Showing posts sorted by date for query rasa. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query rasa. Sort by relevance Show all posts

Friday, December 9, 2016

Misteri aliran dana makar & bantahan puteri Soekarno

Merdeka.com - Pernyataan keras Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian soal adanya upaya makar dalam demonstrasi 2 Desember lalu diikuti dengan penangkapan sejumlah orang. 11 orang diciduk saat Subuh pada 2 Desember lalu.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000Delapan di antaranya dikenai pasal 107 junto 110 junto pasal 87 KUHP tentang Makar, dua orang dianggap melanggar Undang-undang ITE pasal 28, dan satu orang dijerat dengan pasal 207 (penghinaan terhadap penguasa).

Polisi pun mengungkap adanya penyandang dana untuk melakukan makar. Namun polisi belum mengungkap siapa penyandang dana tersebut. Hingga kini, polisi mengaku masih terus melakukan penyelidikan. Dalang ini disebut sebagai pihak yang ingin mendanai aksi makar tersebut.

Karopenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Rikwanto menyatakan penyidik tengah menelusuri aliran dana. Yang jelas, polisi telah menemukan bukti transfer dana untuk aksi makar yang menjerat delapan tokoh nasional itu.

"Aliran dana ini masih kita telusuri masih kita pertajam, dari mana dan kepentingan apa," ujar dia," katanya, Rabu (7/12).

Rikwanto dengan tegas mengatakan sudah mengantongi nama dalang yang dimaksud. Hal itu dikatakan dia saat disinggung nama orang yang tercantum dalam bukti transfer tersebut.

"Kita sudah mengantongi nama orang yang mentransfer," katanya.

Sebelumnya, Polri mengaku menemukan bukti baru terkait dugaan aksi makar yang menjerat delapan orang tokoh nasional. Penyidik menemukan adanya bukti transfer dana untuk mendanai aksi makar tersebut.

Terbaru, polisi memastikan dana tersebut bukan dari Partai Politik (Parpol). Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

"Bukan (dari parpol). Masih didalami, itu ranahnya penyidik," kata Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12) kemarin.

Menurut Argo, kepolisian saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan aksi makar delapan tersangka tersebut. Argo mengatakan, meski kedelapan tersangka membantah melakukan makar namun kepolisian mempunyai bukti yang kuat menangkap dan menetapkan delapan orang itu melakukan makar.

"Enggak masalah, kita punya bukti video, surat pokoknya dua alat bukti," kata Argo.

Argo mengatakan, saat ini kepolisian sedang memilah-milah peran dari masing-masing tersangka terkait kasus dugaan makar tersebut. "Sedang dipilah-pilah," kata dia.

Salah seorang tersangka, Rachmawati Soekarnoputri pun angkat bicara. Putri Presiden pertama RI Soekarno itu membantah dengan tegas tudingan dirinya terlibat dalam aksi makar. Sebab bagaimana pun juga, dirinya merupakan anak dari proklamator Soekarno.

"Saya membantah dengan keras bahwa saya tidak melakukan makar sama sekali dan tidak ada upaya untuk melakukan makar terhadap pemerintahan yang sekarang," kata Rachmawati di kediamannya Jalan Jati Padang, No 54 A, Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

Sebagai anak dari Bung Karno, Rachmawati mengaku mengetahui batas-batas hukum yang berkaitan dengan makar. Bila dituduhkan melakukan upaya makar kepada negara dengan pasti dia akan membantah itu semua.

"Saya akan memberikan sedikit kronologis. Pada tanggal yang seperti yang dituduhkan di dalam surat penangkapan itu pada tanggal 1 Desember saya melakukan jumpa pers dan itu hasil dari kesepakatan sebelumnya ada tanggal 20 yang saya dalam acara konsolidasi tokoh nasional di Aula UBK yang dihadiri oleh berbagai aktivis lintas organisasi dan kelompok yang memiliki kepedulian pada persoalan kebangsaan," kata Rachmawati.

Hasil pertemuan tersebut, kata dia, menghasilkan dua poin besar yakni mendukung aksi 212 dalam rangka bela Islam dan menangkap Ahok. Kedua adalah bela negara untuk mengembalikan landasan negara pada UUD 1945.

"Sebagaimana diketahui saya sejak tahun lalu sudah bertemu dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam rangka untuk menyampaikan aspirasi selamatkan NKRI dan meminta agar MPR kembali pada UUD 1945 dan ini berlanjut sampai saya mendengar beliau ketemu di muktamar IMM saya menagih janji bagaimana permintaan saya untuk tidak melakukan amandemen kelima," tutur Rachmawati.

Lebih lanjut dia mengatakan pada tanggal 2 Desember berencana menggelar aksi unjuk rasa ke depan gedung DPR/MPR untuk menyerukan aspirasinya. Aksi itu pun sudah diketahui pihak kepolisian dengan bukti adanya surat pemberitahuan.

"Saya tanggal 2 memang akan menggelar aksi ke MPR berdasarkan Surat pemberitahuan kepada kepolisian bahwa kami akan ke MPR dalam rangka solidaritas bela Islam dan kembali menyampaikan petisi kepada pimpinan MPR," lanjutnya.

