Showing posts sorted by relevance for query a>Sidang. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query a>Sidang. Sort by date Show all posts

Monday, December 5, 2016

Eksklusif: Ini Bukti Sri Bintang Pamungkas Cs Diduga Makar | politik

Aktivis Sri Bintang Pamungkas ditangkap di rumahnya di Cibubur, Depok, 2 Desember 2016. ISTIMEWA

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi membidik beberapa orang baru yang diduga terlibat dalam upaya menggulingkan Presiden Joko Widodo atau makar. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, enggan menyebutkan siapa saja yang dimaksudkan orang baru tersebut. “Masih dalam penyelidikan, tidak mungkin kami buka (nama-namanya),” kata dia, Senin, 5 Desember 2016.

Boy juga menolak menjelaskan apakah pihak-pihak yang dimaksudkan terlibat dalam sejumlah pertemuan yang membahas upaya makar. Salah satunya adalah pertemuan di Rumah Kedaulatan Rakyat di Jalan Guntur Nomor 49, Manggarai, Jakarta Selatan, pada Rabu lalu, 30 November 2016, sekitar pukul 13.00. Belasan orang diduga hadir dalam pertemuan itu.

Baca: Terungkap, Alasan Polisi Cokok Terduga Makar di Jumat Subuh

Tempo memperoleh bukti undangan pertemuan itu. Rapat itu bertajuk “Konsolidasi Pergerakan dan Konferensi Pers ‘Front Revolusi 2016’”. Dalam undangan, Front menyatakan, selain bergabung dengan aksi bela Islam III 212, menuntut Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama dipenjarakan. Mereka juga menuntut pemerintahan Jokowi-Kalla diturunkan lewat Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 asli.

Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA), Sri Bintang Pamungkas, tersangka kasus dugaan makar, juga hadir dalam acara itu. Berdasarkan video yang diperoleh Tempo, Sri Bintang menyatakan saat ini bukan saatnya lagi untuk penggalangan massa, melainkan melakukan revolusi.

Baca: >Wiranto Sebut Hal Ini Bisa Hentikan Demo Tolak Ahok

Saat ini polisi masih menahan Sri Bintang dan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara, Jamran, serta Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Izal. Sedangkan tujuh tersangka lain kasus dugaan makar dibebaskan pada Sabtu dini hari. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz, serta aktivis Ratna Sarumpaet. Musikus Ahmad Dhani Prasetyo, yang dijerat dengan pasal penghinaan presiden, juga dibebaskan.

Baca: Asal-usul Makar, Ini Penjelasan Wiranto

Razman Arief Nasution, kuasa hukum Sri Bintang, mengatakan video itu tak diambil di Guntur, melainkan ketika Sri Bintang sedang berpidato di kolong jembatan jalan tol Pluit, Kalijodo, Jakarta Utara. Menurut dia, hal tersebut tak bisa dianggap sebagai upaya makar. "Karena sifatnya imbauan kepada warga," kata dia.

Seorang penghuni Rumah Kedaulatan, Hadi Joban, mengatakan pertemuan pada Rabu lalu hanya membahas perkara penistaan agama. Hanya, kata dia, mengemuka pendapat, jika pemerintah tak bisa mengatasi kasus Ahok, lebih baik Jokowi turun. “Mungkin kalimat itu yang diduga makar,” ujar Hadi.

Baca: Sri Bintang Ajukan Penangguhan Penahanan Hari Ini

Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, mengatakan penyidik akan memeriksa kembali para tersangka yang ditangkap pada Jumat lalu dalam waktu dekat.

DEWI SUCI RAHAYU | NINIS CHAIRUNNISA | INGE KLARA | DANANG FIRMANTO | LARISSA HUDA | EKO ARI

Baca Pula
Presiden Jokowi Pakai Payung & Sendal Jepit Biru, Menyindir?
>
Sidang Pengadilan Ahok Kamis, 13 Jaksa Siapkan Dakwaan

[embedded content]

"

