Showing posts sorted by relevance for query Video. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Video. Sort by date Show all posts

Friday, December 2, 2016

Selain Dugaan Makar, Ini Kasus Ahmad Dhani yang Disorot Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang aksi damai 212 yang baru selesai digelar di Monas, polisi menangkap sejumlah tokoh yang diduga melakukan makar.

Salah satu di antara mereka adalah Ahmad Dhani, musikus sekaligus calon Wali Kota Bekasi.

Penangkapan itu dilakukan saat pentolan Dewa 19 itu tengah berada di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta Pusat. Hal itu diungkapkan oleh Ahmad Dhani dalam akun Twitternya.

"Malam ini di depan kamar di Hotel Sari Pan Pasifik, orang mengaku dari Polda mencari saya. #ADP," tulis Ahmad Dhani di akun Twitter-nya.

"Mau mendobrak kamar saya... #ADP," lanjutnya.

Selain Ahmad Dhani, polisi menangkap 10 orang, dengan delapan di antaranya diduga melakukan makar.

Penangkapan itu segera menjadi sorotan media asing. Melalui artikel berjudul "Jakarta protests: Treason arrests as mass rally against city's Governor, Ahok, get underway", ABC News memuat pernyataan Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto yang mengatakan 10 orang ditangkap pagi tadi.

Sementara itu media asing lainnya, Reuters, dalam laporannya yang bertajuk "Sea of protesters in Jakarta amid fury over Christian governor" menuliskan 10 orang ditangkap menjelang pagi di mana delapan di antaranya terduga makar. Dan dua lainnya didakwa melanggar UU ITE.

"Mereka kini ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan," ujar Kombes Rikwanto.

Media Singapura, Straits Times, dengan laporannya berjudul "Indonesia arrests 10 for dissident activities, charges 8 of them for treason" juga menginformasikan peristiwa serupa. Pihak kepolisian RI dilaporkan menangkap 10 tersangka di mana delapan di antaranya terduga makar, sementara dua lainnya melanggar pasal UU ITE.

"Kombes Rikwanto tidak menyebutkan nama, tetapi mengidentifikasi mereka dengan sembilan inisial, yakni AD, E, AD, KZ, FH, RA, JA, RK dan SB," tulis Straits Times dalam laporannya.

Ini bukan kali pertama Dhani menjadi sorotan dunia.

Berikut adalah kasus Ahmad Dhani yang sempat menghebohkan dunia kala pilpres pada 2014 lalu.

1 dari 6 halaman


Gunakan Lagu Queen dan Video Nazi

Penampilan Ahmad Dhani dalam video klip kampanye pasangan Prabowo-Hatta jadi sorotan media Jerman, Der Spiegel. Si penyanyi mengenakan seragam mirip yang dipakai Heinrich Luitpold Himmler, komandan Schutzstaffel (SS), satuan elite Nazi sekaligus orang kepercayaan Adolf Hitler.

Time of Israel menulis, video musik sebagai wujud dukungan dan penghargaan kepada Prabowo Subianto itu bikin gempar khalayak ramai.

"Dhani memakai lencana pada kerah dan lencana merah pada bagian saku kanan yang sama," tulis Der Spiegel, Selasa 24 Juni 2014.

Tak hanya Jerman, video klip yang diiringi lagu 'We Will Rock You' milik Queen, yang diubah lirik dan judulnya menjadi 'Indonesia Bangkit' itu juga jadi sorotan sejumlah media massa kelas dunia.

Situs Europe online magazine memuat artikel berjudul 'Indonesian rocker criticized for Nazi outfit in election video'.

Di bagian akhir artikelnya, Europe online magazine menulis, "Perlengkapan Nazi tidak ilegal di Indonesia dan banyak orang Indonesia yang tidak menyadari konotasi historisnya."

2 dari 6 halaman


Majalah TIME Menohok...

TIME memuat artikel dengan judul menohok, "This Indonesian Nazi Video Is One of the Worst Pieces of Political Campaigning Ever". TIME menyebut video tersebut sebagai materi kampanye politik terburuk sepanjang masa.

"Pembuat film yang tinggal di Bali, Daniel Ziv, menyebut video itu 'membawa citra skinhead Nazi dalam politik Indonesia'," demikian seperti dimuat TIME.

TIME menilai deskripsi tersebut tepat. "Majalah Jerman Der Spiegel menunjuk bahwa, yang bikin merinding, kostum militer Dhani mirip dengan seragam komandan SS Heinrich Himmler."

Makin dekat dengan hari pemilihan, demikian menurut TIME, kampanye makin panas dengan dukungan masing-masing pendukung calon. Video musik Ahmad Dhani untuk Prabowo-Hatta, dirilis tak lama setelah sejumlah musikus seperti Oppie Andaresta dan Slank membuat lagu dan video berjudul "Salam Dua Jari".

3 dari 6 halaman


Media Israel Berang

Setelah harian terkemuka Jerman, Der Spiegel, dan portal majalah Amerika Serikat TIME, kini giliran surat kabar Time of Israel yang ikut bersuara. Media negeri Yahudi itu menuliskan laporannya berjudul "Indonesian quasi-Nazi video causes stir".

