Showing posts sorted by date for query istri. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query istri. Sort by relevance Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

FOKUS: Misteri Aliran Dana Dugaan Makar Rachmawati Cs : Okezone News

BERBAGAI bantahan sudah disampaikan oleh sejumlah tokoh yang ditangkap pada 2 Desember 2016 lalu, atas kasus dugaan makar. Namun setelah mereka diciduk dan diperiksa di Mako Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, mereka tetap distatuskan tersangka.

Beberapa orang yang ditangkap bukan sembarang tokoh. Ada dua purnawirawan jenderal, ada anak proklamator Ir Soekarno, hingga musisi yang saat ini menyalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Bekasi.

BERITA REKOMENDASI


Kini yang jadi persoalan lain selain penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan polisi, adalah soal aliran dana. Pasalnya Polri sudah menyatakan ada aliran dana untuk menggerakkan massa Aksi Bela Islam III ke Gedung DPR/MPR dan untuk menimbulkan chaos.

“Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa,” ungkap Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Rikwanto, Rabu (7/12/2016).

“Jadi aksi ini bersamaan dengan aksi damai 212. Mereka melakukan kegiatan yang dimungkinkan untuk membuat chaos dan mengambil keuntungan dari peristiwa tersebut dengan menduduki Gedung MPR/DPR,” tambahnya.

Rikwanto juga menggarisbawahi bahwasannya, pihak Mabes Polri sudah mengantongi asal-usul misteri aliran dananya. (Baca: Polri Kantongi Penyandang Dana Makar untuk Rachmawati Cs)

Disebutkan, aliran dana yang sampai ke Rachmawati Soekarnoputri saja mencapai Rp300 juta banyaknya. Tapi ini yang juga kemudian, disanggah keras putri ketiga Ir Soekarno dari istri Fatmawati tersebut.

Kendati mengakui ada aliran dana ke rekeningnya sejumlah Rp300 juta itu, disebutkannya hanya untuk logistik aksi damai 2 Desember lalu.

“Kalau soal dikaitkan dengan upaya makar, Rp300 juta cukup apa enggak untuk makar? Itu paling cukup untuk jajan bakso dan minum kalau orang demo,” sanggahnya.

“Soal transfer dana, orang demo itu perlu logistik makan dan minum itu biasa. Di tempat saya proposal orang minta dana ya biasa. Saya bukan konglomerat. Di sini kalau mau makar ya dananya enggak cekak-cekak begitu. Saya enggak pernah minta sponsor konglongmerat, saya berdiri dengan kaki sendiri,” tandasnya.

"

| FOKUS: | Misteri | Aliran | Dana | Dugaan | Makar | Rachmawati | Okezone | News | BERBAGAI< | strong> | bantahan | disampaikan | oleh | sejumlah | tokoh | yang | ditangkap | pada | Desember | 2016 | atas | kasus | dugaan | makar | Namun | setelah | diciduk | diperiksa | Mako | Brimob | Polri | Kelapa | Depok | tetap | distatuskan | tersangka | p> Beberapa | orang | bukan | sembarang | purnawirawan | jenderal | anak | proklamator | Soekarno | musisi | saat | menyalonkan | diri | sebagai | Calon | Wakil | Bupati | Bekasi | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Kini | jadi | persoalan | lain | selain | penangkapan | pemeriksaan | dilakukan | polisi | adalah | soal | aliran | dana | Pasalnya | menyat | untuk | menggerakkan | massa | Aksi | Bela | Islam | Gedung | menimbulkan | chaos | p> “Aliran | masih | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | ungkap | Karopenmas | Divisi | Humas | Mabes | Kombes | Rikwanto | Rabu | 2016) | p> “Jadi | aksi | bersamaan | dengan | damai | Mereka | melakukan | kegiatan | dimungkinkan | membuat | mengambil | keuntungan | peristiwa | tersebut | menduduki | tambahnya | p> Rikwanto | juga | menggarisbawahi | bahwasannya | pihak | mengantongi | asal | usul | misteri | dananya | (Baca: | Kantongi | Penyandang | Cs)< | p> Disebutkan | sampai | Soekarnoputri | mencapai | Rp300 | juta | banyaknya | Tapi | kemudian | disanggah | keras | putri | ketiga | istri | Fatmawati | p> Kendati | mengakui | rekeningnya | disebutkannya | hanya | logistik | p> “Kalau | dikaitkan | upaya | cukup | enggak | paling | jajan | bakso | minum | kalau | demo | sanggahnya | p> “Soal | transfer | perlu | biasa | tempat | saya | proposal | minta | Saya | konglomerat | sini | cekak | begitu | pernah | sponsor | konglongmerat | berdiri | kaki | sendiri | tandasnya | p> |

FOKUS: Misteri Aliran Dana Dugaan Makar Rachmawati Cs : Okezone News

BERBAGAI bantahan sudah disampaikan oleh sejumlah tokoh yang ditangkap pada 2 Desember 2016 lalu, atas kasus dugaan makar. Namun setelah mereka diciduk dan diperiksa di Mako Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, mereka tetap distatuskan tersangka.

Beberapa orang yang ditangkap bukan sembarang tokoh. Ada dua purnawirawan jenderal, ada anak proklamator Ir Soekarno, hingga musisi yang saat ini menyalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Bekasi.

BERITA REKOMENDASI


Kini yang jadi persoalan lain selain penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan polisi, adalah soal aliran dana. Pasalnya Polri sudah menyatakan ada aliran dana untuk menggerakkan massa Aksi Bela Islam III ke Gedung DPR/MPR dan untuk menimbulkan chaos.

“Aliran dana ini masih kita telusuri, masih kita pertajam, dari mana, untuk apa, dan untuk kepentingan apa,” ungkap Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Rikwanto, Rabu (7/12/2016).

“Jadi aksi ini bersamaan dengan aksi damai 212. Mereka melakukan kegiatan yang dimungkinkan untuk membuat chaos dan mengambil keuntungan dari peristiwa tersebut dengan menduduki Gedung MPR/DPR,” tambahnya.

Rikwanto juga menggarisbawahi bahwasannya, pihak Mabes Polri sudah mengantongi asal-usul misteri aliran dananya. (Baca: Polri Kantongi Penyandang Dana Makar untuk Rachmawati Cs)

Disebutkan, aliran dana yang sampai ke Rachmawati Soekarnoputri saja mencapai Rp300 juta banyaknya. Tapi ini yang juga kemudian, disanggah keras putri ketiga Ir Soekarno dari istri Fatmawati tersebut.