Dalam aksi itu dikatakan Rachmawati pihaknya akan membawa massa sekitar 10-20 ribu massa ke depan gedung MPR. Namun dia menegaskan bahwa dirinya tak bermaksud sama sekali untuk menggeruduk kantor wakil rakyat itu dalam rangka menggulingkan kekuasaan pemerintah.

"Saya secara konsisten menyampaikan petisi saya juga tetap berkomunikasi ke Zulkifli Hasan untuk menghampiri kami di luar gedung. Bukan kami akan menggeruduk menduduki MPR. Ini aksi damai, soft landing, saya tidak masuk ke DPR MPR kami ada di luar," cerita Rachmawati.

"Jadi tidak ada upaya makar sebagaimana tuduhan makar. Aksi kami jauh dari sangkaan itu, justru saya bersyukur pimpinan FPI Habib Rizieq setuju dengan langkah kami untuk kembali ke UUD, Pancasila, NKRI dan Bhineka tunggal ika dan mereka menerima itu," tegas Rachmawati.

Dia juga membantah adanya transfer sejumlah dana kepada dirinya untuk membiayai pemufakatan jahat melakukan makar. "Transfer dana dari mana kemana? Kalau misalnya rencana demo kan sudah ada surat ke Kapolda. Lagian orang demo kan butuh logistik untuk makan dan minum," kata Rachmawati.

Dia mengaku bukan tipe orang yang meminta sana sini kepada konglomerat untuk membiayai kegiatannya. Terkait adanya transfer dana dalam daftar rekeningnya dikatakan Rachmawati itu hal biasa.

Sebab banyak orang yang datang padanya untuk meminta bantuan dana untuk berbagai kegiatan.

"Tadi saya sudah jawab uang Rp 300 juta cukup enggak buat makar? Uang segitu kan cuma cukup buat beli bakso dan air minum," ujar Rachmawati.

[dan]

Rekomendasi Pilihan

"

| Misteri | aliran | dana | makar | bantahan | puteri | Soekarno | Merdeka | strong> | Pernyataan | keras | Kapolri | Jenderal | Tito | Karnavian | soal | adanya | upaya | dalam | demonstrasi | Desember | diikuti | dengan | penangkapan | sejumlah | orang | diciduk | saat | Subuh | pada | p>Liburan | natal | Pergi | bagi2 | diskon | 000< | span>Delapan | antaranya | dikenai | pasal | junto | KUHP | tentang | Makar | dianggap | melanggar | Undang | undang | satu | dijerat | (penghinaan | terhadap | penguasa) | p>Polisi | mengungkap | penyandang | untuk | melakukan | Namun | polisi | siapa | tersebut | Hingga | kini | mengaku | masih | terus | penyelidikan | Dalang | disebut | sebagai | pihak | yang | ingin | mendanai | aksi | p>Karopenmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | menyat | penyidik | tengah | menelusuri | Yang | jelas | telah | menemukan | bukti | transfer | menjerat | delapan | tokoh | nasional | p>Aliran | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | ujar | katanya | Rabu | p>Rikwanto | tegas | mengat | mengantongi | nama | dalang | dimaksud | dikat | disinggung | tercantum | p>Kita | mentransfer | p>Senya | baru | terkait | dugaan | Penyidik | p>Terbaru | memastikan | bukan | Partai | Politik | (Parpol) | ditegaskan | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Bukan | parpol) | Masih | didalami | ranahnya | kata | Mapolda | Kamis | kemarin | p>Menurut | kepolisian | mengumpulkan | tersangka | meski | kedelapan | membantah | mempunyai | kuat | menangkap | menetapkan | p>Enggak | masalah | punya | video | surat | pokoknya | alat | p>Argo | memilah | milah | peran | masing | kasus | Sedang | dipilah | pilah | p>Salah | seorang | Rachmawati | Soekarnoputri | angkat | bicara | Putri | Presiden | pertama | tudingan | dirinya | terlibat | Sebab | bagaimana | juga | merup | anak | proklamator | p>Saya | bahwa | saya | sama | sekali | pemerintahan | sekarang | kediamannya | Jalan | Jati | Padang | Jakarta< | Selatan | p>Sebagai | Bung | Karno | mengetahui | batas | hukum | berkaitan | Bila | dituduhkan | kepada | negara | pasti | semua | memberikan | sedikit | kronologis | Pada | tanggal | seperti | jumpa | pers | hasil | kesepakatan | senya | acara | konsolidasi | Aula | dihadiri | oleh | berbagai | aktivis | lintas | organisasi | kelompok | memiliki | kepedulian | persoalan | kebangsaan | p>Hasil | pertemuan | menghasilkan | poin | besar | yakni | mendukung | rangka | bela | Islam | Ahok< | Kedua | adalah | mengembalikan | landasan | 1945 | p>Sebagaimana | diketahui | sejak | tahun | bertemu | Ketua | Zulkifli | Hasan | menyampaikan | aspirasi | selamatkan | NKRI | meminta | agar | kembali | berlanjut | sampai | mendengar | beliau | ketemu | muktamar | menagih | janji | permintaan | amandemen | kelima | tutur | p>Lebih | lanjut | berencana | menggelar | unjuk | rasa | depan | gedung | menyerukan | aspirasinya | Aksi | pemberitahuan | memang | berdasarkan | Surat | kami | solitas | petisi | pimpinan | lanjutnya | p>Dalam | pihaknya | membawa | massa | ribu | menegaskan | bermaksud | menggeruduk | kantor | wakil | rakyat | menggulingkan | kekuasaan | pemerintah | secara | konsisten | tetap | berkomunikasi | menghampiri | luar | Bukan | menduduki | damai | soft | landing | masuk | cerita | p>Jadi | sebagaimana | tuduhan | jauh | sangkaan | justru | bersyukur | Habib | Rizieq | setuju | langkah | Pancasila | Bhineka | tunggal | menerima | p>Dia | membiayai | pemufakatan | jahat | Transfer | kemana | Kalau | misalnya | rencana | demo | Kapolda | Lagian | butuh | logistik | minum | tipe | sana | sini | konglomerat | kegiatannya | Terkait | daftar | rekeningnya | biasa | p>Sebab | banyak | datang | padanya | bantuan | kegiatan | p>Tadi | jawab | uang | juta | cukup | enggak | buat | Uang | segitu | cuma | beli | bakso | p> [dan]< | p> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> |