Dalam ulasannya pada Rabu, 25 Juni 2014, Time of Israel menulis, video musik sebagai wujud dukungan dan penghargaan kepada Prabowo Subianto itu bikin gempar khalayak ramai.

"Queen, Nazisme, dan lirik berbahasa Indonesia merupakan kombinasi yang tampaknya aneh. Tapi pada saat suhu politik di negara di Asia Tenggara itu sedang memanas. Hal itu bisa terjadi," tulis Times of Israel.

Media Israel tersebut juga menyamakan burung garuda yang terlihat di dalam video klip Ahmad Dhani dan penyanyi Indonesia Idol itu dengan elang besi Kekaisaran Jerman dan elang Nazi.

"Salah satu musikus, Ahmad Dhani, terlihat memegang garuda emas, burung lambang negara Indonesia, yang menyerupai elang Kekaisaran Jerman yang kemudian menjadi dasar ikonik elang Nazi," tulis Times of Israel.

Portal berita negara yang berbatasan dengan Palestina itu juga mengutip tanggapan Ahmad Dhani atas kritik yang diberikan kepada dirinya terkait video klip kampanye tersebut.

"Apa hubungannya antara tentara Jerman dan Indonesia?" ujar Dhani yang dimuat Times of Israel. "Kami rakyat Indonesia tidak membunuh jutaan orang Yahudi, kan?"

4 dari 6 halaman


Queen Kesal

Pihak Queen pun mempersoalkan video klip tersebut. Bukan karena kostum yang dikenakan Dhani, tapi lagu "We Will Rock You" dibawakannya secara ilegal alias belum mendapatkan izin.

"Ahmad Dhani skinhead imagery http://youtu.be/tpbqIuY8nVo ” of course this is completely unauthorised by us. Bri," kicau gitaris Queen Brian May dalam akun resminya @DrBrianMay. Penampilan skinhead Ahmad Dhani--menyertakan link video di situs berbagi video--tentu saja kami sama sekali tidak memberikan izin.

5 dari 6 halaman


"

| Selain | Dugaan | Makar, | Kasus | Ahmad | Dhani | yang | Disorot | Dunia | Liputan6 | Jakarta | strong> | Menjelang | aksi | damai | 212< | a> yang | baru | selesai | digelar | Monas | polisi | menangkap | sejumlah | tokoh | diduga | melakukan | makar | p> Salah | satu | antara | mereka | adalah | Dhani< | musikus | sekaligus | calon | Wali | Kota | Bekasi | p> Penangkapan | dilakukan | saat | pentolan | Dewa | tengah | berada | Hotel | Sari | Pasifik | Pusat | diungkapkan | oleh | dalam | akun | Twitternya | p> Malam | depan | kamar | orang | mengaku | dari | Polda | mencari | saya | tulis | Twitter | em>< | p> Mau | mendobrak | lanjutnya | p> Selain | dengan | delapan | antaranya | p> Penangkapan | segera | menjadi | sorotan | media | asing | Melalui | artikel | berjudul | protests: | Treason | arrests | mass | rally | against | citys | Governor | Ahok | underway | News< | em> memuat | pernyataan | Karo | Penmas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | mengatakan | ditangkap | pagi | tadi | p> Sementara | lainnya | Reuters | laporannya | bertajuk | protesters | amid | fury | over | Christian | governor | menuliskan | menjelang | mana | terduga | didakwa | melanggar | p> Mereka | kini | ditahan | menjalani | pemeriksaan | ujar | p> Media | Singapura | Straits | Times | Indonesia | dissident | activities | charges | them | treason | juga | menginformasikan | peristiwa | serupa | Pihak | kepolisian | dilaporkan | tersangka | sementara | pasal | p> Kombes | tidak | menyebutkan | nama | tetapi | mengidentifikasi | sembilan | inisial | yakni | Times< | p> Ini | bukan | kali | pertama | dunia | p> Berikut | kasus | sempat | menghebohkan | kala | pilpres | pada | 2014 | lalu | p> 1 | halaman< | p> < | div> < | div> Gunakan | Lagu | Queen | Video | Nazi< | h2> Penampilan | video | klip | kampanye | pasangan | Prabowo | Hatta | jadi | Jerman | Spiegel | penyanyi | mengenakan | seragam | mirip | dipakai | Heinrich | Luitpold | Himmler | komandan | Schutzstaffel | (SS) | satuan | elite | Nazi | kepercayaan | Adolf | Hitler | p> Dhani | memakai | lencana | kerah | merah | bagian | saku | kanan | sama | Spiegel< | Selasa | Juni | p> Tak | hanya | diiringi | lagu | Will | Rock | You< | milik | diubah | lirik | judulnya | Bangkit | massa | kelas | p> Situs | Europe | online | magazine< | Indonesian | rocker | criticized | outfit | election | p> Di | akhir | artikelnya | magazine | menulis | Perlengkapan | ilegal | banyak | menyadari | konotasi | historisnya | p> 2 | div> Majalah | TIME | Menohok | h2> TIME< | memuat | judul | menohok | This | Worst | Pieces | Political | Campaigning | Ever | TIME< | menyebut | tersebut | sebagai | materi | politik | terburuk | sepanjang | masa | p> Pembuat | film | tinggal | Bali | Daniel | membawa | citra | skinhead< | demikian | seperti | dimuat | p> TIME< | menilai | deskripsi | tepat | Majalah | menunjuk | bahwa | bikin | merinding | kostum | militer | p> Makin | dekat | hari | pemilihan | menurut | makin | panas | dukungan | masing | pendukung | musik | untuk | dirilis | lama | setelah | Oppie | Andaresta | Slank | membuat | Salam | Jari | p> 3 | div> Media | Israel | Berang< | h2> Setelah | harian | terkemuka |  Der | portal | majalah | Amerika | Serikat | giliran | surat | kabar | Time | Israel< | ikut | bersuara | Media | negeri | Yahudi | quasi | causes | stir | p> Dalam | ulasannya | Rabu | wujud | penghargaan | kepada | Subianto | gempar | khalayak | ramai | p> Queen | Nazisme | berbahasa | merupakan | kombinasi | tampaknya | aneh | Tapi | suhu | negara | Asia | Tenggara | sedang | memanas | bisa | terjadi | menyamakan | burung | garuda | terlihat | Idol< | elang | besi | Kekaisaran | memegang | emas | lambang | menyerupai | kemudian | dasar | ikonik | p> Portal | berita | berbatasan | Palestina | mengutip | tanggapan | atas | kritik | diberikan | dirinya | terkait | p> Apa | hubungannya | tentara | Kami | rakyat | membunuh | jutaan | p> 4 | div> Queen | Kesal< | h2> Pihak | mempersoalkan | Bukan | karena | dikenakan | tapi | dibawakannya | secara | alias | belum | mendapatkan | izin | p> Ahmad | skinhead | imagery | http: | youtu | tpbqIuY8nVo | course | this | completely | unauthorised | kicau | gitaris | Brian | resminya | @DrBrianMay | Penampilan | menyertakan | link< | situs | berbagi | tentu | saja | kami | sekali | memberikan | p> 5 | div> |