| Eksklusif: | Bukti | Bintang | Pamungkas | Diduga | Makar | politik | Aktivis | ditangkap | rumahnya | Cibubur | Depok | Desember | 2016 | ISTIMEWA< | p> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Polisi | membidik | beberapa | orang | baru | yang | diduga | terlibat | dalam | upaya | menggulingkan | Presiden | Joko | Widodo | atau | makar | Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Polri | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar | enggan | menyebutkan | siapa | dimaksudkan | tersebut | “Masih | penyelidikan | mungkin | kami | buka | (nama | namanya) | kata | Senin | p>Boy | juga | menolak | menjelaskan | apakah | pihak | sejumlah | pertemuan | membahas | Salah | satunya | adalah | Rumah | Kedaulatan | Rakyat | Jalan | Guntur | Nomor | Manggarai | Jakarta | Selatan | pada | Rabu | November | pukul | Belasan | hadir | p>Baca: | Terungkap | Alasan | Cokok | Terduga | Jumat | Subuh< | p>Tempo< | memperoleh | bukti | undangan | Rapat | bertajuk | “Konsolidasi | Perger | Konferensi | Pers | ‘Front | Revolusi | 2016’” | Dalam | Front | menyat | selain | bergabung | dengan | aksi | bela | Islam | menuntut | Gubernur | nonaktif | Basuki | Tjahaja | Purnama | dipenjar | Mereka | pemerintahan | Jokowi | Kalla | diturunkan | lewat | Sidang | Istimewa | Majelis | Permusyawaratan | kembali | Undang | Dasar | 1945 | asli | p> Koordinator | Jaringan | Aksi | Lawan | Ahok | (JALA) | tersangka | kasus | dugaan | acara | Berdasarkan | video | diperoleh | Tempo | saat | bukan | saatnya | lagi | untuk | penggalangan | massa | melainkan | melakukan | revolusi | p>Baca:< | strong> | Wiranto | Sebut | Bisa | Hentikan | Demo | Tolak | Ahok< | p>Saat | polisi | masih | menahan | Ketua | Aliansi | Utara | Jamran | serta | Komando | Barisan | (Kobar) | Rizal | Izal | Sedangkan | tujuh | lain | dibebaskan | Sabtu | dini | hari | Bidang | Pengkajian | Ideologi | Partai | Gerindra | Suryo | Santjojo; | bekas | anggota | staf | ahli | Panglima | Brigadir | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha; | Staf | Cadangan | Strategis | Angkatan | Darat | Kivlan | Zen; | aktivis | organisasi | kemasyarakatan | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Husein; | Wakil | Umum | Rachmawati | Soekarnoputri; | tokoh | buruh | Alvin | Indra | Fariz | Ratna | Sarumpaet | Musikus | Ahmad | Dhani | Prasetyo | dijerat | pasal | penghinaan | presiden | Asal | usul | Penjelasan | Wiranto< | p>Razman | Arief | Nasution | kuasa | hukum | mengat | diambil | ketika | berpidato | kolong | jembatan | jalan | Pluit | Kalijodo | Menurut | dianggap | sebagai | Karena | sifatnya | imbauan | kepada | warga | p>Seorang | penghuni | Hadi | Joban | hanya | perkara | penistaan | agama | Hanya | mengemuka | pendapat | jika | pemerintah | mengatasi | lebih | baik | turun | “Mungkin | kalimat | ujar | Ajukan | Penangguhan | Penahanan | Hari | Ini< | p>Kepala | Polda | Metro | Jaya | Mochamad | Iriawan | penyidik | memeriksa | para | waktu | dekat | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | NINIS | CHAIRUNNISA | INGE | KLARA | DANANG | FIRMANTO | LARISSA | HUDA | ARI< | p>Baca | PulaPresiden | Pakai | Payung | & | Sendal | Jepit | Biru | Menyindir | a>Sidang | Pengadilan | Kamis | Jaksa | Siapkan | Dakwaan< | p> [embedded | content]< | p> < | div> |

Sunday, December 4, 2016

Menakar Tuduhan Makar kepada Rachmawati, Sri Bintang, Kivlan Zen, dkk

Senin, 05 Desember 2016 | 06:01 WIB

Menakar Tuduhan Makar kepada Rachmawati, Sri Bintang, Kivlan Zen, dkk

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri, Yusril Ihza Mahendra, mempermasalahkan penetapan kliennya sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Yusril menilai polisi tak memiliki bukti yang kuat untuk menjerat kliennya. “Seharusnya polisi bisa lebih berhati-hati dalam penangkapan ini,” kata Yusril.

Menurut Yusril, para tersangka hanya bermaksud mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap kurang memuaskan. Kata dia, hal ini wajar dan diatur dalam Undang-Undang tentang Penyampaian Pendapat. “Itu tidak dilarang,” ujar dia.

Pada Jumat 2 Desember 2016, polisi menangkap 11 orang di sejumlah tempat berbeda. Tujuh di antaranya diduga melakukan permufakatan jahat mengenai makar. Mereka adalah Rachmawati Soekarnoputri, Eko Suryo Santjojo, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha, Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen, Firza Husein, Ratna Sarumpaet, Alvin Indra Al Fariz, dan Sri Bintang Pamungkas. Mereka dijerat Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, Habiburokhman, mengklaim kliennya tak memiliki kekuasaan dan pasukan untuk melakukan makar. Ia juga mempermasalahkan surat penahanan kliennya karena hanya diperlihatkan. “Kami pertimbangkan praperadilan, sesegera mungkin,” kata dia.

Pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda, menganggap tuduhan makar tidak kuat jika hanya menggunakan video Sri Bintang yang mengajak massa ke gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk mendesak pencabutan amanat Joko Widodo sebagai presiden. Begitu juga dengan surat ajakan Bintang kepada MPR dan serangkaian pertemuan untuk membahas penggulingan. “Kalau hanya perkataan ingin menggulingkan Jokowi, saya rasa itu sudah biasa, namanya demokrasi,” kata Chairul.

Lebih jauh Chairul menerangkan, tuduhan makar akan kuat bila polisi mengantongi bukti keterlibatan para tersangka dengan pejabat yang memiliki kekuatan untuk menggulingkan kekuasaan seperti Tentara Nasional Indonesia dan pimpinan MPR. TNI, kata dia, memiliki persenjataan. Adapun MPR dapat memuluskan sidang istimewa. Ada dugaan, kata dia, penangkapan para tersangka untuk mencegah kerusuhan pada Aksi Bela Islam Jilid III pada Jumat, 2 Desember 2016, lalu. “Polisi tidak mau lagi kecolongan,” kata Chairul.

Adapun peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, Miko Ginting, sependapat dengan Chairul. Menurut dia, polisi memiliki dasar kuat untuk menetapkan para tersangka sebagai pelaku yang bermufakat jahat ke arah makar. Ia menyarankan polisi harus lebih berhati-hati. “Karena makar itu serangan secara nyata,” tutur Miko.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menegaskan penyidik tak serampangan menetapkan seseorang sebagai tersangka karena diduga merencanakan makar. “Kami sudah kantongi dua alat bukti permulaan. Tidak mungkin polisi ngawur, ngarang-ngarang,” ujar Boy.

