Showing posts sorted by relevance for query p> Pernyataan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query p> Pernyataan. Sort by date Show all posts

Friday, December 2, 2016

Selain Dugaan Makar, Ini Kasus Ahmad Dhani yang Disorot Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang aksi damai 212 yang baru selesai digelar di Monas, polisi menangkap sejumlah tokoh yang diduga melakukan makar.

Salah satu di antara mereka adalah Ahmad Dhani, musikus sekaligus calon Wali Kota Bekasi.

Penangkapan itu dilakukan saat pentolan Dewa 19 itu tengah berada di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta Pusat. Hal itu diungkapkan oleh Ahmad Dhani dalam akun Twitternya.

"Malam ini di depan kamar di Hotel Sari Pan Pasifik, orang mengaku dari Polda mencari saya. #ADP," tulis Ahmad Dhani di akun Twitter-nya.

"Mau mendobrak kamar saya... #ADP," lanjutnya.

Selain Ahmad Dhani, polisi menangkap 10 orang, dengan delapan di antaranya diduga melakukan makar.

Penangkapan itu segera menjadi sorotan media asing. Melalui artikel berjudul "Jakarta protests: Treason arrests as mass rally against city's Governor, Ahok, get underway", ABC News memuat pernyataan Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto yang mengatakan 10 orang ditangkap pagi tadi.

Sementara itu media asing lainnya, Reuters, dalam laporannya yang bertajuk "Sea of protesters in Jakarta amid fury over Christian governor" menuliskan 10 orang ditangkap menjelang pagi di mana delapan di antaranya terduga makar. Dan dua lainnya didakwa melanggar UU ITE.

"Mereka kini ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan," ujar Kombes Rikwanto.

Media Singapura, Straits Times, dengan laporannya berjudul "Indonesia arrests 10 for dissident activities, charges 8 of them for treason" juga menginformasikan peristiwa serupa. Pihak kepolisian RI dilaporkan menangkap 10 tersangka di mana delapan di antaranya terduga makar, sementara dua lainnya melanggar pasal UU ITE.

"Kombes Rikwanto tidak menyebutkan nama, tetapi mengidentifikasi mereka dengan sembilan inisial, yakni AD, E, AD, KZ, FH, RA, JA, RK dan SB," tulis Straits Times dalam laporannya.

Ini bukan kali pertama Dhani menjadi sorotan dunia.

Berikut adalah kasus Ahmad Dhani yang sempat menghebohkan dunia kala pilpres pada 2014 lalu.

1 dari 6 halaman


Gunakan Lagu Queen dan Video Nazi

Penampilan Ahmad Dhani dalam video klip kampanye pasangan Prabowo-Hatta jadi sorotan media Jerman, Der Spiegel. Si penyanyi mengenakan seragam mirip yang dipakai Heinrich Luitpold Himmler, komandan Schutzstaffel (SS), satuan elite Nazi sekaligus orang kepercayaan Adolf Hitler.

Time of Israel menulis, video musik sebagai wujud dukungan dan penghargaan kepada Prabowo Subianto itu bikin gempar khalayak ramai.

"Dhani memakai lencana pada kerah dan lencana merah pada bagian saku kanan yang sama," tulis Der Spiegel, Selasa 24 Juni 2014.

Tak hanya Jerman, video klip yang diiringi lagu 'We Will Rock You' milik Queen, yang diubah lirik dan judulnya menjadi 'Indonesia Bangkit' itu juga jadi sorotan sejumlah media massa kelas dunia.

Situs Europe online magazine memuat artikel berjudul 'Indonesian rocker criticized for Nazi outfit in election video'.

Di bagian akhir artikelnya, Europe online magazine menulis, "Perlengkapan Nazi tidak ilegal di Indonesia dan banyak orang Indonesia yang tidak menyadari konotasi historisnya."

2 dari 6 halaman


Majalah TIME Menohok...

TIME memuat artikel dengan judul menohok, "This Indonesian Nazi Video Is One of the Worst Pieces of Political Campaigning Ever". TIME menyebut video tersebut sebagai materi kampanye politik terburuk sepanjang masa.

"Pembuat film yang tinggal di Bali, Daniel Ziv, menyebut video itu 'membawa citra skinhead Nazi dalam politik Indonesia'," demikian seperti dimuat TIME.

TIME menilai deskripsi tersebut tepat. "Majalah Jerman Der Spiegel menunjuk bahwa, yang bikin merinding, kostum militer Dhani mirip dengan seragam komandan SS Heinrich Himmler."

Makin dekat dengan hari pemilihan, demikian menurut TIME, kampanye makin panas dengan dukungan masing-masing pendukung calon. Video musik Ahmad Dhani untuk Prabowo-Hatta, dirilis tak lama setelah sejumlah musikus seperti Oppie Andaresta dan Slank membuat lagu dan video berjudul "Salam Dua Jari".

3 dari 6 halaman


Media Israel Berang

Setelah harian terkemuka Jerman, Der Spiegel, dan portal majalah Amerika Serikat TIME, kini giliran surat kabar Time of Israel yang ikut bersuara. Media negeri Yahudi itu menuliskan laporannya berjudul "Indonesian quasi-Nazi video causes stir".

Dalam ulasannya pada Rabu, 25 Juni 2014, Time of Israel menulis, video musik sebagai wujud dukungan dan penghargaan kepada Prabowo Subianto itu bikin gempar khalayak ramai.

