Showing posts sorted by relevance for query em>3. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query em>3. Sort by date Show all posts

Friday, December 2, 2016

Inikah Surat yang Membuat Sri Bintang Dituding Makar?

Liputan6.com, Jakarta - Aktivis Sri Bintang Pamungkas ditangkap penyidik Polda Metro Jaya atas dugaan makar. Dia dan delapan orang lainnya di antaranya Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rahmawati Soekarnoputri, dan Kivlan Zein telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ernalias, Istri aktivis Sri Bintang Pamungkas mengaku kaget. Saat sore ketika kediamannya didatangi oleh beberapa orang berbadan tegap dan memperkenalkan diri sebagai polisi dari Polda Metro Jaya.

Tanpa basa-basi, pagi itu, Jumat, 2 Desember 2016  polisi berpakaian preman langsung mengutarakan maksud kedatangannya. Mereka hendak menangkap suaminya atas tuduhan tindakan makar.

"Ada yang ngetok-ngetok, saya yang keluar, saya kira ada apa. Terus satpam bilang ini ada dari kepolisian dari Kapolda. Untuk apa? Mau bicara sama bapak," ujar Ernalias Sri Bintang, Jumat (2/11/2016).

Saat penangkapan, suaminya sedang duduk santai sembari menikmati segelas kopi hangat. "Di situ nego dulu, katanya bapak mau lihat apakah ada surat penangkapan. Dikasih suratnya, cuma langsung diambil," ujar Ernalias.

Dia mengaku tidak mendengar pembicaraan antara polisi dan suaminya. Namun secara tiba-tiba suaminya memberitahukan akan ditangkap dengan dugaan makar.

"Bapak bilang kalau dia mau ditangkap. Saya tanya apa alasan mereka? Polisi bilang karena ingin makar," ujar Ernalias.

Sekitar pukul 06.30 WIB, suaminya langsung dibawa oleh polisi ke Polda Metro Jaya. Tapi, belakangan sang suami mengabarkan, dibawa ke Brimob Kelapa Dua Depok.

"Rencananya dibawa ke Polda. Tapi sekitar 5 menit kemudian bapak bilang akan dibawa ke arah Brimob," ujar Ernalias.

Erlina pun meyakini tudingan makar terhadap suaminya tidak benar. Terkait adanya surat yang disebut sebagai upaya makar, Erlina menjelaskan, bahwa pada tanggal 1 Desember suaminya itu bukan terlibat kegiatan, tapi mengantar surat ke DPR-MPR dan Markas TNI di Cilangkap.

"Habis ngetik, paginya salat, bangun (untuk) ngeprint (tapi) tinta habis. Pergi keluar ngeprint di luar. Suratnya dibawa sendiri ke DPR, MPR dan TNI di Cilangkap. Waktu nganter surat (ditemani) sama Dahlia Zein, masih saudara saya," kata dia.

Erlina sempat menyampaikan isi surat yang disampaikan Sri Bintang tersebut ke wartawan. Berikut isi surat tersebut:

Kepada Yth.:
Pimpinan
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
d/a Gedung DPR/MPR-RI
Jl. Jenderal Hatot Soebroto
Jakarta Selatan

Dengan hormat,
Bersama ini, kami dari kelompok Gerakan Nasional People Power Indonesia, yang merupakan gabungan dari beberapa exponen aktivis, sehubungan dengan situasi tanah air sekarang ini, sudah menyampaikan keinginan kami meminta kesediaan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk memanggil Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia guna menggelar Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (SI-MPR RI) sesegera mungkin. Yaitu, dengan maksud menyelesaikan persoalan-persoalan Negara yang dari hari ke hari semakin berbahaya bagi kelangsungan jalannya Negara Kesatuan Republik Indonesia

Adapun tujuan akhir dari SI-MPR RI itu adalah untuk menghasilkan Ketetapan-ketetapan MPR-RI yang meliputi:

1. Menyatakan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945 Asli di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. Mencabut Mandat Presiden dan Wakil Presiden RI yang sekarang, masing-masing dijabat oleh Joko Widodo dan Jusuf Kalla
3. Mengangkat Penjabat Presiden Republik Indonesia yang baru, yang sekaligus menjadi Ketua Presidium Republik Indonesia dengan wewenang menyusun Pemerintah Transisi Republik Indonesia

Demikian permintaan kami, dengan harapan MPR-RI dapat memenuhinya dengan segera. Terimakasih atas segala perhatian dan kesediaannya.