DEWI SUCI RAHAYU | IMAM HAMDI | DANANG FIRMANTO

Berita lainnya:

>Inisiator CFD Protes Ada Atribut Partai di Parade 412

>Parade Kita Indonesia, Taman Rusak Terinjak-injak

>Beratribut Partai, Aksi #KitaIndonesia Dikritik Plt Gubernur

"

| Menakar | Tuduhan | Makar | kepada | Rachmawati, | Bintang, | Kivlan | Zen, | Senin | Desember | 2016 | 06:01 | WIB< | p> < | div> < | div> Rachmawati | Soekarnoputri | menjalani | pemeriksaan | tensi | darah | Mako | Brimob | Kelapa | Rachma | diminta | istirahat | terkait | kasus | dugaan | makar | Foto: | Istimewa< | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Kuasa | hukum | Rachmawati | Soekarnoputri< | strong> | Yusril | Ihza | Mahendra< | mempermasalahkan | penetapan | kliennya | sebagai | tersangka | dalam | terhadap | pemerintahan | Jokowi | Yusril< | menilai | polisi | memiliki | bukti | yang | kuat | untuk | menjerat | “Seharusnya | lebih | berhati | hati | penangkapan | kata | p>Menurut | para | hanya | bermaksud | mengkritik | Presiden | Joko | Widodo< | dianggap | kurang | memuaskan | Kata | wajar | diatur | Undang | tentang | Penyampaian | Pendapat | “Itu | dilarang | ujar | p>Pada | Jumat | menangkap | orang | sejumlah | tempat | berbeda | Tujuh | antaranya | diduga | melakukan | permufakatan | jahat | mengenai | Mereka | adalah | Suryo | Santjojo< | Brigadir | Jenderal | Purnawirawan | Adityawarman | Thaha< | Mayor | Zen< | Firza | Husein< | Ratna | Sarumpaet< | Alvin | Indra | Fariz< | Bintang | Pamungkas< | dijerat | Pasal | juncto< | KUHP | dengan | ancaman | hukuman | seumur | hidup | atau | paling | lama | tahun | penjara | p>Kuasa | Habiburokhman | mengklaim | kekuasaan | pasukan | juga | surat | penahanan | karena | diperlihatkan | “Kami | pertimbangkan | praperadilan | sesegera | mungkin | p>Pakar | pidana | Universitas | Muhammadiyah | Jakarta | Chairul | Huda | menganggap | tuduhan | jika | menggun | video | Bintang< | mengajak | massa | gedung | Majelis | Permusyawaratan | Rakyat | (MPR) | mendesak | pencabutan | amanat | Widodo | presiden | Begitu | serangkaian | pertemuan | membahas | penggulingan | “Kalau | perkataan | ingin | menggulingkan | Jokowi< | saya | rasa | biasa | namanya | demokrasi | p>Lebih | jauh | menerangkan | bila | mengantongi | keterlibatan | pejabat | kekuatan | seperti | Tentara | Nasional | Indonesia | pimpinan | persenjataan | Adapun | dapat | memuluskan | sidang | istimewa | mencegah | kerusuhan | pada | Aksi | Bela | Islam | Jilid | “Polisi | lagi | kecolongan | p>Adapun | peneliti | Pusat | Studi | Hukum | Kebij | Miko | Ginting | sependapat | Menurut | dasar | menetapkan | pelaku | bermufakat | arah | menyarankan | harus | “Karena | serangan | secara | nyata | tutur | p>Kepala | Divisi | Hubungan | Masyarakat | Polri | Inspektur | Rafli | Amar | menegaskan | penyidik | serampangan | seseorang | merencan | kantongi | alat | permulaan | Tidak | ngawur | ngarang | ngarang< | p>DEWI | SUCI | RAHAYU | IMAM | HAMDI | DANANG | FIRMANTO< | p>Berita | lainnya:Inisiator | Protes | Atribut | Partai | Parade | 412< | a>Parade | Kita | Taman | Rusak | Terinjak | injak< | a>Beratribut | KitaIndonesia | Dikritik | Gubernur< | p> |

Saturday, December 3, 2016

Habiburokhman: Masa Aki-aki dan Nini-nini Dituduh Makar?

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Habiburokhman, menilai penangkapan 10 aktivis atas dugaan makar sebagai suatu hal yang berlebihan.

Menurut dia, jika dilihat dari usia serta kekuatan yang dimiliki para aktivis tersebut, kecil kemungkinan mereka melakukan hal itu.

"Pak Bintang (Sri Bintang Pamungkas) usianya 70 tahun, Kivlan Zein 70 tahun, Ratna sekitar 60-an mendekati akhir, masa aki-aki dan nini-nini dituduh makar? Ini intelijennya bagaimana?" kata Habiburokhman dalam diskusi Polemik bertajuk "Dikejar Makar" di Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Ia mengatakan, beberapa waktu terakhir sempat muncul isu terkait aksi unjuk rasa yang menuntut digelarnya sidang istimewa ke MPR. Tuntutan juga dilakukan untuk mengembalikan Undang-Undang Dasar ke UUD 1945.

Menurut Habiburokhman, tuntutan itu bukanlah sebuah upaya makar.

(Baca juga: Permufakatan Makar Beda dengan Penyampaian Kritik, Ini Penjelasan Polri)

Sebaliknya, kata dia, cara penyampaian tuntutan melalui parlemen merupakan suatu hal yang telah diatur dalam konstitusi Indonesia.

"Mau demo ke DPR atau menuntut sidang istimewa, siapa pun boleh melakukannya, tetapi faktanya kan tidak begitu amat," kata dia.

Lebih jauh, ia mengatakan, dari sejumlah aktivis yang ditangkap, tidak semuanya berencana mengikuti kegiatan aksi doa bersama kemarin.

Sebagian ada yang ditangkap saat berada di rumah. Adapun musisi Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet ditangkap saat berada di hotel yang dekat lokasi doa bersama.

"Ahmad Dhani dan Ratna itu menginap di Sari Pan Pacific itu karena untuk mempermudah ke Monas," kata Habiburokhman.

