Showing posts sorted by date for query kondisi. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query kondisi. Sort by relevance Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Komisioner Komnas HAM: Makar Hak Konstitusional Rakyat

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menilai upaya mengganti presiden di tengah masa jabatan merupakan hak konstitusional warga negara. Namun hal itu harus sesuai dengan undang-undang.

Pernyataan itu disampaikan Pigai menyikapi penangkapan sejumlah aktivis yang dituding melakukan makar, termasuk Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang, yang ditangkap pada dini hari tadi.

"Kritikan rakyat itu merupakan hak konstitusional warga negara, termasuk perbuatan atau tindakan mengganti presiden di tengah jalan asal konstitusional melalui parlemen," kata Pigai dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, di Jakarta kemarin.

Dia menilai penangkapan Hatta Taliwang dan sejumlah tokoh yang dituduh makar membuktikan watak pemerintahan represif. Sepanjang tindakan makar sesuai dengan konstitusi, menurutnya, hal itu bukan persoalan.

"Penangkapan terhadap Ibu Rachma dkk, termasuk Pak Hatta Taliwang, menujukkan tindakan represif pemerintah. Jangan sampai terjadi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power)," katanya.

Pigai mengatakan, makar atau kudeta yang tidak dibenarkan adalah makar yang bersifat inkonstitusional. Hal itu berarti tindakan makar tersebut menimbulkan instabilitas nasional, pelanggaran HAM, menghilangkan demokrasi, dan kedigdayaan sipil.

Dia menjelaskan, dalam human rights and elections disebutkan, di tengah kondisi tertentu atau situasi terpaksa, presiden memiliki kemampuan untuk mengeluarkan pernyataan darurat atau state in emergency.

Demikian pula dengan rakyat. Mereka juga memiliki kesempatan untuk melakukan pengambilalihan kekuasaan, apakah melalui people power ataupun kudeta, baik oleh militer atau sipil. Dia menyebut tindakan makar pernah dipraktikkan di Indonesia dan di negara-negara lain.

"Keduanya dilakukan hanya semata-mata demi pemulihan stabilitas sosial dan integritas nasional," kata Pigai.

Komisioner asal Papua itu mengatakan, kekuasaan presiden tidak tak terbatas. Dalam arti, kekuasaan presiden dibatasi oleh konstitusi negara.

Presiden adalah pemangku kewajiban (obligation) atas perlindungan dan pemenuhan HAM. Sementara kedudukan rakyat sebagai pemilik hak (Right holder). Oleh karena itu, rakyat berhak menilai dan mengkritisinya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Junimart Girsang berharap proses penyidikan kasus makar ini dilakukan secara transparan.

Dia meminta polisi mempublikasikan bukti makar yang dituduhkan kepada sejumlah orang yang telah ditangkap.

"Kami harapkan sekali lagi, polisi sebaiknya transparan dalam penyidikan. Sampaikanlah kepada masyarakat, agar tidak muncul isu-isu yang tidak kondusif," kata Junimart.

Dia yakin polisi masih memiliki bukti lain terkait dugaan makar tersebut. Namun Junimart belum mengetahui secara pasti dalam bentuk apa bukti tersebut.

"Kami tak tahu apakah mereka (polisi) masih punya bukti lain. Bukti percakapan langsung misalnya, saya yakin itu ada," kata Junimart.

Kemarin polisi kembali menangkap satu orang yang diduga terkait kasus makar. Kali ini yang ditangkap adalah Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang. Dia ditangkap di rumahnya pada pukul 01.30 WIB. (pmg/obs)

"

| Komisioner | Komnas | HAM: | Makar | Konstitusional | Rakyat | Jakarta< | span> | Indonesia< | span>< | strong> | Natalius | Pigai | menilai | upaya | mengganti | presiden | tengah | masa | jabatan | merup | konstitusional | warga | negara | Namun | harus | sesuai | dengan | undang | Pernyataan | disampaikan | menyikapi | penangkapan | sejumlah | aktivis | yang | dituding | melakukan | makar | termasuk | Direktur | Institut | Soekarno | Hatta | Taliwang | ditangkap | pada | dini | hari | tadi | p>Kritikan | rakyat | perbuatan | atau | tind | jalan | asal | parlemen | kata | dalam | keterangan | tertulis | diterima | CNNIndonesia | com< | Jakarta kemarin | p>Dia | tokoh | dituduh | membuktikan | watak | pemerintahan | represif | Sepanjang | konstitusi | menurutnya | bukan | persoalan | p>Penangkapan | terhadap | Rachma | menujukkan | pemerintah | Jangan | sampai | terjadi | penyalahgunaan | kekuasaan | (abuse | power< | em>) | katanya | p> Pigai | mengat | kudeta | dibenarkan | adalah | bersifat | inkonstitusional | berarti | tersebut | menimbulkan | instabilitas | nasional | pelanggaran | menghilangkan | demokrasi | kedigdayaan | sipil | menjelaskan | human | rights | elections< | disebutkan | kondisi | tertentu | situasi | terpaksa | memiliki | kemampuan | untuk | mengeluarkan | pernyataan | darurat | state | emergency | em>< | p>Demikian | pula | Mereka | juga | kesempatan | pengambilalihan | apakah | people | ataupun | baik | oleh | militer | menyebut | pernah | dipraktikkan | Indonesia | lain | p>Keduanya | dilakukan | hanya | semata | mata | demi | pemulihan | stabilitas | sosial | integritas | p>Komisioner | Papua | terbatas | Dalam | arti | dibatasi | p>Presiden | pemangku | kewajiban | (obligation< | atas | perlindungan | pemenuhan | Sementara | kedudukan | sebagai | pemilik | (Right | holder< | Oleh | karena | berhak | mengkritisinya | p>Sementara | anggota | Komisi | Fraksi | PDIP | Junimart | Girsang | berharap | proses | penyidikan | kasus | secara | transparan | meminta | polisi | mempublikasikan | bukti | dituduhkan | kepada | orang | telah | p>Kami | harapkan | sekali | lagi | sebaiknya | Sampaikanlah | masyarakat | agar | muncul | kondusif | yakin | masih | terkait | dugaan | mengetahui | pasti | bentuk | tak tahu | (polisi) | punya | Bukti | percakapan | langsung | misalnya | saya | p>Kemarin | kembali | menangkap | satu | diduga | Kali | rumahnya | pukul | (pmg | obs)< | strong> < |

