saya | memang | secara | konsisten | ingin | menyampaikan | petisi | tentang | kembalikan | asli | karena | empat | kali | tanda | tangani | Megawati | amandennya | menjadikan | Undang | bersifat | liberal | kapitalistik | kata | dalam | jumpa | pers | kediamannya | Jati | Padang | Selatan | p>Rahmawati | berawal | tanggal | 2015 | Saat | beberapa | tokoh | Selamatkan | NKRI | yakni | Djoko | Santoso | Lily | Wahid | Syamsu | Djalal | Hatta | Taliwang | ketua | Zulkifli | Hasan | keprihatinan | terkait | (Ketua | Hasan) | mengaku | punya | kepedulian | sama | senang | jika | massa | menduduki | aspirasinya | katanya | p>Kemudian | pada | Maret | Rachma | berpidato | menyat | pemerintah | perlu | memberikan | perhatian | haluan | negara | proses | pembangunan | pidato | mengindikasikan | rencana | mengamandemen | lagi | p>Baca | juga:< | strong>Rahmawati: | Saya | Tidak | Berupaya | Makar< | strong>Polisi | Temukan | Bukti | Transfer | Pendanaan | Rencana | p>Indikasi | tersebut | kemudian | dibenarkan | pertemuan | bahwa | arus | parlemen | Pertama | menginginkan | amandemen | kelima | Kedua | kembali | aslinya | jelasnya | p>Pada | mengunjungi | pimpinan | (FPI) | tujuan | bertukar | pikiran | soal | kebangsaan | termasuk | peneg | hukum | terhadap | Basuki | Tjahaja | Purnama | alias | Ahok | Diskusi | membuahkan | hasil | mendukung | bela | menuntut | pengembalian | Pancasila | p>Rachmawati | tuntutan | Aksi | Bela | November | Dalam | aksi | berujung | bentrok | Presiden | Joko | Widodo | menuding | adanya | aktor | menungganginya | berkunjung | pukul | konsesus | antara | GNPF | polisi | dilaksan | lapangan | Monas | mempersil | tetap | dilakukan | gedung | p>Masih | hari | Bintang | Pamungkas | Pegangsaan | membentuk | People | Power | tiga | lengserkan | pemerintahan | Jokowi | Jusuf | Kalla | transisi | setuju | poin | menegaskan | menggun | soft | landing | p>Setelah | aksinya | bukanlah | mengirimkan | surat | pemberitahuan | Daerah | Metro | Jaya | depan | dimulai | jumlah | masa | ribu | orang | p>Kami | Polda | kami | luar | bukan | Sehari | juga | jelaskan | konpers | Sari | Pasifik | Jumat | super | damat | berlangsung | Lapangan | menangkap | diduga | melakukan | Delapan | antaranya | ditetapkan | tersangka | dugaan | perencanaan | dalamnya | Terkait | tuduhan | telah | membantahnya | keras | p>Selain | delapan | pula | terjerat | Informasi | Transaksi | Elektronik | ujaran | kebencian | satu | penghinaan | penguasa | p>INGE | KLARA< | juga:Saham | Roti | Turun | Dampak | Bantahan | Bagi | Gratis | a>Penyebar | SARA | Medsos | Ternyata | Narapidana | Siapa | p> |

Editor Says: Heboh Dugaan Makar 2 Desember

Bintang.com, Jakarta Jumat, 2 Desember 2016, publik dikejutkan dengan penangkapan 11 orang terkait dugaan makar. Mereka ditangkap polisi dalam rentang waktu pukul 03 . 00 WIB hingga 06.00 WIB. 

Mereka yang ditangkap yaitu Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri , Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Firza Huzein, Eko Santjojo, dan Alvin Indra. Kedelapan orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makar dan pemufakatan Jahat untuk melakukan makar.

