Showing posts sorted by date for query pelaksanaan. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query pelaksanaan. Sort by relevance Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Wapres Minta ICMI Ikut Aktif Cegah Upaya Makar

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia membantu pemerintah dalam upaya mencegah terjadinya tindakan pengambilalihan kekuasaan secara inkonstitusional atau makar.

Permintaan itu disampaikan Wapres saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional ICMI, Kamis (8/12/2016) malam.

Kalla mengatakan, dibutuhkan upaya dari seluruh komponen, termasuk ICMI, guna mencegah terealisasinya upaya makar tersebut.

Apalagi, sejumlah petinggi ICMI merupakan pejabat negara dan pemerintahan, terutama di Dewan Pakar.

"Ya, karena itu Dewan Pakar harus mencegah terjadinya makar,” kata Wapres.

Untuk diketahui, posisi Ketua Dewan Pakar ICMI saat ini dipegang Zulkifli Hasan, yang juga merupakan Ketua MPR dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional.

Sementara itu, posisi Wakil Ketua Dewan Pakar dijabat oleh Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan.

"Tadi (saya) bicara dengan Ketua MPR, Dewan Pakar kan, Dewan Pakar agar jangan makar," ucap Kalla.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan agar seluruh komponen ICMI dapat tetap menjaga semangat nilai-nilai keislaman dan juga keindonesiaan dalam setiap mengambil keputusan.

Hal itu diperlukan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Isu makar sempat muncul jelang pelaksanaan aksi damai bertajuk doa bersama pada 2 Desember lalu.

Aksi doa bersama itu menuntut proses hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.

Setidaknya, sebelas orang ditangkap aparat kepolisian terkait upaya itu. Namun, beberapa di antaranya kini telah dilepaskan, meski tetap bersandang status tersangka.

Kompas TV Penanganan Tersangka Makar jadi Bahasan Kapolri dengan DPR

"

| Wapres | Minta | ICMI | Ikut | Aktif | Cegah | Upaya | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Wakil | Presiden | Jusuf | Kalla< | meminta | Ikatan | Cendekiawan | Muslim | Indonesia | membantu | pemerintah | dalam | upaya | mencegah | terjadinya | tind | pengambilalihan | kekuasaan | secara | inkonstitusional | atau | makar | p> Permintaan | disampaikan | saat | membuka | Silaturahmi | Kerja | Nasional | ICMI< | Kamis | 2016) | malam | p> Kalla | mengat | dibutuhkan | seluruh | komponen | termasuk | guna | terealisasinya | tersebut | p> Apalagi | sejumlah | petinggi | merup | pejabat | negara | pemerintahan | terutama | Dewan | Pakar | p> Ya | karena | harus | kata | p> Untuk | diketahui | posisi | Ketua | dipegang | Zulkifli | Hasan< | yang | juga | Umum | Partai | Amanat | Nasional< | p> Sementara | dijabat | oleh | Lukman | Hakim | Saifuddin< | Menteri | Agama | politisi | Persatuan | Pembangunan< | p> Tadi | (saya) | bicara | dengan | agar | jangan | ucap | Kalla | p> Mantan | Golkar< | menekankan | dapat | tetap | menjaga | semangat | nilai | keislaman | keindonesiaan | setiap | mengambil | keputusan | p> Hal | diperlukan | untuk | kedaulatan | Negara | Kesatuan | Republik | p> Isu | sempat | muncul | jelang | pelaksanaan | aksi | damai | bertajuk | bersama< | pada | Desember< | p> Aksi | menuntut | proses | hukum | terhadap | Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahja | Purnama | p> Senya | sebelas | orang | ditangkap | aparat | kepolisian | terkait | Namun | beberapa | antaranya | kini | telah | dilepaskan | meski | bersandang | status | tersangka | p> Kompas | span> | Penanganan | Tersangka | jadi | Bahasan | Kapolri | DPR< | p> |

Wapres Minta ICMI Ikut Aktif Cegah Upaya Makar

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia membantu pemerintah dalam upaya mencegah terjadinya tindakan pengambilalihan kekuasaan secara inkonstitusional atau makar.

Permintaan itu disampaikan Wapres saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional ICMI, Kamis (8/12/2016) malam.

Kalla mengatakan, dibutuhkan upaya dari seluruh komponen, termasuk ICMI, guna mencegah terealisasinya upaya makar tersebut.

Apalagi, sejumlah petinggi ICMI merupakan pejabat negara dan pemerintahan, terutama di Dewan Pakar.

"Ya, karena itu Dewan Pakar harus mencegah terjadinya makar,” kata Wapres.

Untuk diketahui, posisi Ketua Dewan Pakar ICMI saat ini dipegang Zulkifli Hasan, yang juga merupakan Ketua MPR dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional.

Sementara itu, posisi Wakil Ketua Dewan Pakar dijabat oleh Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan.

"Tadi (saya) bicara dengan Ketua MPR, Dewan Pakar kan, Dewan Pakar agar jangan makar," ucap Kalla.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan agar seluruh komponen ICMI dapat tetap menjaga semangat nilai-nilai keislaman dan juga keindonesiaan dalam setiap mengambil keputusan.

Hal itu diperlukan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Isu makar sempat muncul jelang pelaksanaan aksi damai bertajuk doa bersama pada 2 Desember lalu.