Wednesday, December 7, 2016

Tanggapan beragam anggota DPR atas 'indikasi makar'

jakarta, protesImage copyright AP/Tatan Syuflana Image caption Kepolisian berpendapat ada indikasi unjuk rasa 212 di Jakarta awalnya akan diarahkan untuk menduduki Gedung DPR/MPR.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan bahwa ada petunjuk pengerahan massa ke DPR/MPR sebagai upaya untuk mengganti pemerintah Indonesia yang sah.

"Meng-hijack (membajak), mengambil massa GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) MUI, kemudian dibawa ke DPR untuk menduduki DPR, melaksanakan Sidang Istimewa, dan setelah itu ujung-ujungnya pemakzulan atau menjatuhkan pemerintah yang sah," jelas Kapolri Tito Karnavian dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (05/12).

Pengerahan massa itu, diduga, akan dilakukan pada unjuk rasa 212 atau Jumat (02/12) pekan lalu, sehingga polisi merasa lebih perlu menangkap 11 orang pada Jumat subuh sebelum aksi berlangsung.

Mereka yang ditangkap antara lain adalah aktivis politik Ratna Sarumpaet, calon Wakil Bupati Bekasi Ahmad Dhani, putri presiden pertama Presiden Soekarno, Rachmawati Soerkarnoputri, pegiat politik oposisi, Sri Bintang Pamungkas.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia, Trimedya Panjaitan, mengatakan cukup puas dengan penjelasan dari Kapolri.

"Beberapa nama yang kemudian ditetapkan tersangka oleh Kapolri, itulah yang menurut mereka sebagai indikasi yang kuat. Dan mereka sudah memenuhi dua alat bukti, sesuai dengan Pasal 184 KUHAP, sebelum menyatakan seseorang menjadi tersangka," jelasnya.

Image copyright Reuters Image caption Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ada upaya untuk memaksakan Sidang Istimewa untuk menjatuhkan pemerintah yang sah.

Pandangan serupa disampaikan oleh Hasrul Azwar, dari Fraksi Persatuan Pembangunan, yang juga menerima penjelasan Jenderal Tito Karnavian tentang potensi dari mereka yang ditahan untuk menggerakkan massa menduduki DPR.

"Dan itu adalah perbuatan yang inkonstitusional, yang melawan hukum. Untuk itu perlu mengambil tindakan yang repsesif, dengan menangkap mereka pada waktu subuh secara serentak."

Namun Benny K Harman -salah seorang Wakil Ketua Komisi III, yang memimpin rapat kerja dengan Kapolri- berpendapat penjelasan tentang indikasi makar tidak memuaskan.

"Itu penjelasan itu sangat tidak kuat alasannya. Kayaknya ini hanya stretegi saja. Penangkapan itu dulu dilakukan untuk disahkan, kenapa tokoh-tokoh dari massa yang jutaan jumlahnya, supaya tidak terprovokasi. Begitu, sehingga mereka dipandang perlu untuk diamankan."

Pernyataan pendapat atau makar?

Benny Harman dari Partai Demokrat -yang merupakan kubu 'oposisi pemerintah'- menambahkan bahwa penangkapan subuh menjelang aksi Jumat (02/12) berbau politis.

"Lebih banyak politisnya karena di negara kita kan demonstari adalah hak untuk menyatakan pendapat dan itu dijamin oleh undang-undang."

Image copyright AFP/GOH CHAI HIN Image caption Unjuk rasa 212 digelar oleh sekelompok umat Islam yang menuntut Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, ditahan karena dituduh melakukan penistaan agama Islam.

