Showing posts sorted by relevance for query provokasi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query provokasi. Sort by date Show all posts

Monday, December 5, 2016

Dituding Makar, Fahri Hamzah Dilaporkan Bara JP Ke MKD

Jakarta - Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) melaporkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Bara JP melaporkan Fahri ke MKD terkait orasinya pada aksi 4 November lalu dengan tudingan provokasi.

"Kami melihat itu indikasi perbuatan makar. Karena makar itu ada penghasutan. Di dalam orasinya Fahri bilang Jokowi menghina lambang muslim dan ulama. Dia mulai hasut kemudian menunjukan cara dengan menunjukan parlemen jalanan dan ruangan," jelas pelapor Ferry Manullang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016).

Sebelumnya Ferry juga sudah melaporkan Fahri ke Bareskrim Mabes Polri dengan tuduhan penghasutan dan makar. Tujuannya melapor di MKD agar laporannya di Bareskrim ditingkatkan menjadi penyidikan.

"Kalau penyidikan katanya harus ada laporan rekomendasi MKD. Karena Fahri itu punya hak imun. Di situ kan pas orasi Fahri mengatakan DPR MPR melakukan pengawasan," jelas dia.

Ferry menyertakan bukti orasi, rekaman video saat Fahri melakukan orasi dan berita. Ferry menuding Fahri melakukan makar karena orasinya berisi hasutan.

"Kalau makar mari lari ke kamus. KBBI mengatakan makar adalah akal muslihat tipu-tipu. Jadi makar itu melakukan tipu muslihat, tanpa senjata bisa. People power dengan cara menghasut. Kalau sudah diduduki itu kan impeachment terlaksana," jelas dia.

Terkait laporan itu, hanya satu berkas yang belum dilengkapi Bara JP yaitu AD/ART organisasi. Ferry mengatakan berkas itu segera dilengkapi.

"AD/ART organisasi. Yang tadi disampaikan kita sudah laporkan ke reskrim dan sudah dipanggil untuk verifkasi. Ini laporan ke reskrim waktu itu," kata dia.

(ams/imk)

"

| Dituding | Makar, | Fahri | Hamzah | Dilaporkan | Bara | Jakarta< | strong> | Barisan | Relawan | Jokowi | Presiden | (Bara | melaporkan | Wakil | Ketua | Mahkamah | Kehormatan | Dewan | (MKD) | terkait | orasinya | pada | aksi | November | dengan | tudingan | provokasi | Kami | melihat | indikasi | perbuatan | makar | Karena | penghasutan | dalam | bilang | menghina | lambang | muslim | ulama | mulai | hasut | kemudian | menunjukan | cara | parlemen | jalanan | ruangan | jelas | pelapor | Ferry | Manullang | Kompleks | Parlemen | Senayan | Jakarta | Pusat | Senin | 2016) | p>Senya | juga | Bareskrim | Mabes | Polri | tuduhan | Tujuannya | melapor | agar | laporannya | ditingkatkan | menjadi | penyidikan | p>Kalau | katanya | harus | laporan | rekomendasi | punya | imun | situ | orasi | mengat | melakukan | pengawasan | p>Ferry | menyert | bukti | rekaman | video | saat | berita | menuding | karena | berisi | hasutan | mari | lari | KBBI | adalah | akal | muslihat | tipu | Jadi | tanpa | senjata | People | power | menghasut | Kalau | diduduki | impeachment | terlaksana | p>Terkait | hanya | satu | berkas | yang | dilengkapi | yaitu | organisasi | segera | p>AD | Yang | tadi | disampaikan | laporkan | reskrim | dipanggil | untuk | verifkasi | waktu | kata | p>(ams | imk)< |

Sunday, December 4, 2016

Pengusutan Tersangka Makar Terus Berlanjut

Metrotvnews.com, Jakarta: Proses hukum terhadap 7 tersangka makar dan 1 tersangka penghinaan terhadap presiden yang tidak ditahan tetap berjalan. "Penyidik akan memanggil kembali mereka, cuma belum tahu kapan. Yang jelas proses jalan terus," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Minggu Desember 2016.

