Showing posts sorted by date for query mencari. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query mencari. Sort by relevance Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Dugaan Makar, Hatta Taliwang Ditangkap | hukum

Hatta Taliwang. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago

TEMPO.CO, Jakarta â€" Polisi menangkap Hatta Taliwang pada Kamis dinihari, 8 Desember 2016. Dia diduga terlibat permufakatan jahat untuk menggulingkan pemerintah yang sah atau makar sebagaimana diatur dalam Pasal 107, 110, dan 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan penangkapan Hatta sesuai dengan pernyataan kepolisian bahwa kemungkinan ada tersangka lain selain 11 orang yang ditangkap pada Jumat, 2 Desember lalu.

”Dinihari tadi sekitar pukul 1, di sebuah rumah susun di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, telah ditangkap satu orang berinisial MH alias HT,” kata Martin di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis, 8 Desember 2016.

Baca: Eksklusif: Ini Bukti Sri Bintang Pamungkas cs Diduga Makar

Hatta dikenai Pasal 28 ayat 2 juncto 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Menurut Martin, Hatta berhubungan dengan Sri Bintang Pamungkas dan 10 orang lain yang menjadi tersangka. “Dia (Hatta) posting kalimat-kalimat yang dapat menimbulkan permusuhan terkait SARA,” ujar Martin.

Dia menuturkan penyidik masih punya waktu 1 x 24 jam untuk memeriksa Hatta. Dia kini ditetapkan sebagai tersangka. Soal penahanan, penyidik juga masih menunggu pemeriksaan selesai.

Barang bukti yang dipunyai penyidik, yaitu telepon seluler, buku, dan beberapa dokumen. Polisi masih mencari barang bukti lain. Soal penetapan tersangka terhadap Hatta, ujar Martin, penyidik telah memiliki dua alat bukti yang sah.

REZKI ALVIONITASARI

"

| Dugaan | Makar, | Hatta | Taliwang | Ditangkap | hukum | TEMPO | Bernard | Chaniago< | p> TEMPO | strong> | Jakarta< | Polisi | menangkap | pada | Kamis | dinihari | Desember | 2016 | diduga | terlibat | permufakatan | jahat | untuk | menggulingkan | pemerintah | yang | atau | makar | sebagaimana | diatur | dalam | Pasal | Kitab | Undang | Hukum | Pidana | p>Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | penangkapan | sesuai | dengan | pernyataan | kepolisian | bahwa | kemungkinan | tersangka | lain | selain | orang | ditangkap | Jumat | p>”Dinihari | tadi | pukul | sebuah | rumah | susun | Bendungan | Hilir | Jakarta | Pusat | telah | satu | berinisial | alias | kata | Martin | kantornya | Selatan | p>Baca: | Eksklusif: | Bukti | Bintang | Pamungkas | Diduga | Makar< | strong>< | p> Hatta | dikenai | ayat | juncto< | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | Menurut | berhubungan | menjadi | “Dia | (Hatta) | posting< | kalimat | dapat | menimbulkan | permusuhan | terkait | SARA | ujar | p>Dia | menuturkan | penyidik | masih | punya | waktu | memeriksa | kini | ditetapkan | sebagai | Soal | penahanan | juga | menunggu | pemeriksaan | selesai | p>Barang | bukti | dipunyai | yaitu | telepon | seluler | buku | beberapa | dokumen | mencari | barang | penetapan | terhadap | memiliki | alat | p>REZKI | ALVIONITASARI< | p> < | div> |

Hatta Taliwang Ditangkal, Masinton Yakin Potensi Makar Kecil

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian menangkap aktivis Hatta Taliwang.

Hatta diamankan karena diduga terlibat perencanaan makar kepada pemerintah pada Jumat (2/12/2016).

Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu meyakini potensi orang yang dituduh polisi untuk melakukan makar kecil.

"Tapi sebagai pintu masuk untuk menelusuri pembiayaannya, aktor pendanaannya sah-sah saja dilakukan oleh polisi," kata Masinton di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Masinton mengungkapkan alasan keyakinannya tersebut.

Ia menuturkan jaringan aktivis kepada grass root tidak cukup kuat.

Pengorganisasian massa juga lemah.

"Kedua, beberapa orang ini memang dari dulu sifatnya adalah oposan sejati, mau pemerintahannya siapa, dia teriak saja," kata Masinton.

Alasan lainnya, kata Masinton, aktivis tersebut tidak punya basis pengorganisasian massa yang mengakar dan solid.

Mereka, kata Masinton, cuma memanfaatkan situasi serta kerumunan lalu diklaim untuk melakukan makar.

"Itu kan kepemimpinannya harus punya akar yang kuat, dan punya jaringan yang kuat juga, nah yang saya bisa baca dari ini adalah bahwa mereka ini digunakan oleh aktor-aktor yang punya uang untuk menciptakan instabilitas, mengganggu stabilitas Pemerintahan Jokowi JK," ujar Politikus PDIP itu.

Oleh karenanya, Masinton meminta aparat menelusuri aktor penyandang dana tersebut. Kemudian, mencari sumber usaha apakah ilegal atau tidak.