Ini Kondisi Terkini Aktivis Terduga Makar : Okezone News

JAKARTA - Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penahanan terhadap aktivis Sri Bintang Pamungkas (SBP) karena dugaan makar. Namun selain SBP, Rizal dan Jamran pun masih mendekam di rutan Polda Metro Jaya karena melanggar UU ITE.

Direktur Tahanan dan Penitipan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mengatakan kondisi ketiga tersangka tersebut terus dipantau kesehatannya. 

BERITA REKOMENDASI


"Mereka sehat kok, kondisi sehat enggak ada masalah," ujar Barnabas ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12/2016). 

Diakatakan Barnabas, ketika dijebloskan kedalam sel tahanan ketiga tersangka tersebut sudah dijenguk oleh keluarga dan juga rekan-rekannya. "Sudah, sama keluarga dan rekan-rekannya. Kita kan punya jam besuk di hari Senin sampai Kamis, ya antara hari-hari itu, saya enggak hafal hari apanya," ungkapnya.

Namun ketika ditanya tentang SBP dicampur tahanan narkotika, Barnabas tidak mengelak. Meskipun dicampur dengan tahanan narkotika, Barnabas menegaskan kalau aktivis itu mendapatkan ruangan yang lumayan besar.

"Iya betul (campur dengan narkotika). Gini lho, rutan narkoba itu rutan paling gede di Polda Metro Jaya kan itu 4 lantai kita taruh di tempat yang paling bagus yang layak dipisah dengan tahanan narkoba yang lain," jelasnya.

Sementara lain untuk tersangka Rizal dan Jamran pihak kepolisian menyatukannya di dalam sel. "Tahanan enggak boleh sendiri-sendiri. Berdua dengan tahanan lain, untuk adik kakak itu itu ya berdua," tutupnya. (sym)

"

| Kondisi | Terkini | Aktivis | Terduga | Makar | Okezone | News | JAKARTA< | strong> | Pihak | kepolisian | saat | masih | melakukan | penahanan | terhadap | aktivis | Bintang | Pamungkas | (SBP) | karena | dugaan | makar | Namun | selain | Rizal | Jamran | mendekam | rutan | Polda | Metro | Jaya | melanggar | p> Direktur | Tahanan | Penitipan | Barang | Bukti | (Tahti) | AKBP | Barnabas | mengat | kondisi | ketiga | tersangka | tersebut | terus | dipantau | kesehatannya | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Mereka | sehat | enggak< | masalah | ujar | ketika | dikonfirmasi | wartawan | Mapolda | Kamis | 2016) | p> Diakat | dijebloskan | kedalam | tahanan | dijenguk | oleh | keluarga | juga | rekan | rekannya | Sudah | sama | Kita | punya | besuk | hari | Senin | sampai | antara | saya | enggak | hafal | apanya | ungkapnya | p> Namun | ditanya | tentang | dicampur | narkotika | mengelak | Meskipun | dengan | menegaskan | kalau | mendapatkan | ruangan | yang | lumayan | besar | p> Iya | betul | (campur | narkotika) | Gini | lho< | narkoba | paling | gede< | lantai | taruh | tempat | bagus | layak | dipisah | lain | jelasnya | p> Sementara | untuk | pihak | menyatukannya | dalam | boleh | sendiri | Berdua | adik | kakak | berdua | tutupnya |  (sym)< | strong>< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Mengungkap Dalang di Balik Upaya Makar 212

Martinus Sitompul (FOTO:Antara)


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada beberapa bukti dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang dan dua orang lainnya.

"Satu, adanya dokumen. Tapi isinya dokumen apa, tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kedua, adanya video yang di-upload, kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan. Kemudian, keempat bukti transfer dari seseorang ke orang lain," ucap Martinus.

Martinus mengatakan, Sri Bintang diduga mendapat pasokan dana dari pihak tertentu dalam dugaan makar. Selain itu, ada indikasi lain yang akhirnya membuat kepolisian menahannya.

"Adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya pemufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang, atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," tandas Martinus.

Polisi juga akan memeriksa saksi dan ahli terkait kasus dugaan makar serta permufakatan jahat yang menjerat sejumlah tokoh nasional ini. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk menelusuri kemungkinan adanya penyandang dana dalam upaya makar itu.

"Masih dikembangkan oleh penyidik (siapa penyandang dana), nanti kita masih memerlukan beberapa saksi, ahli, saksi bahasa, dan lain-lain," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Selain terus memeriksa Sri Bintang cs, polisi akan memeriksa Rachmawati Soekarnoputri segera setelah adik kandung Megawati Soekarnoputri itu sembuh dari sakit.

"Segera diperiksa kalau kondisi kesehatannya sudah membaik. Kan tidak mungkin saat sakit kami periksa," ujar Argo.

Saat dihubungi terpisah, penasihat hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian menyatakan kakak politikus Megawati Soekarnoputri itu masih dalam masa pemulihan. Sebab, kondisi kesehatan putri Sang Proklamator itu sempat turun drastis saat penangkapan pada Jumat pagi.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa," ucap Aldwin.

Kendati begitu, Aldwin menegaskan kliennya bakal kooperatif terhadap proses penyidikan kasus ini. Dalam pemeriksaan nanti, Rachmawati akan mengklarifikasi tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Sebab, Rachmawati sama sekali tidak memiliki niatan berbuat makar. Menurut Aldwin, sudah bukan rahasia umum kliennya itu memang kerap memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak prorakyat.

"Akan siap (diperiksa), koorperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua. Saya kira ini hanya miss informasi, dan miss komunikasi," Aldwin memungkas.

2 dari 3 halaman


"

| Mengungkap | Dalang | Balik | Upaya | Makar | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | beberapa | bukti | dugaan | makar | yang | dilakukan | Bintang | orang | lainnya | p>Satu | adanya | dokumen | Tapi | isinya | tentu | jadi | catatan | bagi | penyidik | Kedua | video | upload< | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | statement< | Kemudian | keempat | transfer | seseorang | lain | ucap | p>Martinus | diduga | mendapat | pasokan | dana | pihak | tertentu | dalam | Selain | indikasi | akhirnya | membuat | kepolisian | menahannya | p>Adanya | mendukung | terjadinya | upaya | perencanaan | pemufakatan | jahat | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | untuk | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | tandas | p>Polisi | juga | memeriksa | saksi | ahli | terkait | kasus | serta | permufakatan | menjerat | sejumlah | tokoh | nasional | Pemeriksaan | tersebut | sekaligus | menelusuri | kemungkinan | penyandang | p>Masih | dikembangkan | oleh | (siapa | dana) | nanti | masih | memerlukan | bahasa | terang | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Selain | terus | polisi | Rachmawati | Soekarnoputri | segera | setelah | adik | kandung | Megawati | sembuh | sakit | p>Segera | diperiksa | kalau | kondisi | kesehatannya | membaik | mungkin | saat | kami | periksa | ujar | p>Saat | dihubungi | terpisah | penasihat | hukum | Aldwin | Rahadian | menyat | kakak | politikus | masa | pemulihan | Sebab | kesehatan | putri | Sang | Proklamator | sempat | turun | drastis | penangkapan | pada | Jumat | pagi | p>Bu | memang | siap | kembali | p>Kendati | begitu | menegaskan | kliennya | bakal | kooperatif | terhadap | proses | penyidikan | Dalam | pemeriksaan | mengklarifikasi | tuduhan | dilayangkan | kepadanya | p>Sebab | sama | sekali | memiliki | niatan | berbuat | Menurut | bukan | rahasia | umum | kerap | memberikan | kritik | kebij | pemerintah | dianggap | prorakyat | p>Akan | (diperiksa) | koorperatif | mengikuti | diklarifikasi | semua | Saya | kira | hanya | miss | informasi | komunikasi | memungkas | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Mengungkap Dalang di Balik Upaya Makar 212

Martinus Sitompul (FOTO:Antara)


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada beberapa bukti dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang dan dua orang lainnya.

"Satu, adanya dokumen. Tapi isinya dokumen apa, tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kedua, adanya video yang di-upload, kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan. Kemudian, keempat bukti transfer dari seseorang ke orang lain," ucap Martinus.

Martinus mengatakan, Sri Bintang diduga mendapat pasokan dana dari pihak tertentu dalam dugaan makar. Selain itu, ada indikasi lain yang akhirnya membuat kepolisian menahannya.

"Adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya pemufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang, atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," tandas Martinus.

Polisi juga akan memeriksa saksi dan ahli terkait kasus dugaan makar serta permufakatan jahat yang menjerat sejumlah tokoh nasional ini. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk menelusuri kemungkinan adanya penyandang dana dalam upaya makar itu.

"Masih dikembangkan oleh penyidik (siapa penyandang dana), nanti kita masih memerlukan beberapa saksi, ahli, saksi bahasa, dan lain-lain," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Selain terus memeriksa Sri Bintang cs, polisi akan memeriksa Rachmawati Soekarnoputri segera setelah adik kandung Megawati Soekarnoputri itu sembuh dari sakit.