Kendati mengakui ada aliran dana ke rekeningnya sejumlah Rp300 juta itu, disebutkannya hanya untuk logistik aksi damai 2 Desember lalu.

“Kalau soal dikaitkan dengan upaya makar, Rp300 juta cukup apa enggak untuk makar? Itu paling cukup untuk jajan bakso dan minum kalau orang demo,” sanggahnya.

“Soal transfer dana, orang demo itu perlu logistik makan dan minum itu biasa. Di tempat saya proposal orang minta dana ya biasa. Saya bukan konglomerat. Di sini kalau mau makar ya dananya enggak cekak-cekak begitu. Saya enggak pernah minta sponsor konglongmerat, saya berdiri dengan kaki sendiri,” tandasnya.

"

| FOKUS: | Misteri | Aliran | Dana | Dugaan | Makar | Rachmawati | Okezone | News | BERBAGAI< | strong> | bantahan | disampaikan | oleh | sejumlah | tokoh | yang | ditangkap | pada | Desember | 2016 | atas | kasus | dugaan | makar | Namun | setelah | diciduk | diperiksa | Mako | Brimob | Polri | Kelapa | Depok | tetap | distatuskan | tersangka | p> Beberapa | orang | bukan | sembarang | purnawirawan | jenderal | anak | proklamator | Soekarno | musisi | saat | menyalonkan | diri | sebagai | Calon | Wakil | Bupati | Bekasi | p> BERITA | REKOMENDASI< | p> < | div> Kini | jadi | persoalan | lain | selain | penangkapan | pemeriksaan | dilakukan | polisi | adalah | soal | aliran | dana | Pasalnya | menyat | untuk | menggerakkan | massa | Aksi | Bela | Islam | Gedung | menimbulkan | chaos | p> “Aliran | masih | telusuri | pertajam | mana | kepentingan | ungkap | Karopenmas | Divisi | Humas | Mabes | Kombes | Rikwanto | Rabu | 2016) | p> “Jadi | aksi | bersamaan | dengan | damai | Mereka | melakukan | kegiatan | dimungkinkan | membuat | mengambil | keuntungan | peristiwa | tersebut | menduduki | tambahnya | p> Rikwanto | juga | menggarisbawahi | bahwasannya | pihak | mengantongi | asal | usul | misteri | dananya | (Baca: | Kantongi | Penyandang | Cs)< | p> Disebutkan | sampai | Soekarnoputri | mencapai | Rp300 | juta | banyaknya | Tapi | kemudian | disanggah | keras | putri | ketiga | istri | Fatmawati | p> Kendati | mengakui | rekeningnya | disebutkannya | hanya | logistik | p> “Kalau | dikaitkan | upaya | cukup | enggak | paling | jajan | bakso | minum | kalau | demo | sanggahnya | p> “Soal | transfer | perlu | biasa | tempat | saya | proposal | minta | Saya | konglomerat | sini | cekak | begitu | pernah | sponsor | konglongmerat | berdiri | kaki | sendiri | tandasnya | p> |

Polri: Makar Didanai | Republika Online

JAKARTA -- Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan telah mendapatkan bukti transfer dana yang melengkapi dugaan pidana makar terhadap sejumlah aktivis dan purnawirawan TNI. Kendati demikian, pihak kepolisian enggan mengungkap pihak-pihak terkait pendanaan itu.

Kabagpenum Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, salah satu bukti makar yang menjerat sejumlah tokoh pekan lalu adalah ditemukan juga bukti transfer antara para tersangka. Meski begitu, sejauh ini masih terus dialami lagi dari mana dan ke mana saja dana itu mengalir. "Bukti transfer itu bagian upaya Polri yang saat ini sudah ditemukan bukti transfer. Tentu ini menjadi bagian tambahan bukti," kata dia.

Selanjutnya, masih kata Martinus, masih akan digali bukti-bukti yang lainnya sehingga dapat memudahkan penyidik dalam mendapatkan satu konstruksi hukum yang mempersangkakan kedelapan orang tersebut sebagai tersangka permufakatan jahat yang akan menggulingkan pemerintahan yang sah.

Sedangkan, untuk bukti-bukti yang lain, tambah dia, adalah sejumlah berkas dokumen, video yang diunggah di media sosial, pemberitaan soal pernyataan ajakan makar, dan surat permintaan sidang istimewa ke DPR. "Kemudian adanya indikasi-indikasi yang mendukung terjadinya upaya perencanaan upaya permufakatan jahat dengan melakukan dan menempatkan mobil-mobil komando untuk mengajak orang atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR," ujar dia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Kombes Rikwanto mengiyakan adanya aliran dana khusus terkait makar. "Ada memang, (saya) belum (bisa) memberikan perincian, ya, karena masuk materi penyidikan," ujar Rikwanto, di Silang Monas, Jakarta Pusat, kemarin.

Rikwanto juga enggan membeberkan perihal jumlah nominal tersebut. Kendati demikian, kata dia, jumlahnya cukup banyak. Dia pun enggan menerangkan dari mana asal uang tersebut, apakah datang dari pihak swasta atau lainnya. Alasannya, informasi-informasi tersebut masuk ke dalam materi penyidikan dan hanya akan dibuka di pengadilan.

Di tahanan Mapolda Metro Jaya, aktivis Sri Bintang Pamungkas dijenguk istrinya, Erna Lina, kemarin. Selepas kunjungan itu, Erna meminta suaminya dibebaskan. "Saya sebagai istri rasanya tidak adil kalau tujuh dilepaskan dengan tuduhan yang sama tapi Pak Bintang masih ditahan," ujar Erna, kemarin.

Terkait dengan kondisi suaminya, menurut Erna, masih dalam keadaan sehat dan tetap melakukan kegiatannya di dalam tahanan. Bahkan, kata dia, suaminya tersebut masih menyempatkan diri membuat soal ujian untuk mahasiswanya. "Alhamdulillah sehat. Bapak tetap lakukan kegiatan biasa di tahanan, salah satunya buat soal untuk mahasiswanya," kata Erna.