"Makar itu kalau ada rencana yang sistematis, kemudian ada kekuatan bersenjata. Kalau itu tidak terpenuhi maka bukan makar, bukan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Itu untuk menyampaikan pendapat," jelasnya.

Bagi Trimedya Panjaitan -dari PDI yang mendukung pemerintahan saat ini- penangkapan dan tuduhan makar atas 11 orang itu semata-mata sebagai sebuah proses hukum.

"Ini kan pendapat dari pihak kepolisian, pendapat dari aparat penegak hukum. Kita mengingatkan jangan sampai ada intervensi dari kekuasaan, tadi Kapolri Pak Tito sudah jelas mengatakan ini murni dari hasil intelijen."

Trimedya menyadari ada sekelompok pihak yang mungkin tidak sependapat dengan penjelasan Kapolri, yang melihatnya sebagai hal yang agak berlebihan.

"Itu kan pendapat mereka. Ya bagi kita ini lah demokrasi, dua-duanya berbeda pendapat, ada masyarakat civil society (masyarakat madani) yang tentunya akan berpendapat seperti itu."

Sedang buat Hasrul Azwar, kepolisian jelas tidak akan bertindak secara gegabah.

"Apalagi Polri sudah berkoordinasi dengan TNI Angkatan Darat. Dengan Pangdam Jakarta Raya, sudah berkoordinasi ketika mereka memberitahukan ada dua purnawairan TNI yang akan ditangkap. Jadi saya kira Polri tidak akan sembarangan melakukan gelombang penangkatan itu. Tentu sudah ada data akurat."

Kepolsian, pada Jumat (02/12), juga menangkap mantan Staf Ahli Panglima TNI, Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha, dan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein atas dugaan pemufakatan makar.

"

| Tanggapan | beragam | anggota | atas | indikasi | makar | Image | copyright< | span> | Tatan | Syuflana< | caption< | Kepolisian | berpendapat | unjuk | rasa | Jakarta | awalnya | diarahkan | untuk | menduduki | Gedung | Kapolri | Jenderal | Tito | Karnavian | menjelaskan | bahwa | petunjuk | pengerahan | massa | sebagai | upaya | mengganti | pemerintah | Indonesia | yang | p>Meng | hijack< | (membajak) | mengambil | GNPF | (Ger | Nasional | Pengawal | Fatwa) | kemudian | dibawa | melaksan | Sidang | Istimewa | setelah | ujung | ujungnya | pemakzulan | atau | menjatuhkan | jelas | dalam | rapat | kerja | dengan | Komisi | Senin | p>Pengerahan | diduga | dilakukan | pada | Jumat | pekan | polisi | merasa | lebih | perlu | menangkap | orang | subuh | aksi | berlangsung | p>Mereka | ditangkap | antara | lain | adalah | aktivis | politik | Ratna | Sarumpaet | calon | Wakil | Bupati | Bekasi | Ahmad | Dhani | putri | presiden | pertama | Presiden | Soekarno | Rachmawati | Soerkarnoputri | pegiat | oposisi | Bintang | Pamungkas | p>Anggota | Fraksi | Partai | Demokrasi | Trimedya | Panjaitan | mengat | cukup | puas | penjelasan | p>Beberapa | nama | ditetapkan | tersangka | oleh | itulah | menurut | kuat | memenuhi | alat | bukti | sesuai | Pasal | KUHAP | menyat | seseorang | menjadi | jelasnya | Reuters< | memaks | Pandangan | serupa | disampaikan | Hasrul | Azwar | Persatuan | Pembangunan | juga | menerima | tentang | potensi | ditahan | menggerakkan | p>Dan | perbuatan | inkonstitusional | melawan | hukum | Untuk | tind | repsesif | waktu | secara | serentak | p>Namun | Benny | Harman | salah | seorang | Ketua | memimpin | memuaskan | p>Itu | sangat | alasannya | Kayaknya | hanya | stretegi | Penangkapan | dulu | disahkan | kenapa | tokoh | jutaan | jumlahnya | supaya | terprovokasi | Begitu | dipandang | diamankan | p>Pernyataan | pendapat | maka< | strong>r< | strong> | strong>< | p>Benny | Demokrat | merup | kubu | menambahkan | penangkapan | menjelang | berbau | politis | p>Lebih | banyak | politisnya | karena | negara | demonstari | dijamin | undang | CHAI | HIN< | Unjuk | digelar | sekelompok | umat | Islam | menuntut | Gubernur | nonaktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | dituduh | melakukan | penistaan | agama | Makar | kalau | rencana | sistematis | kekuatan | bersenjata | Kalau | terpenuhi | maka | bukan | menggulingkan | pemerintahan | menyampaikan | p>Bagi | mendukung | saat | tuduhan | semata | mata | sebuah | proses | p>Ini | pihak | kepolisian | aparat | penegak | Kita | mengingatkan | jangan | sampai | intervensi | kekuasaan | tadi | murni | hasil | intelijen | p>Trimedya | menya | mungkin | sependapat | melihatnya | agak | berlebihan | bagi | demokrasi | duanya | berbeda | masyarakat | civil | society | (masyarakat | madani) | tentunya | seperti | p>Sedang | buat | bertindak | gegabah | p>Apalagi | Polri | berkoordinasi | Angkatan | Darat | Dengan | Pangdam | Raya | ketika | memberitahukan | purnawairan | Jadi | saya | kira | sembarangan | gelombang | penangkatan | Tentu | data | akurat | p>Kepolsian | mantan | Staf | Ahli | Panglima | Brigjen | (Purn) | Adityawarman | Thaha | Kepala | Kostrad | Mayjen | Kivlan | Zein | dugaan | pemufakatan |