Hormat saya,

Sri-Bintang Pamungkas

"

| Inikah | Surat | yang | Membuat | Bintang | Dituding | Makar? | Liputan6 | Jakarta | strong> | Aktivis | Pamungkas | ditangkap | penyidik | Polda | Metro | Jaya | atas | dugaan | makar< | delapan | orang | lainnya | antaranya | Ahmad | Dhani | Ratna | Sarumpaet | Rahmawati | Soekarnoputri | Kivlan | Zein | telah | ditetapkan | sebagai | tersangka | p> Ernalias | Istri | aktivis | mengaku | kaget | Saat | sore | ketika | kediamannya | didatangi | oleh | beberapa | berbadan | tegap | memperkenalkan | diri | polisi | dari | p> Tanpa | basa | basi | pagi | Jumat | Desember | 2016  | berpakaian | preman | langsung | mengutarakan | maksud | kedatangannya | Mereka | hendak | menangkap | suaminya | tuduhan | tindakan | makar | p> Ada | ngetok | saya | keluar | kira | Terus | satpam | bilang | kepolisian | Kapolda | Untuk | bicara | sama | bapak | ujar | Ernalias | 2016) | p> Saat | penangkapan | sedang | duduk | santai | sembari | menikmati | segelas | kopi | hangat | situ | nego | dulu | katanya | lihat | apakah | surat | Dikasih | suratnya | cuma | diambil | p> Dia | tidak | mendengar | pembicaraan | antara | Namun | secara | tiba | memberitahukan | akan | dengan | p> Bapak | kalau | Saya | tanya | alasan | mereka | Polisi | karena | ingin | p> Sekitar | pukul | dibawa | Tapi | belakangan | sang | suami | mengabarkan | Brimob | Kelapa | Depok | p> Rencananya | sekitar | menit | kemudian | arah | p> Erlina | meyakini | tudingan | terhadap | benar | Terkait | adanya | disebut | upaya | Erlina | menjelaskan | bahwa | pada | tanggal | bukan | terlibat | kegiatan | tapi | mengantar | Markas | Cilangkap | p>Habis | ngetik | paginya | salat | bangun | (untuk) | ngeprint | (tapi) | tinta | habis | Pergi | luar | Suratnya | sendiri | Waktu | nganter | (ditemani) | Dahlia | masih | saudara | kata | sempat | menyampaikan | disampaikan | tersebut | wartawan | Berikut | tersebut:< | p>Kepada | em>Pimpinan< | em>Majelis | Permusyawaratan | Rakyat | Republik | Indonesia< | em>d | Gedung | em>Jl | Jenderal | Hatot | Soebroto< | em>Jakarta | Selatan< | em>< | p>Dengan | hormat | em>Bersama | kami | kelompok | Gerakan | Nasional | People | Power | Indonesia | merupakan | gabungan | exponen | sehubungan | situasi | tanah | sekarang | sudah | keinginan | meminta | kesediaan | Pimpinan | Dewan | Perwakilan | untuk | memanggil | Majelis | guna | menggelar | Sidang | Istimewa | sesegera | mungkin | Yaitu | menyelesaikan | persoalan | Negara | hari | semakin | berbahaya | bagi | kelangsungan | jalannya | Kesatuan | p>Adapun | tujuan | akhir | adalah | menghasilkan | Ketetapan | ketetapan | meliputi:< | Menyatakan | berlakunya | kembali | Undang | Dasar | 1945 | Asli | seluruh | wilayah | em>2 | Mencabut | Mandat | Presiden | Wakil | masing | dijabat | Joko | Widodo | Jusuf | Kalla< | em>3 | Mengangkat | Penjabat | baru | sekaligus | menjadi | Ketua | Presidium | wewenang | menyusun | Pemerintah | Transisi | p>Demikian | permintaan | harapan | dapat | memenuhinya | segera | Terimakasih | segala | perhatian | kesediaannya | p>Hormat | p>Sri | Pamungkas< | p> |

Saturday, December 3, 2016

Dugaan Makar, Polisi: Tersangka Berencana Gerakan Massa 212

Sabtu, 03 Desember 2016 | 12:49 WIB

Dugaan Makar, Polisi: Tersangka Berencana Gerakan Massa 212

Ribuan umat muslim memadati kawasan Monas saat melakukan aksi damai 212 di Jakarta, 2 Desember 2016. AP/Tatan Syuflana

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepolisian Negara Republik Indonesia menduga tersangka dugaan makar ingin menggerakkan massa doa bersama pada Jumat, 2 Desember 2016, untuk digiring ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat. "Yang jelas ini harus diantisipasi, karena kalau tidak, ini tidak menguntungkan massa aksi 2 Desember karena massa yang akan pulang setelah Jumat akan digiring ke DPR," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu, 3 Desember 2016.

Boy Rafli mengatakan massa peserta Aksi Damai 212 yang dipusatkan di Monas jumlahnya sangat besar. Polisi menemukan indikasi para tersangka akan memanfaatkan kekuatan massa itu untuk kepentingan mereka, karena itu polisi mengambil langkah pencegahan dengan menangkap para tersangka.

Baca: Aksi Damai 212: Ini Contoh Demo Bernilai Pancasila

Boy Rafli menjelaskan, polisi mengambil langkah penangkapan sebagai upaya strategi Polri untuk menjaga kemurnian niat ibadah doa bersama di Silang Monas dan mengeliminasi berbagai indikasi kerawanan yang dapat dimungkinkan terjadi pemanfaatan terhadap massa. "Kami tidak ingin niat tulus alim ulama yang datang untuk berdoa di Silang Monas disusupi niat lain," ujarnya.

Baca: Ini Surat Sri Bintang Pamungkas yang Dituding Makar

Polri menangkap sebelas orang pada Jumat lalu. Mereka adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal. "Jadi total ada sebelas tersangka, tiga di antaranya telah ditahan," kata Boy Rafli.

