Showing posts sorted by relevance for query p> Sebab. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query p> Sebab. Sort by date Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Bisakah Disebut Makar Tanpa Ada Pemberontakan? Ini Penjelasannya

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Polri secara resmi mengumumkan penetapan 11 tersangka yang diduga berupaya merusak situasi keamanan ketika aksi doa bersama dilakukan pada Jumat (2/12/2016).

Dari 11 orang yang ditangkap, tujuh di antaranya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan permufakatan makar.

Ketujuh orang tersebut adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein. Mereka disangka melanggar Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP.

Dalam jumpa pers, Sabtu (3/12/2016), Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa para tersangka berupaya memanfaatkan aksi doa bersama yang diikuti massa dalam jumlah besar.

Ketujuh tersangka memiliki tujuan yang sama, yakni menggulingkan pemerintahan yang sah.

Pasca-penetapan tersangka, berbagai pendapat kemudian muncul ke publik. Masyarakat pun bertanya-tanya mengenai perbuatan makar yang dituduhkan kepada para tersangka.

Tak mengherankan jika tuduhan makar tersebut menimbulkan pertanyaan. Sebab, di beberapa negara yang pernah terjadi penggulingan kekuasaan, kudeta dilakukan dengan adanya aksi pemberontakan. Bahkan, bisa jadi diikuti dengan adanya konflik senjata.

Tak tunggu pemberontakan

Perbuatan makar ternyata dapat dipidana tanpa harus ada tindakan pemberontakan secara fisik. Penegak hukum dapat melakukan antisipasi pemberontakan dengan menangkap para pelaku yang diduga merencanakan upaya makar.

Ahli hukum pidana dari Universitas Indonesia, Ganjar Laksamana, menjelaskan bahwa secara hukum, makar adalah suatu percobaan kejahatan.

Secara konstruksi hukum, makar dijadikan kejahatan yang berdiri sendiri dan dianggap selesai meski masih pada tahap percobaan.

"Sebab, bila makar harus sampai selesai, pelakunya menjadi penguasa baru. Nah, mana mungkin seorang penguasa baru diminta pertanggungjawaban hukum?" ujar Ganjar kepada Kompas.com, Senin (5/12/2016).

Ganjar mengatakan, percobaan kejahatan seperti yang diatur dalam Pasal 53 KUHP harus memenuhi tiga syarat.

Pertama, harus ada niat pelaku. Kedua, harus ada perbuatan permulaan pelaksanaan. Kemudian, yang ketiga, tidak selesainya kejahatan bukan diakibatkan kehendak pelaku itu sendiri.

"Permufakatan jahat itu ada bila di antara pihak yang bermufakat telah terdapat kesamaan niat, perencanaan bersama yang ditandai dengan adanya pertemuan-pertemuan, dan adanya pembagian tugas yang jelas," kata Ganjar.

Penjelasan tersebut sesuai dengan keterangan yang disampaikan penyidik Polri.

Selain disangka melanggar Pasal 107 dan 87 KUHP, ketujuh orang yang sebelumnya diperiksa juga disangka melanggar Pasal 110 KUHP.

Pasal tersebut menjelaskan, permufakatan jahat untuk melakukan kejahatan makar, menurut Pasal 104, Pasal 106, Pasal 107, dan Pasal 108, diancam berdasarkan ancaman pidana dalam pasal-pasal tersebut.

"Permufakatan jahat adalah kejahatan yang bahkan belum dimulai," kata Ganjar.

Makar bukan kritik?

Aparat penegak hukum diminta berhati-hati dalam menerapkan pasal makar dalam memidanakan seseorang.

Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf mengatakan, penegak hukum harus berhati-hati karena pasal tersebut multitafsir. Menurut Al Araf, penegak hukum harus dapat membedakan antara makar dan kritik.

"Jangan sampai makar diidentikkan dengan kebebasan berekspresi dan kebebasan menyampaikan pendapat," ujar Araf.

(Baca: Penegak Hukum Diminta Tak Sembarangan Terapkan Pasal Makar)

Boy Rafli menegaskan, permufakatan makar yang disangkakan kepada para tersangka berbeda jauh dari penyampaian kritik kepada pemerintah.

"Pandangan kritis yang disampaikan lewat kritik itu lumrah, tetapi tetap rambu hukum harus dipegang. Kalau makar dengan permufakatan jahat, ini adalah barang yang berbeda dengan kritik," kata Boy.

Boy mengatakan, masyarakat perlu mengingat bahwa ujaran kebencian, penistaan, kata-kata bohong, dan penghasutan tidak boleh digunakan dalam penyampaian kritik.

(Baca: Permufakatan Makar Beda dengan Penyampaian Kritik, Ini Penjelasan Polri)

Penyampaian aspirasi, baik melalui verbal maupun non-verbal, seperti dalam medium elektronik, harus sesuai dengan tatanan hukum dan aturan yang berlaku.

Menurut Boy, pelaksana demokrasi harus sadar bahwa kebebasan tidak bisa bersifat absolut. Setiap warga negara diatur oleh hukum sehingga tidak diperkenankan melakukan perbuatan yang inkonstitusional.

"Jadi, kami ini bukannya terlalu reaktif. Kami hanya bermain pada tatanan hukum dan kami lakukan pada tindakan nyata," kata Boy.