Disebut Sebagai Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar, Eggi Sudjana Ajak Tommy Soeharto Lapor Polisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana mengajak putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra yang dikenal Tommy Soeharto, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan beberapa orang lainnya membuat laporan ke polisi.

Sebab, nama mereka masuk dalam bagan struktur "Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar" yang disebarkan pelaku di media sosial.

Ajakan ini disampaikan Eggi Sudjana usai membuat laporan kasus tersebut di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Eggi mengaku sudah melaporkan kasus penyebaran foto bagan struktur donatur ini via media sosial ini ke polisi. Ia melaporkan adanya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Laporan ke polisi dilakukan karena Eggi merasa difitnah dan tercemarkan nama baiknya atas penyebaran informasi tersebut. Sebab, ia merasa tidak terlibat dengan kelompok yang diduga melakukan makar maupun donaturnya.

Menurut Eggi, seharusnya tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam bagan tersebut juga melapor ke polisi jika merasa bukan sebagai donatur kelompok yang diduga melakukan makar.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya, " kata Eggi.

"Ini enggak bener. Kalau mereka enggak melapor, (nanti dibilang,-red) lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," sambungnya.

Apalagi, kata Eggi, dirinya justru menerima foto bagan tersebut melalui pesan Whatsapp, dari orang yang mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, Julia. Pesan tersebut dikirimkan Julia pada Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Menariknya di situ. Tapi, kok kenapa Tommy-nya tidak mempersoalkan, saya enggak ngerti. Tapi, saya tahunya pertama dari dia (Julia) ini. Kemudian saya print (cetak) dan saya bikin laporan ke sini," ujarnya.

Menurut Eggi, bagan struktur tersebut berjudul, "Donator Aksi 'Bela Islam' ke Arah Makar". Di bagan struktur tersebut tertera 19 foto wajah dan nama tokoh dengan alur hirarki komandonya. Di antaranya Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Tommy Soeharto, Firza Husein, Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Eggi Sudjana sendiri dengan jabatan Ketua Gerakan Oposisi Nasional (Gonas).

"Tapi menariknya, dari 11 orang yang dituduh aktivis makar semuanya ada di sini," kata Eggi.

Diketahui, kepolisian menangkap 11 orang yang diduga melakukan permufakatan makar menjelang aksi unjuk rasa damai umat muslim terkait proses hukum Gubernur petahana DKI Jakarta DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Jumat, 2 Desember 2016 atau aksi unjuk rasa 212.

Polisi menduga kelompok tersebut melakukan permufakatan makar terhadap pemerintahan yang sah. Kelompok tersebut diduga berencana melakukan aksi tersebut dengan mendompleng massa aksi unjuk rasa 212 dan selanjutnya menduduki Gedung DPR/MPR RI.

"

| Disebut | Sebagai | Donatur | Aksi | Bela | Islam | Arah | Makar, | Eggi | Sudjana | Ajak | Tommy | Soeharto | Lapor | Polisi | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Pengacara | mengajak | putra | mantan | Presiden | Hutomo | Mandala | Putra | yang | dikenal | Soeharto< | Imam | Besar | Habib | Rizieq< | Shihab | beberapa | orang | lainnya | membuat | laporan | polisi | p> Sebab | nama | masuk | dalam | bagan | struktur | Donator | Makar | disebarkan | pelaku | media | sosial | p> Aj | disampaikan | usai | kasus | tersebut | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Eggi | mengaku | melaporkan | penyebaran | foto | donatur | adanya | dugaan | pelanggaran | Undang | undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | atau | Pasal | KUHP | p> Laporan | dilakukan | karena | merasa | difitnah | tercemarkan | baiknya | atas | informasi | Sebab | terlibat | dengan | kelompok | diduga | melakukan | makar | maupun | donaturnya | p> Menurut | seharusnya | tokoh | namanya | juga | melapor | jika | bukan | sebagai | p> Imbauan | saya | seperti | sini | Bachtiar | Nasir | Munarman | Kivlan | Zein | Bintang | Pamungkas | paling | utama | adalah | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | kata | p> Ini | enggak | bener | Kalau | (nanti | dibilang | red) | kenapa | padahal | sangat | dirugikan | sambungnya | p> Apalagi | dirinya | justru | menerima | pesan | Whatsapp | penasihat | hukum | Julia | Pesan | dikirimkan | pada | Jumat | Desember | 2016 | pukul | p> Menariknya | situ | Tapi | mempersoalkan | ngerti | tahunya | pertama | (Julia) | Kemudian | print | (cetak) | bikin | ujarnya | berjudul | tertera | wajah | alur | hirarki | komandonya | antaranya | Firza | Husein | Adityawarman | Thaha | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | jabatan | Ketua | Oposisi | Nasional | (Gonas) | p> Tapi | menariknya | dituduh | aktivis | semuanya | p> Diketahui | kepolisian | menangkap | permufakatan | menjelang | aksi | unjuk | rasa | damai | umat | muslim | terkait | proses | Gubernur | petahana | Basuki | Tjahaja | Purnama | Ahok | p> Polisi | menduga | terhadap | pemerintahan | Kelompok | berencana | mendompleng | massa | selanjutnya | menduduki | Gedung | p> |