"Akan menjadi berbahaya jika sumber-sumber usaha selama ini yang berdasar usaha ilegal, seperti penyelundupan, korupsi, pembalakan hutan, apa segala macam, digunakan untuk mengganggu stabilitas negara, ini akan berbahaya dan harus aset-asetnya dibekukan," kata Masinton.

"

| Hatta | Taliwang | Ditangkal, | Masinton | Yakin | Potensi | Makar | Kecil | TRIBUNNEWS | JAKARTA | strong> | Kepolisian | menangkap | aktivis | Taliwang< | p> Hatta | diamankan | karena | diduga | terlibat | perencanaan | makar | kepada | pemerintah | pada | Jumat | 2016) | p> Anggota | Komisi | DPR< | Pasaribu< | meyakini | potensi | orang | yang | dituduh | polisi | untuk | melakukan | kecil | p> Tapi | sebagai | pintu | masuk | menelusuri | pembiayaannya | aktor | pendanaannya | dilakukan | oleh | kata | Gedung | Jakarta | Kamis | p> Masinton | mengungkapkan | alasan | keyakinannya | tersebut | p> Ia | menuturkan | jaringan | grass | root | cukup | kuat | p> Pengorganisasian | massa | juga | lemah | p> Kedua | beberapa | memang | dulu | sifatnya | adalah | oposan | sejati | pemerintahannya | siapa | teriak | p> Alasan | lainnya | punya | basis | pengorganisasian | mengakar | solid | p> Mereka | cuma | memanfaatkan | situasi | serta | kerumunan | diklaim | p> Itu | kepemimpinannya | harus | akar | saya | baca | bahwa | digun | uang | mencipt | instabilitas | mengganggu | stabilitas | Pemerintahan | Jokowi | ujar | Politikus | PDIP | p> Oleh | karenanya | meminta | aparat | penyandang | dana | Kemudian | mencari | sumber | usaha | apakah | ilegal | atau | p>Akan | menjadi | berbahaya | jika | selama | berdasar | seperti | penyelundupan | korupsi | pembal | hutan | segala | macam | negara | aset | asetnya | dibekukan | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Polisi Buru Seorang Aktivis Asal Sumbawa Atas Dugaan Makar

Rabu, 07 Desember 2016 | 18:21 WIB

Polisi Buru Seorang Aktivis Asal Sumbawa Atas Dugaan Makar

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar (tengah) bersama Karo Penmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Rikwanto (kanan) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol RP Argo Yuwono (kiri) usai memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, 3 Desember 2016. Polri menetapkan tujuh orang tersangka sebagai terduga makar. TEMPO/M Iqbal Ichsan

TEMPO.CO, Mataram - Polisi saat ini masih mencari seorang aktivis berinisial HT yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Besar. Aktivis itu diduga terlibat dalam rencana makar pada 2 Desember 2016.

"Nanti kita cek sajalah kegiatan sehari-harinya di sana (Sumbawa Barat)," kata Kapolda NTB Brigjen Umar Septono di Mataram, Rabu, 7 Desember 2016. Menurut Umar secara resmi Polda Metro Jaya belum berkoordinasikannya dengan Polda NTB. "Belum ada sama sekali (koordinasi), kita belum dilibatkan, karena itu kan TKP di sana, urusan Polda Metro Jaya. Jadi, sejauh ini belum ada masukan apa-apa."

Sebelumnya Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap sebelas aktivis yang diduga akan melakukaan makar dengan memanfaatkan massa pengunjuk rasa 2 Desember 2916. Aktivis-aktivis itu antara lain adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri Ahmad Dani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar. Diduga HT juga terlibat secara langsung dengan kelompok itu.

Keterlibatan HT diketahui setelah polisi mengantongi sejumlah alat bukti adanya rencana makar yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan Joko Widodo dengan memanfaatkan aksi 2 Desember. Hanya saja keberadaan HT hingga kini belum diketahui oleh polisi. Polda Metro Jaya sudah mencari mantan anggota legislatif tersebut.

Dari sebelas tersangka makar yang ditangkap, hanya tiga yang menjalani proses penahanan, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar. Untuk ketiganya, polisi menyangkakan dengan Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang ITE dan juga Pasal 107 Juncto Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

ANTARA

"

| Polisi | Buru | Seorang | Aktivis | Asal | Sumbawa | Atas | Dugaan | Makar | Rabu | Desember | 2016 | 18:21 | WIB< | p> < | div> Kepala | Divisi | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | (tengah) | bersama | Karo | Penmas | Kombes | Rikwanto | (kanan) | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Argo | Yuwono | (kiri) | usai | memberikan | keterangan | pers | Mabes | Jakarta | menetapkan | tujuh | orang | tersangka | sebagai | terduga | makar | TEMPO | Iqbal | Ichsan< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Mataram< | strong> | saat | masih | mencari | seorang | aktivis | berinisial | yang | berasal | Kabupaten | Besar | diduga | terlibat | dalam | rencana | pada | p> Nanti | kegiatan | sehari | harinya | sana | (Sumbawa | Barat) | kata | Kapolda | Brigjen | Umar | Septono | Mataram | Menurut | secara | resmi | berkoordinasikannya | dengan | Belum | sama | sekali | (koordinasi) | dilibatkan | karena | urusan | Jadi | sejauh | masukan | p>Senya | Kepolisian | Daerah | menangkap | sebelas | melakukaan | memanfaatkan | massa | pengunjuk | rasa | 2916 | antara | lain | adalah Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | Ahmad | Dani | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | Diduga | juga | langsung | kelompok | p>Keterlibatan | diketahui | setelah | polisi | mengantongi | sejumlah | alat | bukti | adanya | bertujuan | menjatuhkan | pemerintahan | Joko | Widodo | aksi | Hanya | keberadaan | kini | oleh | mantan | anggota | legislatif | tersebut | p>Dari | ditangkap | hanya | tiga | menjalani | proses | penahanan | yakni | Untuk | ketiganya | menyangk | Pasal | Ayat | Undang | Nomor | 2008 | tentang | Juncto | KUHP | Permufakatan | Jahat | p>ANTARA< | p> |