Menurut Boy, tujuh tersangka yang ditangkap karena dugaan permufakatan makar berencana mengarahkan massa untuk menggelar sidang istimewa di Gedung DPR/MPR RI. Tujuannya sama, yakni untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Kompas TV Kapolri: Tersangka Makar Akan Memanfaatkan Kegiatan 2 Desember

"

| Bisakah | Disebut | Makar | Tanpa | Pemberont? | Penjelasannya | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> â€" | Polri< | secara | resmi | mengumumkan | penetapan | tersangka | yang | diduga | berupaya | merusak | situasi | keamanan | ketika | aksi | bersama< | dilakukan | pada | Jumat | 2016) | p> Dari | orang | ditangkap | tujuh | antaranya | ditetapkan | sebagai | atas | dugaan | melakukan | permufakatan | makar | p> Ketujuh | tersebut | adalah | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein |  Mereka | disangka | melanggar | Pasal | KUHP | p> Dalam | jumpa | pers | Sabtu | Kepala | Divisi | Humas | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar< | menjelaskan | bahwa | para | memanfaatkan | diikuti | massa | dalam | jumlah | besar | memiliki | tujuan | sama | yakni | menggulingkan | pemerintahan | p> Pasca | berbagai | pendapat | kemudian | muncul | publik | Masyarakat | bertanya | tanya | mengenai | perbuatan | dituduhkan | kepada | p> Tak | mengherankan | jika | tuduhan | menimbulkan | pertanyaan | Sebab | beberapa | negara | pernah | terjadi | penggulingan | kekuasaan | kudeta | dengan | adanya | pemberont | Bahkan | jadi | konflik | senjata | tunggu | pemberont< | strong>< | p> Perbuatan | ternyata | dapat | dipidana | tanpa | harus | tind | fisik | Penegak | hukum | antisipasi | menangkap | pelaku | merencan | upaya | p> Ahli | pidana | Universitas | Indonesia | Ganjar | Laksamana | suatu | percobaan | kejahatan | p> Secara | konstruksi | dijadikan | berdiri | sendiri | dianggap | selesai | meski | masih | tahap | p> Sebab | bila | sampai | pelakunya | menjadi | penguasa | baru | mana | mungkin | seorang | diminta | pertanggungjawaban | ujar | Kompas | Senin | p> Ganjar | mengat | seperti | diatur | memenuhi | tiga | syarat | p> Pertama | niat | Kedua | permulaan | pelaksanaan | Kemudian | ketiga | selesainya | bukan | dikan | kehendak | p> Permufakatan | jahat | antara | pihak | bermufakat | telah | terdapat | kesamaan | perencanaan | bersama | ditandai | pertemuan | pembagian | tugas | jelas | kata | p> Penjelasan | sesuai | keterangan | disampaikan | penyidik | p> Selain | ketujuh | senya | diperiksa | juga | p> Pasal | untuk | menurut | diancam | berdasarkan | ancaman | pasal | bahkan | dimulai | p> Makar | kritik | p> Aparat | penegak | berhati | hati | menerapkan | memidan | seseorang | p> Direktur | Eksekutif | Imparsial | Araf | karena | multitafsir | Menurut | membed | p> Jangan | diidentikkan | kebebasan | berekspresi | menyampaikan | p> (Baca: | Hukum | Diminta | Sembarangan | Terapkan | Makar< | a>)< | p> Boy | menegaskan | disangk | berbeda | jauh | penyampaian | pemerintah | p> Pandangan | kritis | lewat | lumrah | tetap | rambu | dipegang | Kalau | barang | masyarakat | perlu | mengingat | ujaran | kebencian | penistaan | bohong | penghasutan | boleh | digun | Permufakatan | Beda | Penyampaian | Kritik | Penjelasan | p> Penyampaian | aspirasi | baik | verbal | maupun | medium | elektronik | tatanan | aturan | berlaku | p> Menurut | pelaksana | demokrasi | sadar | bersifat | absolut | Setiap | warga | oleh | diperkenankan | inkonstitusional | p> Jadi | kami | bukannya | reaktif | Kami | hanya | bermain | lakukan | nyata | berencana | mengarahkan | menggelar | sidang | istimewa | Gedung | Tujuannya | p> Kompas | span> | Kapolri: | Tersangka | Akan | Memanfaatkan | Kegiatan | Desember< | p> |

Monday, December 5, 2016

Demokrat Anggap Dugaan Makar Terlalu Jauh, PDI-P Serahkan ke Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penangkapan serta penetapan tersangka terhadap tujuh orang terkait perkara dugaan makar pada Jumat (2/12/2016) lalu masih menuai kontroversi.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan berpendapat, tuduhan makar itu berlebihan.

"Kami masih melihat bahwa terlalu jauh untuk melihat ke sana," ujar Syarief dalam acara "Satu Meja" yang ditayangkan Kompas TV, Senin (5/12/2016) malam.

Alasannya, Syarief berpendapat, seluruh rakyat Indonesia telah menyadari bahwa aksi makar adalah bentuk inkonstitusional dan perusakan tatanan demokrasi yang telah dibangun, khususnya pasca-reformasi.

Oleh sebab itu, mendukung pemerintah sah hingga habis periode dan berkompetisi lagi di dalam pemilihan presiden selanjutnya adalah hal yang mutlak dilakukan.