Aksi doa bersama itu menuntut proses hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.

Setidaknya, sebelas orang ditangkap aparat kepolisian terkait upaya itu. Namun, beberapa di antaranya kini telah dilepaskan, meski tetap bersandang status tersangka.

Kompas TV Penanganan Tersangka Makar jadi Bahasan Kapolri dengan DPR

"

| Wapres | Minta | ICMI | Ikut | Aktif | Cegah | Upaya | Makar | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | Wakil | Presiden | Jusuf | Kalla< | meminta | Ikatan | Cendekiawan | Muslim | Indonesia | membantu | pemerintah | dalam | upaya | mencegah | terjadinya | tind | pengambilalihan | kekuasaan | secara | inkonstitusional | atau | makar | p> Permintaan | disampaikan | saat | membuka | Silaturahmi | Kerja | Nasional | ICMI< | Kamis | 2016) | malam | p> Kalla | mengat | dibutuhkan | seluruh | komponen | termasuk | guna | terealisasinya | tersebut | p> Apalagi | sejumlah | petinggi | merup | pejabat | negara | pemerintahan | terutama | Dewan | Pakar | p> Ya | karena | harus | kata | p> Untuk | diketahui | posisi | Ketua | dipegang | Zulkifli | Hasan< | yang | juga | Umum | Partai | Amanat | Nasional< | p> Sementara | dijabat | oleh | Lukman | Hakim | Saifuddin< | Menteri | Agama | politisi | Persatuan | Pembangunan< | p> Tadi | (saya) | bicara | dengan | agar | jangan | ucap | Kalla | p> Mantan | Golkar< | menekankan | dapat | tetap | menjaga | semangat | nilai | keislaman | keindonesiaan | setiap | mengambil | keputusan | p> Hal | diperlukan | untuk | kedaulatan | Negara | Kesatuan | Republik | p> Isu | sempat | muncul | jelang | pelaksanaan | aksi | damai | bertajuk | bersama< | pada | Desember< | p> Aksi | menuntut | proses | hukum | terhadap | Gubernur | nonaktif | Jakarta | Basuki | Tjahja | Purnama | p> Senya | sebelas | orang | ditangkap | aparat | kepolisian | terkait | Namun | beberapa | antaranya | kini | telah | dilepaskan | meski | bersandang | status | tersangka | p> Kompas | span> | Penanganan | Tersangka | jadi | Bahasan | Kapolri | DPR< | p> |

Wednesday, December 7, 2016

Anggota Komisi III DPR: Upaya Kepolisian Menelusuri Dana Makar Langkah yang Tepat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi menangkap 11 orang yang diduga akan melakukan makar saat aksi Jumat (2/12/2016).

Anggota Komisi III Fraksi Partai NasDem, Taufiqulhadi menilai tindakan tersebut sudah tepat dalam rangka menjaga keamanan serta stabilitas nasional.

Taufiqulhadi mengungkapkan, kepolisian tentunya sudah memiliki bukti yang kuat. Sehingga upaya penahanan itu dilakukan agar tidak memanfaatkan massa yang hadir dalam aksi itu.

"Tentunya kepolisian telah memiliki bukti yang kuat terhadap kelompok pendompleng aksi itu," kata Taifiq dalam keterangannya kepada Tribunnews, Kamis (8/12/2016).

Pemilihan waktu penahanan terhadap pelaku makar sebelum pelaksanaan aksi 2 Desember, menurur Taufiq sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh Kapolri, agar tidak ada menimbulkan kegaduhan di media sosial terhadap penangkapan kesebelas orang tersebut.

"Saya kira ini langkah taktis kepolisian. Jika penangkapan ini dilakukan sebelum aksi itu maka dengan mudah media sosial akan mempelintir penahanan tersebut," katanya.

Politisi NasDem ini menyatakan dukungannya atas langkah pihak keamanan tersebut.

"Saya mendukung sepenuhnya. Apa yang dilakukan kepolisian sudah benar," ujar Taufiq.

Taufiq mengatakan upaya makar terhadap pemerintah yang dipilih secara demokrasi dan konstitusional tidak dibenarkan secara hukum.

"Tidak ada pembenaran bagi siapapun itu, jika perbuatannya melanggar hukum dan berpotensi kerusuhan sosial atau disabilitas nasional maka harus dikenakan hukum yang berlaku dan tidak boleh diabaikan. Jika pihak keamanan tidak bertindak sebaliknya malah dipertanyakan," tegas legislator Jawa Timur IV ini.

Tidak berhenti menetapkan status tersangka, saat ini pihak kepolisian juga sedang mengusut aliran dana perbuatan makar tersebut.

Menurut Taufiq, ini tentunya sebuah upaya yang wajar dilakukan oleh aparat kepolisian guna menambahkan bukti-bukti dalam penyelidikannya serta mengetahui siapa tokoh dibalik upaya makar tersebut.

"Upaya kepolisian menelusuri pendanaan dari kelompok tersebut merupakan langkah yang sudah tepat. Saya mendukung upaya tersebut seraya berharap agar kepolisian bisa menuntaskan dan menemukan titik terang apa yang melatarbelakangi gerakan kelompok tersebut dan siapa yang menggerakkan di belakang mereka," ujar dia.