Ketujuh tersangka makar itu, yakni Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Suryo Santjojo, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri tidak ditahan lantaran pandangan subjektivitas penyidik. Begitu pun dengan Ahmad Dhani yang jadi tersangka dugaan penghinaan presiden tidak ditahan lantaran ancaman hukuman di bawah lima tahun.

Sementara itu, Sri Bintang Pamungkas ditahan selama 20 hari ke depan setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penghasutan masyarakat melalui media sosial. Ia masih menjalani proses pemeriksaan yang ditangani Polda Metro Jaya. "Untuk sekarang (Sri Bintang) masih ditahan, masih perlu dilakukan pemeriksaan. Mungkin Senin (5/12) akan kembali diperiksa," ujarnya.

Argo menjelaskan, selain Sri Bintang, dua tersangka lainnya, Jamran dan Rizal, juga masih ditahan. "Ketiganya ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya," tambahnya.

Sri Bintang disangkakan upaya makar dalam sebuah konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016. Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar.

Jamran dan Rizal disangkakan atas dugaan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar. "Untuk penanganannya berbeda. Sri Bintang di Direktorat Kriminal Umum, dua lainnya Jamran dan Rizal di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro," ujar Argo.

Ihwal pengejaran tersangka lain serta penyandang dana dari aksi makar itu, Argo mengatakan penyidik terus mendalaminya. Sebanyak 11 orang ditangkap pada Jumat (2/12), sebelum berlangsungnya Aksi Superdamai 212.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan makar, penghinaan kepada penguasa, penghasutan, dan ujaran kebencian. Ke-11 tersangka itu diduga memiliki keterkaitan masing-masing dalam memanfaatkan aksi 2 Desember itu.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan tujuan mereka ialah menggiring massa aksi super damai 212 menguasai Gedung DPR hingga menuntut sidang paripurna untuk mengganti pemerintahan yang sah. "Berbagai provokasi dipersiapkan. Ini terkonfirmasi dari alat bukti percakapan," kata Boy, Sabtu 3 Desember 2016.

(MBM)

"

| Pengusutan | Tersangka | Makar | Terus | Berlanjut | Metrotvnews | Jakarta< | strong>: | Proses | hukum | terhadap | tersangka | makar | penghinaan | presiden | yang | ditahan | tetap | berjalan | Penyidik | memanggil | kembali | cuma | tahu | kapan | Yang | jelas | proses | jalan | terus | kata | Kepala | Bidang | Humas | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | Minggu | Desember | 2016 | p>Ketujuh | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thaha | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Suryo | Santjojo | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | lantaran | pandangan | subjektivitas | penyidik | Begitu | dengan | Ahmad | Dhani | jadi | dugaan | ancaman | hukuman | bawah | lima | tahun | p> Sementara | Bintang | Pamungkas | selama | hari | depan | setelah | ditetapkan | sebagai | penghasutan | masyarakat | media | sosial | masih | menjalani | pemeriksaan | ditangani | Untuk | sekarang | (Sri | Bintang) | perlu | dilakukan | Mungkin | Senin | diperiksa | ujarnya | menjelaskan | selain | lainnya | Jamran | Rizal | juga | Ketiganya | Rutan | Narkoba | tambahnya | p>Sri | disangk | upaya | dalam | sebuah | konten | video | akun | Youtube | diunggah | pada | November | Dalam | menyebar | luas | tersebut | diduga | berupaya | menghasut | mengajak | agar | melakukan | p>Jamran | atas | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | penanganannya | berbeda | Direktorat | Kriminal | Umum | Khusus | ujar | p>Ihwal | pengejaran | lain | serta | penyandang | dana | aksi | mengat | mendalaminya | Sebanyak | orang | ditangkap | Jumat | berlangsungnya | Aksi | Superdamai | p>Mereka | kepada | penguasa | ujaran | memiliki | keterkaitan | masing | memanfaatkan | p>Kadiv | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | tujuan | ialah | menggiring | massa | super | damai | menguasai | Gedung | menuntut | sidang | paripurna | untuk | mengganti | pemerintahan | Berbagai | provokasi | dipersiapkan | terkonfirmasi | alat | bukti | percakapan | Sabtu | p>(MBM)< |

TERUNGKAP! Ternyata Para Tersangka Makar Bakal G..