Thursday, December 8, 2016

Mantan Panglima TNI Bicara Penangkapan Kivlan Zein Cs yang Dituduh Makar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso mengatakan masalah politik dan hukum janganlah menggunakan perasaan, melainkan harus konkret.

Pernyataan Panglima TNI di Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut dilontarkan setelah ditanya wartawan mengenai perasaannya ada mantan Jenderal TNI yang ditangkap karena diduga terlibat makar.

‎Mereka yakni Kivlan Zein yang merupakan Purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir mayor Jenderal serta Adityawarman, yang juga Purnawirawan TNI AD dengan pangkat Brigadir Jenderal.

"Jadi di permasalahan politik, dan hukum jangan main perasaan. Semuanya harus konkret ya," kata Djoko di kediamannya usai bertemu Anies Baswedan di kediamannya, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (8/12/2016).

‎

Baca: Polda Metro Jaya: Jangan Percaya Isu Petinggi TNI AD Marah Terkait Penangkapan Kivlan Zein

Mantan Jenderal Infanteri tersebut mengatakan mengenai adanya dugaan makar yang dilakukan sejumlah tokoh termasuk diantaranya dua purnawiraan TNI sebaiknya diserahkan kepada hukum yang berlaku.

"Serahkan saja kepada proses hukum yang berlaku, kita lihat bagaimana hasilnya. Mereka sudah diperiksa dan sebagian sudah dikeluarkan," katanya.

Mantan Pangdam Pattimura dan Pangdam Jaya tersebut mengaku tidak bisa menilai apakah yang dilakukan dua mantan jenderal tersebut tergolong makar.

Begitu mengenai apakah keduanya layak ditangkap atau tidak.

‎"Ya kembali saya tidak punya kewenangan untuk menilai, karena satu saya tidak punya kewenangan, yang kedua tidak punya informasi tentang itu. Salah kalau kita enggak tahu, enggak ada informasi dan bukan kapasitas saya," pungkasnya.

Sebelumnya beredar video di Youtube mengatasnamakan DragonTV berdurasi tiga menit‎ 30 detik mengenai penangkapan Kivlan Zen dan Adityawarman, sebelum aksi doa dan salat berjamaah di kawasan Monas 4 Desember lalu.

Dalam video itu disebutkan jika Jajaran perwira tinggi dan menengah TNI tersinggung atas penangkapan tersebut.

Video itu telah dibantah oleh Mabes TNI.

Menurut Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto, berita yang disiarkan di saluran itu hoax.

Setelah ditelusuri saluran youtube tersebut tidak menginduk pada stasiun Dragon TV di Tiongkok.

"