Begini Jawaban Sri Bintang Saat Ditanya Penyidik Soal Dugaan Makar

Jakarta - Pengacara Razman Nasution membantah jika kliennya, Sri Bintang Pamungkas, tidak kooperatif. Menurutnya, sang klien juga meneken BAP (Berita Acara Pemeriksaan), hanya saja tidak mau menjawab soal dugaan makar yang dituduhkan.

"Dia tanda tangan, tapi ketika ditanya kenapa -dia dikatakan sangkaan makar dan apa yang dia lakukan apakah ada rapat (dengan Rachmawati Soekarno Putri dkk)-, dia enggak bilang," kata Razman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Ketika ditanya soal dugaan makar, Sri Bintang meminta penyidik untuk mencari alat buktinya. "(Sri Bintang menjawab penyidik) silahkan anda cari alasannya, saya hanya berkirim surat kepada DPR RI, suratnya ada," kata Razman menirukan jawaban kliennya.

Menurut Razman, dengan dikirimnya surat permintaan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk dilakukan sidang istimewa itu bukanlah upaya makar.

"Pasal 107 itu adalah pasal tentang makar, menggulingkan pemerintahan, ini apa yang digulingkan di sini?" lanjutnya.

Razman mengaku, dia sendiri telah berkomunikasi dengan seorang penyidik bernama Suhartono. Suhartono kepada Razman disebut mengatakan bahwa selama diperiksa Sri Bintang bersikap kooperatif.

"Jadi saya saksikan di situ ada saudara Suhartono ya, saya siap bertemu dengan Suhartono itu. Suhartono ketemu saya, (dan bilang) 'SBP itu dia bagus'," sebut Razman.

"Bahkan beliau disuruh istirahat sama penyidik, 'tidur dulu', ketika saya datang, koordinasi, kemudian dia kasih tidur, ditanya (ke Suhartono-red) pak teken?, teken beliau (Sri Bintang), beliau tanda tangan kok," tandasnya.
(mei/elz)

"

| Begini | Jawaban | Bintang | Saat | Ditanya | Penyidik | Soal | Dugaan | Makar | Jakarta< | strong> | Pengacara | Razman | Nasution | membantah | jika | kliennya | Pamungkas | kooperatif | Menurutnya | sang | klien | juga | meneken | (Berita | Acara | Pemeriksaan) | hanya | menjawab | soal | dugaan | makar | yang | dituduhkan | tanda | tangan | ketika | ditanya | kenapa | dikat | sangkaan | lakukan | apakah | rapat | (dengan | Rachmawati | Soekarno | Putri | dkk) | enggak | bilang | kata | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Jaya | Jakarta | Rabu | 2016) | p>Ketika | meminta | penyidik | untuk | mencari | alat | buktinya | (Sri | penyidik) | silahkan | anda | cari | alasannya | saya | berkirim | surat | suratnya | menirukan | jawaban | p>Menurut | dengan | dikirimnya | permintaan | Majelis | Permusyawaratan | Rakyat | (MPR) | dilakukan | sidang | istimewa | bukanlah | upaya | p>Pasal | adalah | pasal | tentang | menggulingkan | pemerintahan | digulingkan | sini | lanjutnya | p>Razman | mengaku | sendiri | telah | berkomunikasi | seorang | bernama | Suhartono | disebut | mengat | bahwa | selama | diperiksa | bersikap | p>Jadi | saksikan | situ | saudara | siap | bertemu | ketemu | (dan | bilang) | bagus | sebut | p>Bahkan | beliau | disuruh | istirahat | sama | tidur | dulu | datang | koordinasi | kemudian | kasih | red) | teken | Bintang) | tandasnya | (mei | elz)< |

Editor Says: Heboh Dugaan Makar 2 Desember

Bintang.com, Jakarta Jumat, 2 Desember 2016, publik dikejutkan dengan penangkapan 11 orang terkait dugaan makar. Mereka ditangkap polisi dalam rentang waktu pukul 03 . 00 WIB hingga 06.00 WIB. 

Mereka yang ditangkap yaitu Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri , Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Firza Huzein, Eko Santjojo, dan Alvin Indra. Kedelapan orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP tentang perbuatan makar dan pemufakatan Jahat untuk melakukan makar.