BERITA TERKAIT

JawaPos.com - Polri mulai blak-blakan terkait dengan penangkapan sejumlah orang yang diduga akan melakukan makar. Sesuai dengan informasi kepolisian, para tersangka itu ingin menggiring massa aksi 2 Desember untuk menduduki gedung DPR. Rencana tersebut dipantau kepolisian sejak tiga minggu lalu. 

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menerangkan, awalnya ada sebuah pertemuan sejumlah orang. Tujuh di antaranya yang telah menjadi tersangka dan sempat ditangkap, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, dan Alvin. "Pertemuan itu digelar setelah 4 November," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, diketahui ada rencana melakukan makar. Caranya, menggiring massa yang mengikuti aksi damai 2 Desember ke gedung DPR. Dengan menduduki gedung parlemen itu, mereka ingin memaksa dilakukan sidang istimewa MPR. "Kami berupaya memilah, mana yang murni untuk aksi dan tidak," ucapnya.

Ada informasi, pertemuan tersebut digelar di rumah seorang mantan pejabat TNI, apakah itu benar? Boy men­jelaskan bahwa semua itu belum bisa diungkapkan. Yang pasti, ada upaya yang harus diantisipasi karena bisa menimbulkan kondisi yang tidak menguntungkan saat aksi 2 Desember. "Kami menangkap berdasar bukti, itu saja," tegasnya.

Seperti diwartakan, saat ini masih ada perdebatan apakah keinginan untuk menggelar sidang istimewa tersebut inkon­stitusional atau tidak. Menurut Boy, sebenarnya visinya mengganti presiden dengan menduduki gedung DPR. "Dengan memprovokasi massa yang jumlahnya sangat besar," ujarnya.

Untuk Ahmad Dhani, yang dijeratkan dipastikan bukan pasal makar. Melainkan penghinaan terhadap presiden. Lalu, Sri Bintang Pamungkas terkait dengan provokasi di YouTube. Khusus untuk Bintang, dugaan awal tidak terkait makar. Namun, ada kesamaan ide. "Bisa jadi, belakangan diketahui fakta yang sama," ungkapnya.

"

| TERUNGKAP! | Ternyata | Para | Tersangka | Makar | Bakal | BERITA | TERKAIT | span>< | p> < | div> < | div> | | JawaPos | com< | strong> | Polri | mulai | blak | terkait | dengan | penangkapan | sejumlah | orang | yang | diduga | melakukan | makar | Sesuai | informasi | kepolisian | para | tersangka | ingin | menggiring | massa | aksi | Desember | untuk | menduduki | gedung | Rencana | tersebut | dipantau | sejak | tiga | minggu | span> < | p>Kadivhumas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | menerangkan | awalnya | sebuah | pertemuan | Tujuh | antaranya | telah | menjadi | sempat | ditangkap | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Alvin | Pertemuan | digelar | setelah | November | ujarnya | p>Dalam | diketahui | rencana | Caranya | mengikuti | damai | Dengan | parlemen | memaksa | dilakukan | sidang | istimewa | Kami | berupaya | memilah | mana | murni | ucapnya | p>Ada | rumah | seorang | mantan | pejabat | apakah | benar | men­jelaskan | bahwa | semua | diungkapkan | Yang | pasti | upaya | harus | diantisipasi | karena | menimbulkan | kondisi | menguntungkan | saat | menangkap | berdasar | bukti | tegasnya | p>Seperti | diwart | masih | perdebatan | keinginan | menggelar | inkon­stitusional | atau | Menurut | sebenarnya | visinya | mengganti | presiden | memprovokasi | jumlahnya | sangat | besar | p>Untuk | Ahmad | Dhani | dijeratkan | dipastikan | bukan | pasal | Melainkan | penghinaan | terhadap | Lalu | Bintang | Pamungkas | provokasi | YouTube< | Khusus | dugaan | awal | Namun | kesamaan | Bisa | jadi | belgan | fakta | sama | ungkapnya | | < |

Saturday, December 3, 2016

TERUNGKAP! Ternyata Para Tersangka Makar Bakal G..