Polisi juga menangkap dan menetapkan tersangka pada Rizal Kobar dan Jamran. Keduanya dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP & Pasal 28 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terakhir, Ahmad Dhani. Dia dijerat Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

Polisi hingga saat ini masih menahan tiga orang, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar. Sementara delapan orang lainnya sudah dilepas usai menjalani pemeriksaan 1x24 jam. Meski tidak dilakukan penahanan namun proses hukum pada delapan tersangka tetap berlanjut hingga ke meja hijau.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochammad Iriawan menunjukkan gambar saat rapat jelang penangkapan terduga makar, Jakarta, Selasa (6/12). Iriawan memastikan penangkapan tersebut sudah sesuai prosedur hukum. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Terkait perencanaan upaya makar 2 Desember. polisi juga saat ini sedang mencari keberadaan aktivis Hatta Taliwang yang diduga ikut terlibat, dan memburu aktor utama di balik upaya makar tersebut, yaitu sang penyandang dana.

Polisi mengatakan penangkapan dilakukan sebagai langkah antisipasi. Mereka yang ditangkap diduga ingin menggiring massa aksi damai 2 Desember di Monas untuk menduduki gedung MPR/DPR ,menuntut sidang istimewa untuk menggantikan pemerintahan yang sah. Dugaan itu dilandaskan kepada sejumlah alat bukti yang dikumpulkan penyidik Polri, antara lain berupa percakapan antara tersangka makar dan surat Sri Bintang Pamungkas yang ditujukan kepada MPR, DPR, dan TNI berisi aspirasi untuk menggantikan pemerintahan yang sah.

Upaya antisipasi dari kepolisian tersebut menuai pro dan kontra. Sebagian pihak mendukung langkah kepolisian, dan sebaliknya sebagian pihak menyayangkan penangkapan tersebut karena dinilai sebagai kemunduran berdemokrasi.

Memang, kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak asasi manusia yang secara tegas telah dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Kemerdekaan menyatakan pendapat tersebut merupakan perwujudan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun akan sangat disayangkan apabila aksi unjuk rasa yang dimotori Rachmati dkk yang direncanakan dilakukan usai salat Jumat pada 2 Desember di Gedung DPR/MPR dengan agenda penjarakan Basuki Tjahaja Purna (Ahok) dan menuntut MPR melakukan Sidang Istimewa agar mengembalikan undang-undang dasar amandemen ke Undang-Undang Dasar 1945 yang asli, berubah anarkis, apalagi sampai terjadi penggulingan kekuasaan seperti yang dikhawatirkan pihak kepolisian.

Tentu, saya pribadi tak mau apabila itu terjadi. Sebab, saya masih percaya dengan pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Kadivhumas Mabes Polri Boy Ralfi Amar memberikan keterangan terkait dugaan upaya makar pada agenda demonstrasi 211 di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (03/12/2016). Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebagai rakyat biasa, terkait dugaan upaya makar kepada Rachmawati dkk,  saya memilih untuk mempercayakan aparat penegak hukum dalam membuktikan kebenaran tuduhan upaya makar tersebut. Tapi tetap mengawal dan terus mengontrol secara ketat.

"

| Editor | Says: | Heboh | Dugaan | Makar | Desember | Bintang | Jakarta< | strong> | Jumat | 2016 | publik | dikejutkan | dengan | penangkapan | orang | terkait | dugaan | makar< | Mereka | ditangkap | polisi | dalam | rentang | waktu | pukul | p> Mereka | yang | yaitu | Bintang | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Kedelapan | ditetapkan | sebagai | tersangka | dijerat | Pasal | Juncto | KUHP | tentang | perbuatan | makar | pemufakatan | Jahat | untuk | melakukan | p> Polisi | juga | menangkap | menetapkan | pada | Rizal | Kobar | Jamran | Keduanya | & | Nomor | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | Terakhir | Ahmad | Dhani | Penghinaan | terhadap | Penguasa | p> Polisi | saat | masih | menahan | tiga | yakni | Sementara | delapan | lainnya | dilepas | usai | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | Meski | dilakukan | penahanan | proses | hukum | tetap | berlanjut | meja | hijau | p> < | p> Terkait | perencanaan | upaya | mencari | keberadaan | aktivis | Hatta | Taliwang | diduga | ikut | terlibat | memburu | aktor | utama | balik | tersebut | sang | penyandang | dana | mengat | langkah | antisipasi | ingin | menggiring | massa | aksi | damai | Monas | menduduki | gedung | menuntut | sidang | istimewa | menggantikan | pemerintahan | dilandaskan | kepada | sejumlah | alat | bukti | dikumpulkan | penyidik | Polri | antara | lain | berupa | percakapan | surat | ditujukan | berisi | aspirasi | div> Upaya | kepolisian | menuai | kontra | Sebagian | pihak | mendukung | sebaliknya | sebagian | menyayangkan | karena | dinilai | kemunduran | berdemokrasi | p> Memang | kemerdekaan | menyampaikan | pendapat | muka | umum | merup | asasi | manusia | secara | tegas | telah | dijamin | peraturan | perundang | undangan | Kemerdekaan | menyat | perwujudan | demokrasi | kehidupan | berbangsa | bernegara | p> Namun | sangat | disayangkan | apabila | unjuk | rasa | dimotori | Rachmati | direncan | salat | Gedung | agenda | penjar | Basuki | Tjahaja | Purna | (Ahok) | Sidang | Istimewa | agar | mengembalikan | undang | dasar | amandemen | Undang | Dasar | 1945 | asli | berubah | anarkis | apalagi | sampai | terjadi | penggulingan | kekuasaan | seperti | dikhawatirkan | p> Tentu | saya | pribadi | Sebab | masih percaya | dipimpin | Presiden | Joko | Widodo | Wapres | Jusuf | Kalla | membawa | Indonesia | arah | lebih | baik | p> Sebagai | rakyat | biasa |  saya memilih | mempercay | aparat | penegak | dalam membuktikan | kebenaran | tuduhan | Tapi | mengawal | terus | mengontrol | ketat | div> |