Kuasa hukum Sri Bintang, Dahlia Zein, mengatakan, pihaknya masih terus berjuang untuk meminta penangguhan penahanan terhadap kliennya tersebut. Namun, kata dia, pihaknya tidak akan mengajukan proses praperadilan. "Bapak bilang tidak usah dan menolak. Karena, untuk apa praperadilan? Karena tidak sesuai dan tidak ada di KUHAP praperadilan itu," kata Zein.

Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Miko Ginting berharap aparat kepolisian cermat dan hati-hati dalam menerapkan tuduhan makar. Menurut dia, makar bukan tindak pidana yang berdiri sendiri, melainkan unsur dari tindak pidana. "Apabila tidak ada serangan yang berat (anslaag) maka tuduhan makar tidak terpenuhi. Kepolisian sebaiknya cermat dan hati-hati dalam menerapkan tuduhan ini agar penegakan hukum berjalan tepat pada relnya," ujar Miko.

Pihak Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) juga mengecam tuduhan makar terhadap sejumlah tokoh yang ditangkap. Menurut dia, tindakan Polri itu dapat disebut sebagai perampasan hak atas kebebasan berpolitik. Sebab, yang dilakukan para tokoh itu adalah menyampaikan kebebasan berpendapat dan menyebarluaskan pendapat mereka, baik melalui media cetak maupun elektronik.

"Apa dengan sepucuk surat bisa menggulingkan Presiden Jokowi dan membubarkan pemerintahannya? Bukankah surat itu dilayangkan ke MPR?" ujar Badan Pengurus Nasional PBHI Suryadi Radjab. rep: Mabruroh, Fauziah Mursid  ed: Fitriyan Zamzami

"

| Polri: | Makar | Didanai | Republika | Online | JAKARTA | Penyidik | Polda | Metro | Jaya | menyat | telah | mendapatkan | bukti | transfer | dana | yang | melengkapi | dugaan | pidana | makar | terhadap | sejumlah | aktivis | purnawirawan | Kendati | demikian | pihak | kepolisian | enggan | mengungkap | terkait | pendanaan | p>Kabagpenum | Polri | Kombes | Martinus | Sitompul | mengat | salah | satu | menjerat | tokoh | pekan | adalah | ditemukan | juga | antara | para | tersangka | Meski | begitu | sejauh | masih | terus | dialami | lagi | mana | mengalir | Bukti | bagian | upaya | saat | Tentu | menjadi | tambahan | kata | p>Selanjutnya | digali | lainnya | dapat | memudahkan | penyidik | dalam | konstruksi | hukum | mempersangk | kedelapan | orang | tersebut | sebagai | permufakatan | jahat | menggulingkan | pemerintahan | p>Sedangkan | untuk | lain | tambah | berkas | dokumen | video | diunggah | media | sosial | pemberitaan | soal | pernyataan | surat | permintaan | sidang | istimewa | Kemudian | adanya | indikasi | mendukung | terjadinya | perencanaan | dengan | melakukan | menempatkan | mobil | komando | mengajak | atau | mempersiapkan | dibawa | ujar | p>Kepala | Biro | Penerangan | Masyarakat | (Karopenmas) | Rikwanto | mengiy | aliran | khusus | memang | (saya) | memberikan | perincian | karena | masuk | materi | penyidikan | Silang | Monas | Jakarta | Pusat | kemarin | p>Rikwanto | membeberkan | perihal | jumlah | nominal | jumlahnya | cukup | banyak | menerangkan | asal | uang | apakah | datang | swasta | Alasannya | informasi | hanya | dibuka | pengadilan | p>Di | tahanan | Mapolda | Bintang | Pamungkas | dijenguk | istrinya | Erna | Lina | Selepas | kunjungan | meminta | suaminya | dibebaskan | Saya | istri | rasanya | adil | kalau | tujuh | dilepaskan | tuduhan | sama | ditahan | p>Terkait | kondisi | menurut | keadaan | sehat | tetap | kegiatannya | Bahkan | menyempatkan | diri | membuat | ujian | mahasiswanya | Alhamdulillah | Bapak | lakukan | kegiatan | biasa | satunya | buat | p>Kuasa | Dahlia | Zein | pihaknya | berjuang | penangguhan | penahanan | kliennya | Namun | mengajukan | proses | praperadilan | bilang | usah | menolak | Karena | sesuai | KUHAP | p>Peneliti | Studi | Hukum | Kebij | Indonesia | (PSHK) | Miko | Ginting | berharap | aparat | cermat | hati | menerapkan | Menurut | bukan | tindak | berdiri | sendiri | melainkan | unsur | Apabila | serangan | berat | (anslaag) | maka | terpenuhi | Kepolisian | sebaiknya | agar | peneg | berjalan | tepat | pada | relnya | p>Pihak | Perhimpunan | Bantuan | Asasi | Manusia | (PBHI) | mengecam | ditangkap | tind | disebut | perampasan | atas | kebebasan | berpolitik | Sebab | dilakukan | menyampaikan | berpendapat | menyebarluaskan | pendapat | baik | cetak | maupun | elektronik | p>Apa | sepucuk | Presiden | Jokowi | membubarkan | pemerintahannya | Bukankah | dilayangkan | Badan | Pengurus | Nasional | PBHI | Suryadi | Radjab | rep: | Mabruroh | Fauziah | Mursid |  ed:< | strong> Fitriyan | Zamzami< | p> |

Monday, December 5, 2016

Polisi Tak Permasalahkan Sri Bintang Tolak BAP Kasus Makar

Liputan6.com, Jakarta - Aktivis Sri Bintang Pamungkas menolak menandatangani berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai tersangka dugaan tindak pidana percobaan makar.

Terkait penolakan tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes R Argo Juwono mengatakan, pihaknya tak mempermasalahkannya. Kendati ditolak Sri Bintang, Polisi akan tetap membuat BAP nya.

"Penyidik akan membuat berita acara penolakan," ujar Argo, Senin, 5 Desember 2016, seperti dilansir dari Antara.

Sementara itu, istri Sri Bintang, Ernalia mengatakan, penolakan tersebut lantaran sang suami tidak merasa melakukan tindakan makar seperti yang ditudingkan.

"Karena dia (Sri Bintang) bukan makar," kata istri Sri Bintang Pamungkas, Erna di Polda Metro Jaya, Senin lalu.