"

| Anggota | Komisi | DPR: | Upaya | Kepolisian | Menelusuri | Dana | Makar | Langkah | yang | Tepat | TRIBUNNEWS | JAKARTA< | strong> | Polisi | menangkap | orang | diduga | melakukan | makar | saat | aksi | Jumat | 2016) | p> Anggota | Fraksi | Partai | NasDem< | Taufiqulhadi< | menilai | tind | tersebut | tepat | dalam | rangka | menjaga | keamanan | serta | stabilitas | nasional | p> Taufiqulhadi | mengungkapkan | kepolisian | tentunya | memiliki | bukti | kuat | upaya | penahanan | dilakukan | agar | memanfaatkan | massa | hadir | p> Tentunya | telah | terhadap | kelompok | pendompleng | kata | Taifiq | keterangannya | kepada | Tribunnews< | Kamis | p> Pemilihan | waktu | pelaku | pelaksanaan | Desember | menurur | Taufiq | sebagaimana | keterangan | disampaikan | oleh | Kapolri | menimbulkan | kegaduhan | media | sosial | penangkapan | kesebelas | p> Saya | kira | langkah | taktis | Jika | maka | dengan | mudah | mempelintir | katanya | p> Politisi | NasDem | menyat | dukungannya | atas | pihak | mendukung | sepenuhnya | benar | ujar | p> Taufiq | mengat | pemerintah | dipilih | secara | demokrasi | konstitusional | dibenarkan | hukum | p> Tidak | pembenaran | bagi | siapapun | jika | perbuatannya | melanggar | berpotensi | kerusuhan | atau | disabilitas | harus | diken | berlaku | boleh | diabaikan | bertindak | sebaliknya | malah | dipertany | tegas | legislator | Jawa | Timur | berhenti | menetapkan | status | tersangka | juga | mengusut | aliran | dana | perbuatan | p> Menurut | sebuah | wajar | aparat | guna | menambahkan | penyelidikannya | mengetahui | siapa | tokoh | dibalik | p> Upaya | menelusuri | pendanaan | merup | Saya | seraya | berharap | menuntaskan | menemukan | titik | terang | melatarbelgi | menggerakkan | belg | p> |

Tuesday, December 6, 2016

2 Purnawirawan Ditangkap Diduga Makar, Pangdam Jaya: TNI Tetap Solid

Jakarta - Dua purnawirawan TNI, Mayjen (purn) Kivlan Zein dan Brigjen (purn) Adityawarman Thaha ditangkap atas dugaan makar. Namun Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana menegaskan, penangkapan itu tak akan membuat perpecahan di tubuh TNI.

"Rantai komando itu jelas sekali, apalagi ada (info) yang akan bergerak ke Jakarta, itu sangat bohong. Tidak ada perpecahan, sangat solid," tegas Teddy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Teddy juga membantah adanya pengerahan massa yang pro terhadap dua orang purnawirawan tersebut. "Tadi sudah saya sampaikan, sebelumnya sudah dilaporkan kalau ada respons penangkapan, tentu tidak," imbuh dia.

Dalam upaya pengamanan aksi 4 November dan 2 Desember TNI tetap solid. Dia juga menyatakan bahwa TNI satu komando dalam upaya penegakan hukum terhadap kedua purnawirawan tersebut.

"Mantan militer juga merupakan tanggung jawab saya," imbuhnya.

Bahkan sebelum menangkap keduanya, TNI dan Polri telah membahasnya dalam berbagai rapat.

"Kebetulan saya berada dalam satu komando tugas, sama-sama, ya itulah analisa yang kami ambil, terpaksa ini harus diamankan sementara menjelang pelaksanaan tanggal 2 (Desember) ini," tegas dia.

Teddy melanjutkan, operasi tersebut sudah seizin dan sepengetahuan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Dilaporkan semua, jadi tidak ada tindakan yang liar. Apalagi ada perpecahan itu tidak ada, rantai komando TNI sangat solid dan tidak ada perpecahan," pungkas Teddy.
(mei/bag)

"

| Purnawirawan | Ditangkap | Diduga | Makar, | Pangdam | Jaya: | Tetap | Solid | Jakarta< | strong> | purnawirawan | Mayjen | (purn) | Kivlan | Zein | Brigjen | Adityawarman | Thaha | ditangkap | atas | dugaan | makar | Namun | Jaya | Teddy | Lhaksmana | menegaskan | penangkapan | membuat | perpecahan | tubuh | Rantai | komando | jelas | sekali | apalagi | (info) | yang | bergerak | Jakarta | sangat | bohong | Tidak | solid | tegas | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Selasa | 2016) | p>Teddy | juga | membantah | adanya | pengerahan | massa | terhadap | orang | tersebut | Tadi | saya | sampaikan | senya | dilaporkan | kalau | respons | tentu | imbuh | p>Dalam | upaya | pengamanan | aksi | November | Desember | tetap | menyat | bahwa | satu | dalam | peneg | hukum | kedua | p>Mantan | militer | merup | tanggung | jawab | imbuhnya | p>Bahkan | menangkap | keduanya | Polri | telah | membahasnya | berbagai | rapat | p>Kebetulan | berada | tugas | sama | itulah | analisa | kami | ambil | terpaksa | harus | diamankan | sementara | menjelang | pelaksanaan | tanggal | (Desember) | melanjutkan | operasi | seizin | sepengetahuan | Panglima | Jenderal | Gatot | Nurmantyo | p>Dilaporkan | semua | jadi | tind | liar | Apalagi | rantai | pungkas | (mei | bag)< |

2 Purnawirawan Ditangkap Diduga Makar, Pangdam Jaya: TNI Tetap Solid

Jakarta - Dua purnawirawan TNI, Mayjen (purn) Kivlan Zein dan Brigjen (purn) Adityawarman Thaha ditangkap atas dugaan makar. Namun Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana menegaskan, penangkapan itu tak akan membuat perpecahan di tubuh TNI.