Baca: Aktivis Ditangkap, Fadli Zon: Tuduhan Makar Mengada-ada

Tiga orang yang ditahan itu adalah Sri Bintang Pamungkas serta kakak-adik, Jamran dan Rizal. Menurut  Boy, Sri Bintang dijerat dengan Pasal 107 KUHP juncto 110 juncto 87 tentang permufakatan jahat dan Pasal 28 ayat 2 juncto 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. "Yang bersangkutan terbukti berupaya menghasut masyarakat luas melalui media sosial terutama YouTube," kata Boy di Mabes Polri, Sabtu, 3 Desember 2016.

Sedangkan Jamran dan Rizal dikenakan Pasal 28 ayat 2 juncto 45 ayat 2 UU 1998 tentang ITE karena terbukti kerap mem-posting ujaran kebencian dan menyebarluaskan informasi yang bernuansa permusuhan. "Yang dipersangkakan ujaran kebenciannya terhadap isu-isu SARA," katanya.

Baca: Pria Provokator di Aksi Damai 212 Ternyata Sedang Mabuk

Delapan lainnya, yakni Kivlan Zein, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Eko, Rahmawati Soekarnoputri, Adityawarman, Firza Husein, dan Alvin Indra diizinkan pulang setelah pemeriksaan selesai.  
 
ANTARA | INGE KLARA

[embedded content]

"

| Dugaan | Makar, | Polisi: | Tersangka | Berencana | Massa | Sabtu | Desember | 2016 | 12:49 | WIB< | p> < | div> Ribuan | umat | muslim | memadati | kawasan | Monas | saat | melakukan | aksi | damai | Jakarta | Tatan | Syuflana< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepolisian | Negara | Republik | Indonesia | menduga | tersangka | dugaan | makar | ingin | menggerakkan | massa | bersama | pada | Jumat | untuk | digiring | gedung | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Yang | jelas | harus | diantisipasi | karena | kalau | menguntungkan | yang | pulang | setelah | kata | Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Markas | Besar | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | p>Boy | mengat | peserta | Aksi | Damai | dipusatkan | jumlahnya | sangat | besar | Polisi | menemukan | indikasi | para | memanfaatkan | kekuatan | kepentingan | polisi | mengambil | langkah | pencegahan | dengan | menangkap | p>Baca:< | 212: | Contoh | Demo | Bernilai | Pancasila< | menjelaskan | penangkapan | sebagai | upaya | strategi | menjaga | kemurnian | niat | ibadah | Silang | mengeliminasi | berbagai | kerawanan | dapat | dimungkinkan | terjadi | pemanfaatan | terhadap | Kami | tulus | alim | ulama | datang | berdoa | disusupi | lain | ujarnya | p>Baca< | strong>: | Surat | Bintang | Pamungkas | Dituding | Makar< | p>Polri | sebelas | orang | Mereka | adalah | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Ahmad | Dhani | Jamran | Rizal | Jadi | total | tiga | antaranya | telah | ditahan | Aktivis | Ditangkap | Fadli | Zon: | Tuduhan | Makar | Mengada | ada< | p>Tiga | serta | kakak | adik | Menurut  | dijerat | Pasal | KUHP | em>n< | em>cto< | tentang | permufakatan | jahat | ayat | em>uncto< | Nomor | Tahun | 2008 | bersangkutan | terbukti | berupaya | menghasut | masyarakat | luas | media | sosial | terutama | YouTube | Boy di | Mabes | p>Sedangkan | diken | 1998 | kerap | posting< | ujaran | kebencian | menyebarluaskan | informasi | bernuansa | permusuhan | Yang dipersangk | kebenciannya | SARA | katanya | Pria | Provokator | Ternyata | Sedang | Mabuk< | p>Delapan | lainnya | yakni | Rahmawati | Soekarnoputri | Indra | diizinkan | pemeriksaan | selesai |   ANTARA | INGE | KLARA< | strong>< | p> [embedded | content]< | p> |

Sunday, December 4, 2016

Dugaan Makar, Polisi: Tersangka Berencana Gerakan Massa 212

Sabtu, 03 Desember 2016 | 12:49 WIB

Dugaan Makar, Polisi: Tersangka Berencana Gerakan Massa 212

Ribuan umat muslim memadati kawasan Monas saat melakukan aksi damai 212 di Jakarta, 2 Desember 2016. AP/Tatan Syuflana

TEMPO.CO, Jakarta â€" Kepolisian Negara Republik Indonesia menduga tersangka dugaan makar ingin menggerakkan massa doa bersama pada Jumat, 2 Desember 2016, untuk digiring ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat. "Yang jelas ini harus diantisipasi, karena kalau tidak, ini tidak menguntungkan massa aksi 2 Desember karena massa yang akan pulang setelah Jumat akan digiring ke DPR," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu, 3 Desember 2016.

Boy Rafli mengatakan massa peserta Aksi Damai 212 yang dipusatkan di Monas jumlahnya sangat besar. Polisi menemukan indikasi para tersangka akan memanfaatkan kekuatan massa itu untuk kepentingan mereka, karena itu polisi mengambil langkah pencegahan dengan menangkap para tersangka.