"Segera diperiksa kalau kondisi kesehatannya sudah membaik. Kan tidak mungkin saat sakit kami periksa," ujar Argo.

Saat dihubungi terpisah, penasihat hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian menyatakan kakak politikus Megawati Soekarnoputri itu masih dalam masa pemulihan. Sebab, kondisi kesehatan putri Sang Proklamator itu sempat turun drastis saat penangkapan pada Jumat pagi.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa," ucap Aldwin.

Kendati begitu, Aldwin menegaskan kliennya bakal kooperatif terhadap proses penyidikan kasus ini. Dalam pemeriksaan nanti, Rachmawati akan mengklarifikasi tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Sebab, Rachmawati sama sekali tidak memiliki niatan berbuat makar. Menurut Aldwin, sudah bukan rahasia umum kliennya itu memang kerap memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak prorakyat.

"Akan siap (diperiksa), koorperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua. Saya kira ini hanya miss informasi, dan miss komunikasi," Aldwin memungkas.

2 dari 3 halaman


"

| Mengungkap | Dalang | Balik | Upaya | Makar | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | beberapa | bukti | dugaan | makar | yang | dilakukan | Bintang | orang | lainnya | p>Satu | adanya | dokumen | Tapi | isinya | tentu | jadi | catatan | bagi | penyidik | Kedua | video | upload< | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | statement< | Kemudian | keempat | transfer | seseorang | lain | ucap | p>Martinus | diduga | mendapat | pasokan | dana | pihak | tertentu | dalam | Selain | indikasi | akhirnya | membuat | kepolisian | menahannya | p>Adanya | mendukung | terjadinya | upaya | perencanaan | pemufakatan | jahat | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | untuk | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | tandas | p>Polisi | juga | memeriksa | saksi | ahli | terkait | kasus | serta | permufakatan | menjerat | sejumlah | tokoh | nasional | Pemeriksaan | tersebut | sekaligus | menelusuri | kemungkinan | penyandang | p>Masih | dikembangkan | oleh | (siapa | dana) | nanti | masih | memerlukan | bahasa | terang | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Selain | terus | polisi | Rachmawati | Soekarnoputri | segera | setelah | adik | kandung | Megawati | sembuh | sakit | p>Segera | diperiksa | kalau | kondisi | kesehatannya | membaik | mungkin | saat | kami | periksa | ujar | p>Saat | dihubungi | terpisah | penasihat | hukum | Aldwin | Rahadian | menyat | kakak | politikus | masa | pemulihan | Sebab | kesehatan | putri | Sang | Proklamator | sempat | turun | drastis | penangkapan | pada | Jumat | pagi | p>Bu | memang | siap | kembali | p>Kendati | begitu | menegaskan | kliennya | bakal | kooperatif | terhadap | proses | penyidikan | Dalam | pemeriksaan | mengklarifikasi | tuduhan | dilayangkan | kepadanya | p>Sebab | sama | sekali | memiliki | niatan | berbuat | Menurut | bukan | rahasia | umum | kerap | memberikan | kritik | kebij | pemerintah | dianggap | prorakyat | p>Akan | (diperiksa) | koorperatif | mengikuti | diklarifikasi | semua | Saya | kira | hanya | miss | informasi | komunikasi | memungkas | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Polri: Makar Didanai | Republika Online

JAKARTA -- Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan telah mendapatkan bukti transfer dana yang melengkapi dugaan pidana makar terhadap sejumlah aktivis dan purnawirawan TNI. Kendati demikian, pihak kepolisian enggan mengungkap pihak-pihak terkait pendanaan itu.

Kabagpenum Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, salah satu bukti makar yang menjerat sejumlah tokoh pekan lalu adalah ditemukan juga bukti transfer antara para tersangka. Meski begitu, sejauh ini masih terus dialami lagi dari mana dan ke mana saja dana itu mengalir. "Bukti transfer itu bagian upaya Polri yang saat ini sudah ditemukan bukti transfer. Tentu ini menjadi bagian tambahan bukti," kata dia.

Selanjutnya, masih kata Martinus, masih akan digali bukti-bukti yang lainnya sehingga dapat memudahkan penyidik dalam mendapatkan satu konstruksi hukum yang mempersangkakan kedelapan orang tersebut sebagai tersangka permufakatan jahat yang akan menggulingkan pemerintahan yang sah.

Sedangkan, untuk bukti-bukti yang lain, tambah dia, adalah sejumlah berkas dokumen, video yang diunggah di media sosial, pemberitaan soal pernyataan ajakan makar, dan surat permintaan sidang istimewa ke DPR. "Kemudian adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya permufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," ujar dia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Kombes Rikwanto mengiyakan adanya aliran dana khusus terkait makar. "Ada memang, (saya) belum (bisa) memberikan perincian, ya, karena masuk materi penyidikan," ujar Rikwanto, di Silang Monas, Jakarta Pusat, kemarin.