| Mantan | Panglima | Bicara | Penangkapan | Kivlan | Zein | yang | Dituduh | Makar | TRIBUNNEWS | JAKARTA | strong> | Jenderal | (Purn) | Djoko | Santoso | mengat | masalah | politik | hukum | janganlah | menggun | perasaan | melainkan | harus | konkret | p> Pernyataan | Susilo | Bambang | Yudhoyono | (SBY) | tersebut | dilontarkan | setelah | ditanya | wartawan | mengenai | perasaannya | mantan | ditangkap | karena | diduga | terlibat | makar | p> ‎Mereka | yakni | merup | Purnawirawan | Angkatan | Darat | dengan | pangkat | terakhir | mayor | serta | Adityawarman | juga | Brigadir | p> Jadi | permasalahan | jangan | main | Semuanya | kata | kediamannya | usai | bertemu | Anies | Baswedan | Cipayung | Jakarta | Timur | Kamis | 2016) | p> ‎< | p> Baca: | Polda | Metro | Jaya: | Jangan | Percaya | Petinggi | Marah | Terkait | Zein< | strong>< | h4> Mantan | Infanteri | adanya | dugaan | dilakukan | sejumlah | tokoh | termasuk | diantaranya | purnawiraan | sebaiknya | diserahkan | kepada | berlaku | p> Serahkan | proses | lihat | bagaimana | hasilnya | Mereka | diperiksa | sebagian | dikeluarkan | katanya | p> Mantan | Pangdam | Pattimura | Jaya | mengaku | menilai | apakah | jenderal | tergolong | p> Begitu | keduanya | layak | atau | p> ‎Ya | kembali | saya | punya | kewenangan | untuk | satu | kedua | informasi | tentang | Salah | kalau | enggak | tahu | bukan | kapasitas | pungkasnya | p> Senya | beredar | video | Youtube< | mengatasnam | DragonTV | berdurasi | tiga | menit‎ | detik | penangkapan | aksi | salat | berjamaah | kawasan | Monas | Desember | p> Dalam | disebutkan | jika | Jajaran | perwira | tinggi | menengah | tersinggung | atas | p> Video | telah | dibantah | oleh | Mabes | p> Menurut | Kapuspen | Mayjen | Wuryanto | berita | disiarkan | saluran | hoax | p> Setelah | ditelusuri | youtube | menginduk | pada | stasiun | Dragon | Tiongkok | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Dugaan Makar, Rachmawati Akan Ajukan Praperadilan

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Aldwin Rahardian, salah satu kuasa hukum tersangka kasus dugaan makar, Rachmawati Soekarnoputri, mengatakan bahwa pihaknya berencana menempuh upaya hukum, termasuk mengajukan gugatan praperadilan, atas penetapan kliennya sebagai tersangka.

Baca: Tangan Suami Nagita Masuk ke Dalam Ini, Mulan Jameela dan Selvi Kitty Goyang Bareng

Sebab, menurut dia, sangkaan polisi terhadap kliennya mengenai dugaan makar tersebut tidak berdasar.

"Ya nanti setelah selesai pemeriksaan, tentunya akan ada upaya hukum lebih lanjut dari itu," ujar Aldwin saat dihubungi, Selasa (6/12/2016).

Baca: Artis Ini Ungkap Bahwa Dirinya Diperkosa Sungguhan Demi Film Populer Ini Bikin Geger

Aldwin menyampaikan, tuduhan upaya makar terhadap putri mantan Presiden RI pertama, Soekarno, tersebut terlalu mengada-mengada.

Sebab, menurut Aldwin, upaya makar tersebut harus terencana dengan baik.

Baca: Bikin Heboh Lagi, Syahrini Jatuh Terjungkal Gara-gara Terlalu Bersemangat Menyapa Rekan-rekannya

"Tuduhan makar ini menurut saya ini mengada-ada. Ini terlalu jauh. Karena ini kita bisa indikasikan, kalau makar ini kegiatan yang tersencana dan harus matang. Mengandalkan power," ucap dia.

Aldwin menyatakan, saat ini kondisi kesehatan kliennya masih belum baik. Jika nanti kondisi kesehatannya pulih, kliennya akan kooperatif apabila polisi hendak memintanya untuk memberi keterangan.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa, tetapi akan kooperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua," kata Aldwin.

Polisi menetapkan tujuh orang tersangka atas dugaan permufakatan makar.

Selain Rachmawati, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.

Dalam kasus ini, penyidik Polri menemukan bahwa ketujuh tersangka berupaya memanfaatkan ruang kebebasan untuk melahirkan ide atau gagasan berbau hasutan yang bisa disalahartikan, yang dapat menggulirkan reaksi dan pendapat orang lain.

Sementara itu, Sri Bintang Pamungkas disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik juncto Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP.

Penetapan Bintang sebagai tersangka ini berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar. (Achdi Martin Pratama/Kompas.com)

"