Tuesday, December 6, 2016

Polisi Cari Tokoh Utama Makar di Antara Sri Bintang Pamungkas Cs

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap 11 aktivis dan tokoh nasional, terkait dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada Jumat 2 Desember 2016. Penangkapan itu dilakukan jelang aksi damai 212 di Monas.

Kapolda Metro Jaya M Iriawan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dugaan adanya tokoh utama dalam upaya makar tersebut.

"Kalau ada, kita cari lagi," tutur Iriawan di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2016).

Iriawan mengatakan, pihaknya belum merencanakan menahan tujuh orang yang diduga terkait upaya makar. "Nanti kita lihat perkembangan. Kalau dia mencoba lagi, mengadakan percobaan, apa boleh buat," ucap dia.

Kendati, Iriawan menegaskan, pihaknya masih memproses dan melengkapi berkas ketujuh tersangka makar tersebut. "Kita sedang proses dan lengkapi pemberkasan," jelas dia.

Di tempat yang sama, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto menuturkan, pihaknya belum melihat siapa aktor utama dugaan makar tersebut. Karenanya, semua tersangka dikategorikan sama.

"Kita belum bisa memilah-milah siapa aktor utama, siapa pendukung dan pelaksana, semua kita kategorikan sama," jelas dia.

Kepolisian belum mendalami siapa aktor utama dari dugaan upaya makar ini. "Jadi bahasanya, siapa pemimpin, siapa anak buah, belum kita lakukan (penyelidikan)," pungkas Rikwanto.

Polda Metro Jaya menangkap 11 aktivis dan tokoh nasional, terkait dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada Jumat 2 Desember 2016. Penangkapan itu dilakukan jelang aksi damai 212 di Monas.

Dari 11 orang tersebut, tujuh tersangka makar telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam. Mereka yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

Sedangkan, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Seorang lagi musikus kondang Ahmad Dhani, dibebaskan dengan tuduhan kasus penghinaan presiden.

"

| Polisi | Cari | Tokoh | Utama | Makar | Antara | Bintang | Pamungkas | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polda | Metro | Jaya | menangkap | aktivis | tokoh | nasional | terkait | dugaan makar< | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | pada | Jumat | Desember | 2016 | Penangkapan | dilakukan | jelang | aksi | damai | Monas | p> Kapolda | Iriawan | mengat | pihaknya | masih | menyelidiki | dugaan | adanya | utama | dalam | upaya | makar | tersebut | p> Kalau | cari | lagi | tutur | Pusat | Selasa | 2016) | p> Iriawan | merencan | menahan | tujuh | orang | yang | diduga | Nanti | lihat | perkembangan | Kalau | mencoba | mengad | percobaan | boleh | buat | ucap | p> Kendati | menegaskan | memproses | melengkapi | berkas | ketujuh | tersangka | Kita | proses | lengkapi | pemberkasan | jelas | p> Di | tempat | sama | Karopenmas | Divisi | Humas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | menuturkan | melihat | siapa | aktor | Karenanya | semua | dikategorikan | p> Kita | memilah | milah | pendukung | pelaksana | kategorikan | p> Kepolisian | mendalami | Jadi | bahasanya | pemimpin | anak | buah | lakukan | (penyelidikan) | pungkas | p> Polda | p> Dari | telah | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | hampir | 1x24 | Mereka | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | p> Sedangkan | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Seorang | musikus | kondang | Ahmad | Dhani | dibebaskan | dengan | tuduhan | kasus | penghinaan | presiden | p> |