Rikwanto juga enggan membeberkan perihal jumlah nominal tersebut. Kendati demikian, kata dia, jumlahnya cukup banyak. Dia pun enggan menerangkan dari mana asal uang tersebut, apakah datang dari pihak swasta atau lainnya. Alasannya, informasi-informasi tersebut masuk ke dalam materi penyidikan dan hanya akan dibuka di pengadilan.

Di tahanan Mapolda Metro Jaya, aktivis Sri Bintang Pamungkas dijenguk istrinya, Erna Lina, kemarin. Selepas kunjungan itu, Erna meminta suaminya dibebaskan. "Saya sebagai istri rasanya tidak adil kalau tujuh dilepaskan dengan tuduhan yang sama tapi Pak Bintang masih ditahan," ujar Erna, kemarin.

Terkait dengan kondisi suaminya, menurut Erna, masih dalam keadaan sehat dan tetap melakukan kegiatannya di dalam tahanan. Bahkan, kata dia, suaminya tersebut masih menyempatkan diri membuat soal ujian untuk mahasiswanya. "Alhamdulillah sehat. Bapak tetap lakukan kegiatan biasa di tahanan, salah satunya buat soal untuk mahasiswanya," kata Erna.

Kuasa hukum Sri Bintang, Dahlia Zein, mengatakan, pihaknya masih terus berjuang untuk meminta penangguhan penahanan terhadap kliennya tersebut. Namun, kata dia, pihaknya tidak akan mengajukan proses praperadilan. "Bapak bilang tidak usah dan menolak. Karena, untuk apa praperadilan? Karena tidak sesuai dan tidak ada di KUHAP praperadilan itu," kata Zein.

Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Miko Ginting berharap aparat kepolisian cermat dan hati-hati dalam menerapkan tuduhan makar. Menurut dia, makar bukan tindak pidana yang berdiri sendiri, melainkan unsur dari tindak pidana. "Apabila tidak ada serangan yang berat (anslaag) maka tuduhan makar tidak terpenuhi. Kepolisian sebaiknya cermat dan hati-hati dalam menerapkan tuduhan ini agar penegakan hukum berjalan tepat pada relnya," ujar Miko.

Pihak Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) juga mengecam tuduhan makar terhadap sejumlah tokoh yang ditangkap. Menurut dia, tindakan Polri itu dapat disebut sebagai perampasan hak atas kebebasan berpolitik. Sebab, yang dilakukan para tokoh itu adalah menyampaikan kebebasan berpendapat dan menyebarluaskan pendapat mereka, baik melalui media cetak maupun elektronik.

"Apa dengan sepucuk surat bisa menggulingkan Presiden Jokowi dan membubarkan pemerintahannya? Bukankah surat itu dilayangkan ke MPR?" ujar Badan Pengurus Nasional PBHI Suryadi Radjab. rep: Mabruroh, Fauziah Mursid  ed: Fitriyan Zamzami

"

| Polri: | Makar | Didanai | Republika | Online | JAKARTA | Penyidik | Polda | Metro | Jaya | menyat | telah | mendapatkan | bukti | transfer | dana | yang | melengkapi | dugaan | pidana | makar | terhadap | sejumlah | aktivis | purnawirawan | Kendati | demikian | pihak | kepolisian | enggan | mengungkap | terkait | pendanaan | p>Kabagpenum | Polri | Kombes | Martinus | Sitompul | mengat | salah | satu | menjerat | tokoh | pekan | adalah | ditemukan | juga | antara | para | tersangka | Meski | begitu | sejauh | masih | terus | dialami | lagi | mana | mengalir | Bukti | bagian | upaya | saat | Tentu | menjadi | tambahan | kata | p>Selanjutnya | digali | lainnya | dapat | memudahkan | penyidik | dalam | konstruksi | hukum | mempersangk | kedelapan | orang | tersebut | sebagai | permufakatan | jahat | menggulingkan | pemerintahan | p>Sedangkan | untuk | lain | tambah | berkas | dokumen | video | diunggah | media | sosial | pemberitaan | soal | pernyataan | surat | permintaan | sidang | istimewa | Kemudian | adanya | indikasi | mendukung | terjadinya | perencanaan | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | ujar | p>Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | (Karopenmas) | Rikwanto | mengiy | aliran | khusus | memang | (saya) | memberikan | perincian | karena | masuk | materi | penyidikan | Silang | Monas | Jakarta | Pusat | kemarin | p>Rikwanto | membeberkan | perihal | jumlah | nominal | jumlahnya | cukup | banyak | menerangkan | asal | uang | apakah | datang | swasta | Alasannya | informasi | hanya | dibuka | pengadilan | p>Di | tahanan | Mapolda | Bintang | Pamungkas | dijenguk | istrinya | Erna | Lina | Selepas | kunjungan | meminta | suaminya | dibebaskan | Saya | istri | rasanya | adil | kalau | tujuh | dilepaskan | tuduhan | sama | ditahan | p>Terkait | kondisi | menurut | keadaan | sehat | tetap | kegiatannya | Bahkan | menyempatkan | diri | membuat | ujian | mahasiswanya | Alhamdulillah | Bapak | lakukan | kegiatan | biasa | satunya | buat | p>Kuasa | Dahlia | Zein | pihaknya | berjuang | penangguhan | penahanan | kliennya | Namun | mengajukan | proses | praperadilan | bilang | usah | menolak | Karena | sesuai | KUHAP | p>Peneliti | Studi | Hukum | Kebij | Indonesia | (PSHK) | Miko | Ginting | berharap | aparat | cermat | hati | menerapkan | Menurut | bukan | tindak | berdiri | sendiri | melainkan | unsur | Apabila | serangan | berat | (anslaag) | maka | terpenuhi | Kepolisian | sebaiknya | agar | peneg | berjalan | tepat | pada | relnya | p>Pihak | Perhimpunan | Bantuan | Asasi | Manusia | (PBHI) | mengecam | ditangkap | tind | disebut | perampasan | atas | kebebasan | berpolitik | Sebab | dilakukan | menyampaikan | berpendapat | menyebarluaskan | pendapat | baik | cetak | maupun | elektronik | p>Apa | sepucuk | Presiden | Jokowi | membubarkan | pemerintahannya | Bukankah | dilayangkan | Badan | Pengurus | Nasional | PBHI | Suryadi | Radjab | rep: | Mabruroh | Fauziah | Mursid |  ed:< | strong> Fitriyan | Zamzami< | p> |