BERITA TERKAIT

JawaPos.com - Polri mulai blak-blakan terkait dengan penangkapan sejumlah orang yang diduga akan melakukan makar. Sesuai dengan informasi kepolisian, para tersangka itu ingin menggiring massa aksi 2 Desember untuk menduduki gedung DPR. Rencana tersebut dipantau kepolisian sejak tiga minggu lalu. 

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menerangkan, awalnya ada sebuah pertemuan sejumlah orang. Tujuh di antaranya yang telah menjadi tersangka dan sempat ditangkap, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, dan Alvin. "Pertemuan itu digelar setelah 4 November," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, diketahui ada rencana melakukan makar. Caranya, menggiring massa yang mengikuti aksi damai 2 Desember ke gedung DPR. Dengan menduduki gedung parlemen itu, mereka ingin memaksa dilakukan sidang istimewa MPR. "Kami berupaya memilah, mana yang murni untuk aksi dan tidak," ucapnya.

Ada informasi, pertemuan tersebut digelar di rumah seorang mantan pejabat TNI, apakah itu benar? Boy men­jelaskan bahwa semua itu belum bisa diungkapkan. Yang pasti, ada upaya yang harus diantisipasi karena bisa menimbulkan kondisi yang tidak menguntungkan saat aksi 2 Desember. "Kami menangkap berdasar bukti, itu saja," tegasnya.

Seperti diwartakan, saat ini masih ada perdebatan apakah keinginan untuk menggelar sidang istimewa tersebut inkon­stitusional atau tidak. Menurut Boy, sebenarnya visinya mengganti presiden dengan menduduki gedung DPR. "Dengan memprovokasi massa yang jumlahnya sangat besar," ujarnya.

Untuk Ahmad Dhani, yang dijeratkan dipastikan bukan pasal makar. Melainkan penghinaan terhadap presiden. Lalu, Sri Bintang Pamungkas terkait dengan provokasi di YouTube. Khusus untuk Bintang, dugaan awal tidak terkait makar. Namun, ada kesamaan ide. "Bisa jadi, belakangan diketahui fakta yang sama," ungkapnya.

"

| TERUNGKAP! | Ternyata | Para | Tersangka | Makar | Bakal | BERITA | TERKAIT | span>< | p> < | div> < | div> | | JawaPos | com< | strong> | Polri | mulai | blak | terkait | dengan | penangkapan | sejumlah | orang | yang | diduga | melakukan | makar | Sesuai | informasi | kepolisian | para | tersangka | ingin | menggiring | massa | aksi | Desember | untuk | menduduki | gedung | Rencana | tersebut | dipantau | sejak | tiga | minggu | span> < | p>Kadivhumas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | menerangkan | awalnya | sebuah | pertemuan | Tujuh | antaranya | telah | menjadi | sempat | ditangkap | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Alvin | Pertemuan | digelar | setelah | November | ujarnya | p>Dalam | diketahui | rencana | Caranya | mengikuti | damai | Dengan | parlemen | memaksa | dilakukan | sidang | istimewa | Kami | berupaya | memilah | mana | murni | ucapnya | p>Ada | rumah | seorang | mantan | pejabat | apakah | benar | men­jelaskan | bahwa | semua | diungkapkan | Yang | pasti | upaya | harus | diantisipasi | karena | menimbulkan | kondisi | menguntungkan | saat | menangkap | berdasar | bukti | tegasnya | p>Seperti | diwart | masih | perdebatan | keinginan | menggelar | inkon­stitusional | atau | Menurut | sebenarnya | visinya | mengganti | presiden | memprovokasi | jumlahnya | sangat | besar | p>Untuk | Ahmad | Dhani | dijeratkan | dipastikan | bukan | pasal | Melainkan | penghinaan | terhadap | Lalu | Bintang | Pamungkas | provokasi | YouTube< | Khusus | dugaan | awal | Namun | kesamaan | Bisa | jadi | belgan | fakta | sama | ungkapnya | | < |