Jika muncul kritik dari masyarakat, hal itu memang diakomodasi di dalam undang-undang. Asalkan, penyampaian kritik itu tidak melanggar hak dan kewajiban warga negara lain.

Meski menganggap tuduhan makar terlalu jauh, Syarief mewanti-wanti agar aparat keamanan harus selalu siap mengantisipasi hal negatif yang mungkin terjadi.

"Namun bagaimana pun juga, dengan begitu banyak massa, tentunya kami mendorong aparat keamanan TNI- Polri waspada. Itu sah-sah saja, itu merupakan tugas dan tanggung jawab," ujar dia.

Syarief pun meminta Polri dapat membuktikan apakah tuduhan itu benar atau tidak.

Terlalu prematur

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah berpendapat berbeda.

Pertama, Basarah menilai, Polisi tidak mungkin gegabah dalam menangkap dan menetapkan tersangka terhadap tujuh orang dengan sangkaan makar.

"Tindakan polisi memanggil, menjemput dan mentersangkakan para pihak yang diduga melakukan upaya makar, pasti memiliki alat bukti yang cukup kuat untuk sampai ke tindakan hukum seperti itu," ujar Basarah.

Kedua, proses penyelidikan dan penyidikan perkara makar masih berjalan. Polisi tidak memiliki wewenang mengadili apa ketujuh tersangka itu benar-benar melakukan tindakan makar atau tidak.

Wewenang tersebut, lanjut Basarah, dimiliki oleh pengadilan.

"Oleh karena itu, tunggu dulu. Terlalu prematur menuduh Polri proporsional atau tidak proporsional dalam hal ini. Karena proses perkara ini masih berlangsung," ujar dia.

Basarah pun berpendapat alangkah baiknya publik mempercayakan pengungkapan kebenaran perkara itu kepada sistem hukum di Tanah Air.

Dari keputusan itu nantinya dapat disimpulkan apakah aksi polisi dianggap berlebihan atau tidak.

Namun, Basarah mengapresiasi kerja Polisi. Apalagi penangkapan ketujuh orang itu dilakukan sebelum aksi super damai di Silang Monas, 2 Desember 2016.

"Polisi melakukan tindakan preventif untuk menjaga kemurnian umat Islam yang ingin mengekspresikan perasaan keislamannya akibat ada dugaan kitab sucinya dinistakan oleh Pak Ahok (Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama)," ujar Basarah.

"Jadi ingin dipilah supaya tidak ada manipulasi. Apa yang kita saksikan peristiwa aksi super damai lebih ke kegiatan ibadah, doa, zikir di mana polisi berhasil memisahkan mana gerakan keagamaan dan mana gerakan politik," kata dia.

Pengamat politik UIN Komarudin Hidayat berpendapat sama dengan Basarah. Menurut dia, publik tengah menyoroti betul kinerja Polri, khususnya soal pengusutan perkara dugaan penodaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

Oleh sebab itu, ketika melaksanakan tugas yang terkait dengan perkara itu meski tidak langsung, Polri diyakini melakukannya dengan profesional.

"Polisi tidak akan main-main mempertaruhkan kepercayaannya ya. Karena polisi dapat pressure luar biasa dalam kasus Ahok ini. Oleh karena itu ketika polisi menangkap, saya yakin dia punya informasi dan pertimbangan tersendiri," ujar Komarudin.

Sebanyak tujuh orang yang ditangkap sebelum aksi doa bersama Jumat lalu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan upaya makar.

Ketujuh orang itu adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein.

Mereka disangka melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.

(Baca juga: Kapolri Ungkap Alasan Penangkapan 11 Orang Tersangka Dugaan Makar Jelang Doa Bersama)

Upaya provokasi

Meski sudah mengantongi sejumlah alat bukti untuk menjerat tujuh tersangka itu, namun penyidik masih mencari bukti kuat lain.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes (Pol) Martinus Sitompul mengatakan, salah satu petunjuk yang masih dikejar penyidik adalah keterkaitan antara tujuh tersangka itu dengan ajakan sejumlah orang untuk menduduki gedung MPR/DPR pada aksi super damai 2 Desember 2016.

"Ada upaya memprovokasi umat untuk dibawa ke Gedung MPR/DPR RI dan mendesak sidang istimewa menggulingkan pemerintah sah," ujar Martinus di kantornya, Senin (5/12/2016).

(Baca juga: Penegak Hukum Diminta Tak Sembarangan Terapkan Pasal Makar)

Sebelum shalat Jumat bersama di Lapangan Silang Monas, lanjut Martinus, ada sejumlah orang menggunakan mobil mengajak massa untuk bertolak ke Gedung MRP/DPR RI.

Martinus menegaskan, orang tersebut bukanlah bagian dari massa aksi doa bersama. Sebab, para pimpinan aksi itu sudah sepakat dengan polisi hanya menggelar shalat Jumat bersama di Lapangan Silang Monas tanpa harus berorasi di jalanan.

"Nah, kami menduga ajakan-ajakan ini dalam rangka bagian dari rencana itu (makar)," ujar Martinus.

Martinus enggan menjelaskan apa yang sudah didapatkan penyidik soal informasi itu.