| Dugaan | Makar, | Rachmawati | Akan | Ajukan | Praperadilan | BANGKAPOS | JAKARTA | strong> | Aldwin | Rahardian | salah | satu | kuasa | hukum | tersangka | kasus | dugaan | makar | Soekarnoputri | mengat | bahwa | pihaknya | berencana | menempuh | upaya | termasuk | mengajukan | gugatan | praperadilan | atas | penetapan | kliennya | sebagai | p> Baca: | Tangan | Suami | Nagita | Masuk | Dalam | Mulan | Jameela | Selvi | Kitty | Goyang | Bareng< | strong>< | h4> Sebab | menurut | sangkaan | polisi | terhadap | mengenai | tersebut | berdasar | p> Ya | nanti | setelah | selesai | pemeriksaan | tentunya | lebih | lanjut | ujar | saat | dihubungi | Selasa | 2016) | Artis | Ungkap | Bahwa | Dirinya | Diperkosa | Sungguhan | Demi | Film | Populer | Bikin | Geger< | h4> Aldwin | menyampaikan | tuduhan | putri | mantan | Presiden | pertama | Soekarno | mengada | p> Sebab | harus | terencana | dengan | baik | Heboh | Lagi | Syahrini | Jatuh | Terjungkal | Gara | gara | Bersemangat | Menyapa | Rekan | rekannya< | h4> Tuduhan | saya | jauh | Karena | indikasikan | kalau | kegiatan | yang | tersencana | matang | Mengandalkan | power | ucap | p> Aldwin | menyat | kondisi | kesehatan | masih | Jika | kesehatannya | pulih | kooperatif | apabila | hendak | memintanya | untuk | memberi | keterangan | p> Bu | pemulihan | memang | siap | kembali | diperiksa | mengikuti | diklarifikasi | semua | kata | p> Polisi | menetapkan | tujuh | orang | permufakatan | p> Selain | ditetapkan | adalah | Kivlan | Zein | Ratna | Sarumpaet | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | melanggar | Pasal | juncto | KUHP | p> Dalam | penyidik | Polri | menemukan | ketujuh | berupaya | memanfaatkan | ruang | kebebasan | melahirkan | atau | gagasan | berbau | hasutan | disalahartikan | dapat | menggulirkan | reaksi | pendapat | lain | p> Sementara | Bintang | Pamungkas | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | p> Penetapan | berkaitan | konten | dalam | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | menyebar | luas | diduga | menghasut | mengajak | masyarakat | agar | melakukan | (Achdi | Martin | Pratama | Kompas | com)< | p> |

Monday, December 5, 2016

Eksklusif: Ini Bukti Sri Bintang Pamungkas Cs Diduga Makar | politik

Aktivis Sri Bintang Pamungkas ditangkap di rumahnya di Cibubur, Depok, 2 Desember 2016. ISTIMEWA

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi membidik beberapa orang baru yang diduga terlibat dalam upaya menggulingkan Presiden Joko Widodo atau makar. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, enggan menyebutkan siapa saja yang dimaksudkan orang baru tersebut. “Masih dalam penyelidikan, tidak mungkin kami buka (nama-namanya),” kata dia, Senin, 5 Desember 2016.

Boy juga menolak menjelaskan apakah pihak-pihak yang dimaksudkan terlibat dalam sejumlah pertemuan yang membahas upaya makar. Salah satunya adalah pertemuan di Rumah Kedaulatan Rakyat di Jalan Guntur Nomor 49, Manggarai, Jakarta Selatan, pada Rabu lalu, 30 November 2016, sekitar pukul 13.00. Belasan orang diduga hadir dalam pertemuan itu.

Baca: Terungkap, Alasan Polisi Cokok Terduga Makar di Jumat Subuh

Tempo memperoleh bukti undangan pertemuan itu. Rapat itu bertajuk “Konsolidasi Pergerakan dan Konferensi Pers ‘Front Revolusi 2016’”. Dalam undangan, Front menyatakan, selain bergabung dengan aksi bela Islam III 212, menuntut Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama dipenjarakan. Mereka juga menuntut pemerintahan Jokowi-Kalla diturunkan lewat Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 asli.

Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas, tersangka kasus dugaan makar, juga hadir dalam acara itu. Berdasarkan video yang diperoleh Tempo, Sri Bintang menyatakan saat ini bukan saatnya lagi untuk penggalangan massa, melainkan melakukan revolusi.

Baca: >Wiranto Sebut Hal Ini Bisa Hentikan Demo Tolak Ahok

Saat ini polisi masih menahan Sri Bintang dan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara, Jamran, serta Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan pada Sabtu dini hari. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz, serta aktivis Ratna Sarumpaet. Musikus Ahmad Dhani Prasetyo, yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden, juga dibebaskan.

Baca: Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto

Razman Arief Nasution, kuasa hukum Sri Bintang, mengatakan video itu tak diambil di Guntur, melainkan ketika Sri Bintang sedang berpidato di kolong jembatan jalan tol Pluit, Kalijodo, Jakarta Utara. Menurut dia, hal tersebut tak bisa dianggap sebagai upaya makar. "Karena sifatnya imbauan kepada warga," kata dia.

Seorang penghuni Rumah Kedaulatan, Hadi Joban, mengatakan pertemuan pada Rabu lalu hanya membahas perkara penistaan agama. Hanya, kata dia, mengemuka pendapat, jika pemerintah tak bisa mengatasi kasus Ahok, lebih baik Jokowi turun. “Mungkin kalimat itu yang diduga makar,” ujar Hadi.

Baca: Sri Bintang Ajukan Penangguhan Penahanan Hari Ini

Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, mengatakan penyidik akan memeriksa kembali para tersangka yang ditangkap pada Jumat lalu dalam waktu dekat.