"Queen, Nazisme, dan lirik berbahasa Indonesia merupakan kombinasi yang tampaknya aneh. Tapi pada saat suhu politik di negara di Asia Tenggara itu sedang memanas. Hal itu bisa terjadi," tulis Times of Israel.

Media Israel tersebut juga menyamakan burung garuda yang terlihat di dalam video klip Ahmad Dhani dan penyanyi Indonesia Idol itu dengan elang besi Kekaisaran Jerman dan elang Nazi.

"Salah satu musikus, Ahmad Dhani, terlihat memegang garuda emas, burung lambang negara Indonesia, yang menyerupai elang Kekaisaran Jerman yang kemudian menjadi dasar ikonik elang Nazi," tulis Times of Israel.

Portal berita negara yang berbatasan dengan Palestina itu juga mengutip tanggapan Ahmad Dhani atas kritik yang diberikan kepada dirinya terkait video klip kampanye tersebut.

"Apa hubungannya antara tentara Jerman dan Indonesia?" ujar Dhani yang dimuat Times of Israel. "Kami rakyat Indonesia tidak membunuh jutaan orang Yahudi, kan?"

4 dari 6 halaman


Queen Kesal

Pihak Queen pun mempersoalkan video klip tersebut. Bukan karena kostum yang dikenakan Dhani, tapi lagu "We Will Rock You" dibawakannya secara ilegal alias belum mendapatkan izin.

"Ahmad Dhani skinhead imagery http://youtu.be/tpbqIuY8nVo ” of course this is completely unauthorised by us. Bri," kicau gitaris Queen Brian May dalam akun resminya @DrBrianMay. Penampilan skinhead Ahmad Dhani--menyertakan link video di situs berbagi video--tentu saja kami sama sekali tidak memberikan izin.

5 dari 6 halaman


"

| Selain | Dugaan | Makar, | Kasus | Ahmad | Dhani | yang | Disorot | Dunia | Liputan6 | Jakarta | strong> | Menjelang | aksi | damai | 212< | a> yang | baru | selesai | digelar | Monas | polisi | menangkap | sejumlah | tokoh | diduga | melakukan | makar | p> Salah | satu | antara | mereka | adalah | Dhani< | musikus | sekaligus | calon | Wali | Kota | Bekasi | p> Penangkapan | dilakukan | saat | pentolan | Dewa | tengah | berada | Hotel | Sari | Pasifik | Pusat | diungkapkan | oleh | dalam | akun | Twitternya | p> Malam | depan | kamar | orang | mengaku | dari | Polda | mencari | saya | tulis | Twitter | em>< | p> Mau | mendobrak | lanjutnya | p> Selain | dengan | delapan | antaranya | p> Penangkapan | segera | menjadi | sorotan | media | asing | Melalui | artikel | berjudul | protests: | Treason | arrests | mass | rally | against | citys | Governor | Ahok | underway | News< | em> memuat | pernyataan | Karo | Penmas | Mabes | Polri | Kombes | Rikwanto | mengatakan | ditangkap | pagi | tadi | p> Sementara | lainnya | Reuters | laporannya | bertajuk | protesters | amid | fury | over | Christian | governor | menuliskan | menjelang | mana | terduga | didakwa | melanggar | p> Mereka | kini | ditahan | menjalani | pemeriksaan | ujar | p> Media | Singapura | Straits | Times | Indonesia | dissident | activities | charges | them | treason | juga | menginformasikan | peristiwa | serupa | Pihak | kepolisian | dilaporkan | tersangka | sementara | pasal | p> Kombes | tidak | menyebutkan | nama | tetapi | mengidentifikasi | sembilan | inisial | yakni | Times< | p> Ini | bukan | kali | pertama | dunia | p> Berikut | kasus | sempat | menghebohkan | kala | pilpres | pada | 2014 | lalu | p> 1 | halaman< | p> < | div> < | div> Gunakan | Lagu | Queen | Video | Nazi< | h2> Penampilan | video | klip | kampanye | pasangan | Prabowo | Hatta | jadi | Jerman | Spiegel | penyanyi | mengenakan | seragam | mirip | dipakai | Heinrich | Luitpold | Himmler | komandan | Schutzstaffel | (SS) | satuan | elite | Nazi | kepercayaan | Adolf | Hitler | p> Dhani | memakai | lencana | kerah | merah | bagian | saku | kanan | sama | Spiegel< | Selasa | Juni | p> Tak | hanya | diiringi | lagu | Will | Rock | You< | milik | diubah | lirik | judulnya | Bangkit | massa | kelas | p> Situs | Europe | online | magazine< | Indonesian | rocker | criticized | outfit | election | p> Di | akhir | artikelnya | magazine | menulis | Perlengkapan | ilegal | banyak | menyadari | konotasi | historisnya | p> 2 | div> Majalah | TIME | Menohok | h2> TIME< | memuat | judul | menohok | This | Worst | Pieces | Political | Campaigning | Ever | TIME< | menyebut | tersebut | sebagai | materi | politik | terburuk | sepanjang | masa | p> Pembuat | film | tinggal | Bali | Daniel | membawa | citra | skinhead< | demikian | seperti | dimuat | p> TIME< | menilai | deskripsi | tepat | Majalah | menunjuk | bahwa | bikin | merinding | kostum | militer | p> Makin | dekat | hari | pemilihan | menurut | makin | panas | dukungan | masing | pendukung | musik | untuk | dirilis | lama | setelah | Oppie | Andaresta | Slank | membuat | Salam | Jari | p> 3 | div> Media | Israel | Berang< | h2> Setelah | harian | terkemuka |  Der | portal | majalah | Amerika | Serikat | giliran | surat | kabar | Time | Israel< | ikut | bersuara | Media | negeri | Yahudi | quasi | causes | stir | p> Dalam | ulasannya | Rabu | wujud | penghargaan | kepada | Subianto | gempar | khalayak | ramai | p> Queen | Nazisme | berbahasa | merupakan | kombinasi | tampaknya | aneh | Tapi | suhu | negara | Asia | Tenggara | sedang | memanas | bisa | terjadi | menyamakan | burung | garuda | terlihat | Idol< | elang | besi | Kekaisaran | memegang | emas | lambang | menyerupai | kemudian | dasar | ikonik | p> Portal | berita | berbatasan | Palestina | mengutip | tanggapan | atas | kritik | diberikan | dirinya | terkait | p> Apa | hubungannya | tentara | Kami | rakyat | membunuh | jutaan | p> 4 | div> Queen | Kesal< | h2> Pihak | mempersoalkan | Bukan | karena | dikenakan | tapi | dibawakannya | secara | alias | belum | mendapatkan | izin | p> Ahmad | skinhead | imagery | http: | youtu | tpbqIuY8nVo | course | this | completely | unauthorised | kicau | gitaris | Brian | resminya | @DrBrianMay | Penampilan | menyertakan | link< | situs | berbagi | tentu | saja | kami | sekali | memberikan | p> 5 | div> |