Sunday, December 4, 2016

TERUNGKAP! Ternyata Para Tersangka Makar Bakal G..

BERITA TERKAIT

JawaPos.com - Polri mulai blak-blakan terkait dengan penangkapan sejumlah orang yang diduga akan melakukan makar. Sesuai dengan informasi kepolisian, para tersangka itu ingin menggiring massa aksi 2 Desember untuk menduduki gedung DPR. Rencana tersebut dipantau kepolisian sejak tiga minggu lalu. 

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menerangkan, awalnya ada sebuah pertemuan sejumlah orang. Tujuh di antaranya yang telah menjadi tersangka dan sempat ditangkap, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, dan Alvin. "Pertemuan itu digelar setelah 4 November," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, diketahui ada rencana melakukan makar. Caranya, menggiring massa yang mengikuti aksi damai 2 Desember ke gedung DPR. Dengan menduduki gedung parlemen itu, mereka ingin memaksa dilakukan sidang istimewa MPR. "Kami berupaya memilah, mana yang murni untuk aksi dan tidak," ucapnya.

Ada informasi, pertemuan tersebut digelar di rumah seorang mantan pejabat TNI, apakah itu benar? Boy men­jelaskan bahwa semua itu belum bisa diungkapkan. Yang pasti, ada upaya yang harus diantisipasi karena bisa menimbulkan kondisi yang tidak menguntungkan saat aksi 2 Desember. "Kami menangkap berdasar bukti, itu saja," tegasnya.

Seperti diwartakan, saat ini masih ada perdebatan apakah keinginan untuk menggelar sidang istimewa tersebut inkon­stitusional atau tidak. Menurut Boy, sebenarnya visinya mengganti presiden dengan menduduki gedung DPR. "Dengan memprovokasi massa yang jumlahnya sangat besar," ujarnya.

Untuk Ahmad Dhani, yang dijeratkan dipastikan bukan pasal makar. Melainkan penghinaan terhadap presiden. Lalu, Sri Bintang Pamungkas terkait dengan provokasi di YouTube. Khusus untuk Bintang, dugaan awal tidak terkait makar. Namun, ada kesamaan ide. "Bisa jadi, belakangan diketahui fakta yang sama," ungkapnya.

"

| TERUNGKAP! | Ternyata | Para | Tersangka | Makar | Bakal | BERITA | TERKAIT | span>< | p> < | div> < | div> | | JawaPos | com< | strong> | Polri | mulai | blak | terkait | dengan | penangkapan | sejumlah | orang | yang | diduga | melakukan | makar | Sesuai | informasi | kepolisian | para | tersangka | ingin | menggiring | massa | aksi | Desember | untuk | menduduki | gedung | Rencana | tersebut | dipantau | sejak | tiga | minggu | span> < | p>Kadivhumas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | menerangkan | awalnya | sebuah | pertemuan | Tujuh | antaranya | telah | menjadi | sempat | ditangkap | yakni | Kivlan | Zein | Adityawarman | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Firza | Huzein | Alvin | Pertemuan | digelar | setelah | November | ujarnya | p>Dalam | diketahui | rencana | Caranya | mengikuti | damai | Dengan | parlemen | memaksa | dilakukan | sidang | istimewa | Kami | berupaya | memilah | mana | murni | ucapnya | p>Ada | rumah | seorang | mantan | pejabat | apakah | benar | men­jelaskan | bahwa | semua | diungkapkan | Yang | pasti | upaya | harus | diantisipasi | karena | menimbulkan | kondisi | menguntungkan | saat | menangkap | berdasar | bukti | tegasnya | p>Seperti | diwart | masih | perdebatan | keinginan | menggelar | inkon­stitusional | atau | Menurut | sebenarnya | visinya | mengganti | presiden | memprovokasi | jumlahnya | sangat | besar | p>Untuk | Ahmad | Dhani | dijeratkan | dipastikan | bukan | pasal | Melainkan | penghinaan | terhadap | Lalu | Bintang | Pamungkas | provokasi | YouTube< | Khusus | dugaan | awal | Namun | kesamaan | Bisa | jadi | belgan | fakta | sama | ungkapnya | | < |