"Rantai komando itu jelas sekali, apalagi ada (info) yang akan bergerak ke Jakarta, itu sangat bohong. Tidak ada perpecahan, sangat solid," tegas Teddy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Teddy juga membantah adanya pengerahan massa yang pro terhadap dua orang purnawirawan tersebut. "Tadi sudah saya sampaikan, sebelumnya sudah dilaporkan kalau ada respons penangkapan, tentu tidak," imbuh dia.

Dalam upaya pengamanan aksi 4 November dan 2 Desember TNI tetap solid. Dia juga menyatakan bahwa TNI satu komando dalam upaya penegakan hukum terhadap kedua purnawirawan tersebut.

"Mantan militer juga merupakan tanggung jawab saya," imbuhnya.

Bahkan sebelum menangkap keduanya, TNI dan Polri telah membahasnya dalam berbagai rapat.

"Kebetulan saya berada dalam satu komando tugas, sama-sama, ya itulah analisa yang kami ambil, terpaksa ini harus diamankan sementara menjelang pelaksanaan tanggal 2 (Desember) ini," tegas dia.

Teddy melanjutkan, operasi tersebut sudah seizin dan sepengetahuan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Dilaporkan semua, jadi tidak ada tindakan yang liar. Apalagi ada perpecahan itu tidak ada, rantai komando TNI sangat solid dan tidak ada perpecahan," pungkas Teddy.
(mei/bag)

"

| Purnawirawan | Ditangkap | Diduga | Makar, | Pangdam | Jaya: | Tetap | Solid | Jakarta< | strong> | purnawirawan | Mayjen | (purn) | Kivlan | Zein | Brigjen | Adityawarman | Thaha | ditangkap | atas | dugaan | makar | Namun | Jaya | Teddy | Lhaksmana | menegaskan | penangkapan | membuat | perpecahan | tubuh | Rantai | komando | jelas | sekali | apalagi | (info) | yang | bergerak | Jakarta | sangat | bohong | Tidak | solid | tegas | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Selasa | 2016) | p>Teddy | juga | membantah | adanya | pengerahan | massa | terhadap | orang | tersebut | Tadi | saya | sampaikan | senya | dilaporkan | kalau | respons | tentu | imbuh | p>Dalam | upaya | pengamanan | aksi | November | Desember | tetap | menyat | bahwa | satu | dalam | peneg | hukum | kedua | p>Mantan | militer | merup | tanggung | jawab | imbuhnya | p>Bahkan | menangkap | keduanya | Polri | telah | membahasnya | berbagai | rapat | p>Kebetulan | berada | tugas | sama | itulah | analisa | kami | ambil | terpaksa | harus | diamankan | sementara | menjelang | pelaksanaan | tanggal | (Desember) | melanjutkan | operasi | seizin | sepengetahuan | Panglima | Jenderal | Gatot | Nurmantyo | p>Dilaporkan | semua | jadi | tind | liar | Apalagi | rantai | pungkas | (mei | bag)< |

Bisakah Disebut Makar Tanpa Ada Pemberontakan? Ini Penjelasannya

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Polri secara resmi mengumumkan penetapan 11 tersangka yang diduga berupaya merusak situasi keamanan ketika aksi doa bersama dilakukan pada Jumat (2/12/2016).

Dari 11 orang yang ditangkap, tujuh di antaranya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan permufakatan makar.

Ketujuh orang tersebut adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, Adityawarman, Eko, Alvin, dan Firza Huzein. Mereka disangka melanggar Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP.

Dalam jumpa pers, Sabtu (3/12/2016), Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa para tersangka berupaya memanfaatkan aksi doa bersama yang diikuti massa dalam jumlah besar.

Ketujuh tersangka memiliki tujuan yang sama, yakni menggulingkan pemerintahan yang sah.

Pasca-penetapan tersangka, berbagai pendapat kemudian muncul ke publik. Masyarakat pun bertanya-tanya mengenai perbuatan makar yang dituduhkan kepada para tersangka.

Tak mengherankan jika tuduhan makar tersebut menimbulkan pertanyaan. Sebab, di beberapa negara yang pernah terjadi penggulingan kekuasaan, kudeta dilakukan dengan adanya aksi pemberontakan. Bahkan, bisa jadi diikuti dengan adanya konflik senjata.

Tak tunggu pemberontakan

Perbuatan makar ternyata dapat dipidana tanpa harus ada tindakan pemberontakan secara fisik. Penegak hukum dapat melakukan antisipasi pemberontakan dengan menangkap para pelaku yang diduga merencanakan upaya makar.