"Intnya ada informasi A, B, C dan D yang sementara ini masih dalam tahap penyidikan. Yang jelas ada informasi seperti itu dan harus dikonstruksi menjadi sebuah sangkaan. Ini butuh waktu," ujar dia.

Kompas TV Kapolri Jelaskan Alasan Penangkapan Tersangka Makar

"

| Demokrat | Anggap | Dugaan | Makar | Jauh, | PDI-P | Serahkan | Polisi | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Penangkapan | serta | penetapan | tersangka | terhadap | tujuh | orang | terkait | perkara | dugaan | makar | pada | Jumat | 2016) | masih | menuai | kontroversi | p> Wakil | Ketua | Umum | Partai | Demokrat< | Syarief | Hasan | berpendapat | tuduhan | berlebihan | p> Kami | melihat | bahwa | jauh | untuk | sana | ujar | dalam | acara | Satu | Meja | yang | ditayangkan | Kompas | Senin | malam | p> Alasannya | seluruh | rakyat | Indonesia | telah | menya | aksi | adalah | bentuk | inkonstitusional | perus | tatanan | demokrasi | dibangun | khususnya | pasca | reformasi | p> Oleh | mendukung | pemerintah | habis | periode | berkompetisi | lagi | pemilihan | presiden | selanjutnya | mutlak | dilakukan | p> Jika | muncul | kritik | masyarakat | memang | diakomodasi | undang | Asalkan | penyampaian | melanggar | kewajiban | warga | negara | lain | p> Meski | menganggap | mewanti | wanti | agar | aparat | keamanan | harus | siap | mengantisipasi | negatif | mungkin | terjadi | p> Namun | bagaimana | juga | dengan | begitu | banyak | massa | tentunya | kami | mendorong | TNI< | Polri< | waspada | merup | tugas | tanggung | jawab | p> Syarief | meminta | dapat | membuktikan | apakah | benar | atau | p> Ter | prematur< | strong>< | p> Sementara | Wakil | Sekretaris | Jenderal | Perjuangan | Ahmad | Basarah | berbeda | p> Pertama | menilai | gegabah | menangkap | menetapkan | sangkaan | p> Tind | polisi | memanggil | menjemput | mentersangk | para | pihak | diduga | melakukan | upaya | pasti | memiliki | alat | bukti | cukup | kuat | sampai | tind | hukum | seperti | p> Kedua | proses | penyelidikan | penyidikan | berjalan | wewenang | mengadili | ketujuh | p> Wewenang | tersebut | lanjut | dimiliki | oleh | pengadilan | karena | tunggu | dulu | prematur | menuduh | proporsional | Karena | berlangsung | p> Basarah | alangkah | baiknya | publik | mempercay | pengungkapan | kebenaran | kepada | sistem | Tanah | p> Dari | keputusan | nantinya | disimpulkan | dianggap | mengapresiasi | kerja | Apalagi | penangkapan | super | damai | Silang | Monas | Desember< | 2016 | p> Polisi | preventif | menjaga | kemurnian | umat | Islam | ingin | mengekspresikan | perasaan | keislamannya | sucinya | dinist | Ahok | (Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahaja | Purnama< | p> Jadi | dipilah | supaya | manipulasi | saksikan | peristiwa | lebih | kegiatan | ibadah | zikir | mana | berhasil | memisahkan | keagamaan | politik | kata | p> Pengamat | Komarudin | Hidayat | sama | Menurut | tengah | menyoroti | betul | kinerja | soal | pengusutan | penodaan | agama | ketika | melaksan | meski | langsung | diyakini | melakukannya | profesional | main | mempertaruhkan | kepercayaannya | pressure< | luar | biasa | kasus | Oleh | saya | yakin | punya | informasi | pertimbangan | tersendiri | p> Sebanyak | ditangkap | bersama< | ditetapkan | sebagai | p> Ketujuh | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein | p> Mereka | disangka | Pasal | juncto | KUHP | p> (Baca | juga: Kapolri | Ungkap | Alasan | Orang | Tersangka | Jelang | Bersama< | a>)< | p> Upaya | provokasi< | mengantongi | sejumlah | menjerat | penyidik | mencari | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Kombes | (Pol) | Martinus | Sitompul< | mengat | salah | satu | petunjuk | dikejar | keterkaitan | antara | menduduki | gedung | p> Ada | memprovokasi | dibawa | Gedung | mendesak | sidang | istimewa | menggulingkan | kantornya | juga: | Penegak | Hukum | Diminta | Sembarangan | Terapkan | Makar< | p> Se | shalat | bersama | Lapangan | menggun | mobil | mengajak | bertolak | p> Martinus | menegaskan | bukanlah | bagian | Sebab | pimpinan | sepakat | hanya | menggelar | tanpa | berorasi | jalanan | p> Nah | menduga | rangka | rencana | (makar) | enggan | menjelaskan | didapatkan | p> Intnya | sementara | tahap | Yang | jelas | dikonstruksi | menjadi | sebuah | butuh | waktu | p> Kompas | span> | Kapolri | Jelaskan | p> |

Friday, December 9, 2016

Misteri aliran dana makar & bantahan puteri Soekarno

Merdeka.com - Pernyataan keras Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian soal adanya upaya makar dalam demonstrasi 2 Desember lalu diikuti dengan penangkapan sejumlah orang. 11 orang diciduk saat Subuh pada 2 Desember lalu.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000Delapan di antaranya dikenai pasal 107 junto 110 junto pasal 87 KUHP tentang Makar, dua orang dianggap melanggar Undang-undang ITE pasal 28, dan satu orang dijerat dengan pasal 207 (penghinaan terhadap penguasa).