DEWI SUCI RAHAYU | NINIS CHAIRUNNISA | INGE KLARA | DANANG FIRMANTO | LARISSA HUDA | EKO ARI

Baca Pula
Presiden Jokowi Pakai Payung & Sendal Jepit Biru, Menyindir?
>
Sidang Pengadilan Ahok Kamis, 13 Jaksa Siapkan Dakwaan

[embedded content]

"

| Eksklusif: | Bukti | Bintang | Pamungkas | Diduga | Makar | politik | Aktivis | ditangkap | rumahnya | Cibubur | Depok | Desember | 2016 | ISTIMEWA< | p> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Polisi | membidik | beberapa | orang | baru | yang | diduga | terlibat | dalam | upaya | menggulingkan | Presiden | Joko | Widodo | atau | makar | Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | enggan | menyebutkan | siapa | dimaksudkan | tersebut | “Masih | penyelidikan | mungkin | kami | buka | (nama | namanya) | kata | Senin | p>Boy | juga | menolak | menjelaskan | apakah | pihak | sejumlah | pertemuan | membahas | Salah | satunya | adalah | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | Jalan | Guntur | Nomor | Manggarai | Jakarta | Selatan | pada | Rabu | November | pukul | Belasan | hadir | p>Baca: | Terungkap | Alasan | Cokok | Terduga | Jumat | Subuh< | p>Tempo< | memperoleh | bukti | undangan | Rapat | bertajuk | “Konsolidasi | Perger | Konferensi | Pers | ‘Front | Revolusi | 2016’” | Dalam | Front | menyat | selain | bergabung | dengan | aksi | bela | Islam | menuntut | Gubernur | nonaktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | dipenjar | Mereka | pemerintahan | Jokowi | Kalla | diturunkan | lewat | Sidang | Istimewa | Majelis | Permusyawaratan | kembali | Undang | Dasar | 1945 | asli | p> Koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | tersangka | kasus | dugaan | acara | Berdasarkan | video | diperoleh | Tempo | saat | bukan | saatnya | lagi | untuk | penggalangan | massa | melainkan | melakukan | revolusi | p>Baca:< | strong> | Wiranto | Sebut | Bisa | Hentikan | Demo | Tolak | Ahok< | p>Saat | polisi | masih | menahan | Ketua | Aliansi | Utara | Jamran | serta | Komando | Barisan | (Kobar) | Rizal | Izal | Sedangkan | tujuh | lain | dibebaskan | Sabtu | dini | hari | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz | Ratna | Sarumpaet | Musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | Asal | usul | Penjelasan | Wiranto< | p>Razman | Arief | Nasution | kuasa | hukum | mengat | diambil | ketika | berpidato | kolong | jembatan | jalan | Pluit | Kalijodo | Menurut | dianggap | sebagai | Karena | sifatnya | imbauan | kepada | warga | p>Seorang | penghuni | Hadi | Joban | hanya | perkara | penistaan | agama | Hanya | mengemuka | pendapat | jika | pemerintah | mengatasi | lebih | baik | turun | “Mungkin | kalimat | ujar | Ajukan | Penangguhan | Penahanan | Hari | Ini< | p>Kepala | Polda | Metro | Jaya | Mochamad | Iriawan | penyidik | memeriksa | para | waktu | dekat | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | NINIS | CHAIRUNNISA | INGE | KLARA | DANANG | FIRMANTO | LARISSA | HUDA | ARI< | p>Baca | PulaPresiden | Pakai | Payung | & | Sendal | Jepit | Biru | Menyindir | a>Sidang | Pengadilan | Kamis | Jaksa | Siapkan | Dakwaan< | p> [embedded | content]< | p> < | div> |

Friday, December 2, 2016

Ditunjuk Sri Bintang Jadi Pengacara, Razman Nasution Bantah Ada Makar

Jakarta - Aktivis Sri Bintang Pamungkas menjadi salah satu pihak yang ditangkap terkait tuduhan makar di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua. Kuasa hukumnya Razman Nasution mengatakan kliennya tidak merasa melakukan seperti yang dituduhkan.

"Bapak Sri Bintang Pamungkas senior termasuk sangat memperhatikan, menggerakkan bangsa dan negara, beliau menyampaikan saya baru memberi keterangan tambahan, belum diBAP, meski dicatat sudah memberi BAP. Kedua beliau merasa tidak melakukan tindakan
makar," kata Razman di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jumat (2/12/2016).

Razman menyebut kliennya itu disangkakan dengan pasal 107 KUHP jo 110 KUHP jo Pasal 87 tentang tindakan makar terkait kegiatan 1 Desember. Padahal kata dia, kliennya tidak melakukan seperti yang dituduhkan kepadanya.

"Saya sempat berpikir ada gerakan super damai jutaan umat nih, pikiran kita digagas
10 orang ini. Ternyata tidak pak Bintang dipanggil usai salat Subuh, Ahmad Dhani ketika di hotel, Kivlan ditangkap di rumahnya," kata dia.

Dari cerita itu, Razman menyebut kliennya tidak melakukan pertemuan dengan 9 aktivis lainnya yang ditangkap. "Mereka tidak melakukan pertemuan," jelasnya.

Dia juga beralasan bukti yang digunakan untuk menjerat kliennya dari sebuah video yang diunggah di Youtube. "Katanya ada Yotube terkait yang mereka sampaikan di bawah jembatan Kalijodo apakah itu original statementnya Sri Bintang Pamungkas," bebernya.

Razman menambahkan selain video itu, saat penangkapan polisi juga menunjukkan surat laporan. Baik dia ataupun kliennya tidak mengenal siapa pelapornya.

"Minta surat ditunjukkan Youtube atas laporan Ridwan Hanafi. Saya belum dengar atas nama Ridwan Hanafi," katanya.

Dia kemudian mempermasalahkan penangkapan kliennya. Dia menyebut di dalam surat itu sudah kliennya sudah berstatus tersangka.