Ahli hukum pidana dari Universitas Indonesia, Ganjar Laksamana, menjelaskan bahwa secara hukum, makar adalah suatu percobaan kejahatan.

Secara konstruksi hukum, makar dijadikan kejahatan yang berdiri sendiri dan dianggap selesai meski masih pada tahap percobaan.

"Sebab, bila makar harus sampai selesai, pelakunya menjadi penguasa baru. Nah, mana mungkin seorang penguasa baru diminta pertanggungjawaban hukum?" ujar Ganjar kepada Kompas.com, Senin (5/12/2016).

Ganjar mengatakan, percobaan kejahatan seperti yang diatur dalam Pasal 53 KUHP harus memenuhi tiga syarat.

Pertama, harus ada niat pelaku. Kedua, harus ada perbuatan permulaan pelaksanaan. Kemudian, yang ketiga, tidak selesainya kejahatan bukan diakibatkan kehendak pelaku itu sendiri.

"Permufakatan jahat itu ada bila di antara pihak yang bermufakat telah terdapat kesamaan niat, perencanaan bersama yang ditandai dengan adanya pertemuan-pertemuan, dan adanya pembagian tugas yang jelas," kata Ganjar.

Penjelasan tersebut sesuai dengan keterangan yang disampaikan penyidik Polri.

Selain disangka melanggar Pasal 107 dan 87 KUHP, ketujuh orang yang sebelumnya diperiksa juga disangka melanggar Pasal 110 KUHP.

Pasal tersebut menjelaskan, permufakatan jahat untuk melakukan kejahatan makar, menurut Pasal 104, Pasal 106, Pasal 107, dan Pasal 108, diancam berdasarkan ancaman pidana dalam pasal-pasal tersebut.

"Permufakatan jahat adalah kejahatan yang bahkan belum dimulai," kata Ganjar.

Makar bukan kritik?

Aparat penegak hukum diminta berhati-hati dalam menerapkan pasal makar dalam memidanakan seseorang.

Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf mengatakan, penegak hukum harus berhati-hati karena pasal tersebut multitafsir. Menurut Al Araf, penegak hukum harus dapat membedakan antara makar dan kritik.

"Jangan sampai makar diidentikkan dengan kebebasan berekspresi dan kebebasan menyampaikan pendapat," ujar Araf.

(Baca: Penegak Hukum Diminta Tak Sembarangan Terapkan Pasal Makar)

Boy Rafli menegaskan, permufakatan makar yang disangkakan kepada para tersangka berbeda jauh dari penyampaian kritik kepada pemerintah.

"Pandangan kritis yang disampaikan lewat kritik itu lumrah, tetapi tetap rambu hukum harus dipegang. Kalau makar dengan permufakatan jahat, ini adalah barang yang berbeda dengan kritik," kata Boy.

Boy mengatakan, masyarakat perlu mengingat bahwa ujaran kebencian, penistaan, kata-kata bohong, dan penghasutan tidak boleh digunakan dalam penyampaian kritik.

(Baca: Permufakatan Makar Beda dengan Penyampaian Kritik, Ini Penjelasan Polri)

Penyampaian aspirasi, baik melalui verbal maupun non-verbal, seperti dalam medium elektronik, harus sesuai dengan tatanan hukum dan aturan yang berlaku.

Menurut Boy, pelaksana demokrasi harus sadar bahwa kebebasan tidak bisa bersifat absolut. Setiap warga negara diatur oleh hukum sehingga tidak diperkenankan melakukan perbuatan yang inkonstitusional.

"Jadi, kami ini bukannya terlalu reaktif. Kami hanya bermain pada tatanan hukum dan kami lakukan pada tindakan nyata," kata Boy.

Menurut Boy, tujuh tersangka yang ditangkap karena dugaan permufakatan makar berencana mengarahkan massa untuk menggelar sidang istimewa di Gedung DPR/MPR RI. Tujuannya sama, yakni untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Kompas TV Kapolri: Tersangka Makar Akan Memanfaatkan Kegiatan 2 Desember

"