Polisi juga menangkap dan menetapkan tersangka pada Rizal Kobar dan Jamran. Keduanya dijerat Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 KUHP & Pasal 28 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terakhir, Ahmad Dhani. Dia dijerat Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

Polisi hingga saat ini masih menahan tiga orang, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar. Sementara delapan orang lainnya sudah dilepas usai menjalani pemeriksaan 1x24 jam. Meski tidak dilakukan penahanan namun proses hukum pada delapan tersangka tetap berlanjut hingga ke meja hijau.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochammad Iriawan menunjukkan gambar saat rapat jelang penangkapan terduga makar, Jakarta, Selasa (6/12). Iriawan memastikan penangkapan tersebut sudah sesuai prosedur hukum. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Terkait perencanaan upaya makar 2 Desember. polisi juga saat ini sedang mencari keberadaan aktivis Hatta Taliwang yang diduga ikut terlibat, dan memburu aktor utama di balik upaya makar tersebut, yaitu sang penyandang dana.

Polisi mengatakan penangkapan dilakukan sebagai langkah antisipasi. Mereka yang ditangkap diduga ingin menggiring massa aksi damai 2 Desember di Monas untuk menduduki gedung MPR/DPR ,menuntut sidang istimewa untuk menggantikan pemerintahan yang sah. Dugaan itu dilandaskan kepada sejumlah alat bukti yang dikumpulkan penyidik Polri, antara lain berupa percakapan antara tersangka makar dan surat Sri Bintang Pamungkas yang ditujukan kepada MPR, DPR, dan TNI berisi aspirasi untuk menggantikan pemerintahan yang sah.

Upaya antisipasi dari kepolisian tersebut menuai pro dan kontra. Sebagian pihak mendukung langkah kepolisian, dan sebaliknya sebagian pihak menyayangkan penangkapan tersebut karena dinilai sebagai kemunduran berdemokrasi.

Memang, kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak asasi manusia yang secara tegas telah dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Kemerdekaan menyatakan pendapat tersebut merupakan perwujudan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun akan sangat disayangkan apabila aksi unjuk rasa yang dimotori Rachmati dkk yang direncanakan dilakukan usai salat Jumat pada 2 Desember di Gedung DPR/MPR dengan agenda penjarakan Basuki Tjahaja Purna (Ahok) dan menuntut MPR melakukan Sidang Istimewa agar mengembalikan undang-undang dasar amandemen ke Undang-Undang Dasar 1945 yang asli, berubah anarkis, apalagi sampai terjadi penggulingan kekuasaan seperti yang dikhawatirkan pihak kepolisian.

Tentu, saya pribadi tak mau apabila itu terjadi. Sebab, saya masih percaya dengan pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Kadivhumas Mabes Polri Boy Ralfi Amar memberikan keterangan terkait dugaan upaya makar pada agenda demonstrasi 211 di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (03/12/2016). Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebagai rakyat biasa, terkait dugaan upaya makar kepada Rachmawati dkk,  saya memilih untuk mempercayakan aparat penegak hukum dalam membuktikan kebenaran tuduhan upaya makar tersebut. Tapi tetap mengawal dan terus mengontrol secara ketat.

"

| Editor | Says: | Heboh | Dugaan | Makar | Desember | Bintang | Jakarta< | strong> | Jumat | 2016 | publik | dikejutkan | dengan | penangkapan | orang | terkait | dugaan | makar< | Mereka | ditangkap | polisi | dalam | rentang | waktu | pukul | p> Mereka | yang | yaitu | Bintang | Pamungkas | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | Kivlan | Zein | Adityawarman | Thahar | Firza | Huzein | Santjojo | Alvin | Indra | Kedelapan | ditetapkan | sebagai | tersangka | dijerat | Pasal | Juncto | KUHP | tentang | perbuatan | makar | pemufakatan | Jahat | untuk | melakukan | p> Polisi | juga | menangkap | menetapkan | pada | Rizal | Kobar | Jamran | Keduanya | & | Nomor | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | Terakhir | Ahmad | Dhani | Penghinaan | terhadap | Penguasa | p> Polisi | saat | masih | menahan | tiga | yakni | Sementara | delapan | lainnya | dilepas | usai | menjalani | pemeriksaan | 1x24 | Meski | dilakukan | penahanan | proses | hukum | tetap | berlanjut | meja | hijau | p> < | p> Terkait | perencanaan | upaya | mencari | keberadaan | aktivis | Hatta | Taliwang | diduga | ikut | terlibat | memburu | aktor | utama | balik | tersebut | sang | penyandang | dana | mengat | langkah | antisipasi | ingin | menggiring | massa | aksi | damai | Monas | menduduki | gedung | menuntut | sidang | istimewa | menggantikan | pemerintahan | dilandaskan | kepada | sejumlah | alat | bukti | dikumpulkan | penyidik | Polri | antara | lain | berupa | percakapan | surat | ditujukan | berisi | aspirasi | div> Upaya | kepolisian | menuai | kontra | Sebagian | pihak | mendukung | sebaliknya | sebagian | menyayangkan | karena | dinilai | kemunduran | berdemokrasi | p> Memang | kemerdekaan | menyampaikan | pendapat | muka | umum | merup | asasi | manusia | secara | tegas | telah | dijamin | peraturan | perundang | undangan | Kemerdekaan | menyat | perwujudan | demokrasi | kehidupan | berbangsa | bernegara | p> Namun | sangat | disayangkan | apabila | unjuk | rasa | dimotori | Rachmati | direncan | salat | Gedung | agenda | penjar | Basuki | Tjahaja | Purna | (Ahok) | Sidang | Istimewa | agar | mengembalikan | undang | dasar | amandemen | Undang | Dasar | 1945 | asli | berubah | anarkis | apalagi | sampai | terjadi | penggulingan | kekuasaan | seperti | dikhawatirkan | p> Tentu | saya | pribadi | Sebab | masih percaya | dipimpin | Presiden | Joko | Widodo | Wapres | Jusuf | Kalla | membawa | Indonesia | arah | lebih | baik | p> Sebagai | rakyat | biasa |  saya memilih | mempercay | aparat | penegak | dalam membuktikan | kebenaran | tuduhan | Tapi | mengawal | terus | mengontrol | ketat | div> |