Thursday, December 8, 2016

Siapa Hatta Taliwang yang Jadi Tersangka Dugaan Makar? | politik

Hatta Taliwang. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago

TEMPO.CO, Jakarta - Nama Hatta Taliwang tiba-tiba jadi incaran polisi. Setelah 10 orang aktivis ditangkap karena dugaan makar, Hatta Taliwang diburu polisi karena diduga ikut dalam perencanaan penggulingan kekuasaan Presiden Joko Widodo. Hatta akhirnya ditangkap di salah satu flat di Rumah Susun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat pada Kamis, 8 Desember 2016.

Polisi langsung menetapkan Hatta sebagai tersangka dalam kasus pemufakatan jahat untuk menggulingkan pemerintah yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 107, 110, dan 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan penangkapan Hatta sesuai dengan pernyataan kepolisian bahwa kemungkinan ada tersangka lain selain 10 orang yang ditangkap pada Jumat, 2 Desember lalu.

Simak pula: Dugaan Makar, Hatta Taliwang Ditangkap

"Dinihari tadi sekitar pukul satu, di sebuah rumah susun di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, telah ditangkap satu orang berinisial MH alias HT," kata Martin di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Desember 2016.

Siapa sebenarnya Hatta Taliwang? Pria ini lahir di Desa Brang Rea, Sumbawa Barat pada 17 Februari 1954. Hatta menjadi anak angkat Jenderal Besar (TNI) Abdul Haris Nasution. Hatta menjadi aktivis sejak mahasiswa. Ia menjadi Ketua Dewan Mahasiswa Muhammadiyah pada 1977-1978.

Baca juga: Dijerat UU ITE, Polisi Dalami Keterlibatan Hatta Soal Makar

Perjalanannya sebagai aktivis menemukan puncaknya saat ia menjadi satu dari 50 tokoh yang turut menandatangani akte notaris pendirian Partai Amanat Nasional (PAN). Hatta pun menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi PAN periode 1999-2004.

Setelah tak menjadi anggota DPR dan keluar dari PAN, nama Hatta tak lagi beredar di pusaran politik nasional. Tapi ia sempat mengejutkan dengan tulisannya di sebuah media online yang berjudul Waspada Politik Cina Raya.

Dalam tulisan itu Hatta mengutip berbagai referensi tentang upaya Republik Rakyat Cina memperluas emporium kekuasannya hingga Indonesia. "Indonesia telah lama menjadi target untuk dijadikan tanah baru mereka. Karenanya Cina di Indonesia dan para Cina perantauannya sudah mulai masuk dalam pertarungan politik praktis dengan mendirikan partai politik dan bahkan menguasai partai politik lainnya dengan tujuan politik untuk Presiden Indonesia," kata Muhammad Hatta Taliwang.

Kritik pada penguasa bukan hanya di era ini saja dia sampaikan. Saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjadi Presiden RI, Hatta juga mengeluarkan tulisan dan pernyataan yang mengkritik kebijakan-kebijakan SBY.

Baca pula: Soal Dana Makar, Penyidik Polda Koordinasi dengan PPATK

Pada 2014, Hatta mengirimkan surat terbuka pada MPR-DPR untuk memanggil SBY atas dugaan tidak transparan tentang utang yang masih ditanggung negara. Ia bersama Komite Nasional Penyelamat Rakyat (KN-KPR) juga pernah mendorong adanya sidang istimewa untuk menurungkan Presiden SBY.