Polisi Buru Seorang Aktivis Asal Sumbawa Atas Dugaan Makar

Rabu, 07 Desember 2016 | 18:21 WIB

Polisi Buru Seorang Aktivis Asal Sumbawa Atas Dugaan Makar

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar (tengah) bersama Karo Penmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Rikwanto (kanan) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol RP Argo Yuwono (kiri) usai memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, 3 Desember 2016. Polri menetapkan tujuh orang tersangka sebagai terduga makar. TEMPO/M Iqbal Ichsan

TEMPO.CO, Mataram - Polisi saat ini masih mencari seorang aktivis berinisial HT yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Besar. Aktivis itu diduga terlibat dalam rencana makar pada 2 Desember 2016.

"Nanti kita cek sajalah kegiatan sehari-harinya di sana (Sumbawa Barat)," kata Kapolda NTB Brigjen Umar Septono di Mataram, Rabu, 7 Desember 2016. Menurut Umar secara resmi Polda Metro Jaya belum berkoordinasikannya dengan Polda NTB. "Belum ada sama sekali (koordinasi), kita belum dilibatkan, karena itu kan TKP di sana, urusan Polda Metro Jaya. Jadi, sejauh ini belum ada masukan apa-apa."

Sebelumnya Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap sebelas aktivis yang diduga akan melakukaan makar dengan memanfaatkan massa pengunjuk rasa 2 Desember 2916. Aktivis-aktivis itu antara lain adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri Ahmad Dani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar. Diduga HT juga terlibat secara langsung dengan kelompok itu.

Keterlibatan HT diketahui setelah polisi mengantongi sejumlah alat bukti adanya rencana makar yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan Joko Widodo dengan memanfaatkan aksi 2 Desember. Hanya saja keberadaan HT hingga kini belum diketahui oleh polisi. Polda Metro Jaya sudah mencari mantan anggota legislatif tersebut.

Dari sebelas tersangka makar yang ditangkap, hanya tiga yang menjalani proses penahanan, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar. Untuk ketiganya, polisi menyangkakan dengan Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang ITE dan juga Pasal 107 Juncto Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

ANTARA

"

| Polisi | Buru | Seorang | Aktivis | Asal | Sumbawa | Atas | Dugaan | Makar | Rabu | Desember | 2016 | 18:21 | WIB< | p> < | div> Kepala | Divisi | Humas | Polri | Irjen | Rafli | Amar | (tengah) | bersama | Karo | Penmas | Kombes | Rikwanto | (kanan) | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Argo | Yuwono | (kiri) | usai | memberikan | keterangan | pers | Mabes | Jakarta | menetapkan | tujuh | orang | tersangka | sebagai | terduga | makar | TEMPO | Iqbal | Ichsan< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Mataram< | strong> | saat | masih | mencari | seorang | aktivis | berinisial | yang | berasal | Kabupaten | Besar | diduga | terlibat | dalam | rencana | pada | p> Nanti | kegiatan | sehari | harinya | sana | (Sumbawa | Barat) | kata | Kapolda | Brigjen | Umar | Septono | Mataram | Menurut | secara | resmi | berkoordinasikannya | dengan | Belum | sama | sekali | (koordinasi) | dilibatkan | karena | urusan | Jadi | sejauh | masukan | p>Senya | Kepolisian | Daerah | menangkap | sebelas | melakukaan | memanfaatkan | massa | pengunjuk | rasa | 2916 | antara | lain | adalah Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Indra | Rachmawati | Soekarnoputri | Ahmad | Dani | Bintang | Pamungkas | Jamran | Rizal | Kobar | Diduga | juga | langsung | kelompok | p>Keterlibatan | diketahui | setelah | polisi | mengantongi | sejumlah | alat | bukti | adanya | bertujuan | menjatuhkan | pemerintahan | Joko | Widodo | aksi | Hanya | keberadaan | kini | oleh | mantan | anggota | legislatif | tersebut | p>Dari | ditangkap | hanya | tiga | menjalani | proses | penahanan | yakni | Untuk | ketiganya | menyangk | Pasal | Ayat | Undang | Nomor | 2008 | tentang | Juncto | KUHP | Permufakatan | Jahat | p>ANTARA< | p> |

Soal Makar, Rachmawati: Rp 300 Juta Hanya Cukup untuk Bakso

Rabu, 07 Desember 2016 | 18:24 WIB

Soal Makar, Rachmawati: Rp 300 Juta Hanya Cukup untuk Bakso

Rachmawati Soekarnoputri meninggalkan gedung Mako Brimob Kelapa Dua usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Depok, Jawa Barat, Jumat malam, 2 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Rachmawati Soekarno Putri membantah ada aliran dana sebesar Rp 300 juta yang mengalir ke rekeningnya yang diduga untuk mendanai makar. Menurut Rachmawati, kalaupun ada transfer dana kemungkinan itu untuk kebutuhan logistik unjuk rasa 2 Desember 2016.