Tuesday, December 6, 2016

Polisi Buru MH Taliwang untuk Kasus Makar

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Dalam dugaan aksi makar, pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya masih mencari beberapa pelaku yang ikut merencanakannya pada aksi bela islam jilid III atau aksi damai yang digelar di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) lalu.

Salah satunya adalah Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta, M Hatta Taliwang yang saat ini masih diburu Polda Metro Jaya.

Baca: Kivlan Zein: Jika Rizieq Shihab Tertembak, Saya akan Pimpin Massa

Karena diketahui, MH Taliwang ikut rapat kegiataan yang diduga akan melaksanakan makar dalam aksi damai tersebut.

"Iya (Ikut rapat-red). (Ditangkap-red) belum sedang kita cari," kata Kapolda Metro Jaya, Mochammad Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

Baca: Ada Kucuran Dana di Dalam Upaya Makar

Sementara musis Ahmad Dhani hanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap penguasa umum. 

Meski begitu, polisi tetap mendalami kemungkinan keterlibatan Dhani dalam kasus dugaan makar.

"Yang jelas indikasi ke sana (keterlibatan dugaan upaya makar) ada," ujar dia. 

Baca: Aktivis Sepuh Ditangkap, Kapolri: Justru yang Senior dan Pengalaman yang Bisa Makar

Dia menambahkan pihaknya terus menelusuri kasus makar itu. Sampai dari mana aliran dana untuk kegiatan makar tersebut.

Sehingga, pihak penyidik akan bekerjasama dengan pihak Perbankan untuk menelusuri aliran dana dari rekening koran yang sudah dikantongi polisi.

"Aliran dana sedang kita lacak nanti akan saya sampaikan apabila ada itu akan kita jelaskan ke temen," ucapnya.

"Kemudian siapa di belakang ini tentunya akan terus kita lakukan pemeriksaan. Karena ini psti akan mengerucut menjadi satu. Tapi dari hasil pertemuan yg ada beberapa orang hadir dalam oertemuan dan pembicaraan perencanaan yg akan melakukan penggerakan," kata dia.

Saat ini polisi menjerat Dhani dengan pasal penghinaan terhadap penguasa yang diatur dalam Pasal 207 KUHP.

Sementara untuk ketujuh tersangka lainnya disangka melakukan makar sebagaimana diatur dalam Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP.

Sedangkan Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2( Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP.(bin)

"

| Polisi | Buru | Taliwang | untuk | Kasus | Makar | WARTA | KOTA | SEMANGGI | strong> | Dalam | dugaan | aksi | makar | pihak | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | masih | mencari | beberapa | pelaku | yang | ikut | merencannya | pada | bela | islam | jilid | atau | damai | digelar | Monas | Gambir | Jakarta | Pusat | Jumat | p> Salah | satunya | adalah | Direktur | Institut | Ekonomi | Politik | Soekarno | Hatta | saat | diburu | Polda | p> Baca: | Kivlan | Zein: | Jika | Rizieq | Shihab | Tertembak | Saya | Pimpin | Massa< | strong>< | h4> Karena | diketahui | rapat | kegiataan | diduga | melaksan | dalam | tersebut | p> Iya | (Ikut | red) | (Ditangkap | cari | kata | Kapolda | Mochammad | Iriawan | Mapolda | Semanggi | Selatan | Selasa | Kucuran | Dana | Upaya | Makar< | h4> Sementara | musis | Ahmad | Dhani | hanya | ditetapkan | sebagai | tersangka | kasus | penghinaan | terhadap | penguasa | umum | p> Meski | begitu | polisi | tetap | mendalami | kemungkinan | keterlibatan | p> Yang | jelas | indikasi | sana | (keterlibatan | upaya | makar) | ujar | Aktivis | Sepuh | Ditangkap | Kapolri: | Justru | Senior | Pengalaman | Bisa | h4> Dia | menambahkan | pihaknya | terus | menelusuri | Sampai | mana | aliran | dana | kegiatan | p> Se | penyidik | bekerjasama | dengan | Perbankan | rekening | koran | dikantongi | p> Aliran | lacak | nanti | saya | sampaikan | apabila | jelaskan | temen | ucapnya | p> Kemudian | siapa | belg | tentunya | lakukan | pemeriksaan | Karena | psti | mengerucut | menjadi | satu | Tapi | hasil | pertemuan | orang | hadir | oertemuan | pembicaraan | perencanaan | melakukan | pengger | p> Saat | menjerat | pasal | diatur | Pasal | KUHP | p> Sementara | ketujuh | lainnya | disangka | sebagaimana | juncto | p> Sedangkan | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | dijerat | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | (ITE) | (bin)< | p> |

Polisi Buru MH Taliwang untuk Kasus Makar

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Dalam dugaan aksi makar, pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya masih mencari beberapa pelaku yang ikut merencanakannya pada aksi bela islam jilid III atau aksi damai yang digelar di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) lalu.