Monday, December 5, 2016

Demokrat Anggap Dugaan Makar Terlalu Jauh, PDI-P Serahkan ke Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penangkapan serta penetapan tersangka terhadap tujuh orang terkait perkara dugaan makar pada Jumat (2/12/2016) lalu masih menuai kontroversi.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan berpendapat, tuduhan makar itu berlebihan.

"Kami masih melihat bahwa terlalu jauh untuk melihat ke sana," ujar Syarief dalam acara "Satu Meja" yang ditayangkan Kompas TV, Senin (5/12/2016) malam.

Alasannya, Syarief berpendapat, seluruh rakyat Indonesia telah menyadari bahwa aksi makar adalah bentuk inkonstitusional dan perusakan tatanan demokrasi yang telah dibangun, khususnya pasca-reformasi.

Oleh sebab itu, mendukung pemerintah sah hingga habis periode dan berkompetisi lagi di dalam pemilihan presiden selanjutnya adalah hal yang mutlak dilakukan.

Jika muncul kritik dari masyarakat, hal itu memang diakomodasi di dalam undang-undang. Asalkan, penyampaian kritik itu tidak melanggar hak dan kewajiban warga negara lain.

Meski menganggap tuduhan makar terlalu jauh, Syarief mewanti-wanti agar aparat keamanan harus selalu siap mengantisipasi hal negatif yang mungkin terjadi.

"Namun bagaimana pun juga, dengan begitu banyak massa, tentunya kami mendorong aparat keamanan TNI- Polri waspada. Itu sah-sah saja, itu merupakan tugas dan tanggung jawab," ujar dia.

Syarief pun meminta Polri dapat membuktikan apakah tuduhan itu benar atau tidak.

Terlalu prematur

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah berpendapat berbeda.

Pertama, Basarah menilai, Polisi tidak mungkin gegabah dalam menangkap dan menetapkan tersangka terhadap tujuh orang dengan sangkaan makar.

"Tindakan polisi memanggil, menjemput dan mentersangkakan para pihak yang diduga melakukan upaya makar, pasti memiliki alat bukti yang cukup kuat untuk sampai ke tindakan hukum seperti itu," ujar Basarah.

Kedua, proses penyelidikan dan penyidikan perkara makar masih berjalan. Polisi tidak memiliki wewenang mengadili apa ketujuh tersangka itu benar-benar melakukan tindakan makar atau tidak.

Wewenang tersebut, lanjut Basarah, dimiliki oleh pengadilan.

"Oleh karena itu, tunggu dulu. Terlalu prematur menuduh Polri proporsional atau tidak proporsional dalam hal ini. Karena proses perkara ini masih berlangsung," ujar dia.

Basarah pun berpendapat alangkah baiknya publik mempercayakan pengungkapan kebenaran perkara itu kepada sistem hukum di Tanah Air.

Dari keputusan itu nantinya dapat disimpulkan apakah aksi polisi dianggap berlebihan atau tidak.

Namun, Basarah mengapresiasi kerja Polisi. Apalagi penangkapan ketujuh orang itu dilakukan sebelum aksi super damai di Silang Monas, 2 Desember 2016.