Erna membantah suaminya itu berupaya menggulingkan pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi . Dia juga menyatakan suaminya tidak ikut pertemuan dengan sejumlah aktivis lainnya di kampus Universitas Bung Karno pada 1 Desember 2016.

Dia menjelaskan, suaminya mengetik surat yang akan ditujukan kepada DPR RI meminta Sidang Istimewa kemudian menuju Hankam Mabes bertemu Panglima TNI guna menyerahkan surat tersebut dengan tanda stempel DPR RI.

Erna mengakui Sri Bintang Pamungkas berorasi mengajak massa berkumpul ke DPR/MPR RI meminta Sidang Istimewa namun tidak mengajak makar terhadap pemerintahan yang sah.

"

| Polisi | Permasalahkan | Bintang | Tolak | Kasus | Makar | Liputan6 | Jakarta | strong> | Aktivis | Pamungkas< | menolak | menandatangani | berkas | Berita | Acara | Pemeriksaan | (BAP) | sebagai | tersangka | dugaan | tindak | pidana | percobaan | makar | p> Terkait | penol | tersebut | Kabid | Humas | Polda | Metro | Jaya | Kombes | Argo | Juwono | mengat | pihaknya | mempermasalahkannya | Kendati | ditolak | tetap | membuat | p> Penyidik | berita | acara | ujar | Senin | Desember | 2016 | seperti | dilansir | Antara< | p> Sementara | istri | Ernalia | lantaran | sang | suami | merasa | melakukan | tind | makar< | yang | ditudingkan | p> Karena | (Sri | Bintang) | bukan | kata | Pamungkas | Erna | p> Erna | membantah | suaminya | berupaya | menggulingkan | pemerintahan | Joko | Widodo | atau | Jokowi< | juga | menyat | ikut | pertemuan | dengan | sejumlah | aktivis | lainnya | kampus | Universitas | Bung | Karno | pada | p> Dia | menjelaskan | mengetik | surat | ditujukan | kepada | meminta | Sidang | Istimewa | kemudian | menuju | Hankam | Mabes | bertemu | Panglima | guna | menyerahkan | tanda | stempel | mengakui | berorasi | mengajak | massa | berkumpul | terhadap | p> |

Pasal makar untuk 'bungkam kebebasan berpendapat'?

politik, sri bintang pamungkas, makarImage copyright AP Image caption Sri Bintang Pamungkas pernah dipenjara di era pemerintahan Presiden Suharto atas tuduhan subversif.

Suara Ernalia, istri Sri Bintang Pamungkas, beberapa kali terdengar tercekat. Dia berupaya menjelaskan duduk perkara penangkapan suaminya, tanpa larut dalam kesedihan.

Sudah dua malam Sri Bintang Pamungkas menghabiskan waktu sebagai tahanan kepolisian sejak dibawa dari rumahnya di bilangan Cibubur, Jakarta Timur, pada Jumat (02/11) pagi. Sri Bintang adalah salah satu dari 11 orang yang ditangkap dan dijadikan tersangka oleh kepolisian menjelang doa bersama di kawasan Monas.

"Waktu awal-awal, ketika dibawa ke Markas Brimob, saya tidak dikasih surat apapun. Minta tidak dikasih. Mau foto kopi tidak boleh, difoto menggunakan ponsel juga tidak boleh. Kemarin saya sudah lihat surat penahanannya setelah dibawa ke Polda. Tuduhannya makar, Pasal 107 KUHP," kata Ernalia kepada BBC Indonesia.

Ernalia mengutarakan bahwa tuduhan kepolisian terhadap suaminya didasari oleh pertemuan dengan sejumlah tokoh di sebuah hotel. Tapi, menurut Ernalia, Sri Bintang tidak menghadiri pertemuan itu.

"Kemudian (tuduhan) dialihkan ke waktu (Sri Bintang Pamungkas) ada di orasi di penggusuran," kata Ernalia.

Dalam rekaman video di media Youtube, tampak mantan politikus PPP itu berorasi di bawah jalan tol. Saat itu dia mengatakan bahwa kaum kaya semestinya diberikan pajak tinggi, lalu hasilnya disalurkan ke fakir miskin.

"Pemerintah kita sejak zamannya Suharto sampai hari ini tidak melakukan itu. Apa yang bisa saya simpulkan dari situ? Mereka jahat...Ya harus diturunkan, harus dijatuhkan. Inilah yang perlu kita lakukan pada presiden-presiden yang jahat ini, termasuk Jokowi," kata Sri Bintang Pamungkas.

Ucapan Sri Bintang tersebut, kata Ernalia, adalah hak dia untuk berpendapat dan meminta.

Image copyright EPA Image caption Kepolisian menyatakan sebanyak delapan orang diduga melakukan makar dengan berupaya menggiring para peserta doa bersama di kawasan Silang Monas, 2 Desember lalu, untuk menguasai gedung DPR/MPR.

'Tergesa-gesa'

Secara terpisah, Ratna Sarumpaet menuding Polri ingin tergesa-gesa menangkap dan menjadikannya sebagai tersangka tapi tidak siap dengan unsur-unsur bukti.

"Katanya sudah terpenuhi unsur-unsurnya. Unsur yang mana?" tanya Ratna.

Yusril Ihza Mahendra, selaku kuasa hukum Ratna dan Rachmawati Sukarnoputri, mengatakan apa yang dilakukan kliennya hanyalah sebatas kritikan terhadap pemerintah.

"Kalau sampai pelaksanaan makar, masih jauh. Dan bahwa mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan, mengkritik pemerintah, itu normal-normal saja," kata Yusril Ihza Mahendra, Minggu (04/12) siang.

Perbedaan kritik dan makar

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Boy Rafli Amar, menepis klaim bahwa yang dilakukan 11 orang adalah murni kritik terhadap pemerintah.

"Apakah di alam demokrasi ini tidak boleh orang mengkritik? Ini bukan kritikan. Kritik dengan makar berbeda," tegas Boy.

Boy mengklaim kepolisian telah mengantongi beragam bukti yang memberatkan 11 tersangka, termasuk tulisan tangan dan hasil pemantauan percakapan.

"Dugaan ini berkaitan adanya rencana pemanfaatan massa untuk menduduki kantor DPR RI, kemudian berencana melakukan pemaksaan agar bisa dilakukannya sidang istimewa untuk menuntut pergantian pemerintahan dan seterusnya," kata Boy.