Mengungkap Dalang di Balik Upaya Makar 212

Martinus Sitompul (FOTO:Antara)


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada beberapa bukti dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang dan dua orang lainnya.

"Satu, adanya dokumen. Tapi isinya dokumen apa, tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kedua, adanya video yang di-upload, kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan. Kemudian, keempat bukti transfer dari seseorang ke orang lain," ucap Martinus.

Martinus mengatakan, Sri Bintang diduga mendapat pasokan dana dari pihak tertentu dalam dugaan makar. Selain itu, ada indikasi lain yang akhirnya membuat kepolisian menahannya.

"Adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya pemufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang, atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," tandas Martinus.

Polisi juga akan memeriksa saksi dan ahli terkait kasus dugaan makar serta permufakatan jahat yang menjerat sejumlah tokoh nasional ini. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk menelusuri kemungkinan adanya penyandang dana dalam upaya makar itu.

"Masih dikembangkan oleh penyidik (siapa penyandang dana), nanti kita masih memerlukan beberapa saksi, ahli, saksi bahasa, dan lain-lain," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Selain terus memeriksa Sri Bintang cs, polisi akan memeriksa Rachmawati Soekarnoputri segera setelah adik kandung Megawati Soekarnoputri itu sembuh dari sakit.

"Segera diperiksa kalau kondisi kesehatannya sudah membaik. Kan tidak mungkin saat sakit kami periksa," ujar Argo.

Saat dihubungi terpisah, penasihat hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian menyatakan kakak politikus Megawati Soekarnoputri itu masih dalam masa pemulihan. Sebab, kondisi kesehatan putri Sang Proklamator itu sempat turun drastis saat penangkapan pada Jumat pagi.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa," ucap Aldwin.

Kendati begitu, Aldwin menegaskan kliennya bakal kooperatif terhadap proses penyidikan kasus ini. Dalam pemeriksaan nanti, Rachmawati akan mengklarifikasi tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Sebab, Rachmawati sama sekali tidak memiliki niatan berbuat makar. Menurut Aldwin, sudah bukan rahasia umum kliennya itu memang kerap memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak prorakyat.

"Akan siap (diperiksa), koorperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua. Saya kira ini hanya miss informasi, dan miss komunikasi," Aldwin memungkas.

2 dari 3 halaman


"

| Mengungkap | Dalang | Balik | Upaya | Makar | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | beberapa | bukti | dugaan | makar | yang | dilakukan | Bintang | orang | lainnya | p>Satu | adanya | dokumen | Tapi | isinya | tentu | jadi | catatan | bagi | penyidik | Kedua | video | upload< | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | statement< | Kemudian | keempat | transfer | seseorang | lain | ucap | p>Martinus | diduga | mendapat | pasokan | dana | pihak | tertentu | dalam | Selain | indikasi | akhirnya | membuat | kepolisian | menahannya | p>Adanya | mendukung | terjadinya | upaya | perencanaan | pemufakatan | jahat | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | untuk | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | tandas | p>Polisi | juga | memeriksa | saksi | ahli | terkait | kasus | serta | permufakatan | menjerat | sejumlah | tokoh | nasional | Pemeriksaan | tersebut | sekaligus | menelusuri | kemungkinan | penyandang | p>Masih | dikembangkan | oleh | (siapa | dana) | nanti | masih | memerlukan | bahasa | terang | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Selain | terus | polisi | Rachmawati | Soekarnoputri | segera | setelah | adik | kandung | Megawati | sembuh | sakit | p>Segera | diperiksa | kalau | kondisi | kesehatannya | membaik | mungkin | saat | kami | periksa | ujar | p>Saat | dihubungi | terpisah | penasihat | hukum | Aldwin | Rahadian | menyat | kakak | politikus | masa | pemulihan | Sebab | kesehatan | putri | Sang | Proklamator | sempat | turun | drastis | penangkapan | pada | Jumat | pagi | p>Bu | memang | siap | kembali | p>Kendati | begitu | menegaskan | kliennya | bakal | kooperatif | terhadap | proses | penyidikan | Dalam | pemeriksaan | mengklarifikasi | tuduhan | dilayangkan | kepadanya | p>Sebab | sama | sekali | memiliki | niatan | berbuat | Menurut | bukan | rahasia | umum | kerap | memberikan | kritik | kebij | pemerintah | dianggap | prorakyat | p>Akan | (diperiksa) | koorperatif | mengikuti | diklarifikasi | semua | Saya | kira | hanya | miss | informasi | komunikasi | memungkas | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Tuesday, December 6, 2016