Ajakan itu tak pernah bersambut. Hatta Taliwang yang dalam pemikirannya ingin mengembalikan UUD 1945 ke naskah aslinya, kini pun menyuarakan hal yang sama. Bersama Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Sokarnoputri, dan beberapa aktivis lainnya, ia kini menunggu pengadilan terkait kasus makar yang dituduhkan kepadanya.

DWI HERLAMBANG ADE | JH

Baca juga:
Polri Akan Buka Data Penyandang Dana Makar, Asal...
>
Pengurus Masjid Salman ITB Jelaskan Kronologi Pembubaran KKR

"

| Siapa | Hatta | Taliwang | yang | Jadi | Tersangka | Dugaan | Makar? | politik | TEMPO | Bernard | Chaniago< | p> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | Nama | tiba | jadi | incaran | polisi | Setelah | orang | aktivis | ditangkap | karena | dugaan | makar | diburu | diduga | ikut | dalam | perencanaan | penggulingan | kekuasaan | Presiden | Joko | Widodo | akhirnya | salah | satu | flat | Rumah | Susun | Bendungan | Hilir | Jakarta | Pusat | pada | Kamis | Desember | 2016 | p>Polisi | langsung | menetapkan | sebagai | tersangka | kasus | pemufakatan | jahat | untuk | menggulingkan | pemerintah | sebagaimana | diatur | Pasal | Kitab | Undang | Hukum | Pidana | p>Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | penangkapan | sesuai | dengan | pernyataan | kepolisian | bahwa | kemungkinan | lain | selain | Jumat | p>Simak | pula: | Makar | Ditangkap< | p> Dinihari | tadi | pukul | sebuah | rumah | susun | telah | berinisial | alias | kata | Martin | kantornya | Selatan | p>Siapa | sebenarnya | Pria | lahir | Desa | Brang | Sumbawa | Barat | Februari | 1954 | menjadi | anak | angkat | Jenderal | (TNI) | Abdul | Haris | Nasution | sejak | mahasiswa | Ketua | Dewan | Mahasiswa | Muhammadiyah | 1977 | 1978 | p>Baca | juga: | Dijerat | Polisi | Dalami | Keterlibatan | Soal | Makar< | p>Perjalanannya | menemukan | puncaknya | saat | tokoh | turut | menandatangani | akte | notaris | pendirian | Partai | Amanat | Nasional | (PAN) | anggota | Perwakilan | Rakyat | (DPR) | Fraksi | periode | 1999 | 2004 | p>Setelah | keluar | nama | lagi | beredar | pusaran | nasional | Tapi | sempat | mengejutkan | tulisannya | media | online | berjudul | Waspada | Politik | Cina | Raya< | p>Dalam | tulisan | mengutip | berbagai | referensi | tentang | upaya | Republik | memperluas | emporium | kekuasannya | Indonesia | lama | target | dijadikan | tanah | baru | Karenanya | para | perantauannya | mulai | masuk | pertarungan | praktis | mendirikan | partai | bahkan | menguasai | lainnya | tujuan | Muhammad | p>Kritik | penguasa | bukan | hanya | sampaikan | Saat | Susilo | Bambang | Yudhoyono | (SBY) | masih | juga | mengeluarkan | mengkritik | kebij | Dana | Penyidik | Polda | Koordinasi | PPATK< | p>Pada | 2014 | mengirimkan | surat | terbuka | memanggil | atas | transparan | utang | ditanggung | negara | bersama | Komite | Penyelamat | KPR) | pernah | mendorong | adanya | sidang | istimewa | menurungkan | p>Aj | bersambut | pemikirannya | ingin | mengembalikan | 1945 | naskah | aslinya | kini | menyuar | sama | Bersama | Bintang | Pamungkas | Rachmawati | Sokarnoputri | beberapa | menunggu | pengadilan | terkait | dituduhkan | kepadanya | p>DWI | HERLAMBANG | juga:Polri | Akan | Buka | Data | Penyandang | Asal | a>Pengurus | Masjid | Salman | Jelaskan | Kronologi | Pembubaran | KKR< | p> < | div> |

Komisioner Komnas HAM: Makar Hak Konstitusional Rakyat

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menilai upaya mengganti presiden di tengah masa jabatan merupakan hak konstitusional warga negara. Namun hal itu harus sesuai dengan undang-undang.

Pernyataan itu disampaikan Pigai menyikapi penangkapan sejumlah aktivis yang dituding melakukan makar, termasuk Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang, yang ditangkap pada dini hari tadi.

"Kritikan rakyat itu merupakan hak konstitusional warga negara, termasuk perbuatan atau tindakan mengganti presiden di tengah jalan asal konstitusional melalui parlemen," kata Pigai dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, di Jakarta kemarin.

Dia menilai penangkapan Hatta Taliwang dan sejumlah tokoh yang dituduh makar membuktikan watak pemerintahan represif. Sepanjang tindakan makar sesuai dengan konstitusi, menurutnya, hal itu bukan persoalan.

"Penangkapan terhadap Ibu Rachma dkk, termasuk Pak Hatta Taliwang, menujukkan tindakan represif pemerintah. Jangan sampai terjadi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power)," katanya.

Pigai mengatakan, makar atau kudeta yang tidak dibenarkan adalah makar yang bersifat inkonstitusional. Hal itu berarti tindakan makar tersebut menimbulkan instabilitas nasional, pelanggaran HAM, menghilangkan demokrasi, dan kedigdayaan sipil.