Baca: Aksi Damai 212: Ini Contoh Demo Bernilai Pancasila

Boy Rafli menjelaskan, polisi mengambil langkah penangkapan sebagai upaya strategi Polri untuk menjaga kemurnian niat ibadah doa bersama di Silang Monas dan mengeliminasi berbagai indikasi kerawanan yang dapat dimungkinkan terjadi pemanfaatan terhadap massa. "Kami tidak ingin niat tulus alim ulama yang datang untuk berdoa di Silang Monas disusupi niat lain," ujarnya.

Baca: Ini Surat Sri Bintang Pamungkas yang Dituding Makar

Polri menangkap sebelas orang pada Jumat lalu. Mereka adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal. "Jadi total ada sebelas tersangka, tiga di antaranya telah ditahan," kata Boy Rafli.

Baca: Aktivis Ditangkap, Fadli Zon: Tuduhan Makar Mengada-ada

Tiga orang yang ditahan itu adalah Sri Bintang Pamungkas serta kakak-adik, Jamran dan Rizal. Menurut  Boy, Sri Bintang dijerat dengan Pasal 107 KUHP juncto 110 juncto 87 tentang permufakatan jahat dan Pasal 28 ayat 2 juncto 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. "Yang bersangkutan terbukti berupaya menghasut masyarakat luas melalui media sosial terutama YouTube," kata Boy di Mabes Polri, Sabtu, 3 Desember 2016.

Sedangkan Jamran dan Rizal dikenakan Pasal 28 ayat 2 juncto 45 ayat 2 UU 1998 tentang ITE karena terbukti kerap mem-posting ujaran kebencian dan menyebarluaskan informasi yang bernuansa permusuhan. "Yang dipersangkakan ujaran kebenciannya terhadap isu-isu SARA," katanya.

Baca: Pria Provokator di Aksi Damai 212 Ternyata Sedang Mabuk

Delapan lainnya, yakni Kivlan Zein, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Eko, Rahmawati Soekarnoputri, Adityawarman, Firza Husein, dan Alvin Indra diizinkan pulang setelah pemeriksaan selesai.  
 
ANTARA | INGE KLARA

[embedded content]

"

| Dugaan | Makar, | Polisi: | Tersangka | Berencana | Massa | Sabtu | Desember | 2016 | 12:49 | WIB< | p> < | div> Ribuan | umat | muslim | memadati | kawasan | Monas | saat | melakukan | aksi | damai | Jakarta | Tatan | Syuflana< | p> < | div> TEMPO | strong> | Jakarta< | Kepolisian | Negara | Republik | Indonesia | menduga | tersangka | dugaan | makar | ingin | menggerakkan | massa | bersama | pada | Jumat | untuk | digiring | gedung | Dewan | Perwakilan | Rakyat | Yang | jelas | harus | diantisipasi | karena | kalau | menguntungkan | yang | pulang | setelah | kata | Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Markas | Besar | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | p>Boy | mengat | peserta | Aksi | Damai | dipusatkan | jumlahnya | sangat | besar | Polisi | menemukan | indikasi | para | memanfaatkan | kekuatan | kepentingan | polisi | mengambil | langkah | pencegahan | dengan | menangkap | p>Baca:< | 212: | Contoh | Demo | Bernilai | Pancasila< | menjelaskan | penangkapan | sebagai | upaya | strategi | menjaga | kemurnian | niat | ibadah | Silang | mengeliminasi | berbagai | kerawanan | dapat | dimungkinkan | terjadi | pemanfaatan | terhadap | Kami | tulus | alim | ulama | datang | berdoa | disusupi | lain | ujarnya | p>Baca< | strong>: | Surat | Bintang | Pamungkas | Dituding | Makar< | p>Polri | sebelas | orang | Mereka | adalah | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Ahmad | Dhani | Jamran | Rizal | Jadi | total | tiga | antaranya | telah | ditahan | Aktivis | Ditangkap | Fadli | Zon: | Tuduhan | Makar | Mengada | ada< | p>Tiga | serta | kakak | adik | Menurut  | dijerat | Pasal | KUHP | em>n< | em>cto< | tentang | permufakatan | jahat | ayat | em>uncto< | Nomor | Tahun | 2008 | bersangkutan | terbukti | berupaya | menghasut | masyarakat | luas | media | sosial | terutama | YouTube | Boy di | Mabes | p>Sedangkan | diken | 1998 | kerap | posting< | ujaran | kebencian | menyebarluaskan | informasi | bernuansa | permusuhan | Yang dipersangk | kebenciannya | SARA | katanya | Pria | Provokator | Ternyata | Sedang | Mabuk< | p>Delapan | lainnya | yakni | Rahmawati | Soekarnoputri | Indra | diizinkan | pemeriksaan | selesai |   ANTARA | INGE | KLARA< | strong>< | p> [embedded | content]< | p> |

Friday, December 2, 2016

Selain Dugaan Makar, Ini Kasus Ahmad Dhani yang Disorot Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang aksi damai 212 yang baru selesai digelar di Monas, polisi menangkap sejumlah tokoh yang diduga melakukan makar.

Salah satu di antara mereka adalah Ahmad Dhani, musikus sekaligus calon Wali Kota Bekasi.