Polisi pun mengungkap adanya penyandang dana untuk melakukan makar. Namun polisi belum mengungkap siapa penyandang dana tersebut. Hingga kini, polisi mengaku masih terus melakukan penyelidikan. Dalang ini disebut sebagai pihak yang ingin mendanai aksi makar tersebut.

Karopenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Rikwanto menyatakan penyidik tengah menelusuri aliran dana. Yang jelas, polisi telah menemukan bukti transfer dana untuk aksi makar yang menjerat delapan tokoh nasional itu.

"Aliran dana ini masih kita telusuri masih kita pertajam, dari mana dan kepentingan apa," ujar dia," katanya, Rabu (7/12).

Rikwanto dengan tegas mengatakan sudah mengantongi nama dalang yang dimaksud. Hal itu dikatakan dia saat disinggung nama orang yang tercantum dalam bukti transfer tersebut.

"Kita sudah mengantongi nama orang yang mentransfer," katanya.

Sebelumnya, Polri mengaku menemukan bukti baru terkait dugaan aksi makar yang menjerat delapan orang tokoh nasional. Penyidik menemukan adanya bukti transfer dana untuk mendanai aksi makar tersebut.

Terbaru, polisi memastikan dana tersebut bukan dari Partai Politik (Parpol). Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

"Bukan (dari parpol). Masih didalami, itu ranahnya penyidik," kata Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12) kemarin.

Menurut Argo, kepolisian saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan aksi makar delapan tersangka tersebut. Argo mengatakan, meski kedelapan tersangka membantah melakukan makar namun kepolisian mempunyai bukti yang kuat menangkap dan menetapkan delapan orang itu melakukan makar.

"Enggak masalah, kita punya bukti video, surat pokoknya dua alat bukti," kata Argo.

Argo mengatakan, saat ini kepolisian sedang memilah-milah peran dari masing-masing tersangka terkait kasus dugaan makar tersebut. "Sedang dipilah-pilah," kata dia.

Salah seorang tersangka, Rachmawati Soekarnoputri pun angkat bicara. Putri Presiden pertama RI Soekarno itu membantah dengan tegas tudingan dirinya terlibat dalam aksi makar. Sebab bagaimana pun juga, dirinya merupakan anak dari proklamator Soekarno.

"Saya membantah dengan keras bahwa saya tidak melakukan makar sama sekali dan tidak ada upaya untuk melakukan makar terhadap pemerintahan yang sekarang," kata Rachmawati di kediamannya Jalan Jati Padang, No 54 A, Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

Sebagai anak dari Bung Karno, Rachmawati mengaku mengetahui batas-batas hukum yang berkaitan dengan makar. Bila dituduhkan melakukan upaya makar kepada negara dengan pasti dia akan membantah itu semua.

"Saya akan memberikan sedikit kronologis. Pada tanggal yang seperti yang dituduhkan di dalam surat penangkapan itu pada tanggal 1 Desember saya melakukan jumpa pers dan itu hasil dari kesepakatan sebelumnya ada tanggal 20 yang saya dalam acara konsolidasi tokoh nasional di Aula UBK yang dihadiri oleh berbagai aktivis lintas organisasi dan kelompok yang memiliki kepedulian pada persoalan kebangsaan," kata Rachmawati.

Hasil pertemuan tersebut, kata dia, menghasilkan dua poin besar yakni mendukung aksi 212 dalam rangka bela Islam dan menangkap Ahok. Kedua adalah bela negara untuk mengembalikan landasan negara pada UUD 1945.

"Sebagaimana diketahui saya sejak tahun lalu sudah bertemu dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam rangka untuk menyampaikan aspirasi selamatkan NKRI dan meminta agar MPR kembali pada UUD 1945 dan ini berlanjut sampai saya mendengar beliau ketemu di muktamar IMM saya menagih janji bagaimana permintaan saya untuk tidak melakukan amandemen kelima," tutur Rachmawati.

Lebih lanjut dia mengatakan pada tanggal 2 Desember berencana menggelar aksi unjuk rasa ke depan gedung DPR/MPR untuk menyerukan aspirasinya. Aksi itu pun sudah diketahui pihak kepolisian dengan bukti adanya surat pemberitahuan.

"Saya tanggal 2 memang akan menggelar aksi ke MPR berdasarkan Surat pemberitahuan kepada kepolisian bahwa kami akan ke MPR dalam rangka solidaritas bela Islam dan kembali menyampaikan petisi kepada pimpinan MPR," lanjutnya.

Dalam aksi itu dikatakan Rachmawati pihaknya akan membawa massa sekitar 10-20 ribu massa ke depan gedung MPR. Namun dia menegaskan bahwa dirinya tak bermaksud sama sekali untuk menggeruduk kantor wakil rakyat itu dalam rangka menggulingkan kekuasaan pemerintah.

"Saya secara konsisten menyampaikan petisi saya juga tetap berkomunikasi ke Zulkifli Hasan untuk menghampiri kami di luar gedung. Bukan kami akan menggeruduk menduduki MPR. Ini aksi damai, soft landing, saya tidak masuk ke DPR MPR kami ada di luar," cerita Rachmawati.

"Jadi tidak ada upaya makar sebagaimana tuduhan makar. Aksi kami jauh dari sangkaan itu, justru saya bersyukur pimpinan FPI Habib Rizieq setuju dengan langkah kami untuk kembali ke UUD, Pancasila, NKRI dan Bhineka tunggal ika dan mereka menerima itu," tegas Rachmawati.

Dia juga membantah adanya transfer sejumlah dana kepada dirinya untuk membiayai pemufakatan jahat melakukan makar. "Transfer dana dari mana kemana? Kalau misalnya rencana demo kan sudah ada surat ke Kapolda. Lagian orang demo kan butuh logistik untuk makan dan minum," kata Rachmawati.

Dia mengaku bukan tipe orang yang meminta sana sini kepada konglomerat untuk membiayai kegiatannya. Terkait adanya transfer dana dalam daftar rekeningnya dikatakan Rachmawati itu hal biasa.

Sebab banyak orang yang datang padanya untuk meminta bantuan dana untuk berbagai kegiatan.

"Tadi saya sudah jawab uang Rp 300 juta cukup enggak buat makar? Uang segitu kan cuma cukup buat beli bakso dan air minum," ujar Rachmawati.

[dan]

Rekomendasi Pilihan

"

| Misteri | aliran | dana | makar | bantahan | puteri | Soekarno | Merdeka | strong> | Pernyataan | keras | Kapolri | Jenderal | Tito | Karnavian | soal | adanya | upaya | dalam | demonstrasi | Desember | diikuti | dengan | penangkapan | sejumlah | orang | diciduk | saat | Subuh | pada | p>Liburan | natal | Pergi | bagi2 | diskon | 000< | span>Delapan | antaranya | dikenai | pasal | junto | KUHP | tentang | Makar | dianggap | melanggar | Undang | undang | satu | dijerat | (penghinaan | terhadap | penguasa) | p>Polisi | mengungkap | penyandang | untuk | melakukan | Namun | polisi | siapa | tersebut | Hingga | kini | mengaku | masih | terus | penyelidikan | Dalang | disebut | sebagai | pihak | yang | ingin | mendanai | aksi | p>Karopenmas | Divisi | Humas | Polri | Kombes | Rikwanto | menyat | penyidik | tengah | menelusuri | Yang | jelas | telah | menemukan | bukti | transfer | menjerat | delapan | tokoh | nasional | p>Aliran | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | ujar | katanya | Rabu | p>Rikwanto | tegas | mengat | mengantongi | nama | dalang | dimaksud | dikat | disinggung | tercantum | p>Kita | mentransfer | p>Senya | baru | terkait | dugaan | Penyidik | p>Terbaru | memastikan | bukan | Partai | Politik | (Parpol) | ditegaskan | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Bukan | parpol) | Masih | didalami | ranahnya | kata | Mapolda | Kamis | kemarin | p>Menurut | kepolisian | mengumpulkan | tersangka | meski | kedelapan | membantah | mempunyai | kuat | menangkap | menetapkan | p>Enggak | masalah | punya | video | surat | pokoknya | alat | p>Argo | memilah | milah | peran | masing | kasus | Sedang | dipilah | pilah | p>Salah | seorang | Rachmawati | Soekarnoputri | angkat | bicara | Putri | Presiden | pertama | tudingan | dirinya | terlibat | Sebab | bagaimana | juga | merup | anak | proklamator | p>Saya | bahwa | saya | sama | sekali | pemerintahan | sekarang | kediamannya | Jalan | Jati | Padang | Jakarta< | Selatan | p>Sebagai | Bung | Karno | mengetahui | batas | hukum | berkaitan | Bila | dituduhkan | kepada | negara | pasti | semua | memberikan | sedikit | kronologis | Pada | tanggal | seperti | jumpa | pers | hasil | kesepakatan | senya | acara | konsolidasi | Aula | dihadiri | oleh | berbagai | aktivis | lintas | organisasi | kelompok | memiliki | kepedulian | persoalan | kebangsaan | p>Hasil | pertemuan | menghasilkan | poin | besar | yakni | mendukung | rangka | bela | Islam | Ahok< | Kedua | adalah | mengembalikan | landasan | 1945 | p>Sebagaimana | diketahui | sejak | tahun | bertemu | Ketua | Zulkifli | Hasan | menyampaikan | aspirasi | selamatkan | NKRI | meminta | agar | kembali | berlanjut | sampai | mendengar | beliau | ketemu | muktamar | menagih | janji | permintaan | amandemen | kelima | tutur | p>Lebih | lanjut | berencana | menggelar | unjuk | rasa | depan | gedung | menyerukan | aspirasinya | Aksi | pemberitahuan | memang | berdasarkan | Surat | kami | solitas | petisi | pimpinan | lanjutnya | p>Dalam | pihaknya | membawa | massa | ribu | menegaskan | bermaksud | menggeruduk | kantor | wakil | rakyat | menggulingkan | kekuasaan | pemerintah | secara | konsisten | tetap | berkomunikasi | menghampiri | luar | Bukan | menduduki | damai | soft | landing | masuk | cerita | p>Jadi | sebagaimana | tuduhan | jauh | sangkaan | justru | bersyukur | Habib | Rizieq | setuju | langkah | Pancasila | Bhineka | tunggal | menerima | p>Dia | membiayai | pemufakatan | jahat | Transfer | kemana | Kalau | misalnya | rencana | demo | Kapolda | Lagian | butuh | logistik | minum | tipe | sana | sini | konglomerat | kegiatannya | Terkait | daftar | rekeningnya | biasa | p>Sebab | banyak | datang | padanya | bantuan | kegiatan | p>Tadi | jawab | uang | juta | cukup | enggak | buat | Uang | segitu | cuma | beli | bakso | p> [dan]< | p> Rekomendasi | Pilihan< | h3> < | div> |

Tuesday, December 6, 2016

Mengungkap Dalang di Balik Upaya Makar 212

Martinus Sitompul (FOTO:Antara)


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada beberapa bukti dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang dan dua orang lainnya.

"Satu, adanya dokumen. Tapi isinya dokumen apa, tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kedua, adanya video yang di-upload, kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan. Kemudian, keempat bukti transfer dari seseorang ke orang lain," ucap Martinus.

Martinus mengatakan, Sri Bintang diduga mendapat pasokan dana dari pihak tertentu dalam dugaan makar. Selain itu, ada indikasi lain yang akhirnya membuat kepolisian menahannya.

"Adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya pemufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang, atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," tandas Martinus.

Polisi juga akan memeriksa saksi dan ahli terkait kasus dugaan makar serta permufakatan jahat yang menjerat sejumlah tokoh nasional ini. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk menelusuri kemungkinan adanya penyandang dana dalam upaya makar itu.

"Masih dikembangkan oleh penyidik (siapa penyandang dana), nanti kita masih memerlukan beberapa saksi, ahli, saksi bahasa, dan lain-lain," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Selain terus memeriksa Sri Bintang cs, polisi akan memeriksa Rachmawati Soekarnoputri segera setelah adik kandung Megawati Soekarnoputri itu sembuh dari sakit.

"Segera diperiksa kalau kondisi kesehatannya sudah membaik. Kan tidak mungkin saat sakit kami periksa," ujar Argo.

Saat dihubungi terpisah, penasihat hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian menyatakan kakak politikus Megawati Soekarnoputri itu masih dalam masa pemulihan. Sebab, kondisi kesehatan putri Sang Proklamator itu sempat turun drastis saat penangkapan pada Jumat pagi.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa," ucap Aldwin.

Kendati begitu, Aldwin menegaskan kliennya bakal kooperatif terhadap proses penyidikan kasus ini. Dalam pemeriksaan nanti, Rachmawati akan mengklarifikasi tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Sebab, Rachmawati sama sekali tidak memiliki niatan berbuat makar. Menurut Aldwin, sudah bukan rahasia umum kliennya itu memang kerap memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak prorakyat.

"Akan siap (diperiksa), koorperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua. Saya kira ini hanya miss informasi, dan miss komunikasi," Aldwin memungkas.

2 dari 3 halaman


"

| Mengungkap | Dalang | Balik | Upaya | Makar | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | beberapa | bukti | dugaan | makar | yang | dilakukan | Bintang | orang | lainnya | p>Satu | adanya | dokumen | Tapi | isinya | tentu | jadi | catatan | bagi | penyidik | Kedua | video | upload< | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | statement< | Kemudian | keempat | transfer | seseorang | lain | ucap | p>Martinus | diduga | mendapat | pasokan | dana | pihak | tertentu | dalam | Selain | indikasi | akhirnya | membuat | kepolisian | menahannya | p>Adanya | mendukung | terjadinya | upaya | perencanaan | pemufakatan | jahat | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | untuk | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | tandas | p>Polisi | juga | memeriksa | saksi | ahli | terkait | kasus | serta | permufakatan | menjerat | sejumlah | tokoh | nasional | Pemeriksaan | tersebut | sekaligus | menelusuri | kemungkinan | penyandang | p>Masih | dikembangkan | oleh | (siapa | dana) | nanti | masih | memerlukan | bahasa | terang | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Selain | terus | polisi | Rachmawati | Soekarnoputri | segera | setelah | adik | kandung | Megawati | sembuh | sakit | p>Segera | diperiksa | kalau | kondisi | kesehatannya | membaik | mungkin | saat | kami | periksa | ujar | p>Saat | dihubungi | terpisah | penasihat | hukum | Aldwin | Rahadian | menyat | kakak | politikus | masa | pemulihan | Sebab | kesehatan | putri | Sang | Proklamator | sempat | turun | drastis | penangkapan | pada | Jumat | pagi | p>Bu | memang | siap | kembali | p>Kendati | begitu | menegaskan | kliennya | bakal | kooperatif | terhadap | proses | penyidikan | Dalam | pemeriksaan | mengklarifikasi | tuduhan | dilayangkan | kepadanya | p>Sebab | sama | sekali | memiliki | niatan | berbuat | Menurut | bukan | rahasia | umum | kerap | memberikan | kritik | kebij | pemerintah | dianggap | prorakyat | p>Akan | (diperiksa) | koorperatif | mengikuti | diklarifikasi | semua | Saya | kira | hanya | miss | informasi | komunikasi | memungkas | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Wednesday, December 7, 2016

Mengungkap Dalang di Balik Upaya Makar 212

Martinus Sitompul (FOTO:Antara)


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada beberapa bukti dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang dan dua orang lainnya.

"Satu, adanya dokumen. Tapi isinya dokumen apa, tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kedua, adanya video yang di-upload, kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan. Kemudian, keempat bukti transfer dari seseorang ke orang lain," ucap Martinus.

Martinus mengatakan, Sri Bintang diduga mendapat pasokan dana dari pihak tertentu dalam dugaan makar. Selain itu, ada indikasi lain yang akhirnya membuat kepolisian menahannya.

"Adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya pemufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang, atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," tandas Martinus.

Polisi juga akan memeriksa saksi dan ahli terkait kasus dugaan makar serta permufakatan jahat yang menjerat sejumlah tokoh nasional ini. Pemeriksaan tersebut sekaligus untuk menelusuri kemungkinan adanya penyandang dana dalam upaya makar itu.

"Masih dikembangkan oleh penyidik (siapa penyandang dana), nanti kita masih memerlukan beberapa saksi, ahli, saksi bahasa, dan lain-lain," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Selain terus memeriksa Sri Bintang cs, polisi akan memeriksa Rachmawati Soekarnoputri segera setelah adik kandung Megawati Soekarnoputri itu sembuh dari sakit.

"Segera diperiksa kalau kondisi kesehatannya sudah membaik. Kan tidak mungkin saat sakit kami periksa," ujar Argo.

Saat dihubungi terpisah, penasihat hukum Rachmawati, Aldwin Rahadian menyatakan kakak politikus Megawati Soekarnoputri itu masih dalam masa pemulihan. Sebab, kondisi kesehatan putri Sang Proklamator itu sempat turun drastis saat penangkapan pada Jumat pagi.

"Bu Rachmawati masih pemulihan kesehatan, dan memang belum siap untuk kembali diperiksa," ucap Aldwin.

Kendati begitu, Aldwin menegaskan kliennya bakal kooperatif terhadap proses penyidikan kasus ini. Dalam pemeriksaan nanti, Rachmawati akan mengklarifikasi tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

Sebab, Rachmawati sama sekali tidak memiliki niatan berbuat makar. Menurut Aldwin, sudah bukan rahasia umum kliennya itu memang kerap memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak prorakyat.

"Akan siap (diperiksa), koorperatif untuk mengikuti pemeriksaan, dan akan diklarifikasi semua. Saya kira ini hanya miss informasi, dan miss komunikasi," Aldwin memungkas.

2 dari 3 halaman


"

| Mengungkap | Dalang | Balik | Upaya | Makar | p> Kepala | Bagian | Penerangan | Umum | Divisi | Humas | Polri | Komisaris | Besar | Martinus | Sitompul | mengat | beberapa | bukti | dugaan | makar | yang | dilakukan | Bintang | orang | lainnya | p>Satu | adanya | dokumen | Tapi | isinya | tentu | jadi | catatan | bagi | penyidik | Kedua | video | upload< | kemudian | pemberitaan | berisi | tentang | statement< | Kemudian | keempat | transfer | seseorang | lain | ucap | p>Martinus | diduga | mendapat | pasokan | dana | pihak | tertentu | dalam | Selain | indikasi | akhirnya | membuat | kepolisian | menahannya | p>Adanya | mendukung | terjadinya | upaya | perencanaan | pemufakatan | jahat | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | untuk | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | tandas | p>Polisi | juga | memeriksa | saksi | ahli | terkait | kasus | serta | permufakatan | menjerat | sejumlah | tokoh | nasional | Pemeriksaan | tersebut | sekaligus | menelusuri | kemungkinan | penyandang | p>Masih | dikembangkan | oleh | (siapa | dana) | nanti | masih | memerlukan | bahasa | terang | Kabid | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Raden | Prabowo | Argo | Yuwono | p>Selain | terus | polisi | Rachmawati | Soekarnoputri | segera | setelah | adik | kandung | Megawati | sembuh | sakit | p>Segera | diperiksa | kalau | kondisi | kesehatannya | membaik | mungkin | saat | kami | periksa | ujar | p>Saat | dihubungi | terpisah | penasihat | hukum | Aldwin | Rahadian | menyat | kakak | politikus | masa | pemulihan | Sebab | kesehatan | putri | Sang | Proklamator | sempat | turun | drastis | penangkapan | pada | Jumat | pagi | p>Bu | memang | siap | kembali | p>Kendati | begitu | menegaskan | kliennya | bakal | kooperatif | terhadap | proses | penyidikan | Dalam | pemeriksaan | mengklarifikasi | tuduhan | dilayangkan | kepadanya | p>Sebab | sama | sekali | memiliki | niatan | berbuat | Menurut | bukan | rahasia | umum | kerap | memberikan | kritik | kebij | pemerintah | dianggap | prorakyat | p>Akan | (diperiksa) | koorperatif | mengikuti | diklarifikasi | semua | Saya | kira | hanya | miss | informasi | komunikasi | memungkas | p> 2 | halaman< | p> < | div> |