Polisi Cari Tokoh Utama Makar di Antara Sri Bintang Pamungkas Cs

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap 11 aktivis dan tokoh nasional, terkait dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada Jumat 2 Desember 2016. Penangkapan itu dilakukan jelang aksi damai 212 di Monas.

Kapolda Metro Jaya M Iriawan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dugaan adanya tokoh utama dalam upaya makar tersebut.

"Kalau ada, kita cari lagi," tutur Iriawan di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2016).

Iriawan mengatakan, pihaknya belum merencanakan menahan tujuh orang yang diduga terkait upaya makar. "Nanti kita lihat perkembangan. Kalau dia mencoba lagi, mengadakan percobaan, apa boleh buat," ucap dia.

Kendati, Iriawan menegaskan, pihaknya masih memproses dan melengkapi berkas ketujuh tersangka makar tersebut. "Kita sedang proses dan lengkapi pemberkasan," jelas dia.

Di tempat yang sama, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto menuturkan, pihaknya belum melihat siapa aktor utama dugaan makar tersebut. Karenanya, semua tersangka dikategorikan sama.

"Kita belum bisa memilah-milah siapa aktor utama, siapa pendukung dan pelaksana, semua kita kategorikan sama," jelas dia.

Kepolisian belum mendalami siapa aktor utama dari dugaan upaya makar ini. "Jadi bahasanya, siapa pemimpin, siapa anak buah, belum kita lakukan (penyelidikan)," pungkas Rikwanto.

Polda Metro Jaya menangkap 11 aktivis dan tokoh nasional, terkait dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada Jumat 2 Desember 2016. Penangkapan itu dilakukan jelang aksi damai 212 di Monas.

Dari 11 orang tersebut, tujuh tersangka makar telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam. Mereka yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

Sedangkan, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Seorang lagi musikus kondang Ahmad Dhani, dibebaskan dengan tuduhan kasus penghinaan presiden.

"

| Polisi | Cari | Tokoh | Utama | Makar | Antara | Bintang | Pamungkas | Liputan6 | Jakarta | strong> | Polda | Metro | Jaya | menangkap | aktivis | tokoh | nasional | terkait | dugaan makar< | pelanggaran | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ITE) | pada | Jumat | Desember | 2016 | Penangkapan | dilakukan | jelang | aksi | damai | Monas | p> Kapolda | Iriawan | mengat | pihaknya | masih | menyelidiki | dugaan | adanya | utama | dalam | upaya | makar | tersebut | p> Kalau | cari | lagi | tutur | Pusat | Selasa | 2016) | p> Iriawan | merencan | menahan | tujuh | orang | yang | diduga | Nanti | lihat | perkembangan | Kalau | mencoba | mengad | percobaan | boleh | buat | ucap | p> Kendati | menegaskan | memproses | melengkapi | berkas | ketujuh | tersangka | Kita | proses | lengkapi | pemberkasan | jelas | p> Di | tempat | sama | Karopenmas | Divisi | Humas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | menuturkan | melihat | siapa | aktor | Karenanya | semua | dikategorikan | p> Kita | memilah | milah | pendukung | pelaksana | kategorikan | p> Kepolisian | mendalami | Jadi | bahasanya | pemimpin | anak | buah | lakukan | (penyelidikan) | pungkas | p> Polda | p> Dari | telah | dipulangkan | setelah | menjalani | pemeriksaan | hampir | 1x24 | Mereka | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | p> Sedangkan | Jamran | Rizal | Kobar | ditahan | Seorang | musikus | kondang | Ahmad | Dhani | dibebaskan | dengan | tuduhan | kasus | penghinaan | presiden | p> |