Salah satunya adalah Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta, M Hatta Taliwang yang saat ini masih diburu Polda Metro Jaya.

Baca: Kivlan Zein: Jika Rizieq Shihab Tertembak, Saya akan Pimpin Massa

Karena diketahui, MH Taliwang ikut rapat kegiataan yang diduga akan melaksanakan makar dalam aksi damai tersebut.

"Iya (Ikut rapat-red). (Ditangkap-red) belum sedang kita cari," kata Kapolda Metro Jaya, Mochammad Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

Baca: Ada Kucuran Dana di Dalam Upaya Makar

Sementara musis Ahmad Dhani hanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap penguasa umum. 

Meski begitu, polisi tetap mendalami kemungkinan keterlibatan Dhani dalam kasus dugaan makar.

"Yang jelas indikasi ke sana (keterlibatan dugaan upaya makar) ada," ujar dia. 

Baca: Aktivis Sepuh Ditangkap, Kapolri: Justru yang Senior dan Pengalaman yang Bisa Makar

Dia menambahkan pihaknya terus menelusuri kasus makar itu. Sampai dari mana aliran dana untuk kegiatan makar tersebut.

Sehingga, pihak penyidik akan bekerjasama dengan pihak Perbankan untuk menelusuri aliran dana dari rekening koran yang sudah dikantongi polisi.

"Aliran dana sedang kita lacak nanti akan saya sampaikan apabila ada itu akan kita jelaskan ke temen," ucapnya.

"Kemudian siapa di belakang ini tentunya akan terus kita lakukan pemeriksaan. Karena ini psti akan mengerucut menjadi satu. Tapi dari hasil pertemuan yg ada beberapa orang hadir dalam oertemuan dan pembicaraan perencanaan yg akan melakukan penggerakan," kata dia.

Saat ini polisi menjerat Dhani dengan pasal penghinaan terhadap penguasa yang diatur dalam Pasal 207 KUHP.

Sementara untuk ketujuh tersangka lainnya disangka melakukan makar sebagaimana diatur dalam Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP.

Sedangkan Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2( Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP.(bin)

"

| Polisi | Buru | Taliwang | untuk | Kasus | Makar | WARTA | KOTA | SEMANGGI | strong> | Dalam | dugaan | aksi | makar | pihak | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | masih | mencari | beberapa | pelaku | yang | ikut | merencannya | pada | bela | islam | jilid | atau | damai | digelar | Monas | Gambir | Jakarta | Pusat | Jumat | p> Salah | satunya | adalah | Direktur | Institut | Ekonomi | Politik | Soekarno | Hatta | saat | diburu | Polda | p> Baca: | Kivlan | Zein: | Jika | Rizieq | Shihab | Tertembak | Saya | Pimpin | Massa< | strong>< | h4> Karena | diketahui | rapat | kegiataan | diduga | melaksan | dalam | tersebut | p> Iya | (Ikut | red) | (Ditangkap | cari | kata | Kapolda | Mochammad | Iriawan | Mapolda | Semanggi | Selatan | Selasa | Kucuran | Dana | Upaya | Makar< | h4> Sementara | musis | Ahmad | Dhani | hanya | ditetapkan | sebagai | tersangka | kasus | penghinaan | terhadap | penguasa | umum | p> Meski | begitu | polisi | tetap | mendalami | kemungkinan | keterlibatan | p> Yang | jelas | indikasi | sana | (keterlibatan | upaya | makar) | ujar | Aktivis | Sepuh | Ditangkap | Kapolri: | Justru | Senior | Pengalaman | Bisa | h4> Dia | menambahkan | pihaknya | terus | menelusuri | Sampai | mana | aliran | dana | kegiatan | p> Se | penyidik | bekerjasama | dengan | Perbankan | rekening | koran | dikantongi | p> Aliran | lacak | nanti | saya | sampaikan | apabila | jelaskan | temen | ucapnya | p> Kemudian | siapa | belg | tentunya | lakukan | pemeriksaan | Karena | psti | mengerucut | menjadi | satu | Tapi | hasil | pertemuan | orang | hadir | oertemuan | pembicaraan | perencanaan | melakukan | pengger | p> Saat | menjerat | pasal | diatur | Pasal | KUHP | p> Sementara | ketujuh | lainnya | disangka | sebagaimana | juncto | p> Sedangkan | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | dijerat | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | Informasi | Transaksi | Elektronik | (ITE) | (bin)< | p> |

Monday, December 5, 2016

Demokrat Anggap Dugaan Makar Terlalu Jauh, PDI-P Serahkan ke Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penangkapan serta penetapan tersangka terhadap tujuh orang terkait perkara dugaan makar pada Jumat (2/12/2016) lalu masih menuai kontroversi.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan berpendapat, tuduhan makar itu berlebihan.

"Kami masih melihat bahwa terlalu jauh untuk melihat ke sana," ujar Syarief dalam acara "Satu Meja" yang ditayangkan Kompas TV, Senin (5/12/2016) malam.