(Baca juga: Pelaku Dugaan Makar Diharapkan Bisa Pulang atas Pertimbangan Usia)

Kompas TV 3 Tersangka Dugaan Makar Ditahan

"

| Habiburokhman: | Masa | Aki-aki | Nini-nini | Dituduh | Makar? | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> â€" | Kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet< | Habiburokhman | menilai | penangkapan | aktivis | atas | dugaan | makar | sebagai | suatu | yang | berlebihan | p> Menurut | jika | dilihat | usia | serta | kekuatan | dimiliki | para | tersebut | kecil | kemungkinan | melakukan | p> Pak | Bintang | (Sri | Pamungkas< | usianya | tahun | Kivlan | Zein< | mendekati | akhir | masa | nini | dituduh | intelijennya | bagaimana | kata | dalam | diskusi | Polemik | bertajuk | Dikejar | Makar | Jakarta | Sabtu | 2016) | p> Ia | mengat | beberapa | waktu | terakhir | sempat | muncul | terkait | aksi | unjuk | rasa | menuntut | digelarnya | sidang | istimewa | Tuntutan | juga | dilakukan | untuk | mengembalikan | Undang | Dasar | 1945 | tuntutan | bukanlah | sebuah | upaya | p> (Baca | juga: | Permufakatan | Beda | dengan | Penyampaian | Kritik | Penjelasan | Polri< | a>)< | p> Sebaliknya | cara | penyampaian | parlemen | merup | telah | diatur | konstitusi | Indonesia | p> Mau | demo | atau | siapa | boleh | melakukannya | faktanya | begitu | amat | p> Lebih | jauh | sejumlah | ditangkap | semuanya | berencana | mengikuti | kegiatan | bersama< | kemarin | p> Sebagian | saat | berada | rumah | Adapun | musisi | Ahmad | Dhani< | hotel | dekat | lokasi | p> Ahmad | menginap | Sari | Pacific | karena | mempermudah | Monas | Pelaku | Dugaan | Diharapkan | Bisa | Pulang | Pertimbangan | Usia< | p> Kompas | span> | Tersangka | Ditahan< | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Polri Temukan Bukti Transfer dalam Kasus Permufakatan Makar

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, kepolisian terus mengembangkan kasus dugaan permufakatan makar.

Dalam penelusuran, penyidik menemukan bukti baru dalam kasus ini. "Kami temukan bukti transfer," kata Martinus di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Martinus menuturkan, bukti transfer tersebut masih dalam penelusuran untuk mengetahui jumlah, penerima, dan sumber dana.

(Baca: Ketua DPR Minta Masyarakat Percaya Polisi soal Dugaan Makar)

Bukti transfer itu, kata dia, akan memudahkan penyidik untuk mendapatkan konstruksi hukum adanya dugaan upaya permufakatan makar untuk menggulingkan pemerintah yang sah.

"Bukti lain akan diupayakan oleh penyidik," ucap Martinus.

Selain bukti transfer, Martinus menyebutkan adanya bukti dokumen yang menjadi catatan bagi penyidik.

Selain itu, juga terdapat video yang diunggah dan pemberitaan yang berisi ajakan makar.

"Kemudian, adanya indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan permufakatan jahat dengan menempatkan mobil komando untuk mengajak orang atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," ujar Martinus.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar sebelumnya mengatakan, kelompok ini berencana menggelar sidang istimewa untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Caranya ialah dengan menghasut massa yang mengikuti doa bersama pada Jumat (2/12/2016).

"Ada dugaan pemanfaatan massa untuk menduduki Kantor DPR RI dan berencana pemaksaan sidang istimewa yang kemudian menuntut pergantian pemerintahan," kata Boy.

(Baca: Bisakah Disebut Makar Tanpa Ada Pemberontakan? Ini Penjelasannya)

Setelah dilakukan pemeriksaan selama lebih dari 20 jam di Markas Komando (Mako) Brimob, dari delapan tersangka hanya Sri Bintang Pamungkas yang ditahan. Bintang ditahan di Polda Metro Jaya bagian narkotika.

Delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan permufakatan makar adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, Sri Bintang Pamungkas dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP. 

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Polri | Temukan | Bukti | Transfer | dalam | Kasus | Permufakatan | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> â€" | Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri< | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul< | mengat | kepolisian | terus | mengembangkan | kasus | dugaan | permufakatan | makar | p> Dalam | penelusuran | penyidik | menemukan | bukti | baru | Kami | temukan | transfer | kata | Mabes | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Martinus | menuturkan | tersebut | masih | untuk | mengetahui | jumlah | penerima | sumber | dana | p> (Baca: Ketua | Minta | Masyarakat | Percaya | Polisi | soal | Dugaan | Makar< | a>)< | p> Bukti | memudahkan | mendapatkan | konstruksi | hukum | adanya | upaya | menggulingkan | pemerintah | yang | lain | diupay | oleh | ucap | p> Selain | menyebutkan | dokumen | menjadi | catatan | bagi | juga | terdapat | video | diunggah | pemberitaan | berisi | p> Kemudian | indikasi | mendukung | terjadinya | perencanaan | jahat | dengan | menempatkan | mobil | komando | mengajak | orang | atau | mempersiapkan | dibawa | ujar | p> Kepala | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar< | senya | kelompok | berencana | menggelar | sidang | istimewa | pemerintahan | p> Caranya | ialah | menghasut | massa | mengikuti | bersama< | pada | Jumat | p> Ada | pemanfaatan | menduduki | Kantor | pemaksaan | kemudian | menuntut | pergantian | p> (Baca: Bisakah | Disebut | Tanpa | Pemberont | Penjelasannya< | p> Setelah | dilakukan | pemeriksaan | selama | lebih | Markas | Komando | (Mako) | Brimob | delapan | tersangka | hanya | Bintang | Pamungkas< | ditahan | Polda | Metro | Jaya | bagian | narkotika | p> Delapan | ditetapkan | sebagai | atas | adalah | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | melanggar | Pasal | KUHP | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |

Saturday, December 3, 2016

Habiburokhman: Masa Aki-aki dan Nini-nini Dituduh Makar?