Boy menegaskan bahwa penangkapan tidak perlu menunggu sampai upaya makar telah terjadi. "Ketika terdeteksi adanya niatan itu, inilah yang dimainkan kepolisian."

Image copyright HOTLI SIMANJUNTAK/EPA Image caption Pasal makar dalam KUHP, menurut Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Alghiffari Aqsa, telah digunakan penguasa sejak era Orde Baru sebagai alat untuk membungkam kebebasan berekspresi.

Tafsir penguasa

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Alghiffari Aqsa, mengatakan bahwa pasal makar dalam KUHP telah digunakan sejak era Orde Baru sebagai alat untuk membungkam kebebasan berekspresi.

"Pasal makar itu tergantung dari definisi ataupun tafsir penguasa. Seringkali orang dituduh makar karena ekspresinya meminta pemerintah untuk turun atau menyampaikan ekspresi ketidakpuasan terhadap pemerintah. Penerapan pasal itu tidak tepat, melanggar kebebasan berekspresi," kata Alghiffari.

Pasal makar, tambahnya, bisa saja digunakan apabila memang ada bukti-bukti yang memadai.

"Jika ada bukti-bukti menggulingkan pemerintahan, dalam artian ada kekerasan di dalamnya, ada upaya untuk melakukan sabotase, ada upaya untuk membuat kaos. Tapi apakah orang-orang yang ditangkap punya kemampuan itu?"

Menurut ahli hukum pidana dari Universitas Indonesia, Eva Ahyani Djulfa, hal yang bisa mengategorikan suatu perbuatan sebagai makar berdasarkan pasal 87 KUHP adalah niat dan permulaan pelaksanaan.

Karena niat adalah sesuatu yang abstrak, maka aparat hukum bisa memandangnya menggunakan sudut pandang subjektif.

"Jadi segala tindakan yang menggambarkan tentang niat, itu sudah dianggap sebagai permulaan pelaksanaan," kata Eva.

Namun, ada sudut pandang objektif yang juga bisa dipakai dari sisi hukum. Sudut pandang ini menimbang kemampuan seseorang atau suatu pihak untuk mewujudkan tindakan makar.

"Kedua sudut pandang ini bisa sama-sama digunakan. Hanya saja, tergantung dari penegak hukum," tutup Eva.

Pada Jumat 2 Desember, sebanyak delapan orang ditangkap atas dugaan pemufakatan makar yakni eks Staf Ahli Panglima TNI Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein, Ketua Solidaritas Sahabat Cendana Firza Huzein.

Turut ditangkap aktivis politik Ratna Sarumpaet, calon wakil Bupati Bekasi Ahmad Dhani, putri presiden pertama Presiden Soekarno, Rachmawati Soerkarnoputri, Sri Bintang Pamungkas dan Eko.

Ada pula dua orang yang ditangkap dan dijerat Pasal 28 Undang-Undang ITE yakni Jamran dan Rizal Kobar.

Pasal-pasal makar dalam KUHP

Pasal 104

  • Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Pasal 105

[Pasal ini ditiadakan berdasarkan Undang-undang No. 1 Tahun 1946, pasal VIII, butir 13.]

Pasal 106

  • Makar dengan maksud supaya seluruh atau sebagian dari wilayah negara, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Pasal 107

  1. Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
  2. Para pemimpin dan pengatur makar tersebbut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.
"

| Pasal | makar | untuk | bungkam | kebebasan | berpendapat? | Image | copyright< | span> | caption< | Bintang | Pamungkas | pernah | dipenjara | pemerintahan | Presiden | Suharto | atas | tuduhan | subversif | Suara | Ernalia | istri | beberapa | kali | terdengar | tercekat | berupaya | menjelaskan | duduk | perkara | penangkapan | suaminya | tanpa | larut | dalam | kesedihan | p>Sudah | malam | menghabiskan | waktu | sebagai | tahanan | kepolisian | sejak | dibawa | rumahnya | bilangan | Cibubur | Jakarta | Timur | pada | Jumat | pagi | adalah | salah | satu | orang | yang | ditangkap | dijadikan | tersangka | oleh | menjelang | bersama | kawasan | Monas | p>Waktu | awal | ketika | Markas | Brimob | saya | dikasih | surat | apapun | Minta | foto | kopi | boleh | difoto | menggun | ponsel | juga | Kemarin | lihat | penahanannya | setelah | Polda | Tuduhannya | KUHP | kata | kepada | Indonesia | p>Ernalia | mengutar | bahwa | terhadap | didasari | pertemuan | dengan | sejumlah | tokoh | sebuah | hotel | Tapi | menurut | menghadiri | p>Kemudian | (tuduhan) | dialihkan | (Sri | Pamungkas) | orasi | penggusuran | p>Dalam | rekaman | video | media | Youtube | tampak | mantan | politikus | berorasi | bawah | jalan | Saat | mengat | kaum | kaya | semestinya | diberikan | pajak | tinggi | hasilnya | disalurkan | fakir | miskin | p>Pemerintah | zamannya | sampai | hari | melakukan | simpulkan | situ | Mereka | jahat | harus | diturunkan | dijatuhkan | Inilah | perlu | lakukan | presiden | termasuk | Jokowi | p>Ucapan | tersebut | berpendapat | meminta | EPA< | Kepolisian | menyat | sebanyak | delapan | diduga | menggiring | para | peserta | Silang | Desember | menguasai | gedung | Tergesa | gesa< | h2>Secara | terpisah | Ratna | Sarumpaet | menuding | Polri | ingin | tergesa | gesa | menangkap | menjadikannya | siap | unsur | bukti | p>Katanya | terpenuhi | unsurnya | Unsur | mana | tanya | p>Yusril | Ihza | Mahendra | selaku | kuasa | hukum | Rachmawati | Sukarnoputri | dilakukan | kliennya | hanyalah | sebatas | kritikan | pemerintah | p>Kalau | pelaksanaan | masih | jauh | mengad | rapat | mengkritik | normal | Yusril | Minggu | siang | p>Perbedaan | kritik | makar< | h2>Kepala | Divisi | Humas | Mabes | Rafli | Amar | menepis | klaim | murni | p>Apakah | alam | demokrasi | bukan | Kritik | berbeda | tegas | p>Apa | arti | keikutsertaan | salat | Rizieq | Shihab | li> Aksi | 212: | Usai | bicara | langsung | serukan | tangkap | Ahok | li> < | ul>Boy | mengklaim | telah | mengantongi | beragam | memberatkan | tulisan | tangan | hasil | pemantauan | percakapan | p>Dugaan | berkaitan | adanya | rencana | pemanfaatan | massa | menduduki | kantor | kemudian | berencana | pemaksaan | agar | dilakukannya | sidang | istimewa | menuntut | pergantian | seterusnya | p>Boy | menegaskan | menunggu | upaya | terjadi | Ketika | terdeteksi | niatan | inilah | dimainkan | HOTLI | SIMANJUNTAK | Direktur | Lembaga | Bantuan | Hukum | Alghiffari | Aqsa | digun | penguasa | Orde | Baru | alat | membungkam | berekspresi | Tafsir | penguasa< | h2>Direktur | pasal | p>Pasal | tergantung | definisi | ataupun | tafsir | Seringkali | dituduh | karena | ekspresinya | turun | atau | menyampaikan | ekspresi | kepuasan | Penerapan | tepat | melanggar | tambahnya | apabila | memang | memadai | p>Jika | menggulingkan | artian | kekerasan | dalamnya | sabotase | membuat | kaos | apakah | punya | kemampuan | p>Menurut | ahli | pidana | Universitas | Ahyani | Djulfa | mengategorikan | suatu | perbuatan | berdasarkan | niat | permulaan | p>Karena | sesuatu | abstrak | maka | aparat | memandangnya | sudut | pandang | subjektif | p>Jadi | segala | tind | menggambarkan | tentang | dianggap | p>Namun | objektif | dipakai | sisi | Sudut | menimbang | seseorang | pihak | mewujudkan | p>Kedua | sama | Hanya | penegak | tutup | p>Pada | dugaan | pemufakatan | yakni | Staf | Ahli | Panglima | Brigjen | (Purn) | Adityawarman | Thaha | Kepala | Kostrad | Mayjen | Kivlan | Zein | Ketua | Solitas | Sahabat | Cendana | Firza | Huzein | p>Turut | aktivis | politik | calon | wakil | Bupati | Bekasi | Ahmad | Dhani | putri | pertama | Soekarno | Soerkarnoputri | p>Ada | pula | dijerat | Undang | Jamran | Rizal | Kobar | strong> | KUHP< | strong>< | 104< | p>Makar | maksud | membunuh | merampas | kemerdekaan | meniad | Wakil | memerintah | diancam | mati | penjara | seumur | hidup | sementara | paling | lama | puluh | tahun | li>< | ul>Pasal | 105< | p>[Pasal | ditiad | undang | Tahun | 1946 | VIII | butir | 106< | supaya | seluruh | sebagian | wilayah | negara | 107< | lima | belas | li> Para | pemimpin | pengatur | tersebbut | ayat | ol> |