"Saya berharap Polri harus betul-betul apakah ini sudah dapat dua alat bukti karena saya baca
tersangka, jadi mendampingi tersangka. Kalau ada pemeriksaan dari saudara Hanafi tadi ada proses pemanggilan dulu dong," bebernya.
(ams/fjp)

"

| Ditunjuk | Bintang | Jadi | Pengacara, | Razman | Nasution | Bantah | Makar | Jakarta< | strong> | Aktivis | Pamungkas | menjadi | salah | satu | pihak | yang | ditangkap | terkait | tuduhan | makar | Markas | Komando | (Mako) | Brimob | Kelapa | Kuasa | hukumnya | mengatakan | kliennya | tidak | merasa | melakukan | seperti | dituduhkan | Bapak | senior | termasuk | sangat | memperhatikan | menggerakkan | bangsa | negara | beliau | menyampaikan | saya | baru | memberi | keterangan | tambahan | belum | diBAP | meski | dicatat | sudah | Kedua | tindakanmakar | kata | Mako | Depok | Jumat | 2016) | p>Razman | menyebut | disangkakan | dengan | pasal | KUHP | Pasal | tentang | tindakan | kegiatan | Desember | Padahal | kepadanya | p>Saya | sempat | berpikir | gerakan | super | damai | jutaan | umat | pikiran | kita | digagas10 | orang | Ternyata | dipanggil | usai | salat | Subuh | Ahmad | Dhani | ketika | hotel | Kivlan | rumahnya | p>Dari | cerita | pertemuan | aktivis | lainnya | Mereka | jelasnya | p>Dia | juga | beralasan | bukti | digunakan | untuk | menjerat | dari | sebuah | video | diunggah | Youtube | Katanya | Yotube | mereka | sampaikan | bawah | jembatan | Kalijodo | apakah | original | statementnya | bebernya | menambahkan | selain | saat | penangkapan | polisi | menunjukkan | surat | laporan | Baik | ataupun | mengenal | siapa | pelapornya | p>Minta | ditunjukkan | atas | Ridwan | Hanafi | Saya | dengar | nama | katanya | kemudian | mempermasalahkan | dalam | berstatus | tersangka | berharap | Polri | harus | betul | dapat | alat | karena | bacatersangka | jadi | mendampingi | Kalau | pemeriksaan | saudara | tadi | proses | pemanggilan | dulu | dong | (ams | fjp)< |

Ditunjuk Sri Bintang Jadi Pengacara, Razman Nasution Bantah Ada Makar

Jakarta - Aktivis Sri Bintang Pamungkas menjadi salah satu pihak yang ditangkap terkait tuduhan makar di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua. Kuasa hukumnya Razman Nasution mengatakan kliennya tidak merasa melakukan seperti yang dituduhkan.

"Bapak Sri Bintang Pamungkas senior termasuk sangat memperhatikan, menggerakkan bangsa dan negara, beliau menyampaikan saya baru memberi keterangan tambahan, belum diBAP, meski dicatat sudah memberi BAP. Kedua beliau merasa tidak melakukan tindakan
makar," kata Razman di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jumat (2/12/2016).

Razman menyebut kliennya itu disangkakan dengan pasal 107 KUHP jo 110 KUHP jo Pasal 87 tentang tindakan makar terkait kegiatan 1 Desember. Padahal kata dia, kliennya tidak melakukan seperti yang dituduhkan kepadanya.

"Saya sempat berpikir ada gerakan super damai jutaan umat nih, pikiran kita digagas
10 orang ini. Ternyata tidak pak Bintang dipanggil usai salat Subuh, Ahmad Dhani ketika di hotel, Kivlan ditangkap di rumahnya," kata dia.

Dari cerita itu, Razman menyebut kliennya tidak melakukan pertemuan dengan 9 aktivis lainnya yang ditangkap. "Mereka tidak melakukan pertemuan," jelasnya.

Dia juga beralasan bukti yang digunakan untuk menjerat kliennya dari sebuah video yang diunggah di Youtube. "Katanya ada Yotube terkait yang mereka sampaikan di bawah jembatan Kalijodo apakah itu original statementnya Sri Bintang Pamungkas," bebernya.

Razman menambahkan selain video itu, saat penangkapan polisi juga menunjukkan surat laporan. Baik dia ataupun kliennya tidak mengenal siapa pelapornya.

"Minta surat ditunjukkan Youtube atas laporan Ridwan Hanafi. Saya belum dengar atas nama Ridwan Hanafi," katanya.

Dia kemudian mempermasalahkan penangkapan kliennya. Dia menyebut di dalam surat itu sudah kliennya sudah berstatus tersangka.