Alasannya, Syarief berpendapat, seluruh rakyat Indonesia telah menyadari bahwa aksi makar adalah bentuk inkonstitusional dan perusakan tatanan demokrasi yang telah dibangun, khususnya pasca-reformasi.

Oleh sebab itu, mendukung pemerintah sah hingga habis periode dan berkompetisi lagi di dalam pemilihan presiden selanjutnya adalah hal yang mutlak dilakukan.

Jika muncul kritik dari masyarakat, hal itu memang diakomodasi di dalam undang-undang. Asalkan, penyampaian kritik itu tidak melanggar hak dan kewajiban warga negara lain.

Meski menganggap tuduhan makar terlalu jauh, Syarief mewanti-wanti agar aparat keamanan harus selalu siap mengantisipasi hal negatif yang mungkin terjadi.

"Namun bagaimana pun juga, dengan begitu banyak massa, tentunya kami mendorong aparat keamanan TNI- Polri waspada. Itu sah-sah saja, itu merupakan tugas dan tanggung jawab," ujar dia.

Syarief pun meminta Polri dapat membuktikan apakah tuduhan itu benar atau tidak.

Terlalu prematur

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah berpendapat berbeda.

Pertama, Basarah menilai, Polisi tidak mungkin gegabah dalam menangkap dan menetapkan tersangka terhadap tujuh orang dengan sangkaan makar.

"Tindakan polisi memanggil, menjemput dan mentersangkakan para pihak yang diduga melakukan upaya makar, pasti memiliki alat bukti yang cukup kuat untuk sampai ke tindakan hukum seperti itu," ujar Basarah.

Kedua, proses penyelidikan dan penyidikan perkara makar masih berjalan. Polisi tidak memiliki wewenang mengadili apa ketujuh tersangka itu benar-benar melakukan tindakan makar atau tidak.

Wewenang tersebut, lanjut Basarah, dimiliki oleh pengadilan.

"Oleh karena itu, tunggu dulu. Terlalu prematur menuduh Polri proporsional atau tidak proporsional dalam hal ini. Karena proses perkara ini masih berlangsung," ujar dia.

Basarah pun berpendapat alangkah baiknya publik mempercayakan pengungkapan kebenaran perkara itu kepada sistem hukum di Tanah Air.

Dari keputusan itu nantinya dapat disimpulkan apakah aksi polisi dianggap berlebihan atau tidak.

Namun, Basarah mengapresiasi kerja Polisi. Apalagi penangkapan ketujuh orang itu dilakukan sebelum aksi super damai di Silang Monas, 2 Desember 2016.

"Polisi melakukan tindakan preventif untuk menjaga kemurnian umat Islam yang ingin mengekspresikan perasaan keislamannya akibat ada dugaan kitab sucinya dinistakan oleh Pak Ahok (Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama)," ujar Basarah.

"Jadi ingin dipilah supaya tidak ada manipulasi. Apa yang kita saksikan peristiwa aksi super damai lebih ke kegiatan ibadah, doa, zikir di mana polisi berhasil memisahkan mana gerakan keagamaan dan mana gerakan politik," kata dia.

Pengamat politik UIN Komarudin Hidayat berpendapat sama dengan Basarah. Menurut dia, publik tengah menyoroti betul kinerja Polri, khususnya soal pengusutan perkara dugaan penodaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

Oleh sebab itu, ketika melaksanakan tugas yang terkait dengan perkara itu meski tidak langsung, Polri diyakini melakukannya dengan profesional.

"Polisi tidak akan main-main mempertaruhkan kepercayaannya ya. Karena polisi dapat pressure luar biasa dalam kasus Ahok ini. Oleh karena itu ketika polisi menangkap, saya yakin dia punya informasi dan pertimbangan tersendiri," ujar Komarudin.

Sebanyak tujuh orang yang ditangkap sebelum aksi doa bersama Jumat lalu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan upaya makar.

Ketujuh orang itu adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.

(Baca juga: Kapolri Ungkap Alasan Penangkapan 11 Orang Tersangka Dugaan Makar Jelang Doa Bersama)

Upaya provokasi

Meski sudah mengantongi sejumlah alat bukti untuk menjerat tujuh tersangka itu, namun penyidik masih mencari bukti kuat lain.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes (Pol) Martinus Sitompul mengatakan, salah satu petunjuk yang masih dikejar penyidik adalah keterkaitan antara tujuh tersangka itu dengan ajakan sejumlah orang untuk menduduki gedung MPR/DPR pada aksi super damai 2 Desember 2016.

"Ada upaya memprovokasi umat untuk dibawa ke Gedung MPR/DPR RI dan mendesak sidang istimewa menggulingkan pemerintah sah," ujar Martinus di kantornya, Senin (5/12/2016).

(Baca juga: Penegak Hukum Diminta Tak Sembarangan Terapkan Pasal Makar)

Sebelum shalat Jumat bersama di Lapangan Silang Monas, lanjut Martinus, ada sejumlah orang menggunakan mobil mengajak massa untuk bertolak ke Gedung MRP/DPR RI.

Martinus menegaskan, orang tersebut bukanlah bagian dari massa aksi doa bersama. Sebab, para pimpinan aksi itu sudah sepakat dengan polisi hanya menggelar shalat Jumat bersama di Lapangan Silang Monas tanpa harus berorasi di jalanan.