Penangkapan itu dilakukan saat pentolan Dewa 19 itu tengah berada di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta Pusat. Hal itu diungkapkan oleh Ahmad Dhani dalam akun Twitternya.

"Malam ini di depan kamar di Hotel Sari Pan Pasifik, orang mengaku dari Polda mencari saya. #ADP," tulis Ahmad Dhani di akun Twitter-nya.

"Mau mendobrak kamar saya... #ADP," lanjutnya.

Selain Ahmad Dhani, polisi menangkap 10 orang, dengan delapan di antaranya diduga melakukan makar.

Penangkapan itu segera menjadi sorotan media asing. Melalui artikel berjudul "Jakarta protests: Treason arrests as mass rally against city's Governor, Ahok, get underway", ABC News memuat pernyataan Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto yang mengatakan 10 orang ditangkap pagi tadi.

Sementara itu media asing lainnya, Reuters, dalam laporannya yang bertajuk "Sea of protesters in Jakarta amid fury over Christian governor" menuliskan 10 orang ditangkap menjelang pagi di mana delapan di antaranya terduga makar. Dan dua lainnya didakwa melanggar UU ITE.

"Mereka kini ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan," ujar Kombes Rikwanto.

Media Singapura, Straits Times, dengan laporannya berjudul "Indonesia arrests 10 for dissident activities, charges 8 of them for treason" juga menginformasikan peristiwa serupa. Pihak kepolisian RI dilaporkan menangkap 10 tersangka di mana delapan di antaranya terduga makar, sementara dua lainnya melanggar pasal UU ITE.

"Kombes Rikwanto tidak menyebutkan nama, tetapi mengidentifikasi mereka dengan sembilan inisial, yakni AD, E, AD, KZ, FH, RA, JA, RK dan SB," tulis Straits Times dalam laporannya.

Ini bukan kali pertama Dhani menjadi sorotan dunia.

Berikut adalah kasus Ahmad Dhani yang sempat menghebohkan dunia kala pilpres pada 2014 lalu.

1 dari 6 halaman


Gunakan Lagu Queen dan Video Nazi

Penampilan Ahmad Dhani dalam video klip kampanye pasangan Prabowo-Hatta jadi sorotan media Jerman, Der Spiegel. Si penyanyi mengenakan seragam mirip yang dipakai Heinrich Luitpold Himmler, komandan Schutzstaffel (SS), satuan elite Nazi sekaligus orang kepercayaan Adolf Hitler.

Time of Israel menulis, video musik sebagai wujud dukungan dan penghargaan kepada Prabowo Subianto itu bikin gempar khalayak ramai.

"Dhani memakai lencana pada kerah dan lencana merah pada bagian saku kanan yang sama," tulis Der Spiegel, Selasa 24 Juni 2014.

Tak hanya Jerman, video klip yang diiringi lagu 'We Will Rock You' milik Queen, yang diubah lirik dan judulnya menjadi 'Indonesia Bangkit' itu juga jadi sorotan sejumlah media massa kelas dunia.

Situs Europe online magazine memuat artikel berjudul 'Indonesian rocker criticized for Nazi outfit in election video'.

Di bagian akhir artikelnya, Europe online magazine menulis, "Perlengkapan Nazi tidak ilegal di Indonesia dan banyak orang Indonesia yang tidak menyadari konotasi historisnya."

2 dari 6 halaman


Majalah TIME Menohok...

TIME memuat artikel dengan judul menohok, "This Indonesian Nazi Video Is One of the Worst Pieces of Political Campaigning Ever". TIME menyebut video tersebut sebagai materi kampanye politik terburuk sepanjang masa.

"Pembuat film yang tinggal di Bali, Daniel Ziv, menyebut video itu 'membawa citra skinhead Nazi dalam politik Indonesia'," demikian seperti dimuat TIME.

TIME menilai deskripsi tersebut tepat. "Majalah Jerman Der Spiegel menunjuk bahwa, yang bikin merinding, kostum militer Dhani mirip dengan seragam komandan SS Heinrich Himmler."

Makin dekat dengan hari pemilihan, demikian menurut TIME, kampanye makin panas dengan dukungan masing-masing pendukung calon. Video musik Ahmad Dhani untuk Prabowo-Hatta, dirilis tak lama setelah sejumlah musikus seperti Oppie Andaresta dan Slank membuat lagu dan video berjudul "Salam Dua Jari".

3 dari 6 halaman


Media Israel Berang

Setelah harian terkemuka Jerman, Der Spiegel, dan portal majalah Amerika Serikat TIME, kini giliran surat kabar Time of Israel yang ikut bersuara. Media negeri Yahudi itu menuliskan laporannya berjudul "Indonesian quasi-Nazi video causes stir".

Dalam ulasannya pada Rabu, 25 Juni 2014, Time of Israel menulis, video musik sebagai wujud dukungan dan penghargaan kepada Prabowo Subianto itu bikin gempar khalayak ramai.

"Queen, Nazisme, dan lirik berbahasa Indonesia merupakan kombinasi yang tampaknya aneh. Tapi pada saat suhu politik di negara di Asia Tenggara itu sedang memanas. Hal itu bisa terjadi," tulis Times of Israel.