Tersangka Makar, Sri Bintang Tak Bisa Lepaskan Aktivitas Ini

Senin, 05 Desember 2016 | 19:55 WIB

Tersangka Makar, Sri Bintang Tak Bisa Lepaskan Aktivitas Ini  

Aliansi Seluruh Rakyat Untuk Indonesia Baru yang di wakili Sri Bintang Pamungkas berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (18/11). Sri Bintang megatakan agar pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta  - Sri Bintang Pamungkas tetap menjalani aktivitasnya sebagai dosen meski sedang ditahan Kepolisian Daerah Metro Jaya sejak 2 Desember 2016 terkait dugaan makar. "Bapak tetap berkegiatan seperti biasa di tahanan, salah satunya membuat soal untuk mahasiswanya. Saya bawa buku dan terima soal tersebut tadi," kata Ernalia, istrinya, di Markas Polda Metro Jaya, Senin, 5 Desember 2016.

Ernalia menceritakan, suaminya meminta dia lebih banyak membawa buku-buku dibandingkan dengan membawa makanan. "Saya bawa banyak buku, ada buku bahasa Inggris dan Ekonomi. Kan mau buat soal untuk mahasiswa melalui saya," katanya. Ketika ditanya soal kondisi Sri Bintang Pamungkas di dalam tahanan, Erna menjelaskan bahwa kondisi suaminya baik-baik saja.

Baca: Eksklusif: Ini Bukti Sri Bintang Pamungkas Cs Diduga Makar

Namun, Ernalia tetap menyayangkan keputusan penyidik Kepolisian yang hanya menahan Sri Bintang, sementara tujuh tersangka lainnya dengan sangkaan yang sama telah dibebaskan. "Sehat alhamdulilah, baik, sudah ketemu. Tapi, saya sebagai istri rasanya tidak adil kalau tujuh dilepaskan dengan tuduhan yang sama tapi Pak Bintang masih ditahan," katanya.

Sebelumnya, polisi menangkap 11 orang pada, Jumat, 2 Desember 2016 sebelum aksi super damai berlangsung di Lapangan Monas. Dari sebelas orang tersebut, polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dugaan perencanaan makar, Sri Bintang termasuk di dalamnya. Dua lainnya ditetapkan sebagai ersangka dengan dugaan hate speech dan melanggar Undang-Undang ITE.

Baca: Terungkap, Alasan Polisi Cokok Terduga Makar pada Jumat Subuh

Adapun musikus Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka kasus penghinaan terhadap penguasa Pasal 207 KUHP. Dalam dugana makar, Kepolisian hanya menahan tiga orang, yakni Sri Bintang terkait makar serta kakak beradik Rizal dan Jamran terkait UU ITE. Ernalia menjelaskan bahwa penahanan Sri Bintang Pamungkas didasari pada laporan pengacara bernama Ridwan Hanafi ke Polda Metro Jaya.

INGE KLARA

Simak Pula
Habib Novel FPI Gugat Ahok Rp 204 Juta, Ini Alasannya
Presiden Jokowi Pakai Payung & Sendal Jepit Biru, Menyindir?