Dia menjelaskan, dalam human rights and elections disebutkan, di tengah kondisi tertentu atau situasi terpaksa, presiden memiliki kemampuan untuk mengeluarkan pernyataan darurat atau state in emergency.

Demikian pula dengan rakyat. Mereka juga memiliki kesempatan untuk melakukan pengambilalihan kekuasaan, apakah melalui people power ataupun kudeta, baik oleh militer atau sipil. Dia menyebut tindakan makar pernah dipraktikkan di Indonesia dan di negara-negara lain.

"Keduanya dilakukan hanya semata-mata demi pemulihan stabilitas sosial dan integritas nasional," kata Pigai.

Komisioner asal Papua itu mengatakan, kekuasaan presiden tidak tak terbatas. Dalam arti, kekuasaan presiden dibatasi oleh konstitusi negara.

Presiden adalah pemangku kewajiban (obligation) atas perlindungan dan pemenuhan HAM. Sementara kedudukan rakyat sebagai pemilik hak (Right holder). Oleh karena itu, rakyat berhak menilai dan mengkritisinya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Junimart Girsang berharap proses penyidikan kasus makar ini dilakukan secara transparan.

Dia meminta polisi mempublikasikan bukti makar yang dituduhkan kepada sejumlah orang yang telah ditangkap.

"Kami harapkan sekali lagi, polisi sebaiknya transparan dalam penyidikan. Sampaikanlah kepada masyarakat, agar tidak muncul isu-isu yang tidak kondusif," kata Junimart.

Dia yakin polisi masih memiliki bukti lain terkait dugaan makar tersebut. Namun Junimart belum mengetahui secara pasti dalam bentuk apa bukti tersebut.

"Kami tak tahu apakah mereka (polisi) masih punya bukti lain. Bukti percakapan langsung misalnya, saya yakin itu ada," kata Junimart.

Kemarin polisi kembali menangkap satu orang yang diduga terkait kasus makar. Kali ini yang ditangkap adalah Direktur Institut Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang. Dia ditangkap di rumahnya pada pukul 01.30 WIB. (pmg/obs)

"

| Komisioner | Komnas | HAM: | Makar | Konstitusional | Rakyat | Jakarta< | span> | Indonesia< | span>< | strong> | Natalius | Pigai | menilai | upaya | mengganti | presiden | tengah | masa | jabatan | merup | konstitusional | warga | negara | Namun | harus | sesuai | dengan | undang | Pernyataan | disampaikan | menyikapi | penangkapan | sejumlah | aktivis | yang | dituding | melakukan | makar | termasuk | Direktur | Institut | Soekarno | Hatta | Taliwang | ditangkap | pada | dini | hari | tadi | p>Kritikan | rakyat | perbuatan | atau | tind | jalan | asal | parlemen | kata | dalam | keterangan | tertulis | diterima | CNNIndonesia | com< | Jakarta kemarin | p>Dia | tokoh | dituduh | membuktikan | watak | pemerintahan | represif | Sepanjang | konstitusi | menurutnya | bukan | persoalan | p>Penangkapan | terhadap | Rachma | menujukkan | pemerintah | Jangan | sampai | terjadi | penyalahgunaan | kekuasaan | (abuse | power< | em>) | katanya | p> Pigai | mengat | kudeta | dibenarkan | adalah | bersifat | inkonstitusional | berarti | tersebut | menimbulkan | instabilitas | nasional | pelanggaran | menghilangkan | demokrasi | kedigdayaan | sipil | menjelaskan | human | rights | elections< | disebutkan | kondisi | tertentu | situasi | terpaksa | memiliki | kemampuan | untuk | mengeluarkan | pernyataan | darurat | state | emergency | em>< | p>Demikian | pula | Mereka | juga | kesempatan | pengambilalihan | apakah | people | ataupun | baik | oleh | militer | menyebut | pernah | dipraktikkan | Indonesia | lain | p>Keduanya | dilakukan | hanya | semata | mata | demi | pemulihan | stabilitas | sosial | integritas | p>Komisioner | Papua | terbatas | Dalam | arti | dibatasi | p>Presiden | pemangku | kewajiban | (obligation< | atas | perlindungan | pemenuhan | Sementara | kedudukan | sebagai | pemilik | (Right | holder< | Oleh | karena | berhak | mengkritisinya | p>Sementara | anggota | Komisi | Fraksi | PDIP | Junimart | Girsang | berharap | proses | penyidikan | kasus | secara | transparan | meminta | polisi | mempublikasikan | bukti | dituduhkan | kepada | orang | telah | p>Kami | harapkan | sekali | lagi | sebaiknya | Sampaikanlah | masyarakat | agar | muncul | kondusif | yakin | masih | terkait | dugaan | mengetahui | pasti | bentuk | tak tahu | (polisi) | punya | Bukti | percakapan | langsung | misalnya | saya | p>Kemarin | kembali | menangkap | satu | diduga | Kali | rumahnya | pukul | (pmg | obs)< | strong> < |

Mantan Panglima TNI Bicara Penangkapan Kivlan Zein Cs yang Dituduh Makar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso mengatakan masalah politik dan hukum janganlah menggunakan perasaan, melainkan harus konkret.

Pernyataan Panglima TNI di Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut dilontarkan setelah ditanya wartawan mengenai perasaannya ada mantan Jenderal TNI yang ditangkap karena diduga terlibat makar.