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Habiburokhman, menilai penangkapan 10 aktivis atas dugaan makar sebagai suatu hal yang berlebihan.

Menurut dia, jika dilihat dari usia serta kekuatan yang dimiliki para aktivis tersebut, kecil kemungkinan mereka melakukan hal itu.

"Pak Bintang (Sri Bintang Pamungkas) usianya 70 tahun, Kivlan Zein 70 tahun, Ratna sekitar 60-an mendekati akhir, masa aki-aki dan nini-nini dituduh makar? Ini intelijennya bagaimana?" kata Habiburokhman dalam diskusi Polemik bertajuk "Dikejar Makar" di Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Ia mengatakan, beberapa waktu terakhir sempat muncul isu terkait aksi unjuk rasa yang menuntut digelarnya sidang istimewa ke MPR. Tuntutan juga dilakukan untuk mengembalikan Undang-Undang Dasar ke UUD 1945.

Menurut Habiburokhman, tuntutan itu bukanlah sebuah upaya makar.

(Baca juga: Permufakatan Makar Beda dengan Penyampaian Kritik, Ini Penjelasan Polri)

Sebaliknya, kata dia, cara penyampaian tuntutan melalui parlemen merupakan suatu hal yang telah diatur dalam konstitusi Indonesia.

"Mau demo ke DPR atau menuntut sidang istimewa, siapa pun boleh melakukannya, tetapi faktanya kan tidak begitu amat," kata dia.

Lebih jauh, ia mengatakan, dari sejumlah aktivis yang ditangkap, tidak semuanya berencana mengikuti kegiatan aksi doa bersama kemarin.

Sebagian ada yang ditangkap saat berada di rumah. Adapun musisi Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet ditangkap saat berada di hotel yang dekat lokasi doa bersama.

"Ahmad Dhani dan Ratna itu menginap di Sari Pan Pacific itu karena untuk mempermudah ke Monas," kata Habiburokhman.

(Baca juga: Pelaku Dugaan Makar Diharapkan Bisa Pulang atas Pertimbangan Usia)

Kompas TV 3 Tersangka Dugaan Makar Ditahan

"

| Habiburokhman: | Masa | Aki-aki | Nini-nini | Dituduh | Makar? | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> â€" | Kuasa | hukum | Ratna | Sarumpaet< | Habiburokhman | menilai | penangkapan | aktivis | atas | dugaan | makar | sebagai | suatu | yang | berlebihan | p> Menurut | jika | dilihat | usia | serta | kekuatan | dimiliki | para | tersebut | kecil | kemungkinan | melakukan | p> Pak | Bintang | (Sri | Pamungkas< | usianya | tahun | Kivlan | Zein< | mendekati | akhir | masa | nini | dituduh | intelijennya | bagaimana | kata | dalam | diskusi | Polemik | bertajuk | Dikejar | Makar | Jakarta | Sabtu | 2016) | p> Ia | mengat | beberapa | waktu | terakhir | sempat | muncul | terkait | aksi | unjuk | rasa | menuntut | digelarnya | sidang | istimewa | Tuntutan | juga | dilakukan | untuk | mengembalikan | Undang | Dasar | 1945 | tuntutan | bukanlah | sebuah | upaya | p> (Baca | juga: | Permufakatan | Beda | dengan | Penyampaian | Kritik | Penjelasan | Polri< | a>)< | p> Sebaliknya | cara | penyampaian | parlemen | merup | telah | diatur | konstitusi | Indonesia | p> Mau | demo | atau | siapa | boleh | melakukannya | faktanya | begitu | amat | p> Lebih | jauh | sejumlah | ditangkap | semuanya | berencana | mengikuti | kegiatan | bersama< | kemarin | p> Sebagian | saat | berada | rumah | Adapun | musisi | Ahmad | Dhani< | hotel | dekat | lokasi | p> Ahmad | menginap | Sari | Pacific | karena | mempermudah | Monas | Pelaku | Dugaan | Diharapkan | Bisa | Pulang | Pertimbangan | Usia< | p> Kompas | span> | Tersangka | Ditahan< | p> |

Yusril Nilai Tudingan Makar ke Rachmawati dkk Tak Relevan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara Yusril Ihza Mahendra menilai dugaan makar yang disangkakan kepada tujuh orang yang ditangkap sebelum aksi doa bersama, tak relevan.

"Saya kira masih jauh kalau sampai pelaksanaan makar," ujar Yusril di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (4/12/2016).

Yusril beranggapan orang-orang yang diduga merencanakan makar itu hanya mengadakan pertemuan dan mengkritik pemerintah. Yusril menganggap aktivitas mereka masih dalam taraf normal.

"Bahwa mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan, mengkritik pemerintah itu normal," tutur Yusril.

Justru, Yusril melihat penangkapan tersebut merupakan upaya preventif pemerintah agar aksi doa bersama 2 Desember lalu dapat berlangsung tertib.

Sebab, ada dugaan jika kesebelas tokoh politik tersebut akan menghasut massa dalam aksi di kawasan Monas itu.

"Walaupun kalau mereka tidak ditangkapi ya belum tentu terjadi apa-apa juga," ujar Yusril.

Sebelumnya, penyidik Polri menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Sebanyak 7 orang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan permufakatan makar. Mereka adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin dan Firza Huzein.

Ketujuh orang tersebut disangka melanggar Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP.