| Bisakah | Disebut | Makar | Tanpa | Pemberont? | Penjelasannya | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> â€" | Polri< | secara | resmi | mengumumkan | penetapan | tersangka | yang | diduga | berupaya | merusak | situasi | keamanan | ketika | aksi | bersama< | dilakukan | pada | Jumat | 2016) | p> Dari | orang | ditangkap | tujuh | antaranya | ditetapkan | sebagai | atas | dugaan | melakukan | permufakatan | makar | p> Ketujuh | tersebut | adalah | Rachmawati< | Soekarnoputri | Kivlan | Zein< | Ratna | Sarumpaet< | Adityawarman | Alvin | Firza | Huzein |  Mereka | disangka | melanggar | Pasal | KUHP | p> Dalam | jumpa | pers | Sabtu | Kepala | Divisi | Humas | Inspektur | Jenderal | Rafli | Amar< | menjelaskan | bahwa | para | memanfaatkan | diikuti | massa | dalam | jumlah | besar | memiliki | tujuan | sama | yakni | menggulingkan | pemerintahan | p> Pasca | berbagai | pendapat | kemudian | muncul | publik | Masyarakat | bertanya | tanya | mengenai | perbuatan | dituduhkan | kepada | p> Tak | mengherankan | jika | tuduhan | menimbulkan | pertanyaan | Sebab | beberapa | negara | pernah | terjadi | penggulingan | kekuasaan | kudeta | dengan | adanya | pemberont | Bahkan | jadi | konflik | senjata | tunggu | pemberont< | strong>< | p> Perbuatan | ternyata | dapat | dipidana | tanpa | harus | tind | fisik | Penegak | hukum | antisipasi | menangkap | pelaku | merencan | upaya | p> Ahli | pidana | Universitas | Indonesia | Ganjar | Laksamana | suatu | percobaan | kejahatan | p> Secara | konstruksi | dijadikan | berdiri | sendiri | dianggap | selesai | meski | masih | tahap | p> Sebab | bila | sampai | pelakunya | menjadi | penguasa | baru | mana | mungkin | seorang | diminta | pertanggungjawaban | ujar | Kompas | Senin | p> Ganjar | mengat | seperti | diatur | memenuhi | tiga | syarat | p> Pertama | niat | Kedua | permulaan | pelaksanaan | Kemudian | ketiga | selesainya | bukan | dikan | kehendak | p> Permufakatan | jahat | antara | pihak | bermufakat | telah | terdapat | kesamaan | perencanaan | bersama | ditandai | pertemuan | pembagian | tugas | jelas | kata | p> Penjelasan | sesuai | keterangan | disampaikan | penyidik | p> Selain | ketujuh | senya | diperiksa | juga | p> Pasal | untuk | menurut | diancam | berdasarkan | ancaman | pasal | bahkan | dimulai | p> Makar | kritik | p> Aparat | penegak | berhati | hati | menerapkan | memidan | seseorang | p> Direktur | Eksekutif | Imparsial | Araf | karena | multitafsir | Menurut | membed | p> Jangan | diidentikkan | kebebasan | berekspresi | menyampaikan | p> (Baca: | Hukum | Diminta | Sembarangan | Terapkan | Makar< | a>)< | p> Boy | menegaskan | disangk | berbeda | jauh | penyampaian | pemerintah | p> Pandangan | kritis | lewat | lumrah | tetap | rambu | dipegang | Kalau | barang | masyarakat | perlu | mengingat | ujaran | kebencian | penistaan | bohong | penghasutan | boleh | digun | Permufakatan | Beda | Penyampaian | Kritik | Penjelasan | p> Penyampaian | aspirasi | baik | verbal | maupun | medium | elektronik | tatanan | aturan | berlaku | p> Menurut | pelaksana | demokrasi | sadar | bersifat | absolut | Setiap | warga | oleh | diperkenankan | inkonstitusional | p> Jadi | kami | bukannya | reaktif | Kami | hanya | bermain | lakukan | nyata | berencana | mengarahkan | menggelar | sidang | istimewa | Gedung | Tujuannya | p> Kompas | span> | Kapolri: | Tersangka | Akan | Memanfaatkan | Kegiatan | Desember< | p> |

2 Purnawirawan Ditangkap Diduga Makar, Pangdam Jaya: TNI Tetap Solid

Jakarta - Dua purnawirawan TNI, Mayjen (purn) Kivlan Zein dan Brigjen (purn) Adityawarman Thaha ditangkap atas dugaan makar. Namun Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana menegaskan, penangkapan itu tak akan membuat perpecahan di tubuh TNI.

"Rantai komando itu jelas sekali, apalagi ada (info) yang akan bergerak ke Jakarta, itu sangat bohong. Tidak ada perpecahan, sangat solid," tegas Teddy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Teddy juga membantah adanya pengerahan massa yang pro terhadap dua orang purnawirawan tersebut. "Tadi sudah saya sampaikan, sebelumnya sudah dilaporkan kalau ada respons penangkapan, tentu tidak," imbuh dia.

Dalam upaya pengamanan aksi 4 November dan 2 Desember TNI tetap solid. Dia juga menyatakan bahwa TNI satu komando dalam upaya penegakan hukum terhadap kedua purnawirawan tersebut.

"Mantan militer juga merupakan tanggung jawab saya," imbuhnya.

Bahkan sebelum menangkap keduanya, TNI dan Polri telah membahasnya dalam berbagai rapat.

"Kebetulan saya berada dalam satu komando tugas, sama-sama, ya itulah analisa yang kami ambil, terpaksa ini harus diamankan sementara menjelang pelaksanaan tanggal 2 (Desember) ini," tegas dia.

Teddy melanjutkan, operasi tersebut sudah seizin dan sepengetahuan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Dilaporkan semua, jadi tidak ada tindakan yang liar. Apalagi ada perpecahan itu tidak ada, rantai komando TNI sangat solid dan tidak ada perpecahan," pungkas Teddy.
(mei/bag)