‎Mereka yakni Kivlan Zein yang merupakan Purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir mayor Jenderal serta Adityawarman, yang juga Purnawirawan TNI AD dengan pangkat Brigadir Jenderal.

"Jadi di permasalahan politik, dan hukum jangan main perasaan. Semuanya harus konkret ya," kata Djoko di kediamannya usai bertemu Anies Baswedan di kediamannya, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (8/12/2016).

‎

Baca: Polda Metro Jaya: Jangan Percaya Isu Petinggi TNI AD Marah Terkait Penangkapan Kivlan Zein

Mantan Jenderal Infanteri tersebut mengatakan mengenai adanya dugaan makar yang dilakukan sejumlah tokoh termasuk diantaranya dua purnawiraan TNI sebaiknya diserahkan kepada hukum yang berlaku.

"Serahkan saja kepada proses hukum yang berlaku, kita lihat bagaimana hasilnya. Mereka sudah diperiksa dan sebagian sudah dikeluarkan," katanya.

Mantan Pangdam Pattimura dan Pangdam Jaya tersebut mengaku tidak bisa menilai apakah yang dilakukan dua mantan jenderal tersebut tergolong makar.

Begitu mengenai apakah keduanya layak ditangkap atau tidak.

‎"Ya kembali saya tidak punya kewenangan untuk menilai, karena satu saya tidak punya kewenangan, yang kedua tidak punya informasi tentang itu. Salah kalau kita enggak tahu, enggak ada informasi dan bukan kapasitas saya," pungkasnya.

Sebelumnya beredar video di Youtube mengatasnamakan DragonTV berdurasi tiga menit‎ 30 detik mengenai penangkapan Kivlan Zen dan Adityawarman, sebelum aksi doa dan salat berjamaah di kawasan Monas 4 Desember lalu.

Dalam video itu disebutkan jika Jajaran perwira tinggi dan menengah TNI tersinggung atas penangkapan tersebut.

Video itu telah dibantah oleh Mabes TNI.

Menurut Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto, berita yang disiarkan di saluran itu hoax.

Setelah ditelusuri saluran youtube tersebut tidak menginduk pada stasiun Dragon TV di Tiongkok.

"

| Mantan | Panglima | Bicara | Penangkapan | Kivlan | Zein | yang | Dituduh | Makar | TRIBUNNEWS | JAKARTA | strong> | Jenderal | (Purn) | Djoko | Santoso | mengat | masalah | politik | hukum | janganlah | menggun | perasaan | melainkan | harus | konkret | p> Pernyataan | Susilo | Bambang | Yudhoyono | (SBY) | tersebut | dilontarkan | setelah | ditanya | wartawan | mengenai | perasaannya | mantan | ditangkap | karena | diduga | terlibat | makar | p> ‎Mereka | yakni | merup | Purnawirawan | Angkatan | Darat | dengan | pangkat | terakhir | mayor | serta | Adityawarman | juga | Brigadir | p> Jadi | permasalahan | jangan | main | Semuanya | kata | kediamannya | usai | bertemu | Anies | Baswedan | Cipayung | Jakarta | Timur | Kamis | 2016) | p> ‎< | p> Baca: | Polda | Metro | Jaya: | Jangan | Percaya | Petinggi | Marah | Terkait | Zein< | strong>< | h4> Mantan | Infanteri | adanya | dugaan | dilakukan | sejumlah | tokoh | termasuk | diantaranya | purnawiraan | sebaiknya | diserahkan | kepada | berlaku | p> Serahkan | proses | lihat | bagaimana | hasilnya | Mereka | diperiksa | sebagian | dikeluarkan | katanya | p> Mantan | Pangdam | Pattimura | Jaya | mengaku | menilai | apakah | jenderal | tergolong | p> Begitu | keduanya | layak | atau | p> ‎Ya | kembali | saya | punya | kewenangan | untuk | satu | kedua | informasi | tentang | Salah | kalau | enggak | tahu | bukan | kapasitas | pungkasnya | p> Senya | beredar | video | Youtube< | mengatasnam | DragonTV | berdurasi | tiga | menit‎ | detik | penangkapan | aksi | salat | berjamaah | kawasan | Monas | Desember | p> Dalam | disebutkan | jika | Jajaran | perwira | tinggi | menengah | tersinggung | atas | p> Video | telah | dibantah | oleh | Mabes | p> Menurut | Kapuspen | Mayjen | Wuryanto | berita | disiarkan | saluran | hoax | p> Setelah | ditelusuri | youtube | menginduk | pada | stasiun | Dragon | Tiongkok | p> |

Friday, December 9, 2016

Misteri aliran dana makar & bantahan puteri Soekarno

Merdeka.com - Pernyataan keras Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian soal adanya upaya makar dalam demonstrasi 2 Desember lalu diikuti dengan penangkapan sejumlah orang. 11 orang diciduk saat Subuh pada 2 Desember lalu.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000Delapan di antaranya dikenai pasal 107 junto 110 junto pasal 87 KUHP tentang Makar, dua orang dianggap melanggar Undang-undang ITE pasal 28, dan satu orang dijerat dengan pasal 207 (penghinaan terhadap penguasa).

Polisi pun mengungkap adanya penyandang dana untuk melakukan makar. Namun polisi belum mengungkap siapa penyandang dana tersebut. Hingga kini, polisi mengaku masih terus melakukan penyelidikan. Dalang ini disebut sebagai pihak yang ingin mendanai aksi makar tersebut.

Karopenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Rikwanto menyatakan penyidik tengah menelusuri aliran dana. Yang jelas, polisi telah menemukan bukti transfer dana untuk aksi makar yang menjerat delapan tokoh nasional itu.

"Aliran dana ini masih kita telusuri masih kita pertajam, dari mana dan kepentingan apa," ujar dia," katanya, Rabu (7/12).

Rikwanto dengan tegas mengatakan sudah mengantongi nama dalang yang dimaksud. Hal itu dikatakan dia saat disinggung nama orang yang tercantum dalam bukti transfer tersebut.

"Kita sudah mengantongi nama orang yang mentransfer," katanya.

Sebelumnya, Polri mengaku menemukan bukti baru terkait dugaan aksi makar yang menjerat delapan orang tokoh nasional. Penyidik menemukan adanya bukti transfer dana untuk mendanai aksi makar tersebut.

Terbaru, polisi memastikan dana tersebut bukan dari Partai Politik (Parpol). Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

"Bukan (dari parpol). Masih didalami, itu ranahnya penyidik," kata Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12) kemarin.

Menurut Argo, kepolisian saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan aksi makar delapan tersangka tersebut. Argo mengatakan, meski kedelapan tersangka membantah melakukan makar namun kepolisian mempunyai bukti yang kuat menangkap dan menetapkan delapan orang itu melakukan makar.

"Enggak masalah, kita punya bukti video, surat pokoknya dua alat bukti," kata Argo.

Argo mengatakan, saat ini kepolisian sedang memilah-milah peran dari masing-masing tersangka terkait kasus dugaan makar tersebut. "Sedang dipilah-pilah," kata dia.

Salah seorang tersangka, Rachmawati Soekarnoputri pun angkat bicara. Putri Presiden pertama RI Soekarno itu membantah dengan tegas tudingan dirinya terlibat dalam aksi makar. Sebab bagaimana pun juga, dirinya merupakan anak dari proklamator Soekarno.

"Saya membantah dengan keras bahwa saya tidak melakukan makar sama sekali dan tidak ada upaya untuk melakukan makar terhadap pemerintahan yang sekarang," kata Rachmawati di kediamannya Jalan Jati Padang, No 54 A, Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

Sebagai anak dari Bung Karno, Rachmawati mengaku mengetahui batas-batas hukum yang berkaitan dengan makar. Bila dituduhkan melakukan upaya makar kepada negara dengan pasti dia akan membantah itu semua.

"Saya akan memberikan sedikit kronologis. Pada tanggal yang seperti yang dituduhkan di dalam surat penangkapan itu pada tanggal 1 Desember saya melakukan jumpa pers dan itu hasil dari kesepakatan sebelumnya ada tanggal 20 yang saya dalam acara konsolidasi tokoh nasional di Aula UBK yang dihadiri oleh berbagai aktivis lintas organisasi dan kelompok yang memiliki kepedulian pada persoalan kebangsaan," kata Rachmawati.

Hasil pertemuan tersebut, kata dia, menghasilkan dua poin besar yakni mendukung aksi 212 dalam rangka bela Islam dan menangkap Ahok. Kedua adalah bela negara untuk mengembalikan landasan negara pada UUD 1945.

"Sebagaimana diketahui saya sejak tahun lalu sudah bertemu dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam rangka untuk menyampaikan aspirasi selamatkan NKRI dan meminta agar MPR kembali pada UUD 1945 dan ini berlanjut sampai saya mendengar beliau ketemu di muktamar IMM saya menagih janji bagaimana permintaan saya untuk tidak melakukan amandemen kelima," tutur Rachmawati.

Lebih lanjut dia mengatakan pada tanggal 2 Desember berencana menggelar aksi unjuk rasa ke depan gedung DPR/MPR untuk menyerukan aspirasinya. Aksi itu pun sudah diketahui pihak kepolisian dengan bukti adanya surat pemberitahuan.

"Saya tanggal 2 memang akan menggelar aksi ke MPR berdasarkan Surat pemberitahuan kepada kepolisian bahwa kami akan ke MPR dalam rangka solidaritas bela Islam dan kembali menyampaikan petisi kepada pimpinan MPR," lanjutnya.

Dalam aksi itu dikatakan Rachmawati pihaknya akan membawa massa sekitar 10-20 ribu massa ke depan gedung MPR. Namun dia menegaskan bahwa dirinya tak bermaksud sama sekali untuk menggeruduk kantor wakil rakyat itu dalam rangka menggulingkan kekuasaan pemerintah.

"Saya secara konsisten menyampaikan petisi saya juga tetap berkomunikasi ke Zulkifli Hasan untuk menghampiri kami di luar gedung. Bukan kami akan menggeruduk menduduki MPR. Ini aksi damai, soft landing, saya tidak masuk ke DPR MPR kami ada di luar," cerita Rachmawati.

"Jadi tidak ada upaya makar sebagaimana tuduhan makar. Aksi kami jauh dari sangkaan itu, justru saya bersyukur pimpinan FPI Habib Rizieq setuju dengan langkah kami untuk kembali ke UUD, Pancasila, NKRI dan Bhineka tunggal ika dan mereka menerima itu," tegas Rachmawati.