Media Israel tersebut juga menyamakan burung garuda yang terlihat di dalam video klip Ahmad Dhani dan penyanyi Indonesia Idol itu dengan elang besi Kekaisaran Jerman dan elang Nazi.

"Salah satu musikus, Ahmad Dhani, terlihat memegang garuda emas, burung lambang negara Indonesia, yang menyerupai elang Kekaisaran Jerman yang kemudian menjadi dasar ikonik elang Nazi," tulis Times of Israel.

Portal berita negara yang berbatasan dengan Palestina itu juga mengutip tanggapan Ahmad Dhani atas kritik yang diberikan kepada dirinya terkait video klip kampanye tersebut.

"Apa hubungannya antara tentara Jerman dan Indonesia?" ujar Dhani yang dimuat Times of Israel. "Kami rakyat Indonesia tidak membunuh jutaan orang Yahudi, kan?"

4 dari 6 halaman


Queen Kesal

Pihak Queen pun mempersoalkan video klip tersebut. Bukan karena kostum yang dikenakan Dhani, tapi lagu "We Will Rock You" dibawakannya secara ilegal alias belum mendapatkan izin.

"Ahmad Dhani skinhead imagery http://youtu.be/tpbqIuY8nVo ” of course this is completely unauthorised by us. Bri," kicau gitaris Queen Brian May dalam akun resminya @DrBrianMay. Penampilan skinhead Ahmad Dhani--menyertakan link video di situs berbagi video--tentu saja kami sama sekali tidak memberikan izin.

5 dari 6 halaman


"

| Selain | Dugaan | Makar, | Kasus | Ahmad | Dhani | yang | Disorot | Dunia | Liputan6 | Jakarta | strong> | Menjelang | aksi | damai | 212< | a> yang | baru | selesai | digelar | Monas | polisi | menangkap | sejumlah | tokoh | diduga | melakukan | makar | p> Salah | satu | antara | mereka | adalah | Dhani< | musikus | sekaligus | calon | Wali | Kota | Bekasi | p> Penangkapan | dilakukan | saat | pentolan | Dewa | tengah | berada | Hotel | Sari | Pasifik | Pusat | diungkapkan | oleh | dalam | akun | Twitternya | p> Malam | depan | kamar | orang | mengaku | dari | Polda | mencari | saya | tulis | Twitter | em>< | p> Mau | mendobrak | lanjutnya | p> Selain | dengan | delapan | antaranya | p> Penangkapan | segera | menjadi | sorotan | media | asing | Melalui | artikel | berjudul | protests: | Treason | arrests | mass | rally | against | citys | Governor | Ahok | underway | News< | em> memuat | pernyataan | Karo | Penmas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | mengatakan | ditangkap | pagi | tadi | p> Sementara | lainnya | Reuters | laporannya | bertajuk | protesters | amid | fury | over | Christian | governor | menuliskan | menjelang | mana | terduga | didakwa | melanggar | p> Mereka | kini | ditahan | menjalani | pemeriksaan | ujar | p> Media | Singapura | Straits | Times | Indonesia | dissident | activities | charges | them | treason | juga | menginformasikan | peristiwa | serupa | Pihak | kepolisian | dilaporkan | tersangka | sementara | pasal | p> Kombes | tidak | menyebutkan | nama | tetapi | mengidentifikasi | sembilan | inisial | yakni | Times< | p> Ini | bukan | kali | pertama | dunia | p> Berikut | kasus | sempat | menghebohkan | kala | pilpres | pada | 2014 | lalu | p> 1 | halaman< | p> < | div> < | div> Gunakan | Lagu | Queen | Video | Nazi< | h2> Penampilan | video | klip | kampanye | pasangan | Prabowo | Hatta | jadi | Jerman | Spiegel | penyanyi | mengenakan | seragam | mirip | dipakai | Heinrich | Luitpold | Himmler | komandan | Schutzstaffel | (SS) | satuan | elite | Nazi | kepercayaan | Adolf | Hitler | p> Dhani | memakai | lencana | kerah | merah | bagian | saku | kanan | sama | Spiegel< | Selasa | Juni | p> Tak | hanya | diiringi | lagu | Will | Rock | You< | milik | diubah | lirik | judulnya | Bangkit | massa | kelas | p> Situs | Europe | online | magazine< | Indonesian | rocker | criticized | outfit | election | p> Di | akhir | artikelnya | magazine | menulis | Perlengkapan | ilegal | banyak | menyadari | konotasi | historisnya | p> 2 | div> Majalah | TIME | Menohok | h2> TIME< | memuat | judul | menohok | This | Worst | Pieces | Political | Campaigning | Ever | TIME< | menyebut | tersebut | sebagai | materi | politik | terburuk | sepanjang | masa | p> Pembuat | film | tinggal | Bali | Daniel | membawa | citra | skinhead< | demikian | seperti | dimuat | p> TIME< | menilai | deskripsi | tepat | Majalah | menunjuk | bahwa | bikin | merinding | kostum | militer | p> Makin | dekat | hari | pemilihan | menurut | makin | panas | dukungan | masing | pendukung | musik | untuk | dirilis | lama | setelah | Oppie | Andaresta | Slank | membuat | Salam | Jari | p> 3 | div> Media | Israel | Berang< | h2> Setelah | harian | terkemuka |  Der | portal | majalah | Amerika | Serikat | giliran | surat | kabar | Time | Israel< | ikut | bersuara | Media | negeri | Yahudi | quasi | causes | stir | p> Dalam | ulasannya | Rabu | wujud | penghargaan | kepada | Subianto | gempar | khalayak | ramai | p> Queen | Nazisme | berbahasa | merupakan | kombinasi | tampaknya | aneh | Tapi | suhu | negara | Asia | Tenggara | sedang | memanas | bisa | terjadi | menyamakan | burung | garuda | terlihat | Idol< | elang | besi | Kekaisaran | memegang | emas | lambang | menyerupai | kemudian | dasar | ikonik | p> Portal | berita | berbatasan | Palestina | mengutip | tanggapan | atas | kritik | diberikan | dirinya | terkait | p> Apa | hubungannya | tentara | Kami | rakyat | membunuh | jutaan | p> 4 | div> Queen | Kesal< | h2> Pihak | mempersoalkan | Bukan | karena | dikenakan | tapi | dibawakannya | secara | alias | belum | mendapatkan | izin | p> Ahmad | skinhead | imagery | http: | youtu | tpbqIuY8nVo | course | this | completely | unauthorised | kicau | gitaris | Brian | resminya | @DrBrianMay | Penampilan | menyertakan | link< | situs | berbagi | tentu | saja | kami | sekali | memberikan | p> 5 | div> |