Dana untuk kebutuhan logistik itu, menurut Rachmawati, sudah tercantum dalam surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya. "Demo kan perlu makan dan minum, tapi kan sekedarnya. Uang segitu nggak cukup buat makar, itu cuma cukup buat makan bakso dan air mineral buat orang demo," kata Rachmawati dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, Rabu, 7 Desember 2016.

Baca: Dituduh Rencanakan >Makar, Ini Kronologi Versi Rachmawati

Rachmawati menambahkan, pihaknya tak pernah sekalipun meminta dana kepada konglomerat siapapun terkait aksinya. "Saya tidak pernah minta dana," kata Rachmawati.

Polisi menangkap 11 orang pada Jumat 2 Desember 2016 sebelum aksi super damai berlangsung di Lapangan Monas. Dari 11 orang tersebut, polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dugaan perencanaan makar termasuk Rachmawati.

Baca: Polisi Selidiki Aliran Dana Terduga >Makar

Selain delapan orang tersebut ada pula dua orang yang terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik terkait ujaran kebencian, dan satu orang terkait penghinaan terhadap penguasa. Terkait dengan tuduhan itu, Rachmawati telah membantahnya dengan keras.

Polisi pun menyebutkan ada aliran dana yang diduga disiapkan untuk makar ini. Saat ini polisi juga mengaku tengah menyelidiki siapa penyandang dana aksi makar berikut dalangnya.

INGE KLARA

"

| Soal | Makar, | Rachmawati: | Juta | Hanya | Cukup | untuk | Bakso | Rabu | Desember | 2016 | 18:24 | WIB< | p> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | meninggalkan | gedung | Mako | Brimob | Kelapa | usai | menjalani | pemeriksaan | terkait | kasus | dugaan | makar | Depok | Jawa | Barat | Jumat | malam | ANTARA | Indrianto | Suwarso< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Rachmawati | Soekarno | Putri | membantah | aliran | dana | sebesar | juta | yang | mengalir | rekeningnya | diduga | mendanai | Menurut | kalaupun | transfer | kemungkinan | kebutuhan | logistik | unjuk | rasa | p>Dana | menurut | tercantum | dalam | surat | pemberitahuan | Polda | Metro | Jaya | Demo | perlu | minum | sekedarnya | Uang | segitu | nggak | cukup | buat | cuma | bakso | mineral | orang | demo | kata | jumpa | pers | kediamannya | Jakarta | p>Baca:< | strong> | Dituduh | Rencan | Makar< | Kronologi | Versi | Rachmawati< | p>Rachmawati | menambahkan | pihaknya | pernah | sekalipun | meminta | kepada | konglomerat | siapapun | aksinya | Saya | minta | p>Polisi | menangkap | pada | aksi | super | damai | berlangsung | Lapangan | Monas | Dari | tersebut | polisi | menetapkan | delapan | sebagai | tersangka | perencanaan | termasuk | Polisi | Selidiki | Aliran | Dana | Terduga | span>< | p> Selain | pula | terjerat | Undang | Informasi | Transaksi | Elektronik | ujaran | kebencian | satu | penghinaan | terhadap | penguasa | Terkait | dengan | tuduhan | telah | membantahnya | keras | menyebutkan | disiapkan | Saat | juga | mengaku | tengah | menyelidiki | siapa | penyandang | berikut | dalangnya | p>INGE | KLARA< | p> |

Disebut Sebagai Donatur Aksi Bela Islam ke Arah Makar, Eggi Sudjana Ajak Tommy Soeharto Lapor Polisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana mengajak putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra yang dikenal Tommy Soeharto, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan beberapa orang lainnya membuat laporan ke polisi.

Sebab, nama mereka masuk dalam bagan struktur "Donator Aksi Bela Islam ke Arah Makar" yang disebarkan pelaku di media sosial.

Ajakan ini disampaikan Eggi Sudjana usai membuat laporan kasus tersebut di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Eggi mengaku sudah melaporkan kasus penyebaran foto bagan struktur donatur ini via media sosial ini ke polisi. Ia melaporkan adanya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Laporan ke polisi dilakukan karena Eggi merasa difitnah dan tercemarkan nama baiknya atas penyebaran informasi tersebut. Sebab, ia merasa tidak terlibat dengan kelompok yang diduga melakukan makar maupun donaturnya.