[embedded content]

"

| Tersangka | Makar, | Bintang | Bisa | Lepaskan | Aktivitas | Senin | Desember | 2016 | 19:55 | WIB< | p> < | div> Aliansi | Seluruh | Rakyat | Untuk | Indonesia | Baru | yang | wakili | Pamungkas | berunjuk | rasa | Bundaran | Hotel | Jakarta | Rabu | megat | agar | pemerintah | lebih | memperhatikan | kesejahteraan | rakyat | Tempo | Tony | Hartawan< | p> < | div> TEMPO | strong>< | span> | Jakarta< | tetap | menjalani | aktivitasnya | sebagai | dosen | meski | ditahan | Kepolisian | Daerah | Metro | Jaya | sejak | terkait | dugaan | makar | Bapak | berkegiatan | seperti | biasa | tahanan | salah | satunya | membuat | soal | untuk | mahasiswanya | Saya | bawa | buku | terima | tersebut | tadi | kata | Ernalia | istrinya | Markas | Polda | p>Ernalia | mencerit | suaminya | meminta | banyak | membawa | dibandingkan | dengan | bahasa | Inggris | Ekonomi | buat | mahasiswa | saya | katanya | Ketika | ditanya | kondisi | dalam | Erna | menjelaskan | bahwa | baik | p>Baca: | Eksklusif: | Bukti | Diduga | Makar< | p>Namun | menyayangkan | keputusan | penyidik | hanya | menahan | sementara | tujuh | tersangka | lainnya | sangkaan | sama | telah | dibebaskan | Sehat | alhamdulilah | ketemu | Tapi | istri | rasanya | adil | kalau | dilepaskan | tuduhan | masih | p>Senya | polisi | menangkap | orang | pada | Jumat | aksi | super | damai | berlangsung | Lapangan | Monas | Dari | sebelas | menetapkan | delapan | perencanaan | termasuk | dalamnya | ditetapkan | ersangka | hate< | speech< | melanggar | Undang | Terungkap | Alasan | Polisi | Cokok | Terduga | Makar | Subuh< | p>Adapun | musikus | Ahmad | Dhani | kasus | penghinaan | terhadap | penguasa | Pasal | KUHP | Dalam | dugana | tiga | yakni | serta | kakak | beradik | Rizal | Jamran | penahanan | didasari | laporan | pengacara | bernama | Ridwan | Hanafi | p>INGE | KLARA< | p>Simak | PulaHabib | Novel | Gugat | Ahok | Juta | Alasannya< | a>Presiden | Jokowi | Pakai | Payung | & | Sendal | Jepit | Biru | Menyindir | p> [embedded | content]< | p> |

Kivlan Zein Bercerita soal Penangkapannya atas Tuduhan Makar

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein (69) hanya tertawa ketika mengenang penangkapannya, Jumat (2/12/2012) pagi, menjelang unjuk rasa damai 212 di Monas, Jakarta.

Seperti dikutip dari Tribunnews.com , Senin (5/12/2016), Kivlan menceritakan kronologi penangkapannya.

Awalnya, sekitar pukul 04.45 WIB, dia baru selesai shalat subuh di kediamannya, Gading Griya Lestari, Blok H1 nomor 15, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Saat itu, Kivlan sudah siap untuk berangkat ke Silang Monas. Ia hendak mendampingi pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, untuk memimpin unjuk rasa damai terkait proses hukum Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Tiba-tiba, rumahnya didatangi polisi, bersamaan dengan datangnya pembantu rumah. Sebanyak 20 polisi langsung masuk ke dalam rumah.

Saat itu, hanya ada Kivlan, seorang pembantu, dan staf di rumahnya. Sementara istri Kivlan tengah membesuk anak yang tengah sakit dan dirawat di Surabaya, Jawa Timur.

"Mereka langsung masuk menyerbu. Di depan pintu rumah saya sudah ada tiga orang berdiri," ujar Kivlan.

Ia mengaku awalnya kaget dengan kedatangan para polisi ke rumahnya kala pagi buta itu. Namun, dalam benaknya, ia menduga dirinya hendak diproses oleh polisi terkait dugaan makar.

Ia mengaku berusaha tenang karena ia sudah mengira apa yang menyebabkan sekelompok polisi tersebut mendatangi rumahnya, yakni tuduhan makar.

"Jadi saya sudah tahu bahwa dari berita bahwa polisi sudah menargetkan saya. Anak saya juga sudah cerita karena temannya banyak di polisi. Saya juga kaget waktu dikasih tahu, tapi itu sudah sebulan lalu," ujarnya.

Kivlan mempersilakan para polisi untuk duduk di ruang tamu rumahnya. Lantas, seorang polisi menyodorkan surat penggeledahan rumah. Ia tak melawan karena polisi membawa surat tersebut.

"Saya bilang, 'Kalau ada senjata ambil saja, kalau ada granat ambil saja. Kalau ada dokumen rancangan untuk makar, silakan (ambil)," ujarnya.

Beberapa polisi langsung membuka lemari dan laci meja. Mereka memeriksa sejumlah berkas, buku catatan, lembaran tiket pesawat perjalanan selama 5 sampai 10 tahun terakhir, hingga data dalam komputer jinjing atau laptop dan telepon genggamnya.

Namun, polisi tidak menemukan bukti petunjuk terkait rencana makar dari penggeledahan dan pemeriksaan tersebut. Polisi juga tidak menemukan senjata api maupun senjata tajam.

Polisi hanya menemukan beberapa berkas berisi karya tulisnya perihal kritik terhadap UUD 1945 perubahan dan ketatanegaraan.

Para polisi tersebut hendak membawa Kivlan dari rumahnya setelah penggeledahan. Namun, Kivlan tak begitu saja menuruti.

Sebab, ia merasa masih berstatus sebagai tentara cadangan yang seharusnya diproses oleh Polisi Militer TNI jika disangkakan melakukan tindak pidana tertentu.

Akhirnya, Kivlan manut setelah tiga personel PM TNI, termasuk Kasie Intel Kodam Jaya berpangkat Kapten, ternyata ikut dalam rombongan pihak kepolisian ini.

Kivlan mengaku tertawa saat mengalami proses penangkapannya itu. Sebab, ia pun pernah melakukan hal yang sama sewaktu menjadi Kepala Staf Kostrad pada 1998.

"Saya melihat itu, enggak apa-apa, saya ketawa saja. Saya sudah tahu. Dulu saya juga begini waktu saya dinas, waktu saya nangkapin orang begini juga, ya sudah sekarang saya ditangkapin orang, ya sudah," ujarnya.

Kivlan teringat dirinya sewaktu menjabat Kepala Staf Kostrad bersama Kodam Jaya dan Polri pernah memerintahkan penangkapan terhadap beberapa jenderal TNI dan mantan menteri yang melakukan pertemuan makar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, pada 12 November 1998.