"Saya berharap Polri harus betul-betul apakah ini sudah dapat dua alat bukti karena saya baca
tersangka, jadi mendampingi tersangka. Kalau ada pemeriksaan dari saudara Hanafi tadi ada proses pemanggilan dulu dong," bebernya.
(ams/fjp)

"

| Ditunjuk | Bintang | Jadi | Pengacara, | Razman | Nasution | Bantah | Makar | Jakarta< | strong> | Aktivis | Pamungkas | menjadi | salah | satu | pihak | yang | ditangkap | terkait | tuduhan | makar | Markas | Komando | (Mako) | Brimob | Kelapa | Kuasa | hukumnya | mengatakan | kliennya | tidak | merasa | melakukan | seperti | dituduhkan | Bapak | senior | termasuk | sangat | memperhatikan | menggerakkan | bangsa | negara | beliau | menyampaikan | saya | baru | memberi | keterangan | tambahan | belum | diBAP | meski | dicatat | sudah | Kedua | tindakanmakar | kata | Mako | Depok | Jumat | 2016) | p>Razman | menyebut | disangkakan | dengan | pasal | KUHP | Pasal | tentang | tindakan | kegiatan | Desember | Padahal | kepadanya | p>Saya | sempat | berpikir | gerakan | super | damai | jutaan | umat | pikiran | kita | digagas10 | orang | Ternyata | dipanggil | usai | salat | Subuh | Ahmad | Dhani | ketika | hotel | Kivlan | rumahnya | p>Dari | cerita | pertemuan | aktivis | lainnya | Mereka | jelasnya | p>Dia | juga | beralasan | bukti | digunakan | untuk | menjerat | dari | sebuah | video | diunggah | Youtube | Katanya | Yotube | mereka | sampaikan | bawah | jembatan | Kalijodo | apakah | original | statementnya | bebernya | menambahkan | selain | saat | penangkapan | polisi | menunjukkan | surat | laporan | Baik | ataupun | mengenal | siapa | pelapornya | p>Minta | ditunjukkan | atas | Ridwan | Hanafi | Saya | dengar | nama | katanya | kemudian | mempermasalahkan | dalam | berstatus | tersangka | berharap | Polri | harus | betul | dapat | alat | karena | bacatersangka | jadi | mendampingi | Kalau | pemeriksaan | saudara | tadi | proses | pemanggilan | dulu | dong | (ams | fjp)< |

Wednesday, December 7, 2016

Kuasa Hukum Sri Bintang Minta Gelar Perkara Kasus Makar seperti Kasus Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, Razman Arif Nasution meminta Polri untuk melakukan gelar perkara kasus dugaan makar dilakukan terbuka terbatas seperti kasus dugaan penghinaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Razman mengatakan hal ini perlu dilakukan agar publik mengetahui bahwa tuduhan makar terhadap kliennya beserta 10 orang yang telah ditetapkan tersangka lainnya tidak mendasar.

"Saya minta Pak Kapolri supaya gelar perkara terbuka terbatas, kita datangkan pakar-pakar kalau mereka ini dibuktikan tersangka, ayo kita terima, tapi kalau tidak, lepaskan," ujar Razman di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/12/2016).

Razman menambahkan, nantinya, dalam gelar perkara terbuka tersebut akan dihadirkan para pakar untuk membedah Pasal 107 KUHP tentang makar yang dipersangkakan oleh polisi.

"Makanya dibedah-lah. Saya minta ada peraturan Kapolri. Boleh gelar perkara khusus sekarang ada diskresi dari Kapolri. Sekarang gini aja deh 11 orang itu digelar perkara khusus, gelar perkara terbuka terbatas seperti Ahok," ucap dia.

Razman menilai, tuduhan makar terhadap kliennya terlalu mengada-ada. Pasalnya, kliennya tidak mempunyai kekuatan atau basis massa untuk melakukan makar.

"Memang bisa Pak Bintang mengarahkan massa sebanyak itu? Enggak bisa," kata Razman. (Baca: Tidak Kooperatif, Sri Bintang Pamungkas Tetap Ditahan Polda Metro)

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, penetapan Sri Bintang sebagai tersangka berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar.

Atas hal tersebut, Sri Bintang disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik jo Pasal 107 jo Pasal 110 KUHP.

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Kuasa | Hukum | Bintang | Minta | Gelar | Perkara | Kasus | Makar | seperti | Ahok | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Salah | satu | kuasa | hukum | Pamungkas< | Razman | Arif | Nasution | meminta | Polri< | untuk | melakukan | gelar | perkara | kasus | dugaan | makar | dilakukan | terbuka | terbatas | penghinaan | agama | dengan | tersangka | Basuki | Tjahaja | Purnama< | atau | p> Razman | mengat | perlu | agar | publik | mengetahui | bahwa | tuduhan | terhadap | kliennya | beserta | orang | yang | telah | ditetapkan | lainnya | mendasar | p> Saya | minta | Kapolri | supaya | datangkan | pakar | kalau | dibuktikan | terima | lepaskan | ujar | Mapolda | Metro | Jaya | Rabu | 2016) | menambahkan | nantinya | dalam | tersebut | dihadirkan | para | membedah | Pasal | KUHP | tentang | dipersangk | oleh | polisi | p> Mya | dibedah | Saya | peraturan | Boleh | khusus | sekarang | diskresi | Sekarang | gini | digelar | ucap | menilai | mengada | Pasalnya | mempunyai | kekuatan | basis | massa | p> Memang | mengarahkan | sebanyak | Enggak | kata | (Baca: | Tidak | Kooperatif | Pamungkas | Tetap | Ditahan | Polda | Metro< | a>)< | p> Senya | Kepala | Divisi | Humas | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar< | penetapan | sebagai | berkaitan | konten | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | p> Dalam | menyebar | luas | diduga | berupaya | menghasut | mengajak | masyarakat | upaya | p> Atas | disangka | melanggar | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |