Showing posts sorted by date for query dipersangkakan. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query dipersangkakan. Sort by relevance Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Kuasa Hukum Sri Bintang Minta Gelar Perkara Kasus Makar seperti Kasus Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, Razman Arif Nasution meminta Polri untuk melakukan gelar perkara kasus dugaan makar dilakukan terbuka terbatas seperti kasus dugaan penghinaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Razman mengatakan hal ini perlu dilakukan agar publik mengetahui bahwa tuduhan makar terhadap kliennya beserta 10 orang yang telah ditetapkan tersangka lainnya tidak mendasar.

"Saya minta Pak Kapolri supaya gelar perkara terbuka terbatas, kita datangkan pakar-pakar kalau mereka ini dibuktikan tersangka, ayo kita terima, tapi kalau tidak, lepaskan," ujar Razman di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/12/2016).

Razman menambahkan, nantinya, dalam gelar perkara terbuka tersebut akan dihadirkan para pakar untuk membedah Pasal 107 KUHP tentang makar yang dipersangkakan oleh polisi.

"Makanya dibedah-lah. Saya minta ada peraturan Kapolri. Boleh gelar perkara khusus sekarang ada diskresi dari Kapolri. Sekarang gini aja deh 11 orang itu digelar perkara khusus, gelar perkara terbuka terbatas seperti Ahok," ucap dia.

Razman menilai, tuduhan makar terhadap kliennya terlalu mengada-ada. Pasalnya, kliennya tidak mempunyai kekuatan atau basis massa untuk melakukan makar.

"Memang bisa Pak Bintang mengarahkan massa sebanyak itu? Enggak bisa," kata Razman. (Baca: Tidak Kooperatif, Sri Bintang Pamungkas Tetap Ditahan Polda Metro)

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, penetapan Sri Bintang sebagai tersangka berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar.

Atas hal tersebut, Sri Bintang disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik jo Pasal 107 jo Pasal 110 KUHP.

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Kuasa | Hukum | Bintang | Minta | Gelar | Perkara | Kasus | Makar | seperti | Ahok | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Salah | satu | kuasa | hukum | Pamungkas< | Razman | Arif | Nasution | meminta | Polri< | untuk | melakukan | gelar | perkara | kasus | dugaan | makar | dilakukan | terbuka | terbatas | penghinaan | agama | dengan | tersangka | Basuki | Tjahaja | Purnama< | atau | p> Razman | mengat | perlu | agar | publik | mengetahui | bahwa | tuduhan | terhadap | kliennya | beserta | orang | yang | telah | ditetapkan | lainnya | mendasar | p> Saya | minta | Kapolri | supaya | datangkan | pakar | kalau | dibuktikan | terima | lepaskan | ujar | Mapolda | Metro | Jaya | Rabu | 2016) | menambahkan | nantinya | dalam | tersebut | dihadirkan | para | membedah | Pasal | KUHP | tentang | dipersangk | oleh | polisi | p> Mya | dibedah | Saya | peraturan | Boleh | khusus | sekarang | diskresi | Sekarang | gini | digelar | ucap | menilai | mengada | Pasalnya | mempunyai | kekuatan | basis | massa | p> Memang | mengarahkan | sebanyak | Enggak | kata | (Baca: | Tidak | Kooperatif | Pamungkas | Tetap | Ditahan | Polda | Metro< | a>)< | p> Senya | Kepala | Divisi | Humas | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar< | penetapan | sebagai | berkaitan | konten | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | p> Dalam | menyebar | luas | diduga | berupaya | menghasut | mengajak | masyarakat | upaya | p> Atas | disangka | melanggar | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |

Kuasa Hukum Sri Bintang Minta Gelar Perkara Kasus Makar seperti Kasus Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, Razman Arif Nasution meminta Polri untuk melakukan gelar perkara kasus dugaan makar dilakukan terbuka terbatas seperti kasus dugaan penghinaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Razman mengatakan hal ini perlu dilakukan agar publik mengetahui bahwa tuduhan makar terhadap kliennya beserta 10 orang yang telah ditetapkan tersangka lainnya tidak mendasar.

"Saya minta Pak Kapolri supaya gelar perkara terbuka terbatas, kita datangkan pakar-pakar kalau mereka ini dibuktikan tersangka, ayo kita terima, tapi kalau tidak, lepaskan," ujar Razman di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/12/2016).

Razman menambahkan, nantinya, dalam gelar perkara terbuka tersebut akan dihadirkan para pakar untuk membedah Pasal 107 KUHP tentang makar yang dipersangkakan oleh polisi.

"Makanya dibedah-lah. Saya minta ada peraturan Kapolri. Boleh gelar perkara khusus sekarang ada diskresi dari Kapolri. Sekarang gini aja deh 11 orang itu digelar perkara khusus, gelar perkara terbuka terbatas seperti Ahok," ucap dia.

Razman menilai, tuduhan makar terhadap kliennya terlalu mengada-ada. Pasalnya, kliennya tidak mempunyai kekuatan atau basis massa untuk melakukan makar.

"Memang bisa Pak Bintang mengarahkan massa sebanyak itu? Enggak bisa," kata Razman. (Baca: Tidak Kooperatif, Sri Bintang Pamungkas Tetap Ditahan Polda Metro)

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, penetapan Sri Bintang sebagai tersangka berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar.

Atas hal tersebut, Sri Bintang disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik jo Pasal 107 jo Pasal 110 KUHP.

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Kuasa | Hukum | Bintang | Minta | Gelar | Perkara | Kasus | Makar | seperti | Ahok | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Salah | satu | kuasa | hukum | Pamungkas< | Razman | Arif | Nasution | meminta | Polri< | untuk | melakukan | gelar | perkara | kasus | dugaan | makar | dilakukan | terbuka | terbatas | penghinaan | agama | dengan | tersangka | Basuki | Tjahaja | Purnama< | atau | p> Razman | mengat | perlu | agar | publik | mengetahui | bahwa | tuduhan | terhadap | kliennya | beserta | orang | yang | telah | ditetapkan | lainnya | mendasar | p> Saya | minta | Kapolri | supaya | datangkan | pakar | kalau | dibuktikan | terima | lepaskan | ujar | Mapolda | Metro | Jaya | Rabu | 2016) | menambahkan | nantinya | dalam | tersebut | dihadirkan | para | membedah | Pasal | KUHP | tentang | dipersangk | oleh | polisi | p> Mya | dibedah | Saya | peraturan | Boleh | khusus | sekarang | diskresi | Sekarang | gini | digelar | ucap | menilai | mengada | Pasalnya | mempunyai | kekuatan | basis | massa | p> Memang | mengarahkan | sebanyak | Enggak | kata | (Baca: | Tidak | Kooperatif | Pamungkas | Tetap | Ditahan | Polda | Metro< | a>)< | p> Senya | Kepala | Divisi | Humas | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar< | penetapan | sebagai | berkaitan | konten | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | p> Dalam | menyebar | luas | diduga | berupaya | menghasut | mengajak | masyarakat | upaya | p> Atas | disangka | melanggar | ayat | Undang | Nomor | Tahun | 2008 | Informasi | Transaksi | Elektronik | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |

Sunday, December 4, 2016

Diduga Makar, Tiga Orang Masih Ditahan, Tujuh Dibebaskan

Sementara tiga lainnya yang masih ditahan adalah Sri Bintang Pamungkas yang juga dijerat dengan tuduhan makar dan dua lainnya, Jamran dan Rizal Kobar, dijerat UU Informasi & Transaksi Elektronik ITE.

Polisi: Makar Bisa Berbentuk Permufakatan Jahat

Dalam keterangan pers di Mabes Polri Jakarta, Kadiv Humas Irjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan ada tujuh orang yang dipersangkakan melakukan upaya melanggar pasal 107 junto pasal 110 KUHP. Dugaan ini berkaitan dengan rencana pemanfaatan massa untuk menduduki kantor DPR, pemaksaan agar bisa dilakukan Sidang Istimewa dan menuntut pergantian pemerintah dan sebagainyaรข€. Ditambahkannya, รข€œmakar di sini merupakan tindakan permufakatan jahat. Dalam pemahaman penyidik Polri, makar merupakan permufakatan atau bisa juga dikategorikan sebagai perbuatan delik formil, artinya tidak perlu terjadi dulu perbuatan makar tersebut.รข€

Polisi, menurut Boy Rafli Amar, telah bertindak hati-hati dengan mengumpulkan informasi dan barang bukti selama tiga minggu terakhir ini. Penangkapan yang dilakukan menjelang unjuk rasa besar-besaran hari Jum'at (2/12) yang dipusatkan di Lapangan Monumen Nasional, รข€œmerupakan upaya polisi menjaga kemurnian ibadah di silang Monas dan mengeliminir berbagai indikasi kerawanan yang mungkin terjadi, seperti pemanfaatan massa secara sedemikian rupa,รข€ tambahnya.รข€‹

Aksi damai 2 Desember 2016.

Aksi damai 2 Desember 2016.

Sejumlah Besar Massa Gelar Aksi Damai di Monas

Sejumlah besar massa dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Jawa Barat dan Kalimantan, meramaikan unjuk rasa yang disebut sebagai รข€œAksi Bela Islam IIIรข€. Aksi damai itu dihadiri oleh Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan sejumlah pemimpin organisasi massa. Wartawan VOA di Jakarta Fathiyah Wardah melaporkan, massa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain dari Jakarta, Bogor, Jawa Barat dan Kalimantan, duduk dengan tertib sambil mengucapkan bersalawat dan berzikir. Di luar dugaan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menkopolhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan beberapa menteri ikut mendatangi lokasi untuk melaksanakan sholat Jum'at bersama.

Dalam khutbah Jum'at, salah seorang pemimpin Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Habib Riziew Shihab mengatakan aksi yang dilakukan ribuan umat Islam ini bukan ingin merusak negara kesatuan Republik Indonesia tetapi untuk menuntut keadilan.

"Hari ini jutaan umat Islam datang ke Jakarta bukan untuk merusak NKRI,bukan untuk melawan Pancasila dan menodai UUD 1945 dan bukan juga untuk menghancurkan kebhinekaan kita tetapi saya sampaikan kepada ulama, umaro khususnya bapak presiden, mereka datang untuk membela Al Quran, agama dan menegakan hukum karena justru mereka cinta kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan bersemboyan Bhineka Tunggal Ika," ujarnya.

Presiden Joko Widodo Sampaikan Terima Kasih kepada Peserta Aksi

Ketika didaulat menyampaikan pidato, Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih kepada peserta aksi damai itu.

รข€œTerima kasih atas doa dan dzikir yang dipanjatkan bagi negara kita. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Saya ingin memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya karena seluruh jemaah hadir tertib dalam ketertiban sehingga acaranya bisa berjalan baik," katanya.

Pernyataan Presiden Joko Widodo ini ditanggapi peserta aksi dengan meminta supaya gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, atau yang dikenal sebagai Ahok, ditangkap. Presiden tidak memberi tanggapan atas permintaan itu, tetapi sebelumnya Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian memastikan bahwa proses hukum terhadap Ahok akan terus berlanjut. Proses kasus itu kini berada di tangan Kejaksaan Agung.

"Kemaren sudah diserahkan tersangkanya, saudara Basuki Tjahaja Purnama. Apa yang kami lakukan sudah maksimal, kenapa? Bayangkan berapa kali juga diperiksa KPK tidak bisa jadi tersangka tetapi ketika ditangani oleh Polri bisa jadi tersangka. Untuk itu saya mohon dukungan dari saudara-saudara semua agar proses hukumnya terus berjalan. Dan Polri bersama saudara-saudara sekalian terus mengawal kasus ini," jelasnya.

Kasus Ahok Kini Ditangani Kejaksaan Agung

Pada 16 November lalu, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri telah menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Penyidik menjeratnya dengan pasal 156 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun dan pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun. Tim jaksa penuntut umum menyatakan berkas perkara Ahok lengkap dan akan segera diadili. [em/fw]

"

| Diduga | Makar, | Tiga | Orang | Masih | Ditahan, | Tujuh | Dibebaskan | Sementara | tiga | lainnya | yang | masih | ditahan | adalah | Bintang | Pamungkas | juga | dijerat | dengan | tuduhan | makar | Jamran | Rizal | Kobar | Informasi | & | Transaksi | Elektronik | p> Polisi: | Makar | Bisa | Berbentuk | Permufakatan | Jahat< | strong>< | p> Dalam | keterangan | pers | Mabes | Polri | Jakarta | Kadiv | Humas | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tujuh | orang | dipersangk | melakukan | upaya | melanggar | pasal | junto | KUHP | Dugaan | berkaitan | rencana | pemanfaatan | massa | untuk | menduduki | kantor | pemaksaan | agar | dilakukan | Sidang | Istimewa | menuntut | pergantian | pemerintah | sebagainyaรข€ | Ditambahkannya | รข€œmakar | sini | merup | tind | permufakatan | jahat | Dalam | pemahaman | penyidik | atau | dikategorikan | sebagai | perbuatan | delik | formil | artinya | perlu | terjadi | dulu | tersebut | รข€< | p> Polisi | menurut | telah | bertindak | hati | mengumpulkan | informasi | barang | bukti | selama | minggu | terakhir | Penangkapan | menjelang | unjuk | rasa | besar | besaran | hari | Jumat | dipusatkan | Lapangan | Monumen | Nasional | รข€œmerup | polisi | menjaga | kemurnian | ibadah | silang | Monas | mengeliminir | berbagai | indikasi | kerawanan | mungkin | seperti | secara | sedemikian | rupa | tambahnya | รข€‹< | p> Aksi | damai | Desember | 2016 | p> Sejumlah | Besar | Massa | Gelar | Aksi | Damai | Monas< | daerah | Bogor | Jawa | Barat | Kalimantan | meramaikan | disebut | รข€œAksi | Bela | Islam | IIIรข€ | dihadiri | oleh | Kapolri | Jendral | Polisi | Tito | Karnavian | Wakil | Ketua | Hidayat | Wahid | sejumlah | pemimpin | organisasi | Wartawan | Fathiyah | Wardah | melaporkan | datang | Indonesia | antara | lain | duduk | tertib | sambil | mengucapkan | bersalawat | berzikir | luar | dugaan | Presiden | Joko | Widodo | Jusuf | Kalla | Menkopolhukam | Wiranto | Menteri | Agama | Lukman | Hakim | Saifudin | beberapa | menteri | ikut | mendatangi | lokasi | melaksan | sholat | bersama | khutbah | salah | seorang | Pengawal | Fatwa | Majelis | Ulama | (GNPF | MUI) | Habib | Riziew | Shihab | aksi | ribuan | umat | bukan | ingin | merusak | negara | kesatuan | Republik | keadilan | p> Hari | jutaan | NKRI | melawan | Pancasila | menodai | 1945 | menghancurkan | kebhinekaan | saya | sampaikan | kepada | ulama | umaro | khususnya | bapak | presiden | membela | Quran | agama | meneg | hukum | karena | justru | cinta | berdasarkan | bersemboyan | Bhineka | Tunggal | ujarnya | p> Presiden | Sampaikan | Terima | Kasih | Peserta | Aksi< | p> Ketika | didaulat | menyampaikan | pidato | terima | kasih | peserta | p> รข€œTerima | atas | dzikir | dipanjatkan | bagi | Allahu | Akbar | Saya | memberikan | penghargaan | setinggi | tingginya | seluruh | jemaah | hadir | dalam | ketertiban | acaranya | berjalan | baik | katanya | p> Pernyataan | ditanggapi | meminta | supaya | gubernur | aktif | Basuki | Tjahaya | Purnama | dikenal | Ahok | ditangkap | memberi | tanggapan | permintaan | senya | memastikan | bahwa | proses | terhadap | terus | berlanjut | Proses | kasus | kini | berada | tangan | Kejaksaan | Agung | p> Kemaren | diserahkan | tersangkanya | saudara | Tjahaja | kami | lakukan | maksimal | kenapa | Bayangkan | berapa | kali | diperiksa | jadi | tersangka | ketika | ditangani | Untuk | mohon | dukungan | semua | hukumnya | sekalian | mengawal | jelasnya | p> Kasus | Kini | Ditangani | Agung< | p> Pada | November | Badan | Reserse | Kriminal | menetapkan | penistaan | Penyidik | menjeratnya | ancaman | hukuman | paling | lama | tahun | 156a | jaksa | penuntut | umum | menyat | berkas | perkara | lengkap | segera | diadili | fw]< | em>< | p> |

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Jerat Makar di Aksi Damai 212

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan aktivis yang diamankan pada Jumat 2 Desember kemarin menjadi 11 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang disangkakan melakukan makar, dua orang terkait hatespech, dan satu lainnya terkait penghinaan terhadap penguasa.

Sebelas orang yang berstatus tersangka itu telah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebagian telah diizinkan pulang, namun sebagian lain masih ditahan.

"Pemeriksaan sudah mengacu pada landasan hukum yang ada, bukti permulaan cukup. Insya Allah polisi akan tanggung jawab secara hukum atas proses hukum terhadap 11 warga negara kita," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu 3 Desember 2016.

Boy menjelaskan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan pemufakatan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP.
"Yang pertama Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri," papar dia.

Ada satu penambahan tersangka dari berita sebelumnya, yakni Alvin Indra yang ditangkap di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jumat pagi.

Setelah diperiksa 1x24 jam, polisi akhirnya memulangkan delapan tersangka dugaan makar, kendati status tersangka mereka tetap melekat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, ada delapan tersangka yang dipulangkan dari total 11 orang yang diamankan pada Jumat, 2 Desember pagi kemarin. Tujuh orang terkait kasus dugaan makar dan satu lainnya terkait penghinaan Presiden Jokowi.

Tujuh tersangka dugaan makar sebagaimana Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam. Atas dasar penilaian subjektif penyidik tentunya," ujar Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12/2016).

Kendati begitu, proses penyidikan kasus ketujuh tersangka tersebut tetap berjalan. Sejumlah barang bukti permulaan berupa tulisan tangan dan percakapan terkait makar dan atau permufakatan jahat juga telah disita penyidik.

"Barang bukti sudah disita. Jadi dalam hal ini proses hukum berjalan. Ini berkaitan dengan perencanaan menduduki kantor DPR. Juga pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, tuntut pergantian pemerintah dan seterusnya," ujar Boy.

Sementara, tiga tersangka lainnya tetap ditahan, salah satunya adalah Sri Bintang Pamungkas.

"Jadi terhadap beliau (Sri Bintang) belum bisa kembali. Dan ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri," ucap Boy.

Selain dugaan makar dan pemufakatan jahat, dalam perkara ini Sri Bintang juga diduga melakukan penghasutan melalui media sosial berdasarkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Adapun yang dipersangkakan pada Sri Bintang, berkaitan dengan konten di YouTube pada Oktober 2016 berupa ajakan upaya melakukan penghasutan ke masyarakat luas melalui medsos," terang dia.

Kemudian dua tersangka lagi yang ditahan di Polda, yakni kakak beradik Jamran dan Rizal Kobar. Rizal ditahan berkaitan dengan hate speech, menyebarluaskan kebencian, dan isu SARA melalui media sosial Facebook dan Twitter. Keduanya juga dijerat dengan pasal makar.

"Keduanya dipersangkakan terkait dengan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar jo Pasal 110 KUHP tentang Permufakatan Jahat," kata Boy.

Barang bukti yang telah disita penyidik meliputi konten penghasutan yang di-posting di media sosial. Penyebaran konten tersebut telah dicium polisi sejak minggu keempat November lalu.

"Karena itu, penyidik melakukan langkah hukum. Dan atas dasar penilaian, Polri nilai sangat bahaya, konten tersebut bisa menimbulkan kemarahan dan antipati massa kepada pihak tertentu, pemerintah, yang tentu tidak mendidik masyarakat Indonesia," pungkas Boy.

Kemudian satu tersangka kasus makar lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas masih menjalani pemeriksaan hingga sekarang. Sri Bintang juga dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

"Sri Bintang Pamungkas ini juga terkait ucapannya di YouTube. Dia juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Boy.

Kemudian dua tersangka lainnya yakni Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ini kakak beradik, yang berkaitan dengan ujaran kebencian, menyebarluaskan info permusuhan ke individu, isu SARA," sambung dia.

Terakhir yakni Ahmad Dhani. Musikus kondang yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Hal itu sesuai dengan pelaporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghinaan terhadap Jokowi saat melakukan orasi pada Demo 4 November lalu.

2 dari 4 halaman


"

| Jerat | Makar | Aksi | Damai | Kadiv | Humas | Mabes | Polri | Irjen | Rafli | Amar | mengat | tokoh | aktivis | yang | diamankan | pada | Jumat | Desember | kemarin | menjadi | orang | Dari | jumlah | tersebut | delapan | disangk | melakukan | makar< | terkait | hatespech | satu | lainnya | penghinaan | terhadap | penguasa | p> Sebelas | berstatus | tersangka | telah | menjalani | pemeriksaan | intensif | Mako | Brimob | Kelapa | Depok | Ditreskrimsus | Polda | Metro | Jaya | Sebagian | diizinkan | pulang | sebagian | lain | masih | ditahan | p> Pemeriksaan | mengacu | landasan | hukum | bukti | permulaan | cukup | Insya | Allah | polisi | tanggung | jawab | secara | atas | proses | warga | negara | ujar | Sabtu | 2016 | p> Boy | menjelaskan | tujuh | ditetapkan | sebagai | dugaan | pemufakatan | jahat | sebagaimana | Pasal | juncto | KUHP | Yang | pertama | Kivlan | Zein | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet | Firza | Husein | Alvin | Rachmawati | Soekarnoputri | papar | p> Ada | penambahan | berita | senya | yakni | Indra | ditangkap | kawasan | Tanah | Sereal | Bogor | pagi | p> Setelah | diperiksa | 1x24 | akhirnya | memulangkan | makar | kendati | status | tetap | melekat | p> Kadiv | dipulangkan | total | Tujuh | kasus | Presiden | Jokowi | p> Tujuh | p> Tidak | dilakukan | penahanan | setelah | selama | Atas | dasar | penilaian | subjektif | penyidik | tentunya | 2016) | p> Kendati | begitu | penyidikan | ketujuh | berjalan | Sejumlah | barang | berupa | tulisan | tangan | percakapan | atau | permufakatan | juga | disita | p> Barang | Jadi | dalam | berkaitan | dengan | perencanaan | menduduki | kantor | Juga | pemaksaan | dilakukannya | sidang | istimewa | tuntut | pergantian | pemerintah | seterusnya | p> Sementara | tiga | salah | satunya | adalah | Bintang | Pamungkas | p> Jadi | beliau | (Sri | Bintang) | kembali | oleh | ucap | p> Selain | perkara | diduga | penghasutan | media | sosial | berdasarkan | ayat | Nomor | Tahun | 2008 | tentang | p> Adapun | dipersangk | konten | YouTube | Oktober | upaya | masyarakat | luas | medsos | terang | p> Kemudian | lagi | kakak | beradik | Jamran | Rizal | Kobar | hate | speech | menyebarluaskan | kebencian | SARA | Facebook | Twitter | Keduanya | dijerat | pasal | p> Keduanya | pelanggaran | Permufakatan | Jahat | kata | meliputi | posting | Penyebaran | dicium | sejak | minggu | keempat | November | p> Karena | langkah | nilai | sangat | bahaya | menimbulkan | kemarahan | antipati | massa | kepada | pihak | tertentu | tentu | mendidik | Indonesia | pungkas | sekarang | p> Sri | ucapannya | p> Ini | ujaran | info | permusuhan | individu | sambung | p> Terakhir | Ahmad | Dhani | Musikus | kondang | saat | mencalonkan | diri | Wakil | Bupati | Bekasi | Penghinaan | Penguasa | sesuai | pelaporan | dilayangkan | orasi | Demo | p> 2 | halaman< | p> < | div> |

Polri Sebut Rachmawati Cs Makar dalam Bentuk Permufakatan

Liputan6.com, Jakarta Polri telah menangkap 11 aktivis dan tokoh nasional, salah satunya putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, sebagai tersangka dugaan makar. Penangkapan dilakukan sesaat sebelum aksi damai Jumat 2 Desember di Monas dimulai.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, makar memiliki banyak pengertian berdasarkan pada hukum yang berlaku di Indonesia.

"Antara lain makar terhadap kepala negara, makar terhadap upaya menggulingkan pemerintahan yang sah, makar sebagai permufakatan, dan makar oleh pemberontakan, biasanya dengan senjata api dan sebagainya," ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Boy menjelaskan, yang saat ini ditangani Polri merupakan makar sebagai sebuah permufakatan. Di mana hal itu dapat dikategorikan sebagai perbuatan delik formil, sehingga penangkapan terhadap para tersangka tidak perlu menunggu perbuatan makar terjadi.

"Artinya dia tidak perlu terjadi perbuatan makar itu, tapi dengan adanya rencana dan kesepakatan, permufakatan oleh sekelompok orang dapat dipersangkakan dengan pasal ini (Pasal 170 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP)," jelas dia.

Namun begitu, Boy menegaskan bahwa polisi telah memiliki bukti permulaan yang kuat untuk menangkap dan mempersangkakan mereka dalam perkara dugaan makar. Polisi bahkan telah mengindikasikan pidana ini jauh-jauh hari.

"Penyidik perlahan mendeteksi adanya berbagai pertemuan, kegiatan, penyelidikan, pengumpulan alat bukti, dan rumusan permufakatan itu," kata Boy.

Penyelidikan ini secara intens dilakukan sekitar tiga pekan lalu, atau setelah aksi besar-besaran pada Jumat 4 November 2016. Indikasi adanya upaya makar juga pernah disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian jauh sebelum aksi damai 2 Desember direncanakan.

"Jadi setelah peristiwa itu (demo 4 November), ketika masyarakat antusias melakukan unjuk rasa, ada upaya-upaya yang tidak sejalan dengan aspirasi yang sebenarnya, tapi justru memiliki tujuan lain," jelas dia.

Sebagai Edukasi

Boy menuturkan, penangkapan 11 tokoh terkait dugaan makar ini cukup bagus dijadikan sebagai pembelajaran atau edukasi terhadap masyarakat. Sebab, selama ini banyak masyarakat yang mengartikan makar sebagai bentuk pemberontakan bersenjata.

"Selama ini makar diartikan suatu yang sensitif, yang dikonotasikan dengan tindakan pemberontakan bersenjata," kata Boy.

"Tapi makar di era demokrasi ini, dia memanfaatkan ruang demokrasi untuk menelurkan ide, gagasan yang bisa disalahartikan oleh sekelompok orang, dan bisa menggulirkan suatu reaksi yang bersifat penghasutan," sambung dia.

Menurut Boy, demokrasi bukan berarti masyarakat bebas berbuat semaunya tanpa memperhatikan aturan hukum. Sebagai negara hukum, kebebasan di Indonesia tentu tidak absolut.

"Karena hukum itu harus diyakini menjadi sebuah produk yang demokratis karena melalui proses legislasi," terang Jenderal Bintang Dua itu.

Mantan Kapolda Banten itu meminta, masyarakat berpikir jernih terlebih dulu dalam setiap tindakan. Jangan sampai masyarakat terjebak dalam kebebasan yang kebablasan.

"Jadi ini adalah sesuatu yang perlu kita simak, jangan sampai menjadi sebuah pemahaman yang nanti keliru, melahirkan suatu kegiatan yang inskonstitusional," pungkas Boy.

"

| Polri | Sebut | Rachmawati | Makar | dalam | Bentuk | Permufakatan | Liputan6 | Jakarta< | strong> | telah | menangkap | aktivis | tokoh | nasional | salah | satunya | putri | Bung | Karno | Soekarnoputri | sebagai | tersangka | dugaan | makar< | Penangkapan | dilakukan | sesaat | aksi | damai | Jumat | Desember | Monas | dimulai | p> Kadiv | Humas | Mabes | Irjen | Rafli | Amar | mengat | makar | memiliki | banyak | pengertian | berdasarkan | pada | hukum | yang | berlaku | Indonesia | p> Antara | lain | terhadap | kepala | negara | upaya | menggulingkan | pemerintahan | permufakatan | oleh | pemberont | biasanya | dengan | senjata | sebagainya | ujar | Jakarta | Selatan | Sabtu | 2016) | p> Boy | menjelaskan | saat | ditangani | merup | sebuah | mana | dapat | dikategorikan | perbuatan | delik | formil | penangkapan | para | perlu | menunggu | terjadi | p> Artinya | adanya | rencana | kesepakatan | sekelompok | orang | dipersangk | pasal | (Pasal | Pasal | KUHP) | jelas | p> Namun | begitu | menegaskan | bahwa | polisi | bukti | permulaan | kuat | untuk | mempersangk | perkara | Polisi | bahkan | mengindikasikan | pidana | jauh | hari | p> Penyidik | perlahan | mendeteksi | berbagai | pertemuan | kegiatan | penyelidikan | pengumpulan | alat | rumusan | kata | p> Penyelidikan | secara | intens | tiga | pekan | atau | setelah | besar | besaran | November | 2016 | Indikasi | juga | pernah | disampaikan | Kapolri | Jenderal | Tito | Karnavian | direncan | p> Jadi | peristiwa | (demo | November) | ketika | masyarakat | antusias | melakukan | unjuk | rasa | sejalan | aspirasi | sebenarnya | justru | tujuan | p> Sebagai | Edukasi< | strong>< | menuturkan | terkait | cukup | bagus | dijadikan | pembelajaran | edukasi | Sebab | selama | mengartikan | bentuk | bersenjata | p> Selama | diartikan | suatu | sensitif | dikonotasikan | tind | p> Tapi | demokrasi | memanfaatkan | ruang | menelurkan | gagasan | disalahartikan | menggulirkan | reaksi | bersifat | penghasutan | sambung | p> Menurut | bukan | berarti | bebas | berbuat | semaunya | tanpa | memperhatikan | aturan | Sebagai | kebebasan | tentu | absolut | p> Karena | harus | diyakini | menjadi | produk | demokratis | karena | proses | legislasi | terang | Bintang | p> Mantan | Kapolda | Banten | meminta | berpikir | jernih | terlebih | dulu | setiap | Jangan | sampai | terjebak | kebablasan | adalah | sesuatu | simak | jangan | pemahaman | nanti | keliru | melahirkan | inskonstitusional | pungkas | p> |