Sementara seorang lainnya dijerat Pasal 207 KUHP terkait penghinaan kepala negara. Tiga orang sisanya disangkakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Boy Rafli Amar, ketujuh orang tersebut berencana menggelar sidang istimewa untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

(Baca: Polisi Telusuri Penyandang Dana untuk Upaya Makar)

Caranya, dengan menghasut massa yang mengikuti doa bersama pada Jumat (2/12/2016). "Ada dugaan pemanfaatan massa untuk menduduki Kantor DPR RI dan berencana pemaksaan sidang istimewa yang kemudian menuntut pergantian pemerintahan," kata Boy.

Kompas TV Polisi: Tersangka Diduga Melakukan Pemufakatan Jahat Makar

"

| Yusril | Nilai | Tudingan | Makar | Rachmawati | Relevan | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Pengacara | Ihza | Mahendra< | menilai | dugaan | makar | yang | disangk | kepada | tujuh | orang | ditangkap | aksi | bersama< | relevan | p> Saya | kira | masih | jauh | kalau | sampai | pelaksanaan | ujar | kawasan | Senayan | Jakarta | Minggu | 2016) | p> Yusril | beranggapan | diduga | merencan | hanya | mengad | pertemuan | mengkritik | pemerintah | menganggap | aktivitas | dalam | taraf | normal | p> Bahwa | rapat | tutur | p> Justru | melihat | penangkapan | tersebut | merup | upaya | preventif | agar | Desember< | dapat | berlangsung | tertib | p> Sebab | jika | kesebelas | tokoh | politik | menghasut | massa | Monas | p> Walaupun | ditangkapi | tentu | terjadi | juga | p> Senya | penyidik | Polri< | menetapkan | sebagai | tersangka | Tiga | antaranya | ditahan | untuk | kepentingan | penyidikan | p> Sebanyak | ditetapkan | atas | permufakatan | Mereka | adalah | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Ketujuh | disangka | melanggar | Pasal | KUHP | p> Sementara | seorang | lainnya | dijerat | terkait | penghinaan | kepala | negara | sisanya | Informasi | Transaksi | Elektronik | p> Menurut | Kepala | Divisi | Humas | Rafli | Amar< | ketujuh | berencana | menggelar | sidang | istimewa | menggulingkan | pemerintahan | p> (Baca: Polisi | Telusuri | Penyandang | Dana | Upaya | Makar< | a>)< | p> Caranya | dengan | mengikuti | pada | Jumat | pemanfaatan | menduduki | Kantor | pemaksaan | kemudian | menuntut | pergantian | kata | p> Kompas | span> | Polisi: | Tersangka | Diduga | Melakukan | Pemufakatan | Jahat | p> |

Tuesday, December 6, 2016

Polri Temukan Bukti Transfer dalam Kasus Permufakatan Makar

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, kepolisian terus mengembangkan kasus dugaan permufakatan makar.

Dalam penelusuran, penyidik menemukan bukti baru dalam kasus ini. "Kami temukan bukti transfer," kata Martinus di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Martinus menuturkan, bukti transfer tersebut masih dalam penelusuran untuk mengetahui jumlah, penerima, dan sumber dana.

(Baca: Ketua DPR Minta Masyarakat Percaya Polisi soal Dugaan Makar)

Bukti transfer itu, kata dia, akan memudahkan penyidik untuk mendapatkan konstruksi hukum adanya dugaan upaya permufakatan makar untuk menggulingkan pemerintah yang sah.

"Bukti lain akan diupayakan oleh penyidik," ucap Martinus.

Selain bukti transfer, Martinus menyebutkan adanya bukti dokumen yang menjadi catatan bagi penyidik.

Selain itu, juga terdapat video yang diunggah dan pemberitaan yang berisi ajakan makar.

"Kemudian, adanya indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan permufakatan jahat dengan menempatkan mobil komando untuk mengajak orang atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," ujar Martinus.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar sebelumnya mengatakan, kelompok ini berencana menggelar sidang istimewa untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Caranya ialah dengan menghasut massa yang mengikuti doa bersama pada Jumat (2/12/2016).

"Ada dugaan pemanfaatan massa untuk menduduki Kantor DPR RI dan berencana pemaksaan sidang istimewa yang kemudian menuntut pergantian pemerintahan," kata Boy.

(Baca: Bisakah Disebut Makar Tanpa Ada Pemberontakan? Ini Penjelasannya)

Setelah dilakukan pemeriksaan selama lebih dari 20 jam di Markas Komando (Mako) Brimob, dari delapan tersangka hanya Sri Bintang Pamungkas yang ditahan. Bintang ditahan di Polda Metro Jaya bagian narkotika.

Delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan permufakatan makar adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, Sri Bintang Pamungkas dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP. 

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Polri | Temukan | Bukti | Transfer | dalam | Kasus | Permufakatan | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> â€" | Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri< | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul< | mengat | kepolisian | terus | mengembangkan | kasus | dugaan | permufakatan | makar | p> Dalam | penelusuran | penyidik | menemukan | bukti | baru | Kami | temukan | transfer | kata | Mabes | Jakarta | Selasa | 2016) | p> Martinus | menuturkan | tersebut | masih | untuk | mengetahui | jumlah | penerima | sumber | dana | p> (Baca: Ketua | Minta | Masyarakat | Percaya | Polisi | soal | Dugaan | Makar< | a>)< | p> Bukti | memudahkan | mendapatkan | konstruksi | hukum | adanya | upaya | menggulingkan | pemerintah | yang | lain | diupay | oleh | ucap | p> Selain | menyebutkan | dokumen | menjadi | catatan | bagi | juga | terdapat | video | diunggah | pemberitaan | berisi | p> Kemudian | indikasi | mendukung | terjadinya | perencanaan | jahat | dengan | menempatkan | mobil | komando | mengajak | orang | atau | mempersiapkan | dibawa | ujar | p> Kepala | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar< | senya | kelompok | berencana | menggelar | sidang | istimewa | pemerintahan | p> Caranya | ialah | menghasut | massa | mengikuti | bersama< | pada | Jumat | p> Ada | pemanfaatan | menduduki | Kantor | pemaksaan | kemudian | menuntut | pergantian | p> (Baca: Bisakah | Disebut | Tanpa | Pemberont | Penjelasannya< | p> Setelah | dilakukan | pemeriksaan | selama | lebih | Markas | Komando | (Mako) | Brimob | delapan | tersangka | hanya | Bintang | Pamungkas< | ditahan | Polda | Metro | Jaya | bagian | narkotika | p> Delapan | ditetapkan | sebagai | atas | adalah | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | melanggar | Pasal | KUHP | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |

Monday, December 5, 2016

Demokrat Anggap Dugaan Makar Terlalu Jauh, PDI-P Serahkan ke Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penangkapan serta penetapan tersangka terhadap tujuh orang terkait perkara dugaan makar pada Jumat (2/12/2016) lalu masih menuai kontroversi.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan berpendapat, tuduhan makar itu berlebihan.

"Kami masih melihat bahwa terlalu jauh untuk melihat ke sana," ujar Syarief dalam acara "Satu Meja" yang ditayangkan Kompas TV, Senin (5/12/2016) malam.

Alasannya, Syarief berpendapat, seluruh rakyat Indonesia telah menyadari bahwa aksi makar adalah bentuk inkonstitusional dan perusakan tatanan demokrasi yang telah dibangun, khususnya pasca-reformasi.

Oleh sebab itu, mendukung pemerintah sah hingga habis periode dan berkompetisi lagi di dalam pemilihan presiden selanjutnya adalah hal yang mutlak dilakukan.

Jika muncul kritik dari masyarakat, hal itu memang diakomodasi di dalam undang-undang. Asalkan, penyampaian kritik itu tidak melanggar hak dan kewajiban warga negara lain.

Meski menganggap tuduhan makar terlalu jauh, Syarief mewanti-wanti agar aparat keamanan harus selalu siap mengantisipasi hal negatif yang mungkin terjadi.

"Namun bagaimana pun juga, dengan begitu banyak massa, tentunya kami mendorong aparat keamanan TNI- Polri waspada. Itu sah-sah saja, itu merupakan tugas dan tanggung jawab," ujar dia.

Syarief pun meminta Polri dapat membuktikan apakah tuduhan itu benar atau tidak.

Terlalu prematur

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah berpendapat berbeda.

Pertama, Basarah menilai, Polisi tidak mungkin gegabah dalam menangkap dan menetapkan tersangka terhadap tujuh orang dengan sangkaan makar.

"Tindakan polisi memanggil, menjemput dan mentersangkakan para pihak yang diduga melakukan upaya makar, pasti memiliki alat bukti yang cukup kuat untuk sampai ke tindakan hukum seperti itu," ujar Basarah.

Kedua, proses penyelidikan dan penyidikan perkara makar masih berjalan. Polisi tidak memiliki wewenang mengadili apa ketujuh tersangka itu benar-benar melakukan tindakan makar atau tidak.

Wewenang tersebut, lanjut Basarah, dimiliki oleh pengadilan.

"Oleh karena itu, tunggu dulu. Terlalu prematur menuduh Polri proporsional atau tidak proporsional dalam hal ini. Karena proses perkara ini masih berlangsung," ujar dia.

Basarah pun berpendapat alangkah baiknya publik mempercayakan pengungkapan kebenaran perkara itu kepada sistem hukum di Tanah Air.

Dari keputusan itu nantinya dapat disimpulkan apakah aksi polisi dianggap berlebihan atau tidak.

Namun, Basarah mengapresiasi kerja Polisi. Apalagi penangkapan ketujuh orang itu dilakukan sebelum aksi super damai di Silang Monas, 2 Desember 2016.

"Polisi melakukan tindakan preventif untuk menjaga kemurnian umat Islam yang ingin mengekspresikan perasaan keislamannya akibat ada dugaan kitab sucinya dinistakan oleh Pak Ahok (Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama)," ujar Basarah.

"Jadi ingin dipilah supaya tidak ada manipulasi. Apa yang kita saksikan peristiwa aksi super damai lebih ke kegiatan ibadah, doa, zikir di mana polisi berhasil memisahkan mana gerakan keagamaan dan mana gerakan politik," kata dia.

Pengamat politik UIN Komarudin Hidayat berpendapat sama dengan Basarah. Menurut dia, publik tengah menyoroti betul kinerja Polri, khususnya soal pengusutan perkara dugaan penodaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

Oleh sebab itu, ketika melaksanakan tugas yang terkait dengan perkara itu meski tidak langsung, Polri diyakini melakukannya dengan profesional.

"Polisi tidak akan main-main mempertaruhkan kepercayaannya ya. Karena polisi dapat pressure luar biasa dalam kasus Ahok ini. Oleh karena itu ketika polisi menangkap, saya yakin dia punya informasi dan pertimbangan tersendiri," ujar Komarudin.

Sebanyak tujuh orang yang ditangkap sebelum aksi doa bersama Jumat lalu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan upaya makar.

Ketujuh orang itu adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.

(Baca juga: Kapolri Ungkap Alasan Penangkapan 11 Orang Tersangka Dugaan Makar Jelang Doa Bersama)

Upaya provokasi

Meski sudah mengantongi sejumlah alat bukti untuk menjerat tujuh tersangka itu, namun penyidik masih mencari bukti kuat lain.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes (Pol) Martinus Sitompul mengatakan, salah satu petunjuk yang masih dikejar penyidik adalah keterkaitan antara tujuh tersangka itu dengan ajakan sejumlah orang untuk menduduki gedung MPR/DPR pada aksi super damai 2 Desember 2016.

"Ada upaya memprovokasi umat untuk dibawa ke Gedung MPR/DPR RI dan mendesak sidang istimewa menggulingkan pemerintah sah," ujar Martinus di kantornya, Senin (5/12/2016).