"Polisi melakukan tindakan preventif untuk menjaga kemurnian umat Islam yang ingin mengekspresikan perasaan keislamannya akibat ada dugaan kitab sucinya dinistakan oleh Pak Ahok (Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama)," ujar Basarah.

"Jadi ingin dipilah supaya tidak ada manipulasi. Apa yang kita saksikan peristiwa aksi super damai lebih ke kegiatan ibadah, doa, zikir di mana polisi berhasil memisahkan mana gerakan keagamaan dan mana gerakan politik," kata dia.

Pengamat politik UIN Komarudin Hidayat berpendapat sama dengan Basarah. Menurut dia, publik tengah menyoroti betul kinerja Polri, khususnya soal pengusutan perkara dugaan penodaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

Oleh sebab itu, ketika melaksanakan tugas yang terkait dengan perkara itu meski tidak langsung, Polri diyakini melakukannya dengan profesional.

"Polisi tidak akan main-main mempertaruhkan kepercayaannya ya. Karena polisi dapat pressure luar biasa dalam kasus Ahok ini. Oleh karena itu ketika polisi menangkap, saya yakin dia punya informasi dan pertimbangan tersendiri," ujar Komarudin.

Sebanyak tujuh orang yang ditangkap sebelum aksi doa bersama Jumat lalu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan upaya makar.

Ketujuh orang itu adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.

(Baca juga: Kapolri Ungkap Alasan Penangkapan 11 Orang Tersangka Dugaan Makar Jelang Doa Bersama)

Upaya provokasi

Meski sudah mengantongi sejumlah alat bukti untuk menjerat tujuh tersangka itu, namun penyidik masih mencari bukti kuat lain.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes (Pol) Martinus Sitompul mengatakan, salah satu petunjuk yang masih dikejar penyidik adalah keterkaitan antara tujuh tersangka itu dengan ajakan sejumlah orang untuk menduduki gedung MPR/DPR pada aksi super damai 2 Desember 2016.

"Ada upaya memprovokasi umat untuk dibawa ke Gedung MPR/DPR RI dan mendesak sidang istimewa menggulingkan pemerintah sah," ujar Martinus di kantornya, Senin (5/12/2016).

(Baca juga: Penegak Hukum Diminta Tak Sembarangan Terapkan Pasal Makar)

Sebelum shalat Jumat bersama di Lapangan Silang Monas, lanjut Martinus, ada sejumlah orang menggunakan mobil mengajak massa untuk bertolak ke Gedung MRP/DPR RI.

Martinus menegaskan, orang tersebut bukanlah bagian dari massa aksi doa bersama. Sebab, para pimpinan aksi itu sudah sepakat dengan polisi hanya menggelar shalat Jumat bersama di Lapangan Silang Monas tanpa harus berorasi di jalanan.

"Nah, kami menduga ajakan-ajakan ini dalam rangka bagian dari rencana itu (makar)," ujar Martinus.

Martinus enggan menjelaskan apa yang sudah didapatkan penyidik soal informasi itu.

"Intnya ada informasi A, B, C dan D yang sementara ini masih dalam tahap penyidikan. Yang jelas ada informasi seperti itu dan harus dikonstruksi menjadi sebuah sangkaan. Ini butuh waktu," ujar dia.

Kompas TV Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Tersangka Makar

"