"

| Purnawirawan | Ditangkap | Diduga | Makar, | Pangdam | Jaya: | Tetap | Solid | Jakarta< | strong> | purnawirawan | Mayjen | (purn) | Kivlan | Zein | Brigjen | Adityawarman | Thaha | ditangkap | atas | dugaan | makar | Namun | Jaya | Teddy | Lhaksmana | menegaskan | penangkapan | membuat | perpecahan | tubuh | Rantai | komando | jelas | sekali | apalagi | (info) | yang | bergerak | Jakarta | sangat | bohong | Tidak | solid | tegas | kepada | wartawan | Mapolda | Metro | Selasa | 2016) | p>Teddy | juga | membantah | adanya | pengerahan | massa | terhadap | orang | tersebut | Tadi | saya | sampaikan | senya | dilaporkan | kalau | respons | tentu | imbuh | p>Dalam | upaya | pengamanan | aksi | November | Desember | tetap | menyat | bahwa | satu | dalam | peneg | hukum | kedua | p>Mantan | militer | merup | tanggung | jawab | imbuhnya | p>Bahkan | menangkap | keduanya | Polri | telah | membahasnya | berbagai | rapat | p>Kebetulan | berada | tugas | sama | itulah | analisa | kami | ambil | terpaksa | harus | diamankan | sementara | menjelang | pelaksanaan | tanggal | (Desember) | melanjutkan | operasi | seizin | sepengetahuan | Panglima | Jenderal | Gatot | Nurmantyo | p>Dilaporkan | semua | jadi | tind | liar | Apalagi | rantai | pungkas | (mei | bag)< |

Pengamat: Perbuatan Makar tak Harus Ada Kekerasan atau Kerusuhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pihak mengkritisi tuduhan makar aparat kepolisian terhadap sejumlah aktivis, purnawirawan TNI dan kader parpol. Hal ini karena penggunaan istilah makar dinilai berlebihan kepada 11 aktivis tersebut, lantaran perbuatan para tersangka dinilai tidak masuk dalam unsur makar.

Mabes Polri sebelumnya menyatakan dugaan perbuatan makar oleh para aktivis telah dimulai dengan pemufakatan jahat para tersangka untuk merencanakan makar. Yakni melakukan sejumlah pertemuan, sebagai upaya menduduki gedung DPR RI meski tanpa pasukan maupun senjata.

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan publik, apakah perbuatan kesebelas orang tersebut sudah masuk dalam kategori makar. Adapun kepada para tersangka sendiri dijerat pasal 107 juncto pasal 110 juncto pasal 87 KUHP.

Menurut Pakar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia, Indriyanto Seno Adji, sebuah perbuatan dikategorikan makar sebagaimana disebut dalam pasal 87 KUHP, dalam doktrin dan yurisprudensinya memperluas arti makar. Yakni tahapan persiapan yang kemudian dibuktikan dengan adanya niat (mens rea) berupa persiapan atau perbuatan Makar.

"Mengacu pasal ini, tindakan makar dapat terjadi pada tahapan yg dinamakan voorbereidigings handeling atau persiapan perbuatan sifatnya, dapat dipidana," ujar Indriyanto saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/12).

Karenanya, dalam kasus 11 tokoh tersebut, Indriyanto menilai penyidik menggunakan pasal tersebut dengan melihat tahapan persiapan perbuatan para tokoh, yang dianggap sebagai upaya merencanakan percobaan makar. Seperti upaya penggulingan Pemerintahan yang sah, yang dalam pasal tersebut sudah memenuhi unsur niat.

"Misalnya saja adanya alat bukti berupa undangan dan saksi berupa penyebaran undangan mengganti pemerintahan sah dan membentuk pemerintah transisi ini ini telah memenuhi unsur niat atau faktor subyektif negatif dari mens rea untuk menggulingkan Pemerintahan yang sah pada tahapan sudah terpenuhi," ujar Indriyanto.

Ia juga menyebut, perbuatan makar juga diartikan tidak harus ada pelaksanaan perbuatan, yakni cukup dengan permulaan pelaksanaan sudah terpenuhi. Menurutnya pelaksanaan sudah dapat dipidana jika telah ada undangan, orasi untuk mengganti pemerintahan yang sah.

Ia juga menilai, perbuatan makar tidak perlu menunggu ada akibat dari perbuatan tersebut tersebut misalkan kerusuhan maupun ancaman kekerasan. "Ini tidak perlu ada akibatnya berupa kerusuhan dalam masyarakat, karena ini delik formil, karena itu percobaan makar sudah dapat dipidana. Ketentuan makar tidak harus ada kekerasan atau ancaman kekerasan dan bukan dalam pemahaman pemberontakan fisik," ujar Guru Besar Hukum Pidana Universitas Krisnadwipayana tersebut.

"