"Nah, kami menduga ajakan-ajakan ini dalam rangka bagian dari rencana itu (makar)," ujar Martinus.

Martinus enggan menjelaskan apa yang sudah didapatkan penyidik soal informasi itu.

"Intnya ada informasi A, B, C dan D yang sementara ini masih dalam tahap penyidikan. Yang jelas ada informasi seperti itu dan harus dikonstruksi menjadi sebuah sangkaan. Ini butuh waktu," ujar dia.

Kompas TV Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Tersangka Makar

"

| Demokrat | Anggap | Dugaan | Makar | Jauh, | PDI-P | Serahkan | Polisi | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Penangkapan | serta | penetapan | tersangka | terhadap | tujuh | orang | terkait | perkara | dugaan | makar | pada | Jumat | 2016) | masih | menuai | kontroversi | p> Wakil | Ketua | Umum | Partai | Demokrat< | Syarief | Hasan | berpendapat | tuduhan | berlebihan | p> Kami | melihat | bahwa | jauh | untuk | sana | ujar | dalam | acara | Satu | Meja | yang | ditayangkan | Kompas | Senin | malam | p> Alasannya | seluruh | rakyat | Indonesia | telah | menya | aksi | adalah | bentuk | inkonstitusional | perus | tatanan | demokrasi | dibangun | khususnya | pasca | reformasi | p> Oleh | mendukung | pemerintah | habis | periode | berkompetisi | lagi | pemilihan | presiden | selanjutnya | mutlak | dilakukan | p> Jika | muncul | kritik | masyarakat | memang | diakomodasi | undang | Asalkan | penyampaian | melanggar | kewajiban | warga | negara | lain | p> Meski | menganggap | mewanti | wanti | agar | aparat | keamanan | harus | siap | mengantisipasi | negatif | mungkin | terjadi | p> Namun | bagaimana | juga | dengan | begitu | banyak | massa | tentunya | kami | mendorong | TNI< | Polri< | waspada | merup | tugas | tanggung | jawab | p> Syarief | meminta | dapat | membuktikan | apakah | benar | atau | p> Ter | prematur< | strong>< | p> Sementara | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Perjuangan | Ahmad | Basarah | berbeda | p> Pertama | menilai | gegabah | menangkap | menetapkan | sangkaan | p> Tind | polisi | memanggil | menjemput | mentersangk | para | pihak | diduga | melakukan | upaya | pasti | memiliki | alat | bukti | cukup | kuat | sampai | tind | hukum | seperti | p> Kedua | proses | penyelidikan | penyidikan | berjalan | wewenang | mengadili | ketujuh | p> Wewenang | tersebut | lanjut | dimiliki | oleh | pengadilan | karena | tunggu | dulu | prematur | menuduh | proporsional | Karena | berlangsung | p> Basarah | alangkah | baiknya | publik | mempercay | pengungkapan | kebenaran | kepada | sistem | Tanah | p> Dari | keputusan | nantinya | disimpulkan | dianggap | mengapresiasi | kerja | Apalagi | penangkapan | super | damai | Silang | Monas | Desember< | 2016 | p> Polisi | preventif | menjaga | kemurnian | umat | Islam | ingin | mengekspresikan | perasaan | keislamannya | sucinya | dinist | Ahok | (Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahaja | Purnama< | p> Jadi | dipilah | supaya | manipulasi | saksikan | peristiwa | lebih | kegiatan | ibadah | zikir | mana | berhasil | memisahkan | keagamaan | politik | kata | p> Pengamat | Komarudin | Hidayat | sama | Menurut | tengah | menyoroti | betul | kinerja | soal | pengusutan | penodaan | agama | ketika | melaksan | meski | langsung | diyakini | melakukannya | profesional | main | mempertaruhkan | kepercayaannya | pressure< | luar | biasa | kasus | Oleh | saya | yakin | punya | informasi | pertimbangan | tersendiri | p> Sebanyak | ditangkap | bersama< | ditetapkan | sebagai | p> Ketujuh | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | Pasal | juncto | KUHP | p> (Baca | juga: Kapolri | Ungkap | Alasan | Orang | Tersangka | Jelang | Bersama< | a>)< | p> Upaya | provokasi< | mengantongi | sejumlah | menjerat | penyidik | mencari | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Kombes | (Pol) | Martinus | Sitompul< | mengat | salah | satu | petunjuk | dikejar | keterkaitan | antara | menduduki | gedung | p> Ada | memprovokasi | dibawa | Gedung | mendesak | sidang | istimewa | menggulingkan | kantornya | juga: | Penegak | Hukum | Diminta | Sembarangan | Terapkan | Makar< | p> Se | shalat | bersama | Lapangan | menggun | mobil | mengajak | bertolak | p> Martinus | menegaskan | bukanlah | bagian | Sebab | pimpinan | sepakat | hanya | menggelar | tanpa | berorasi | jalanan | p> Nah | menduga | rangka | rencana | (makar) | enggan | menjelaskan | didapatkan | p> Intnya | sementara | tahap | Yang | jelas | dikonstruksi | menjadi | sebuah | butuh | waktu | p> Kompas | span> | Kapolri | Jelaskan | p> |