Dia juga membantah adanya transfer sejumlah dana kepada dirinya untuk membiayai pemufakatan jahat melakukan makar. "Transfer dana dari mana kemana? Kalau misalnya rencana demo kan sudah ada surat ke Kapolda. Lagian orang demo kan butuh logistik untuk makan dan minum," kata Rachmawati.

Dia mengaku bukan tipe orang yang meminta sana sini kepada konglomerat untuk membiayai kegiatannya. Terkait adanya transfer dana dalam daftar rekeningnya dikatakan Rachmawati itu hal biasa.

Sebab banyak orang yang datang padanya untuk meminta bantuan dana untuk berbagai kegiatan.

"Tadi saya sudah jawab uang Rp 300 juta cukup enggak buat makar? Uang segitu kan cuma cukup buat beli bakso dan air minum," ujar Rachmawati.

[dan]

Rekomendasi Pilihan

"

| Misteri | aliran | dana | makar | bantahan | puteri | Soekarno | Merdeka | strong> | Pernyataan | keras | Kapolri | Jenderal | Tito | Karnavian | soal | adanya | upaya | dalam | demonstrasi | Desember | diikuti | dengan | penangkapan | sejumlah | orang | diciduk | saat | Subuh | pada | p>Liburan | natal | Pergi | bagi2 | diskon | 000< | span>Delapan | antaranya | dikenai | pasal | junto | KUHP | tentang | Makar | dianggap | melanggar | Undang | undang | satu | dijerat | (penghinaan | terhadap | penguasa) | p>Polisi | mengungkap | penyandang | untuk | melakukan | Namun | polisi | siapa | tersebut | Hingga | kini | mengaku | masih | terus | penyelidikan | Dalang | disebut | sebagai | pihak | yang | ingin | mendanai | aksi | p>Karopenmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | menyat | penyidik | tengah | menelusuri | Yang | jelas | telah | menemukan | bukti | transfer | menjerat | delapan | tokoh | nasional | p>Aliran | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | ujar | katanya | Rabu | p>Rikwanto | tegas | mengat | mengantongi | nama | dalang | dimaksud | dikat | disinggung | tercantum | p>Kita | mentransfer | p>Senya | baru | terkait | dugaan | Penyidik | p>Terbaru | memastikan | bukan | Partai | Politik | (Parpol) | ditegaskan | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Bukan | parpol) | Masih | didalami | ranahnya | kata | Mapolda | Kamis | kemarin | p>Menurut | kepolisian | mengumpulkan | tersangka | meski | kedelapan | membantah | mempunyai | kuat | menangkap | menetapkan | p>Enggak | masalah | punya | video | surat | pokoknya | alat | p>Argo | memilah | milah | peran | masing | kasus | Sedang | dipilah | pilah | p>Salah | seorang | Rachmawati | Soekarnoputri | angkat | bicara | Putri | Presiden | pertama | tudingan | dirinya | terlibat | Sebab | bagaimana | juga | merup | anak | proklamator | p>Saya | bahwa | saya | sama | sekali | pemerintahan | sekarang | kediamannya | Jalan | Jati | Padang | Jakarta< | Selatan | p>Sebagai | Bung | Karno | mengetahui | batas | hukum | berkaitan | Bila | dituduhkan | kepada | negara | pasti | semua | memberikan | sedikit | kronologis | Pada | tanggal | seperti | jumpa | pers | hasil | kesepakatan | senya | acara | konsolidasi | Aula | dihadiri | oleh | berbagai | aktivis | lintas | organisasi | kelompok | memiliki | kepedulian | persoalan | kebangsaan | p>Hasil | pertemuan | menghasilkan | poin | besar | yakni | mendukung | rangka | bela | Islam | Ahok< | Kedua | adalah | mengembalikan | landasan | 1945 | p>Sebagaimana | diketahui | sejak | tahun | bertemu | Ketua | Zulkifli | Hasan | menyampaikan | aspirasi | selamatkan | NKRI | meminta | agar | kembali | berlanjut | sampai | mendengar | beliau | ketemu | muktamar | menagih | janji | permintaan | amandemen | kelima | tutur | p>Lebih | lanjut | berencana | menggelar | unjuk | rasa | depan | gedung | menyerukan | aspirasinya | Aksi | pemberitahuan | memang | berdasarkan | Surat | kami | solitas | petisi | pimpinan | lanjutnya | p>Dalam | pihaknya | membawa | massa | ribu | menegaskan | bermaksud | menggeruduk | kantor | wakil | rakyat | menggulingkan | kekuasaan | pemerintah | secara | konsisten | tetap | berkomunikasi | menghampiri | luar | Bukan | menduduki | damai | soft | landing | masuk | cerita | p>Jadi | sebagaimana | tuduhan | jauh | sangkaan | justru | bersyukur | Habib | Rizieq | setuju | langkah | Pancasila | Bhineka | tunggal | menerima | p>Dia | membiayai | pemufakatan | jahat | Transfer | kemana | Kalau | misalnya | rencana | demo | Kapolda | Lagian | butuh | logistik | minum | tipe | sana | sini | konglomerat | kegiatannya | Terkait | daftar | rekeningnya | biasa | p>Sebab | banyak | datang | padanya | bantuan | kegiatan | p>Tadi | jawab | uang | juta | cukup | enggak | buat | Uang | segitu | cuma | beli | bakso | p> [dan]< | p> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> |