| Pengamat: | Perbuatan | Makar | Harus | Kekerasan | atau | Kerusuhan | REPUBLIKA | JAKARTA | Sejumlah | pihak | mengkritisi | tuduhan | makar | aparat | kepolisian | terhadap | sejumlah | aktivis | purnawirawan | kader | parpol | karena | penggunaan | istilah | dinilai | berlebihan | kepada | tersebut | lantaran | perbuatan | para | tersangka | masuk | dalam | unsur | p> Mabes | Polri | senya | menyat | dugaan | oleh | telah | dimulai | dengan | pemufakatan | jahat | untuk | merencan | Yakni | melakukan | pertemuan | sebagai | upaya | menduduki | gedung | meski | tanpa | pasukan | maupun | senjata | p> Hal | menimbulkan | pertanyaan | publik | apakah | kesebelas | orang | kategori | Adapun | sendiri | dijerat | pasal | juncto | KUHP | p> Menurut | Pakar | Hukum | Pidana | Universitas | Indonesia | Indriyanto | Seno | Adji | sebuah | dikategorikan | sebagaimana | disebut | doktrin | yurisprudensinya | memperluas | arti | tahapan | persiapan | yang | kemudian | dibuktikan | adanya | niat | (mens | rea) | berupa | p> Mengacu | tind | dapat | terjadi | pada | dinam | voorbereidigings | handeling< | sifatnya | dipidana | ujar | saat | dihubungi | Jakarta | Selasa | p> Karenanya | kasus | tokoh | menilai | penyidik | menggun | melihat | dianggap | percobaan | Seperti | penggulingan | Pemerintahan | memenuhi | p> Misalnya | alat | bukti | undangan | saksi | penyebaran | mengganti | pemerintahan | membentuk | pemerintah | transisi | faktor | subyektif | negatif | mens | menggulingkan | terpenuhi | p> Ia | juga | menyebut | diartikan | harus | pelaksanaan | yakni | cukup | permulaan | Menurutnya | jika | orasi | perlu | menunggu | misalkan | kerusuhan | ancaman | kekerasan | masyarakat | delik | formil | Ketentuan | bukan | pemahaman | pemberont | fisik | Guru | Besar | Krisnadwipayana | p> |

Diduga Terlibat Upaya Makar, Aktivis Hatta Taliwang Diburu Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivis Hatta Taliwang diketahui turut hadir dalam pertemuan dengan para tokoh yang telah ditetapkan polisi sebagai tersangka makar. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan membenarkan kehadiran Hatta dalam pertemuan tersebut. Diduga, Hatta juga telibat dalam perencanaan dugaan upaya makar tersebut.

"Betul (Hatta Taliwang ikut pertemuan)," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/12/2016).

Iriawan mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah memburu Hatta. Sebab dalam bukti permulaan yang dimiliki polisi, Hatta ikut terlibat dengan perencanaan makar tersebut.

"Belum (ditangkap). Sedang kita cari. Sampai sekarang belum tertangkap. Kalau kalian tau kasih tau saya," ungkap Iriawan.

Sebelumnya, penyidik Polri menangkap 11 orang sebelum pelaksanaan aksi doa bersama, Jumat (2/12/2016) lalu. Tujuh orang dari mereka ditangkap atas dugaan permufakatan makar. Sementara, empat lainnya ditangkap karena ujaran kebenciaan dan penghasutan.

Tujuh orang itu yakni, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri. Dua lainnya, Jamran dan Rizal Khobar diduga menyebarluaskan ujaran kebencian terkait isu suku, agama, dan ras. (Baca: Bisakah Disebut Makar Tanpa Ada Pemberontakan? Ini Penjelasannya)

Lalu, Sri Bintang Pamungkas ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penghasutan masyarakat melalui media sosial. Penetapan Sri Bintang sebagai tersangka berkaitan dengan konten dalam video di sebuah akun Youtube, yang diunggah pada November 2016.

Dalam video yang menyebar luas tersebut, Sri Bintang diduga berupaya menghasut dan mengajak masyarakat agar melakukan upaya makar. Kemudian, Ahmad Dhani yang ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Kompas TV Ini Identitas 3 Tersangka Makar yang Ditahan

"

| Diduga | Terlibat | Upaya | Makar, | Aktivis | Hatta | Taliwang | Diburu | Polisi | JAKARTA | KOMPAS | com< | strong> | diketahui | turut | hadir | dalam | pertemuan | dengan | para | tokoh | yang | telah | ditetapkan | polisi | sebagai | tersangka | makar | Kapolda | Metro | Jaya | Irjen | Mochamad | Iriawan< | membenarkan | kehadiran | tersebut | juga | telibat | perencanaan | dugaan | upaya | p> Betul | (Hatta | ikut | pertemuan) | ujar | Iriawan | Mapolda | Selasa | 2016) | p> Iriawan | mengungkapkan | saat | pihaknya | tengah | memburu | Sebab | bukti | permulaan | dimiliki | terlibat | p> Belum | (ditangkap) | Sedang | cari | Sampai | sekarang | tertangkap | Kalau | kalian | kasih | saya | ungkap | p> Senya | penyidik | Polri< | menangkap | orang | pelaksanaan | aksi | bersama< | Jumat | Tujuh | ditangkap | atas | permufakatan | Sementara | empat | lainnya | karena | ujaran | kebenciaan | penghasutan | p> Tujuh | yakni | Kivlan | Zein< | Adityawarman | Ratna | Sarumpaet< | Firza | Huzein | Alvin | Indra | Rachmawati< | Soekarnoputri | Jamran | Rizal | Khobar | diduga | menyebarluaskan | kebencian | terkait | suku | agama | (Baca: | Bisakah | Disebut | Makar | Tanpa | Pemberont | Penjelasannya< | a>)< | p> Lalu | Bintang | Pamungkas< | masyarakat | media | sosial | Penetapan | berkaitan | konten | video | sebuah | akun | Youtube | diunggah | pada | November | 2016 | p> Dalam | menyebar | luas | berupaya | menghasut | mengajak | agar | melakukan | Kemudian | Ahmad | Dhani< | penghinaan | terhadap | Presiden | Joko | Widodo< | p> Kompas | span> | Identitas | Tersangka | Ditahan< | p> |