Menurut Eggi, seharusnya tokoh-tokoh yang namanya masuk dalam bagan tersebut juga melapor ke polisi jika merasa bukan sebagai donatur kelompok yang diduga melakukan makar.

"Imbauan saya, nama-nama yang seperti di sini, ada Habib Rizieq, ada Bachtiar Nasir, Munarman juga ada, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas juga ada, dan yang paling utama di sini adalah Tommy Soeharto, sudi kiranya berkenan sama-sama melapor, jangan saya sendiri. Itu harapan saya, " kata Eggi.

"Ini enggak bener. Kalau mereka enggak melapor, (nanti dibilang,-red) lho, kenapa yang ini enggak melapor, padahal sangat dirugikan," sambungnya.

Apalagi, kata Eggi, dirinya justru menerima foto bagan tersebut melalui pesan Whatsapp, dari orang yang mengaku sebagai penasihat hukum Tommy Soeharto, Julia. Pesan tersebut dikirimkan Julia pada Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.00 WIB.

"Menariknya di situ. Tapi, kok kenapa Tommy-nya tidak mempersoalkan, saya enggak ngerti. Tapi, saya tahunya pertama dari dia (Julia) ini. Kemudian saya print (cetak) dan saya bikin laporan ke sini," ujarnya.

Menurut Eggi, bagan struktur tersebut berjudul, "Donator Aksi 'Bela Islam' ke Arah Makar". Di bagan struktur tersebut tertera 19 foto wajah dan nama tokoh dengan alur hirarki komandonya. Di antaranya Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Tommy Soeharto, Firza Husein, Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Eggi Sudjana sendiri dengan jabatan Ketua Gerakan Oposisi Nasional (Gonas).

"Tapi menariknya, dari 11 orang yang dituduh aktivis makar semuanya ada di sini," kata Eggi.

Diketahui, kepolisian menangkap 11 orang yang diduga melakukan permufakatan makar menjelang aksi unjuk rasa damai umat muslim terkait proses hukum Gubernur petahana DKI Jakarta DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Jumat, 2 Desember 2016 atau aksi unjuk rasa 212.

Polisi menduga kelompok tersebut melakukan permufakatan makar terhadap pemerintahan yang sah. Kelompok tersebut diduga berencana melakukan aksi tersebut dengan mendompleng massa aksi unjuk rasa 212 dan selanjutnya menduduki Gedung DPR/MPR RI.

"

| Disebut | Sebagai | Donatur | Aksi | Bela | Islam | Arah | Makar, | Eggi | Sudjana | Ajak | Tommy | Soeharto | Lapor | Polisi | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Pengacara | mengajak | putra | mantan | Presiden | Hutomo | Mandala | Putra | yang | dikenal | Soeharto< | Imam | Besar | Habib | Rizieq< | Shihab | beberapa | orang | lainnya | membuat | laporan | polisi | p> Sebab | nama | masuk | dalam | bagan | struktur | Donator | Makar | disebarkan | pelaku | media | sosial | p> Aj | disampaikan | usai | kasus | tersebut | SPKT | Polda | Metro | Jaya | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Eggi | mengaku | melaporkan | penyebaran | foto | donatur | adanya | dugaan | pelanggaran | Undang | undang | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | atau | Pasal | KUHP | p> Laporan | dilakukan | karena | merasa | difitnah | tercemarkan | baiknya | atas | informasi | Sebab | terlibat | dengan | kelompok | diduga | melakukan | makar | maupun | donaturnya | p> Menurut | seharusnya | tokoh | namanya | juga | melapor | jika | bukan | sebagai | p> Imbauan | saya | seperti | sini | Bachtiar | Nasir | Munarman | Kivlan | Zein | Bintang | Pamungkas | paling | utama | adalah | sudi | kiranya | berkenan | sama | jangan | sendiri | harapan | kata | p> Ini | enggak | bener | Kalau | (nanti | dibilang | red) | kenapa | padahal | sangat | dirugikan | sambungnya | p> Apalagi | dirinya | justru | menerima | pesan | Whatsapp | penasihat | hukum | Julia | Pesan | dikirimkan | pada | Jumat | Desember | 2016 | pukul | p> Menariknya | situ | Tapi | mempersoalkan | ngerti | tahunya | pertama | (Julia) | Kemudian | print | (cetak) | bikin | ujarnya | berjudul | tertera | wajah | alur | hirarki | komandonya | antaranya | Firza | Husein | Adityawarman | Thaha | Rachmawati | Soekarnoputri | Ratna | Sarumpaet | jabatan | Ketua | Oposisi | Nasional | (Gonas) | p> Tapi | menariknya | dituduh | aktivis | semuanya | p> Diketahui | kepolisian | menangkap | permufakatan | menjelang | aksi | unjuk | rasa | damai | umat | muslim | terkait | proses | Gubernur | petahana | Basuki | Tjahaja | Purnama | Ahok | p> Polisi | menduga | terhadap | pemerintahan | Kelompok | berencana | mendompleng | massa | selanjutnya | menduduki | Gedung | p> |