Ini penjelasan kenapa orang bisa dituduh melakukan makar

Brilio.net - Bersamaan dengan gerakan aksi damai 212, Kepolisian Republik Indonesia menangkap sejumlah tokoh nasional yang diduga melakukan aksi makar. Mereka di antaranya Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, dan Rachmawati Soekarnoputri.

Kepada wartawan di Silang Monas, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri , Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar membenarkan soal penangkapan tersebut.

"Iya memang ada sejumlah yang diamankan di Polda Metro Jaya," kata Boy saat ditemui di Silang Monas, Jumat (2/11)

Menurutnya ada sekitar delapan orang yang diamankan terkait tuduhan makar. "Ada delapan orang," katanya.

foto: Twitter/@viraagustinaa

Lantas kenapa tokoh tersebut diduga melakukan makar. Ini sedikit penjelasannya. Makar sendiri suatu tindakan yang membuat pemerintah tidak dapat menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai undang-undag. Tindakan makar menurut pasal 107 UU KUHP terdiri dari 4 macam.

Yakni, tindakan makar terhadap pemerintah, makar terhadap wilayah, ideologi, dan makar terhadap Presiden atau Kepala Negara.

Berikut selengkapnya, bunyi pasal 107 dan 108 yang menjelaskan soal makar:

Bunyi pasal 107:

(1) Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

(2) Para pemimpin dan pengatur makar tersebut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Pasal 108:

(1) Barang siapa bersalah karena pemberontakan, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun:

1. orang yang melawan pemerintah Indonesia dengan senjata;

2. orang yang dengan maksud melawan Pemerintah Indonesia menyerbu bersama-sama atau menggabungkan diri pada gerombolan yang melawan Pemerintah dengan senjata.

(2) Para pemimpin dan para pengatur pemberontakan diancam dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Sementara dalam KBBI, makar berarti upaya menjatuhkan pemerintah yang sah. 

Terkait penangkapan delapan tokoh tersebut, pengacara Yusril Ihza Mahendra mengatakan akan mendampingi sejumlah tokoh tersebut.

(brl/swh)

"

| penjelasan | kenapa | orang | bisa | dituduh | melakukan | makar | Brilio | strong> | Bersamaan | dengan | gerakan | aksi | damai | Kepolisian | Republik | Indonesia | menangkap | sejumlah | tokoh | nasional | yang | diduga | Mereka | antaranya | Bintang | Pamungkas | Ratna | Sarumpaet | Rachmawati | Soekarnoputri | p> Kepada | wartawan | Silang | Monas | Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | membenarkan | soal | penangkapan | tersebut | p> Sri | pakai | kain | sarung | dari | sisi | kiri | terlihat | Bung | Karno: | dialog | Penjemput | twitter | bNNqJoxG6W< | p> â€" | Sang | Gerilya | Batavia | (@IndraJPiliang) | div>December | 2016< | div>< | blockquote> Iya | memang | diamankan | Polda | Metro | Jaya | kata | saat | ditemui | Jumat | 11)< | p> Menurutnya | sekitar | delapan | terkait | tuduhan | katanya | p> < | p> foto: | Twitter | @viraagustinaa< | em>< | p> Lantas | sedikit | penjelasannya | Makar | sendiri | suatu | tindakan | membuat | pemerintah | tidak | dapat | menjalankan | fungsi | tugasnya | sesuai | undang | undag | Tindakan | menurut | pasal | KUHP | terdiri | macam | p> Yakni | terhadap | wilayah | ideologi | Presiden | atau | Negara | p> Berikut | selengkapnya | bunyi | menjelaskan | makar:< | p> Bunyi | 107:< | p> (1) | maksud | untuk | menggulingkan | diancam | pidana | penjara | paling | lama | lima | belas | tahun | p> (2) | Para | pemimpin | pengatur | dalam | ayat | seumur | hidup | sementara | puluh | p> Pasal | 108:< | Barang | siapa | bersalah | karena | pemberontakan | tahun:< | p> 1 | melawan | senjata;< | p> 2 | Pemerintah | menyerbu | bersama | sama | menggabungkan | diri | pada | gerombolan | senjata | para | p> Sementara | KBBI | berarti | upaya | menjatuhkan | p> Terkait | pengacara | Yusril | Ihza | Mahendra | mengatakan | akan | mendampingi | p> 3 | Saya | katakan | kepada | saya | dampingi | beliau | sebagai | lawyer | begitu | juga | tokoh2 | lain | diambil | polisi | pagi | ini< | (@Yusrilihza_Mhd) | blockquote> (brl | swh)< | p> |