Mengungkap Dalang di Balik Upaya Makar 212

Martinus Sitompul (FOTO:Antara)


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada beberapa bukti dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang dan dua orang lainnya.

"Satu, adanya dokumen. Tapi isinya dokumen apa, tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kedua, adanya video yang di-upload, kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan. Kemudian, keempat bukti transfer dari seseorang ke orang lain," ucap Martinus.

Martinus mengatakan, Sri Bintang diduga mendapat pasokan dana dari pihak tertentu dalam dugaan makar. Selain itu, ada indikasi lain yang akhirnya membuat kepolisian menahannya.

"Adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya pemufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang, atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," tandas Martinus.

Polisi juga akan memeriksa saksi dan ahli terkait kasus dugaan makar serta permufakatan jahat yang menjerat sejumlah tokoh nasional ini. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk menelusuri kemungkinan adanya penyandang dana dalam upaya makar itu.

"Masih dikembangkan oleh penyidik (siapa penyandang dana), nanti kita masih memerlukan beberapa saksi, ahli, saksi bahasa, dan lain-lain," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Selain terus memeriksa Sri Bintang cs, polisi akan memeriksa Rachmawati Soekarnoputri segera setelah adik kandung Megawati Soekarnoputri itu sembuh dari sakit.

"Segera diperiksa kalau kondisi kesehatannya sudah membaik. Kan tidak mungkin saat sakit kami periksa," ujar Argo.

Saat dihubungi terpisah, penasihat hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian menyatakan kakak politikus Megawati Soekarnoputri itu masih dalam masa pemulihan. Sebab, kondisi kesehatan putri Sang Proklamator itu sempat turun drastis saat penangkapan pada Jumat pagi.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa," ucap Aldwin.

Kendati begitu, Aldwin menegaskan kliennya bakal kooperatif terhadap proses penyidikan kasus ini. Dalam pemeriksaan nanti, Rachmawati akan mengklarifikasi tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Sebab, Rachmawati sama sekali tidak memiliki niatan berbuat makar. Menurut Aldwin, sudah bukan rahasia umum kliennya itu memang kerap memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak prorakyat.

"Akan siap (diperiksa), koorperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua. Saya kira ini hanya miss informasi, dan miss komunikasi," Aldwin memungkas.

2 dari 3 halaman


"

| Mengungkap | Dalang | Balik | Upaya | Makar | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | beberapa | bukti | dugaan | makar | yang | dilakukan | Bintang | orang | lainnya | p>Satu | adanya | dokumen | Tapi | isinya | tentu | jadi | catatan | bagi | penyidik | Kedua | video | upload< | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | statement< | Kemudian | keempat | transfer | seseorang | lain | ucap | p>Martinus | diduga | mendapat | pasokan | dana | pihak | tertentu | dalam | Selain | indikasi | akhirnya | membuat | kepolisian | menahannya | p>Adanya | mendukung | terjadinya | upaya | perencanaan | pemufakatan | jahat | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | untuk | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | tandas | p>Polisi | juga | memeriksa | saksi | ahli | terkait | kasus | serta | permufakatan | menjerat | sejumlah | tokoh | nasional | Pemeriksaan | tersebut | sekaligus | menelusuri | kemungkinan | penyandang | p>Masih | dikembangkan | oleh | (siapa | dana) | nanti | masih | memerlukan | bahasa | terang | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Selain | terus | polisi | Rachmawati | Soekarnoputri | segera | setelah | adik | kandung | Megawati | sembuh | sakit | p>Segera | diperiksa | kalau | kondisi | kesehatannya | membaik | mungkin | saat | kami | periksa | ujar | p>Saat | dihubungi | terpisah | penasihat | hukum | Aldwin | Rahadian | menyat | kakak | politikus | masa | pemulihan | Sebab | kesehatan | putri | Sang | Proklamator | sempat | turun | drastis | penangkapan | pada | Jumat | pagi | p>Bu | memang | siap | kembali | p>Kendati | begitu | menegaskan | kliennya | bakal | kooperatif | terhadap | proses | penyidikan | Dalam | pemeriksaan | mengklarifikasi | tuduhan | dilayangkan | kepadanya | p>Sebab | sama | sekali | memiliki | niatan | berbuat | Menurut | bukan | rahasia | umum | kerap | memberikan | kritik | kebij | pemerintah | dianggap | prorakyat | p>Akan | (diperiksa) | koorperatif | mengikuti | diklarifikasi | semua | Saya | kira | hanya | miss | informasi | komunikasi | memungkas | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Dugaan Makar, Rachmawati Akan Ajukan Praperadilan

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Aldwin Rahardian, salah satu kuasa hukum tersangka kasus dugaan makar, Rachmawati Soekarnoputri, mengatakan bahwa pihaknya berencana menempuh upaya hukum, termasuk mengajukan gugatan praperadilan, atas penetapan kliennya sebagai tersangka.