(Baca juga: Penegak Hukum Diminta Tak Sembarangan Terapkan Pasal Makar)

Sebelum shalat Jumat bersama di Lapangan Silang Monas, lanjut Martinus, ada sejumlah orang menggunakan mobil mengajak massa untuk bertolak ke Gedung MRP/DPR RI.

Martinus menegaskan, orang tersebut bukanlah bagian dari massa aksi doa bersama. Sebab, para pimpinan aksi itu sudah sepakat dengan polisi hanya menggelar shalat Jumat bersama di Lapangan Silang Monas tanpa harus berorasi di jalanan.

"Nah, kami menduga ajakan-ajakan ini dalam rangka bagian dari rencana itu (makar)," ujar Martinus.

Martinus enggan menjelaskan apa yang sudah didapatkan penyidik soal informasi itu.

"Intnya ada informasi A, B, C dan D yang sementara ini masih dalam tahap penyidikan. Yang jelas ada informasi seperti itu dan harus dikonstruksi menjadi sebuah sangkaan. Ini butuh waktu," ujar dia.

Kompas TV Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Tersangka Makar

"

| Demokrat | Anggap | Dugaan | Makar | Jauh, | PDI-P | Serahkan | Polisi | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Penangkapan | serta | penetapan | tersangka | terhadap | tujuh | orang | terkait | perkara | dugaan | makar | pada | Jumat | 2016) | masih | menuai | kontroversi | p> Wakil | Ketua | Umum | Partai | Demokrat< | Syarief | Hasan | berpendapat | tuduhan | berlebihan | p> Kami | melihat | bahwa | jauh | untuk | sana | ujar | dalam | acara | Satu | Meja | yang | ditayangkan | Kompas | Senin | malam | p> Alasannya | seluruh | rakyat | Indonesia | telah | menya | aksi | adalah | bentuk | inkonstitusional | perus | tatanan | demokrasi | dibangun | khususnya | pasca | reformasi | p> Oleh | mendukung | pemerintah | habis | periode | berkompetisi | lagi | pemilihan | presiden | selanjutnya | mutlak | dilakukan | p> Jika | muncul | kritik | masyarakat | memang | diakomodasi | undang | Asalkan | penyampaian | melanggar | kewajiban | warga | negara | lain | p> Meski | menganggap | mewanti | wanti | agar | aparat | keamanan | harus | siap | mengantisipasi | negatif | mungkin | terjadi | p> Namun | bagaimana | juga | dengan | begitu | banyak | massa | tentunya | kami | mendorong | TNI< | Polri< | waspada | merup | tugas | tanggung | jawab | p> Syarief | meminta | dapat | membuktikan | apakah | benar | atau | p> Ter | prematur< | strong>< | p> Sementara | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Perjuangan | Ahmad | Basarah | berbeda | p> Pertama | menilai | gegabah | menangkap | menetapkan | sangkaan | p> Tind | polisi | memanggil | menjemput | mentersangk | para | pihak | diduga | melakukan | upaya | pasti | memiliki | alat | bukti | cukup | kuat | sampai | tind | hukum | seperti | p> Kedua | proses | penyelidikan | penyidikan | berjalan | wewenang | mengadili | ketujuh | p> Wewenang | tersebut | lanjut | dimiliki | oleh | pengadilan | karena | tunggu | dulu | prematur | menuduh | proporsional | Karena | berlangsung | p> Basarah | alangkah | baiknya | publik | mempercay | pengungkapan | kebenaran | kepada | sistem | Tanah | p> Dari | keputusan | nantinya | disimpulkan | dianggap | mengapresiasi | kerja | Apalagi | penangkapan | super | damai | Silang | Monas | Desember< | 2016 | p> Polisi | preventif | menjaga | kemurnian | umat | Islam | ingin | mengekspresikan | perasaan | keislamannya | sucinya | dinist | Ahok | (Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahaja | Purnama< | p> Jadi | dipilah | supaya | manipulasi | saksikan | peristiwa | lebih | kegiatan | ibadah | zikir | mana | berhasil | memisahkan | keagamaan | politik | kata | p> Pengamat | Komarudin | Hidayat | sama | Menurut | tengah | menyoroti | betul | kinerja | soal | pengusutan | penodaan | agama | ketika | melaksan | meski | langsung | diyakini | melakukannya | profesional | main | mempertaruhkan | kepercayaannya | pressure< | luar | biasa | kasus | Oleh | saya | yakin | punya | informasi | pertimbangan | tersendiri | p> Sebanyak | ditangkap | bersama< | ditetapkan | sebagai | p> Ketujuh | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | Pasal | juncto | KUHP | p> (Baca | juga: Kapolri | Ungkap | Alasan | Orang | Tersangka | Jelang | Bersama< | a>)< | p> Upaya | provokasi< | mengantongi | sejumlah | menjerat | penyidik | mencari | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Kombes | (Pol) | Martinus | Sitompul< | mengat | salah | satu | petunjuk | dikejar | keterkaitan | antara | menduduki | gedung | p> Ada | memprovokasi | dibawa | Gedung | mendesak | sidang | istimewa | menggulingkan | kantornya | juga: | Penegak | Hukum | Diminta | Sembarangan | Terapkan | Makar< | p> Se | shalat | bersama | Lapangan | menggun | mobil | mengajak | bertolak | p> Martinus | menegaskan | bukanlah | bagian | Sebab | pimpinan | sepakat | hanya | menggelar | tanpa | berorasi | jalanan | p> Nah | menduga | rangka | rencana | (makar) | enggan | menjelaskan | didapatkan | p> Intnya | sementara | tahap | Yang | jelas | dikonstruksi | menjadi | sebuah | butuh | waktu | p> Kompas | span> | Kapolri | Jelaskan | p> |