| Demokrat | Anggap | Dugaan | Makar | Jauh, | PDI-P | Serahkan | Polisi | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Penangkapan | serta | penetapan | tersangka | terhadap | tujuh | orang | terkait | perkara | dugaan | makar | pada | Jumat | 2016) | masih | menuai | kontroversi | p> Wakil | Ketua | Umum | Partai | Demokrat< | Syarief | Hasan | berpendapat | tuduhan | berlebihan | p> Kami | melihat | bahwa | jauh | untuk | sana | ujar | dalam | acara | Satu | Meja | yang | ditayangkan | Kompas | Senin | malam | p> Alasannya | seluruh | rakyat | Indonesia | telah | menya | aksi | adalah | bentuk | inkonstitusional | perus | tatanan | demokrasi | dibangun | khususnya | pasca | reformasi | p> Oleh | mendukung | pemerintah | habis | periode | berkompetisi | lagi | pemilihan | presiden | selanjutnya | mutlak | dilakukan | p> Jika | muncul | kritik | masyarakat | memang | diakomodasi | undang | Asalkan | penyampaian | melanggar | kewajiban | warga | negara | lain | p> Meski | menganggap | mewanti | wanti | agar | aparat | keamanan | harus | siap | mengantisipasi | negatif | mungkin | terjadi | p> Namun | bagaimana | juga | dengan | begitu | banyak | massa | tentunya | kami | mendorong | TNI< | Polri< | waspada | merup | tugas | tanggung | jawab | p> Syarief | meminta | dapat | membuktikan | apakah | benar | atau | p> Ter | prematur< | strong>< | p> Sementara | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Perjuangan | Ahmad | Basarah | berbeda | p> Pertama | menilai | gegabah | menangkap | menetapkan | sangkaan | p> Tind | polisi | memanggil | menjemput | mentersangk | para | pihak | diduga | melakukan | upaya | pasti | memiliki | alat | bukti | cukup | kuat | sampai | tind | hukum | seperti | p> Kedua | proses | penyelidikan | penyidikan | berjalan | wewenang | mengadili | ketujuh | p> Wewenang | tersebut | lanjut | dimiliki | oleh | pengadilan | karena | tunggu | dulu | prematur | menuduh | proporsional | Karena | berlangsung | p> Basarah | alangkah | baiknya | publik | mempercay | pengungkapan | kebenaran | kepada | sistem | Tanah | p> Dari | keputusan | nantinya | disimpulkan | dianggap | mengapresiasi | kerja | Apalagi | penangkapan | super | damai | Silang | Monas | Desember< | 2016 | p> Polisi | preventif | menjaga | kemurnian | umat | Islam | ingin | mengekspresikan | perasaan | keislamannya | sucinya | dinist | Ahok | (Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahaja | Purnama< | p> Jadi | dipilah | supaya | manipulasi | saksikan | peristiwa | lebih | kegiatan | ibadah | zikir | mana | berhasil | memisahkan | keagamaan | politik | kata | p> Pengamat | Komarudin | Hidayat | sama | Menurut | tengah | menyoroti | betul | kinerja | soal | pengusutan | penodaan | agama | ketika | melaksan | meski | langsung | diyakini | melakukannya | profesional | main | mempertaruhkan | kepercayaannya | pressure< | luar | biasa | kasus | Oleh | saya | yakin | punya | informasi | pertimbangan | tersendiri | p> Sebanyak | ditangkap | bersama< | ditetapkan | sebagai | p> Ketujuh | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | Pasal | juncto | KUHP | p> (Baca | juga: Kapolri | Ungkap | Alasan | Orang | Tersangka | Jelang | Bersama< | a>)< | p> Upaya | provokasi< | mengantongi | sejumlah | menjerat | penyidik | mencari | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Kombes | (Pol) | Martinus | Sitompul< | mengat | salah | satu | petunjuk | dikejar | keterkaitan | antara | menduduki | gedung | p> Ada | memprovokasi | dibawa | Gedung | mendesak | sidang | istimewa | menggulingkan | kantornya | juga: | Penegak | Hukum | Diminta | Sembarangan | Terapkan | Makar< | p> Se | shalat | bersama | Lapangan | menggun | mobil | mengajak | bertolak | p> Martinus | menegaskan | bukanlah | bagian | Sebab | pimpinan | sepakat | hanya | menggelar | tanpa | berorasi | jalanan | p> Nah | menduga | rangka | rencana | (makar) | enggan | menjelaskan | didapatkan | p> Intnya | sementara | tahap | Yang | jelas | dikonstruksi | menjadi | sebuah | butuh | waktu | p> Kompas | span> | Kapolri | Jelaskan | p> |