Menurut dia, kelompok tersebut ditangkap karena sudah jelas dan ada bukti permufakatan makar. Di antaranya telah memproklamasikan pemerintah koalisi nasional dan menentukan kabinet hingga susunan MPR-nya.

"Ada Jenderal Kemal Idris, Toto S, dan banyak jenderal, termasuk ada Sri Bintang Pamungkas, Edi Sularsono. Ya, dulu juga kita perintahkan menangkap mereka karena mau makar pada masa Presiden Habibie," ucap Kivlan.

Kivlan mengaku tergelitik teringat pengalamannya itu dan apa yang dialaminya saat ini. Oleh karena itu, ia dapat memahami dan menghormati penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap dirinya.

"Cuma saya ketawa saja," ujarnya. (Baca juga: Kivlan Zein: Saya Tidak Ditangkap, Saya Diundang)

Menurut Kivlan, tidak ada ketegangan antara dirinya ataupun para penyidik kepolisian saat menjalani proses pemeriksaan di Mako Brimob.

Ia pun tidak merasa sebagai seorang pesakitan yang hendak dicecar pertanyaan. Justru perbincangan santai disertai guyonan terjadi.

"Saya malah ketawa-ketawa. Karena kata mereka (penyidik), 'Bapak dulu kan mengajarkan kami begitu, untuk menangkapi orang'. Saya bilang, ya sudah enggak apa-apa, silakan saja, saya juga begitu," kata Kivlan seraya tertawa karena teringat perkataan penyidik tersebut.

(Abdul Qodir/Tribunnews.com)

---

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Kivlan Zein Justru Tertawa Ditangkap Polisi, Ini Alasannya


Kompas TV Jadi Tersangka, Ahmad Dhani Akan Ajukan Praperadilan

"

| Kivlan | Zein | Bercerita | soal | Penangkapannya | atas | Tuduhan | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Mayor | Jenderal | TNI< | (Purn) | Zein< | (69) | hanya | tertawa | ketika | mengenang | penangkapannya | Jumat | 2012) | pagi | menjelang | unjuk | rasa | damai | 212< | Monas | Jakarta | p> Seperti | dikutip | Tribunnews | Senin | 2016) | mencerit | kronologi | p> Awalnya | pukul | baru | selesai | shalat | subuh | kediamannya | Gading | Griya | Lestari | Blok | nomor | Kelapa | Utara | p> Saat | siap | untuk | berangkat | Silang | hendak | mendampingi | pemimpin | Front | Pembela | Islam< | (FPI) | Rizieq | Shihab< | memimpin | terkait | proses | hukum | Gubernur | nonaktif | Basuki | Tjahaja | Purnama< | atau | Ahok | p> Tiba | tiba | rumahnya | didatangi | polisi | bersamaan | dengan | datangnya | pembantu | rumah | Sebanyak | langsung | masuk | dalam | seorang | staf | Sementara | istri | tengah | membesuk | anak | yang | sakit | dirawat | Surabaya | Jawa | Timur | p> Mereka | menyerbu | depan | pintu | saya | tiga | orang | berdiri | ujar | p> Ia | mengaku | awalnya | kaget | kedatangan | para | kala | buta | Namun | benaknya | menduga | dirinya | diproses | oleh | dugaan | makar | berusaha | tenang | karena | mengira | menyebabkan | sekelompok | tersebut | mendatangi | yakni | tuduhan | p> Jadi | tahu | bahwa | berita | menargetkan | Anak | juga | cerita | temannya | banyak | Saya | waktu | dikasih | sebulan | ujarnya | p> Kivlan | mempersil | duduk | ruang | tamu | Lantas | menyodorkan | surat | penggeledahan | melawan | membawa | p> Saya | bilang | Kalau | senjata | ambil | kalau | granat | dokumen | rancangan | (ambil) | p> Beberapa | membuka | lemari | laci | meja | Mereka | memeriksa | sejumlah | berkas | buku | catatan | lembaran | tiket | pesawat | perjalanan | selama | sampai | tahun | terakhir | data | komputer | jinjing | laptop | telepon | genggamnya | p> Namun | menemukan | bukti | petunjuk | rencana | pemeriksaan | Polisi | maupun | tajam | p> Polisi | beberapa | berisi | karya | tulisnya | perihal | kritik | terhadap | 1945 | perubahan | ketatanegaraan | p> Para | setelah | begitu | menuruti | p> Sebab | merasa | masih | berstatus | sebagai | tentara | cadangan | seharusnya | Militer | jika | disangk | melakukan | tindak | pidana | tertentu | p> Akhirnya | manut | personel | termasuk | Kasie | Intel | Kodam | Jaya | berpangkat | Kapten | ternyata | ikut | rombongan | pihak | kepolisian | saat | mengalami | Sebab | pernah | sama | sewaktu | menjadi | Kepala | Staf | Kostrad | pada | 1998 | melihat | enggak | ketawa | Dulu | begini | dinas | nangkapin< | sekarang | ditangkapin< | teringat | menjabat | bersama | Polri< | memerintahkan | penangkapan | jenderal | mantan | menteri | pertemuan | Hotel | Sahid | November | p> Menurut | kelompok | ditangkap | jelas | permufakatan | antaranya | telah | memproklamasikan | pemerintah | koalisi | nasional | menentukan | kabinet | susunan | p> Ada | Kemal | Idris | Toto | Bintang | Pamungkas< | Sularsono | dulu | perintahkan | menangkap | masa | Presiden | Habibie | ucap | tergelitik | pengalamannya | dialaminya | Oleh | dapat | memahami | menghormati | dilakukan | p> Cuma | (Baca | juga: | Zein: | Tidak | Ditangkap | Diundang< | a>)< | ketegangan | antara | ataupun | penyidik | menjalani | Mako | Brimob | pesan | dicecar | pertanyaan | Justru | perbincangan | santai | disertai | guyonan | terjadi | malah | Karena | kata | (penyidik) | Bapak | mengajarkan | kami | menangkapi | seraya | perkataan | p> (Abdul | Qodir | com)< | strong>< | p> Artikel | tayang | judul: | Tertawa | Alasannya< | p> Kompas | span> | Jadi | Tersangka | Ahmad | Dhani< | Akan | Ajukan | Praperadilan< | p> |