Monday, December 5, 2016

Anggota DPR Sangsi Aki-Nini Makar, Kapolri: Justru yang Senior Berpengalaman

Jakarta - Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian angkat bicara tentang protes penangkapan para tersangka makar yang berusia lanjut yang dinilai tidak mungkin memobilisasi massa. Ini penjelasan Kapolri.

Pertanyaan penangkapan para tersangka makar yang telah berumur itu dilontarkan oleh anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat, Erma Maharani. Erma menyebutkan usia mereka sudah tua dan tidak memungkinkan untuk memobilisasi massa.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kapolri lalu memberikan penjelasan seputar penangkapan dan dugaan kegiatan para tersangka. "Kalau dari segi usia dan akses, justru kalau usia matang," jawab Tito saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, DPR, Senin (5/12/2016).

Menurut dia, para tersangka tersebut senior sehingga sudah berpengalaman. "Cara mainnya matang, enggak harus mendobrak pagar DPR, tapi melakukan setting desain kegiatan justru yang senior yang bisa, yang pengalaman. Yang muda itu muscle-nya, otot," kata dia.

"Jadi tidak menjamin enggak harus dari segi usia. Makin berusia, makin matang taktik dan tekniknya," tegas dia.

Sebelumnya, hal yang sama diungkapkan oleh kuasa hukum tersangka makar, Habiburokhman. Dia mengatakan sulit dipercaya orang-orang yang sudah berumur akan melakukan makar. "Kita heran kenapa dikenakan pasal makar. Ini aki-aki, nini-nini dituduh makar, dengan umur Bu Ratna enam puluhan ujung, hampir tujuh puluh tahun. Mereka enggak punya senjata dan massa, kok dituduh makar. Kurang keren! Kecuali tuduhan itu ditujukan kepada saya," kata Habiburokhman dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12).

Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar, yakni Eko Suryo Santjojo, Adityawarman Thaha, Kivlan Zen, Firza Husein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Alvin Indra, dan Sri Bintang Pamungkas. Dari delapan tersangka, hanya Sri Bintang Pamungkas yang hingga kini ditahan polisi.
(aan/fdn)

"

| Anggota | Sangsi | Aki-Nini | Makar, | Kapolri: | Justru | yang | Senior | Berpengalaman | Jakarta< | strong> | Kapolri | Jenderal | (Pol) | Tito | Karnavian | angkat | bicara | tentang | protes | penangkapan | para | tersangka | makar | berusia | lanjut | dinilai | mungkin | memobilisasi | massa | penjelasan | Pertanyaan | telah | berumur | dilontarkan | oleh | anggota | Komisi | Fraksi | Demokrat | Erma | Maharani | menyebutkan | usia | memungkinkan | untuk | p>Menanggapi | pertanyaan | tersebut | memberikan | seputar | dugaan | kegiatan | Kalau | segi | akses | justru | kalau | matang | jawab | saat | mengikuti | rapat | kerja | dengan | Kompleks | Parlemen | Senayan | Senin | 2016) | p>Menurut | senior | berpengalaman | Cara | mainnya | enggak | harus | mendobrak | pagar | melakukan | setting< | desain | pengalaman | Yang | muda | muscle | em>nya | otot | kata | p>Jadi | menjamin | Makin | makin | taktik | tekniknya | tegas | p>Senya | sama | diungkapkan | kuasa | hukum | Habiburokhman | mengat | sulit | dipercaya | orang | Kita | heran | kenapa | diken | pasal | nini | nini< | dituduh | umur | Ratna | enam | puluhan | ujung | hampir | tujuh | puluh | tahun | Mereka | punya | senjata | Kurang | keren! | Kecuali | tuduhan | ditujukan | kepada | saya | dalam | diskusi | Polemik | Sindo | Trijaya | Warung | Daun | Cikini | Jakarta | Pusat | Sabtu | p>Delapan | ditetapkan | sebagai | kasus | yakni | Suryo | Santjojo | Adityawarman | Thaha | Kivlan | Firza | Husein | Rachmawati | Soekarnoputri | Sarumpaet | Alvin | Indra | Bintang | Pamungkas | Dari | delapan | hanya | kini | ditahan | polisi | (aan | fdn)< |