Baca: Tangan Suami Nagita Masuk ke Dalam Ini, Mulan Jameela dan Selvi Kitty Goyang Bareng

Sebab, menurut dia, sangkaan polisi terhadap kliennya mengenai dugaan makar tersebut tidak berdasar.

"Ya nanti setelah selesai pemeriksaan, tentunya akan ada upaya hukum lebih lanjut dari itu," ujar Aldwin saat dihubungi, Selasa (6/12/2016).

Baca: Artis Ini Ungkap Bahwa Dirinya Diperkosa Sungguhan Demi Film Populer Ini Bikin Geger

Aldwin menyampaikan, tuduhan upaya makar terhadap putri mantan Presiden RI pertama, Soekarno, tersebut terlalu mengada-mengada.

Sebab, menurut Aldwin, upaya makar tersebut harus terencana dengan baik.

Baca: Bikin Heboh Lagi, Syahrini Jatuh Terjungkal Gara-gara Terlalu Bersemangat Menyapa Rekan-rekannya

"Tuduhan makar ini menurut saya ini mengada-ada. Ini terlalu jauh. Karena ini kita bisa indikasikan, kalau makar ini kegiatan yang tersencana dan harus matang. Mengandalkan power," ucap dia.

Aldwin menyatakan, saat ini kondisi kesehatan kliennya masih belum baik. Jika nanti kondisi kesehatannya pulih, kliennya akan kooperatif apabila polisi hendak memintanya untuk memberi keterangan.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa, tetapi akan kooperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua," kata Aldwin.

Polisi menetapkan tujuh orang tersangka atas dugaan permufakatan makar.

Selain Rachmawati, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.

Dalam kasus ini, penyidik Polri menemukan bahwa ketujuh tersangka berupaya memanfaatkan ruang kebebasan untuk melahirkan ide atau gagasan berbau hasutan yang bisa disalahartikan, yang dapat menggulirkan reaksi dan pendapat orang lain.

Sementara itu, Sri Bintang Pamungkas disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik juncto Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP.

Penetapan Bintang sebagai tersangka ini berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar. (Achdi Martin Pratama/Kompas.com)

"

| Dugaan | Makar, | Rachmawati | Akan | Ajukan | Praperadilan | BANGKAPOS | JAKARTA | strong> | Aldwin | Rahardian | salah | satu | kuasa | hukum | tersangka | kasus | dugaan | makar | Soekarnoputri | mengat | bahwa | pihaknya | berencana | menempuh | upaya | termasuk | mengajukan | gugatan | praperadilan | atas | penetapan | kliennya | sebagai | p> Baca: | Tangan | Suami | Nagita | Masuk | Dalam | Mulan | Jameela | Selvi | Kitty | Goyang | Bareng< | strong>< | h4> Sebab | menurut | sangkaan | polisi | terhadap | mengenai | tersebut | berdasar | p> Ya | nanti | setelah | selesai | pemeriksaan | tentunya | lebih | lanjut | ujar | saat | dihubungi | Selasa | 2016) | Artis | Ungkap | Bahwa | Dirinya | Diperkosa | Sungguhan | Demi | Film | Populer | Bikin | Geger< | h4> Aldwin | menyampaikan | tuduhan | putri | mantan | Presiden | pertama | Soekarno | mengada | p> Sebab | harus | terencana | dengan | baik | Heboh | Lagi | Syahrini | Jatuh | Terjungkal | Gara | gara | Bersemangat | Menyapa | Rekan | rekannya< | h4> Tuduhan | saya | jauh | Karena | indikasikan | kalau | kegiatan | yang | tersencana | matang | Mengandalkan | power | ucap | p> Aldwin | menyat | kondisi | kesehatan | masih | Jika | kesehatannya | pulih | kooperatif | apabila | hendak | memintanya | untuk | memberi | keterangan | p> Bu | pemulihan | memang | siap | kembali | diperiksa | mengikuti | diklarifikasi | semua | kata | p> Polisi | menetapkan | tujuh | orang | permufakatan | p> Selain | ditetapkan | adalah | Kivlan | Zein | Ratna | Sarumpaet | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | melanggar | Pasal | juncto | KUHP | p> Dalam | penyidik | Polri | menemukan | ketujuh | berupaya | memanfaatkan | ruang | kebebasan | melahirkan | atau | gagasan | berbau | hasutan | disalahartikan | dapat | menggulirkan | reaksi | pendapat | lain | p> Sementara | Bintang | Pamungkas | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | p> Penetapan | berkaitan | konten | dalam | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | menyebar | luas | diduga | menghasut | mengajak | masyarakat | agar | melakukan | (Achdi | Martin | Pratama | Kompas | com)< | p> |